Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

ALIRAN TUNAK (STEADY STATE FLOW)

Disusun Oleh :

Nama : Kezia Jenytaros Nababan

NIM : 1501380

Kelas : Teknik Geologi A 2015

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI

BALIKPAPAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkatnya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah bertemakan “Aliran Tunak (Steady State Flow)” , dan dapat digunakan
sebagai bahan untuk menambah wawasan dan sumber belajar bagi pembaca.
Makalah ini berisi tentang contoh aliran tunak dalam kehidupan sehari-hari terutama yang
akan dibahas lebih mendalam mengenai aliran itu sendiri, dimana yang akan dipelajari adalah
Fluida, macam aliran fluida, dan contoh aliran steady state flow dalam kehidupan sehari-hari,
sehingga pembaca lebih memahami peran dan fungsi dalam kehidupan ini terutama dalam
kemajuan dan pembaruan teknologi saat ini.
Karena proses penulisan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, penulis
membuka diri untuk menerima berbagai masukan dan kritik demi perbaikan dimasa yang akan
datang.

Balikpapan, April 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................2
DAFTAR ISI...........................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................................5-18
BAB III KESIMPULAN...........................................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................20

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk secara permanen. Perilaku
zat cair yang mengalir sangat bergantung pada kenyataan apakah fluida itu berada di bawah
pengaruhbidang batas padat atau tidak. Aliran dalam pipa telah banyak dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari maupun dalam proses–proses industri. Dalam kehidupan sehari-hari hal
tersebut dapat dilihat pada aliran di saluran pembuangan, aliran semen dan pasir di pipa dan lain-
lain. Cara memindahkan zat–zat tersebut dalam industri banyak macamnya. Pada aliran air dan
udara yang mengalir dalam pipa, kecepatan dan kapasitasnya dapat berubah–ubah. (Warren L.
Mc Cabe,Julian C.Smith,Peter Harriout.1986)

Dunia industri banyak sekali menggunakan pipa dalam pendistribusian fluida cair dalam
melakukan proses produksi. Oleh karena itu efesiensi pendistribusian dalam industri harus
diperhatikan. Dengan efesiensi yang baik, maka biaya produksi dapat ditekan sehingga harga jual
produk atau barang tersebut lebih kompetitif. Dalam berbagai industri sebagian besar fluidanya
mengalir pada pipa–pipa saluran tertutup (closed conduit flow). Masalah utama yang muncul
antara lain: Terjadinya gesekan pada dinding pipa, Terjadinya turbulensi karena gerakan relative
dalam molekul fluida yang dipengaruhi oleh viskositas fluida itu sendiri dan bentuk
pipa,Terjadinya kapasitas aliran yang semakin kecil pada daerah yang jauh dari sumber karena
hambatan gesek pada aliran yang semakin membesar.

Pengukuran laju aliran fluida adalah salah satu yang terpenting dalam proses flow control.
Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui berapa kapasitas fluida yang dialirkan untuk
mendapatkan harga pengukurannya (measurement variable).

1.2 Rumusan Masalah

1. Pengertian Fluida

2. Macam-macam Aliran Fluida

3. Pengertian Aliran Steady State Flow

4
BAB II

PEMBAHASAN

Fluida adalah zat yang dapat mengalir. Kata Fluida mencakup zat cair dan gas karena kedua
zat ini dapat mengalir, sebaliknya batu dan benda-benda keras atau seluruh zat padat tidak
digolongkan kedalam fluida karena tidak bisa mengalir. Susu, minyak pelumas, dan air merupakan
contoh zat cair. dan Semua zat cair itu dapat dikelompokan ke dalam fluida karena sifatnya yang
dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain. Selain zat cair, zat gas juga termasuk fluida.
Zat gas juga dapat mengalir dari satu satu tempat ke tempat lain.

