Anda di halaman 1dari 10

Faktor yang Mempengaruhi Meningkatnya

Kasus Demam Berdarah Dengue

Pendahuluan

Pada musim penghujan peningkatan penyakit-penyakit lebih sering terjadi. Salah satunya
adalah penyakit demam berdarah dengue (DBD). DBD ini kasusnya semakin meningkat dari
tahun ke tahun, di tahun 2004 penyakit ini menjadi berita utama di hampir semua surat kabar
nasional, dan dari sekitar 200 kota melaporkan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) yang
dikarenakan meningkat pesatnya angka kejadian dari 0,005/100.000 penduduk pada tahun 1968
menjadi 627/100.000 penduduk.1 Karena adanya penyakit ini, banyak rumah sakit yang dibanjiri
dengan pasien-pasien penderita DBD, dan dari mereka tidak sedikit yang berkahir dengan
kematian. Karena itu akan dipaparkan hal-hal yang bersangkutan dengan DBD, agar masyarakat
dapat memahami apa itu DBD, apa penyebabnya, bagaimana penularannya, dan bagaimana cara
penanggulangannya. Sehingga kasus DBD ini dapat di turunkan angkanya di masyarakat
Indonesia.
Pembahasan

Pengertian demam berdarah dengue (DBD)

Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit demam berat yang dapat mematikan..
Penyakit ini ditandai oleh permeabilitas kapiler, kelainan hemostasis dan pada kasus berat
sindrom syok kehilangan protein.2 DBD merupakan penyakit infeksi yang dapat berakibat fatal
dalam waktu yang relatif singkat.3

Penyebab DBD adalah virus dengue dari family Flaviviridae dan genus Flavivirus, virus
ini mengandung RNA berantai tunggal, virionnya mengandung nukleokapsid berbentuk kubus
yang terbungkus selubung lipoprotein, genome virus dengue berukuran panjang sekitar 11.000
pasangan basa, dan terdiri dari tiga gen protein structural yang mengodekan nukleokapsid atau
protein inti (core, C), satu protein terikat membran (membrane, M), satu protein penyelubung
(envelope, E), dan tujuh gen protein nonstrukural (nonstructural, NS). Selubung glikoprotein
berhubungan dengan hemaglutinasi virus dan aktivitas netralisasi.4 Virus ini mempunyai 4
serotipe yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Gejala yang ditimbulkan keempat serotype
ini berbeda-beda jika menyerang manusia, dan serotype yang menyebabkan infeksi paling berat
di Indonesia adalah DEN-3.1

Gejala-gejala DBD

Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain gejala-gejala demam, gejala perdarahan


seperti bintik-bintik merah di kulit, mimisan, muntah darah, berak berdarah, mual dan muntah
yang disebabkan karena lambung terdorong oleh hati yang membesar sejak awal timbul demam.
Suhu tubuh berkisar 39-40oC. Terjadinya penurunan jumlah trombosit serta pengentalan darah
akibat kebocoran cairan darah melalui pembuluh darah.5

Sebelum seseorang terkena DBD biasanya ia akan terkena demam dengue atau yang
biasa orang sebut sebagai gejala demam berdarah, gejalanya antara lain demam tinggi mendadak,
sakit kepala berat, nyeri persendian dan otot, mual, muntah, dan dapat timbul ruam, serta
trombositopenia. Orang yang terkena DBD biasanya sudah pernah tekena demam dengue,
demam dengue disebabkan seseorang terinfeksi salah satu virus dengue. Orang tersebut akan
kebal seumur hidup terhadap salah satu virus tersebut, dan kebal terhadap virus-virus dengue
lainnya maksimal 6 bulan sampai 5 tahun. Jika setelah jangka waktu tersebut orang ini terkena
serangan virus dengue lagi, maka orang tersebut akan terjangkit demam berdarah dengue (DBD).
Gejala DBD cukup sulit dideteksi sebagai demam berdarah, karena gejalanya menyerupai gejala
infeksi akut. Dan tanda khas DBD akan muncul jika penderita sudah memasuki keadaan yang
cukup parah, yaitu pendarahan di berbagai organ tubuh, tampilan wajah cenderung memerah,
terjadi pembesaran hati, dan feses berwarna hitam seperti ter atau mengandung darah. Pada
stadium akhir dapat terjadi muntah darah segar, yang biasanya dapat berakibat fatal.1

Akibat DBD

DBD jika tidak ditangani dapat berakibat fatal, yakni sindrom syok dengue (SSD) dan
kematian. Disaat penderita DBD mengalami penurunan demam, hal ini bisa disebabkan karena
telah sembuhnya dari penyakit, atau gejala awal memasuki tahap SSD. Gejala pada SSD antara
lain, tampak gelisah, tubuh terasa dingin akibat kegagalan peredaran darah, sakit ulu hati atau
perut karena pendarahan di lambung, wajah pucat, tekanan nadi terus melemah, serta bisa sampai
kehilangan kesadaran.1 Pada tahap terminal, jika penyakit terus berlanjut dapat menyebabkan
kematian pada penderita akibat pendarahan yang hebat.