Hembusan angin merupakan contoh udara yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Fluida merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari
manusia menghirupnya, meminumnya, terapung atau tenggelam di dalamnya. Setiap hari
pesawat udara terbang melaluinya dan kapal laut mengapung di atasnya. Demikian juga kapal
selam dapat mengapung atau melayang di dalamnya. Air yang diminum dan udara yang dihirup
juga bersirkulasi di dalam tubuh manusia setiap saat meskipun sering tidak disadari.

Fluida ini dapat kita bagi menjadi dua bagian yakni:

1. Fluida Statis

2. Fluida Dinamis

1.Fluida Statis
Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam) atau fluida dalam
keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan antar partikel fluida tersebut atau bisa
dikatakan bahwa partikel-partikel fluida tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga
tidak memiliki gaya geser.
Contoh fenomena fluida statis dapat dibagi menjadi statis sederhana dan tidak sederhana.
Contoh fluida yang diam secara sederhana adalah air di bak yang tidak dikenai gaya oleh gaya
apapun, seperti gaya angin, panas, dan lain-lain yang mengakibatkan air tersebut bergerak.
Contoh fluida statis yang tidak sederhana adalah air sungai yang memiliki kecepatan seragam
pada tiap partikel di berbagai lapisan dari permukaan sampai dasar sungai. Cairan yang berada
dalam bejana mengalami gaya-gaya yang seimbang sehingga cairan itu tidak mengalir. Gaya dari
sebelah kiri diimbangi dengan gaya dari sebelah kanan, gaya dari atas ditahan dari bawah. Cairan
yang massanya M menekan dasar bejana dengan gaya sebesar Mg. Gaya ini tersebar merata pada
seluruh permukaan dasar bejana. Selama cairan itu tidak mengalir (dalam keadaan statis), pada
cairan tidak ada gaya geseran sehingga hanya melakukan gaya ke bawah oleh akibat berat cairan
dalam kolom tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali hal yang berkaitan dengan fluida dinamis ini.
Besaran-besaran dalam fluida dinamis

Debit aliran (Q)

5
Jumlah volume fluida yang mengalir persatuan waktu, atau:

Dimana :

Q = debit aliran (m3/s)

A = luas penampang (m2)

V = laju aliran fluida (m/s)

Aliran fluida sering dinyatakan dalam debit aliran

Dimana :

Q = debit aliran (m3/s)

V = volume (m3)

t = selang waktu (s)

2.Fluida dinamis
Fluida dinamis adalah fluida (bisa berupa zat cair, gas) yang bergerak. Untuk memudahkan
dalam mempelajari, fluida disini dianggap steady (mempunyai kecepatan yang konstan terhadap
waktu), tak termampatkan (tidak mengalami perubahan volume), tidak kental, tidak turbulen
(tidak mengalami putaran-putaran).

Klasifikasi Aliran Fluida

Didasarkan pada tinjauan tertentu, aliran fluida dapat diklasifikasikan dalam beberapa golongan.
Dalam ulasan ini, fluida yang lebih banyak dibahas adalah air (incompressible fluids) dan dibagi
menjadi 8 golongan antara lain :

6
1. Aliran yang tak termampatkan dan termampatkan (incompressible and compressible flows)

Aliran tak termampatkan adalah kondisi aliran dimana rapat massa fluidanya tidak berubah.
Contohnya adalah air, minyak, dll.

Aliran termampatkan adalah kondisi aliran dimana rapat massa fluidanya berubah. Contohnya
adalah gas. Pada fluida jenis ini berlaku hukum termodinamika.

2. Aliran tunak dan tak tunak (steady and unsteady flows )

Aliran tunak atau aliran permanen (steady state flow) adalah kondisi dimana komponen aliran
tidak berubah terhadap waktu. Contohnya adalah aliran di saluran/sungai pada kondisi tidak ada
perubahan aliran (tidak ada hujan, tidak banjir, dll). Kondisi tersebut dinyatakan dalam persamaan
matematika berikut :

Jf : perubahan komponen aliran

jt : perubahan terhadap waktu

f : komponen aliran (viskositas, tekanan, rapat massa, kedalaman, debit, dll.)