Cara penyebaran DBD

Penyakit DBD termasuk dalam kelompok arthropod borne diseases, karena penularannya
disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, bukan melalui manusia ke manusia. Penyebaran ini
hanya dapat dilakukan oleh nyamuk betina. Nyamuk betina menyimpan virusnya pada telurnya,
ia juga bisa mendapatkan virus ini dari nyamuk jantan ketika melakukan hubungan seksual, atau
juga bisa mendapat dari manusia yang sudah mempunyai virus (viremia). Virus ini akan masuk
dan berkembang biak dalam tubuh nyamuk, lalu akan menyebar ke seluruh jaringan tubuh
termasuk kelenjarair liurnya, lalu nyamuk ini akan mengeluarkan air liurnya saat menggigit kita
agar darah kita tidak membeku dan pada saat itu, terjadilah penularan virus ke dalam tubuh kita.1
Pengobatan DBD (kuratif)

Penderita DBD harus diberlakukan pemantauan dekat minimal 48 jan karena SSD dapat
terjadi. Pada penderita sianosis atau gangguan nafas harus diberi oksigen. Pemberian cairan
elektrolit juga dapat membantu, bila kenaikan hematokrit menetap setelah pemberian cairan,
plasma atau preparat koloid plasma terindikasi, harus hati-hati dilakukan agar tidak terjadi
overhidrasi yang dapat menyebabkan gagal jantung. Tranfusi darah segar atau suspense
trombosit dalam plasma dibutuhkan untuk mengendalikan pendarahan, tranfusi tidak boleh
diberikan selama hemokonsentrasi tetapi hanya sesudah evaluasi harga hemoglobin atau
hematrokit. Salisilat terkontraindikasi karena pengaruhnya pada koagulasi darah. Paraldehid atau
koralhidrat mungkin diperlukan untuk anak yang sangat gelisah.2 Vaksin untuk menyembuhkan
DBD secara langsung sampai sekarang masih belum ditemukan dikarenakan virus ini terbagi
menjadi beberapa tipe karenannya pembuatan vaksini ini masih sangat sulit karan perkembangan
serotype virus dari waktu ke waktu.6

Pencegahan (preventif) dan penaggulangan (rehabilitative) DBD

Siklus penyakit DBD ini tidak aka nada habisnya, karena siklus yang terjadi akan terus
terjadi berulang-ulang. Satu-satunya cara membasmi DBD adalah memeutuskan rantainya. Yang
dapat dilakukan adalah dengan membasmi nyamuk Aedes aegypti ini, agar tidak terjadi
penularan virus dengue di dunia.

Tidak setiap virus yang masuk tidak selalu menimbulkan infeksi. Jika daya tahan tubuh
kita kuat, makan virus ini akan dikalahkan oleh antibodi kita.1 Nyamuk Aedes aegypti ini sangat
menyukai tempat yang teduh dan lembab seperti di bawah rindang pohon, pakaian yang
tergantung dan berwarna gelap. Badan nyamuk relatif lebih kecil dibandik nyamuk lain, badan
dan tungkainya berbintik-bintik belang-belang hitam putih. Nyamuk ini bertelur pada genangan
air yang jernih, seperti tempayan air/ember, tempat minum burung, vas bunga, pot bunga, dan
ban bekas. Umumnya nyamuk ini mengigit pada siang hari (09.00-10.00) atau sore hari (16.00-
17.00).3
DBD dapat dicegah dengan melakukan fogging (pengasapan) yang diperuntukan
membasmi nyamuk dewasa sekurangnya seminggu sekali.6 Untuk mencegah DBD kita tidak
perlu menunggu fogging dilakukan dari petugas kesehatan. Kita dapat melakukan tindakan-
tindakan yang antara lain, menggunakan obat nyamuk yang ampuh dan aman bagi kita, tidur
dengan menggunakan kelambu, menggunakan kipas angin karena nyamuk umumnya tidak
menyukai lingkungan berangin. Hindari tidur siang atau sore di kitaran jam 9-10 dan jam 3-5,
karena nyamuk ini biasanya menggigit pada jam-jam tersebut. Jangan menggantung pakaian-
pakaian di balik pintu karena nyamuk ini senang berada di tempat yang agak gelap. Sebaiknya di
rumah tidak ada tempat penampunyan air bersih karena genangan air bersih adalah tempat
nyamuk menruh telurnya, jika ada sebaiknya dibubuhkan bubuk Abate yang berfungsi
mematikan telur nyamuk, dan sebaiknya dikuras dan disikat setiap hari agar telur-telur nyamuk
tidak menempel. Timbun barang-barang bekas yang dapat memungkinkan untuk menampung air
hujan seperti aki bekas, ban bekas, kaleng-kaleng, plastik.5 Kegiatan-kegiatan ini biasa kita sebut
sebagai 3M, yaitu menutup, mengubur, dan menguras. Kita harus menutup tempat-tempat
genangan air, mengubur barang bekas yang dapat menyebabkan tertampungnaya air hujan, dan
menguras tempat tampungan air.7