Aliran tak tunak atau aliran tidak permanen (impermanent flow) adalah kondisi dimana
komponen aliran berubah terhadap waktu. Contoh aliran di saluran/sungai pada kondisi ada
perubahan aliran (ada hujan, ada banjir, dll) atau aliran yang dipengaruhi muka air pasang-surut
(muara sungai di laut) . Kondisi tersebut dinyatakan dalam persamaan matematika berikut :

Ilustrasi visual untuk kasus sederhana ditampilkan pada gambar di bawah ini :

Steady state flow process (proses aliran kedaan tunak) pada kontrol volume didefinisikan sebagai
suatu proses dimana sebuah fluida mengalir di dalam sebuah kontrol volume dalam keadaan
tunak atau steady atau tidak ada perubahan energi yang masuk atau keluar terhadap waktu.
Dalam kedaaan ini property dari fluida yang mengalir dapat bebeda-beda pada posisi yang
bebeda, tetapi tetap sama selama proses pada titik atau posisi tersebut.

Karakteristik dari steady state flow process adalah sebagai berikut.


 Tidak ada perubahan property fluida terhadap waktu di dalam kontrol volume (mcv =
konstan, Ecv = konstan)

7
 Property fluida pada inlet dan outlet tetap selama proses berlangsung.
 Interaksi kerja dan panas terhadap kontrol volume dan lingkungan tidak berubah
terhadap waktu.

Neraca Massa dan Energi pada Steady State Flow Process

Selama steady state flow process total massa di dalam kontrol volume tidak berubah atau
tetap terhadap waktu (𝑑𝑚𝑐𝑣 𝑑𝑡 = 0). Maka massa yang masuk ke dalam kontrol volume sama
dengan massa yang keluar dari kontrol volume. 𝑚𝑖 = 𝑚𝑒 Dengan mi = massa masuk dan me =
massa keluar. Hal ini terjadi juga dengan neraca energi pada steady state flow process dimana
toyal energi di dalam kontrol volume tidak ada berubah terhadap waktu (𝑑𝐸𝑐𝑣 𝑑𝑡 = 0). Dengan
kata lain energi yang masuk sama dengan energi yang keluar dari system atau kontrol volume. 𝐸𝑖
= 𝐸𝑒 Dengan Ei = energi masuk dan Ee = Energi keluar. Persamaan umum neraca eneri untuk
steady state flow process adalah sebagi berikut: 𝑄 𝑖 + 𝑊 𝑖 + 𝑚 𝑖 ℎ𝑖 + 𝑣𝑖 2 2 + 𝑔𝑧𝑖 = 𝑄 𝑒 + 𝑊 𝑒 + 𝑚 𝑒
ℎ𝑒 + 𝑣𝑒 2 2 + 𝑔𝑧𝑒 Dengan Q = Heat (kJ), W = Work (kJ), m = Massa (kg), h = entalphi/massa (kJ/kg),
v = kecepatan fluida (m/s), g = konstanta gravitasi (m/s2 ), dan z ketinggian (m). Subscript i
menyatakan masuk dan subscript e menyatakan keluar.

3. Aliran seragam dan tak seragam (uniform and non-uniform flows)

Aliran seragam adalah kondisi dimana komponen aliran tidak berubah terhadap jarak. Contoh
aliran di saluran/sungai pada kondisi tidak ada pengaruh pembendungan/terjunan, tidak ada
penyempitan/pelebaran yang ekstrim.
Aliran tidak seragam (non-uniform flow) adalah kondisi dimana komponen aliran berubah
terhadap jarak. Contoh aliran di saluran/sungai pada kondisi ada pengaruh
pembendungan/terjunan, ada penyempitan/pelebaran yang ekstrim.

4. Aliran laminer dan turbulen (laminar and turbulent flows)

Aliran Turbulen merupakan aliran fluida yang terjadi olakan atau gumpalan ataupun gelombang
saat mengalir. Penyebab terjadinya turbulence sangat banyak. Namun yang pasti ketika fluida
mengalir dari suatu penampang 1 ke penampang yang lebih kecil maka besar kemungkinan akan
terjadi turbulence.
Aliran laminar merupakan aliran fluida yang tidak terjadi olakan dan sifatnya mendekati linear dan
biasanya akibat tidak terjadinya perubahan penampang yang tiba-tiba.

5. Aliran yang dipengaruhi kekentalan dan tidak (viscous and inviscid flows)

Aliran viskous atau aliran fluida nyata adalah aliran yang dipengaruhi oleh viskositas. Adanya
viskositas menyebabkan adanya tegangan geser dan kehilangan energy. Pada aliran ini terjadi
gesekan antarai fluida dengan dasar/dinding saluran atau pipa.

Aliran invisid atau aliran fluida ideal adalah aliran yang tidak dipengaruhi
viskositas/kekentalan sehingga aliran ini tidak memiliki tegangan geser dan kehilangan energi.
Dalam kenyataannya aliran fluida ideal tidak ada. Konsep ini digunakan para peneliti terdahulu

8
untuk membentuk persamaan aliran fluida dan pengaplikasiannya di lapangan ditambahkan
faktor penyesuaian sesuai kondisi nyata.

6. Aliran rotasi dan tak rotasi (rotational and irrotational flows)

Aliran irrotasional adalah aliran dimana nilai rotasinya atau setiap komponen vektor rotasinya
sama dengan nol.

Aliran rotasional adalah aliran dimana nilai rotasinya atau setiap komponen vektor rotasinya tidak
sama dengan nol. Hal ini berarti medan aliran dengan kecepatan vektor V atau curl V tidak sama
dengan nol.

7. Aliran subkritis dan superkritis (subcritical and supercritical flows)

Untuk membedakan jenis aliran pada klasifikasi ini sering digunakanAngka Froude. Angka Froude
diperoleh melalui persamaan dibawah ini dan merupakan bilangan tak berdimensi,

U : kecepatan rerata tampang

g : percepatan gravitasi

D : kedalaman aliran

Penyebut pada persamaan diatas merupakan persamaan dari kecepatan rambat gelombang
(celerity). Setelah mendapatkan Angka Froude, penentuan jenis aliran melalui rentang berikut, F <
1, aliran sub-kritik F > 1, aliran super-kritik F = 1, aliran kritik

8. Aliran yang terpisahkan/separasi dan tidak (separated and unseparated flows)

Aliran yang tidak terjadi separasi dapat terjadi pada aliran yang sangat lambat.

Aliran yang terjadi separasi fluida dengan nilai viskositas kecil atau kecepatan tinggi menimbulkan
momentum yang tinggi, sehingga sulit bagi aliran untuk ‘menempel’ pada dasar saluran.

Terapan Fluida Dalam Kehidupan

Sungai Tallo (Aliran Seragam)


Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus menerus dari hulu
(sumber) menuju hilir (muara). Sungai juga merupakan salah satu bagian dari sikus hidrologi. Air
dalam sungai umumnya terkumpul dan presipitasi, seperti hujan,embun,mata air,limpasan bawah
tanah, dan di beberapa negara tertentu juga berasal dari lelehan es/salju. Selain air, sungai juga
mengalirkan sedimen dan polutan. Pada Gambar di atas memperlihatkan sungai saat musim
kemarau. Aliran di sungai ini tidak berubah pada jarak karena tidak ada pengaruh dari
bendungan/terjunan, tidak ada penyempitan/pelebaran yang ekstrim.

9
Drainase (Aliran tak seragam)
Drainase adalah lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang
terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia.
Drainase perkotaan adalah sistem drainase dalam wilayah administrasi kota dan daerah
perkotaan (urban) yang berfungsi untuk mengendalikan atau meringankan kelebihan air
permukaan didaerah pemukiman yang berasal dari hujan lokal, sehingga tidak mengganggu
masyarakat dan dapat memberikan manfat bagi kehidupan manusia. Gambar di atas
menunjukkan air berubah pada jarak karena ada terjunan pada drainase sehingga komponen
aliran air memiliki jarak yang menyebabkan aliran menjadi tak seragam.

Pipa distribusi air bersih atau (PDAM) (Aliran Viskos) (Aliran Tak Termapatkan)
pengertian pipa distribusi adalah pipa yang dipergunakan untuk mendistribusikan air bersih dari
sumber mata air ke konsumen atau pelanggan. Pipa distribusi ini dipasang dengan tujuan agar
masyarakat perumahan tidak kekurangan air disaat musim kemarau. Pipa – pipa ini memang
ditujukan untuk mengalirkan air ke perumahan dengan menyambungkannya pada pipa induk
PDAM. Dan juga pipa air dalam pipa di gambar di atas dapat di golongkan dalam aliran laminer.

Dongkrak Hidrolik

10
Prinsip kerja dongkrak hidrolik adalah penerapan dari hukum Paskal yang berbunyi tekanan yang
diberikan pada zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah.
Tekanan yang kita berikan pada pengisap yang penampangnya kecil diteruskan oleh minyak (zat
cair) melalui pipa menuju ke pengisap yang penampangnya besar. Pada pengisap besar dihasilkan
gaya angkat yang mampu menggangkat beban.

Pompa Hidrolik Ban Sepeda

Prinsip dari pompa ini juga menerapkan hukum Paskal, pada pompa hidrolik ini kita memberi gaya
yang kecil pada pengisap kecil sehingga pada pengisap besar akan dihasilkan gaya yang cukup
besar, dengan demikian pekerjaan memompa akan menjadi lebih ringan, bahkan dapat dilakukan
oleh seorang anak kecil sekalipun.

11
Mesin Hidrolik

Hydraulic machinery adalah mesin dan alat-alat yang menggunakan daya fluida untuk melakukan
kerja. Alat berat adalah contoh umum. Dalam jenis mesin, cairan tekanan tinggi – disebut hidrolik
fluida – ditransmisikan seluruh mesin ke berbagai hidrolik motor dan silinder hidrolik. Fluida
dikontrol secara langsung atau secara otomatis oleh katup kontrol dan didistribusikan melalui
slang dan tabung. Popularitas mesin hidrolik adalah karena jumlah yang sangat besar kekuasaan
yang dapat ditransfer melalui tabung kecil dan selang fleksibel, dan kekuatan tinggi kepadatan
dan berbagai macam aktuator yang dapat memanfaatkan kekuatan ini.
Mesin hidrolik dioperasikan dengan menggunakan hidrolik, di mana cairan adalah media
powering. Pneumatics, di sisi lain, didasarkan pada penggunaan gas sebagai medium untuk
transmisi listrik, generasi dan kontrol.
Filters Filter adalah bagian penting dari sistem hidrolik. Partikel logam terus-menerus dihasilkan
oleh komponen mekanis dan perlu dihapus bersama dengan kontaminan lain.
Tubes, Pipes and Hoses Tabung hidrolik presisi seamless pipa baja, khusus dibuat untuk hidrolika.
Tabung memiliki ukuran standar untuk rentang tekanan yang berbeda, dengan diameter standar
hingga 100 mm. Tabung disediakan oleh produsen dalam panjang 6 m, dibersihkan, diminyaki dan
dipasang. Tabung yang saling berhubungan oleh berbagai jenis flensa (terutama untuk ukuran
yang lebih besar dan tekanan), pengelasan kerucut / puting (dengan o-cincin meterai), beberapa
jenis koneksi dan flare cut-cincin. Ukuran yang lebih besar, hidrolik pipa yang digunakan. Langsung
bergabung dengan mengelas tabung tidak dapat diterima karena interior tidak dapat diperiksa.
Seals, fittings and connections Secara umum, katup, silinder dan pompa memiliki bos threaded
perempuan untuk sambungan fluida.
Basic calculations Daya Mesin hidrolik didefinisikan sebagai Arus x Tekanan. Kekuatan hidrolik
yang diberikan oleh sebuah pompa: P dalam [bar] dan Q dalam [menyalakan / min] => (P x Q) ÷
600 [kW]. Ex. Pompa memberikan 180 [menyalakan / menit] dan P sama dengan 250 [bar] =>
Pompa daya output = (180 x 250) ÷ 600 = 75 [kW].

12
Rem Piringan Hidrolik

Ide tekanan zat cair diteruskan melalui zat cair juga digunakan pada mobil untuk sistem
pengereman. Setiap rem mobil dihubungkan oleh pipa-pipa menuju ke master silinder. Pipa-pipa
penghubung dan master silinder diisi penuh dengan minyak rem.
Ketika kita menekan pedal rem, master silinder tertekan. Tekanannya diteruskan oleh minyak rem
ke setiap silinder rem. Gaya tekan pada silinder rem menekan sepasang sepatu rem sehingga
menjepit piringan logam. Akibat jepitan ini, timbul gesekan pada piringan yang melawan arah
gerak piringan hingga akhirnya dapat menghentikan putan roda.
Sepasang sepatu dapat menjepit piringan dengan gaya yang besar karena sepasang sepatu
tersebut dihubungkan ke pedal rem melalui sistem hidrolik. Disini kita menekan silinder yang luas
pengisapnya lebih kecil daripada luas pengisap rem, sehingga pada rem dihasilkan gaya yang lebih
besar. Jika luas pengisap rem dua kali luas pengisap master, maka dihasilkan gaya rem yang dua
kali lebih besar dari gaya tekan kaki pada pedal rem.
Gesekan sepasang sepatu terhadap piringan menimbulkan panas. Oleh karena permukaan
piringan sangat luas jika dibandingkan terhadap luas sepasang sepatu, maka panas yang timbul
pada piringan segera dipindahkan ke udara sekitarnya. Ini mengakibatkan suhu sepasang sepatu
rem hampir tetap (tidak panas).

Hidrometer

13
Hidrometer adalah alat yang dipakai untuk mengukur massa jenis zat cair. Nilai massa jenis zat
dapat diketahui dengan membaca skala pada hidrometer yang ditempatkan mengapung pada zat
cair. Hidrometer terbuat dari tabung kaca dan desainnya memiliki tiga bagian. Pada alat ini
diterapkan hukum Archimedes.
Agar tabung kaca terapung tegak didalam zat cair, bagian bawah tabung dibebani dengan butiran
timbal. Diameter bagian bawah tabung kaca dibuat lebih besar supaya volume zat cair yang
dipindahkan ke hidrometer dapat mengapung di dalam zat cair
Tangkai tabung kaca didesain supaya perubahan kecil dalam berat benda yang dipindahkan (sama
artinya dengan perubahan kecil dalam massa jenis zat cair) menghasilkan perubahan besar pada
kedalaman tangkai yang tercelup di dalam zat cair. Ini berarti perbedaan bacaan pada skala untuk
berbagai jenis zat cair menjadi lebih jelas.

Kapal Laut

14
Badan kapal yang terbuat dari besi dibuat berongga. Hal ini menyebabkan volum air laut yang
dipindahkan oleh badan kapal menjadi sangat besar. Gaya keatas sebanding dengan volum air
yang dipindahkan, sehingga gaya keatas menjadi sangat besar. Gaya keatas ini mampu mengatasi
berat total kapal, sehingga kapal laut mengapung di permukaan laut.
Kapal laut di desain di pabrik dengan kapasitas muatan maksimum tertentu sedemikian rupa
sehingga kapal laut tetap mengapung dengan permukaan air masih jauh dari bagian geladak.
Gambar diatas menunjukan bagian kapal laut yang terbenam dalam air laut untuk kapal yang
sama tetapi berbeda muatan. Gambar kiri untuk berat kapal kosong (tidak bermuatan) dan kapal
kanan untuk yang bermuatan. Tampak bahwa untuk berat kapal yang bertambah karena muatan
harus diimbangi oleh gaya keatas yang harus bertambah besar oleh karena itu, kapal lebih
terbenam di dalam air laut agar volum air yang digantikan oleh kapal itu bertambah.

Kapal Selam

Penerapan hukum Archimedes juga dilakukan pada prinsip kapal selam. Dimana sebuah kapal
selam memiliki tangki pemberat, yang terletak diantara lambung sebelah dalam dan lambung
sebelah luar. Tangki ini dapat diisi dengan udara atau air.
Untuk dapat membuat kapal selam terbenam kedalam air laut, beratnya harus ditambah sehingga
lebih besar daripada gaya keatas . Hal ini dilakukan dengan membuka katup- katup yang
memungkinkan air laut masuk kedalam tangki pemberat. Sewaktu air laut masuk melalui katup-

15
katup yang terletak di bagian bawah tangki pemberat, air laut tersebut mendorong udara dalam
tangki keluar melalui katup-katup yang terletak di bagian atas. Air laut jauh lebih berat daripada
udara, sehingga berat total kapalselam menjadi lebih besar dan membuat kapal selam terbenam.
Jika kapal selam dikehendaki menyelam pada kedalaman tertentu, maka awak kapal harus
mengatur volum air laut dalam tangki pemberat sedemikian sehingga berat total sama dengan
gaya keatas. Pada saat tersebut kapal selam melayang pada kedalaman tertentu dibawah
permukaan laut.
Untuk membuat kapal selam mengapung kembali, udara dipompakan ke dalam tangki pemberat.
Udara ini menekan air laut sehingga air laut keluar melalui katup-katup bagian bawah. Udara jauh
lebih ringan daripada air laut sehingga berat total kapal selam menjadi lebih ringan dan kapal
selam mengapung kembali.

Balon Udara

Hukum Archimedes juga diterapkan pada balon udara. Seperti halnya zat cair, udara (yang
termasuk fluida) juga melakukan gaya keatas pada benda. Gaya keatas yang dilakukan udara pada
benda sama dengan berat udara yang dipindahkan oleh benda itu. Rumus gaya keatas yang
dilakukan udara tetap seperti persamaan sebelumnya tetapi ?f disini adalah massa jenis udara.
Prinsip gaya ke atas yang dikerjakan udara inilah yang dimanfaatkan pada balon udara.
Mula-mula balon diisi dengan gas panas sehingga balon menggelembung dan volumnya
bertambah. Bertambahnya volume balon berarti bertambah pula volum udara yang dipindahkan
oleh balon. Ini berarti gaya keatas bertambah besar. Suatu saat gaya keatas sudah lebih besar
daripada berat total balon (berat balon dan muatan), sehingga balon mulai bergerak naik.
Awak balon udara terus menambah gas panas sampai balon itu mencapai ketinggian tertentu.
Setelah ketinggian yangdiinginkan tercapai, awak balon mengurangi gas panas sampai tercapai
gaya keatas sama dengan berat balon. Pada saat itulah balon melayang di udara. Sewaktu awk
ingin menurunkan ketinggian maka sebagian isi gas panas dikeluarkan dari balon. Ini
menyebabkan volum balon berkurang, yang berarti gaya keatas berkurang . akibatnya, gaya
keatas lebih kecil daripada berat balon, dan balon bergerak turun.

Karburator

16
Fungsi karburator adalah untuk menghasilkan campuran bahan bakar dengan udara, kemudian
campuran ini dimasukan kedalam silinder-silinder mesin untuk tujuan pembakaran.
Penampang bagian atas menyempit sehingga udara yang mengalir pada bagian ini bergerak
dengan kelajuan yang tinggi. Sesuai asas Bernoulli, tekanan pada bagian ini rendah. Tekanan
didalam tangki bensin sama dengan tekanan atmosfer. Tekanan atmosfer memaksa bahan bakar
tersembur keluar melalui jet sehingga bahan bakar bercampur dengan udara sebelum memasuki
silinder mesin.

Sayap Pesawat Terbang

Penerapan lain dari asas Bernoulli adalah pada gaya angkat sayap pesawat terbang. Pesawat
terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yang melalui sayap pesawat. Jika tidak
ada udara maka pesawat terbang tidak akan terangkat.
Gaya angkat terbangkitkan karena ada perbedaan tekanan di permukaan atas dan permukaan
bawah sayap. Bentuk airfoil sayap diciptakan sedemikian rupa agar tercipta karakteristik aliran
yang sesuai dengan keinginan. Singkatnya, gaya angkat akan ada jika tekanan dibawah permukaan
sayap lebih tinggi dari tekanan diatas permukaan sayap. Perbedaan tekanan ini dapat terjadi
karena perbedaan kecepatan aliran udara diatas dan dibawah permukaan sayap. Sesuai hukum
Bernoulli semakin cepat kecepatan aliran maka tekanannya makin rendah. Besarnya gaya angkat
yang dibangkitkan berbanding lurus dengan Luas permukaan sayap, kerapatan udara, kuadrat
kecepatan, dan koefisien gaya angkat.
Jadi, untuk pesawat udara, engine berfungsi memberikan gaya dorong agar pesawat dapat
bergerak maju. Akibat gerak maju pesawat maka terjadi gerakan relatif udara di permukaan
sayap. Dengan bentuk geometri airfoil tertentu dan sudut serang sayap (angel of attack) tertentu
maka akan menghasilkan suatu karakteristik aliran udara dipermukaan sayap yang kemudian akan
menciptakan beda tekanan dipermukaan atas dan permukaan bawah sayap yang kemudian
membangkitkan gaya angkat yang dibutuhkan untuk terbang.
Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dan sisi bagian
atas yang lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya. Bentuk ini menyebabkan garis arus
seperti gambar di bawah.

17
18
BAB III
KESIMPULAN

Fluida merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari
manusia menghirupnya, meminumnya, terapung atau tenggelam di dalamnya. Fluida juga
menjadi salahsatu bagian terpenting dalam pembuatan salurann yang merupakan sarana
untuk mengalirkan fluida dari suatu tempat ketempat yang lain. Dalam menganalisa aliran
fluida pada saluran terbuka dan aliran dalam saluran tertutup kita perlu mengetahui konsep
dasar dalam aliran fluida dan juga perlu mengetahui rumus-rumus empiris yang dipakai
dalam menghitung jenis aliran tertentu, sehingga kita dapat mengetahui jenis aliran dari
kedua saluran tersebut.

19
DAFTAR PUSTAKA

http://earthinharmony.blogspot.com/2013/08/aplikasi-fluida-dalam-kehidupan.html (Selasa, 2
Juni 2015 Jam 21.37)
http://fidiyanarani.blogspot.com/2014/05/mekanika-fluida.html (Selasa, 2 Juni 2015 Jam
21.40)
http://khairul-tkj.blogspot.com/2013/08/contoh-penerapan-fluida-dalam-kehidupan.html
(Selasa, 2 Juni 2015 Jam 22.00)
https://farullahhasby.wordpress.com/2013/03/28/klasifikasi-aliran-fluida-fluids-
flowclassification/
(Rabu, 3 Juni 2015 Jam 10.13)
http://www.researchgate.net/publication/42320615_Aliran_Seragam_Pada_Saluran_Terbuka_
Teori__Penyelesaian_Soal-Soal (Rabu, 3 Juni 2015 Jam 10.32)
http://luk.staff.ugm.ac.id/mf/ (Rabu, 3 Juni 2015 Jam 11.00)

20