Faktor-faktor yang mendukung meningkatnya kasus DBD

Daya tahan tubuh

Walau kita terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti dan terkena virus dengue, jika daya
tahan tubuh kita baik, kita bisa terhindar dari terkena infeksi virus dengue ini. Karena itu kita
harus bisa mempertahankan dan memperkuat daya tahan tubuh kita.

Untuk mempertahankan dan memperkuatnya, kita harus menjaga kesehatan kita. Definisi
sehat menurut WHO adalah health is a state of complete physical, mental and social well-being
and not merely the absence of diseases or infirmity. Ada 3 komponen yang penting, yaitu
jasmani, mental dan sosial. Jasmani adalah kesehatan fisik, mental adalah kesehatan pikiran, dan
sosial merupakan kesehatan akan hidup kita yang dapat berupa perasaan aman damai dan
sejahtera, hidup berkecukupan dan lainnya.8 Dalam kesehatan mental akan sangat baik jika kita
tidak stress, karena jika kita stres dapat memicu beberapa penyakit, walau daya tahan tubuh kita
baik.
Beberapa cara meningkatkan daya tahan tubuh antara lain, pertama menghindari stres dan
bersikap rileks, stres merupakan salah satu sumber penyakit, semakin tinggi stress semakin
sedikit antibody dan sel darah putih. Kedua mengkonsumsi makanan berserat dan mengandung
antioksidan, antioksidan bertugas membantu menetralsisir racun serta radikal bebas sehingga
tubuh terhindar dari kerusakan. Yang ketiga adalah mengkonsumsi makanan kaya vitamin dan
mineral, kekuatan imunitas bergantung pada pasokan vitamin dan mineral yang optimal,
terutama vitamin A untuk meningkatkan pertahanan tubuh dengan cepat, vitamin B kompleks
(B6) untuk mempengaruhi produksi antibody. Vitamin C sebagai nutrisi utama peningkat
imunitas, meningkatkan performa antibody dan merupakan antibakteri. Dan juga vitamin E.
Keempat adalah melakukan olahraga teratur untuk meningkatkan kadar leukosit sel darah tanpa
warna yang berfungsi membunuh bakteri yang memasuki tubuh. Yang kelima adalah tidur cukup
juga menjaga kebersihan makanan.9

Ketika daya tahan tubuh kita menurun, makan virus dengue ini akan menyerang daya
tahan tubuh kita. Daya tahan tubuh kita tidak berhasil menghasilkan antibody untuk
mengalahkan virus ini, sehingga infeksi virus dengue ini dapat terjadi.

Status gizi

Penyakit DBD ini dapat disebabkan karenannya kurangnya gizi yang dapat menyebabkan
daya tahan tubuh yang menurun, karenannya kita harus memakan makanan-makanan yang
bergizi. Untuk kasus DBD makanan yang bergizi dan mempunyai khasiat yang berguna untuk
DBD antara lain adalah jambu biij merah, temulawak, dan teratai putih.

Temulawak tumbuh subur di darerah dengan ketinggian 100-1800m dpl, rimpangnya


mengandung minyak asiri seperti kurkumin, mirsen, p-toluil mentil, karbinol, felandren, sabinen,
seneol borneol, zingiberen, turmeron, atlanton, artumeron, dan zanthorhizol. Tumbuhan ini
berkhasiat untuk merangsang produksi empedu dan sekresi pancreas serta menghilangkan rasa
nyeri dan dapat menurunkan panas. Teratai putih dapat digunakan untuk pengobatan juga, bagian
yang dapat digunakan adalah rimpang, daun, tangkai, bunga, benang sari, biji, tunas biji, serta
penyangga bunga. Bijinya bermanfaat untuk pengobatan ginjal dan menguatkan limpa. Tunas
biji, batang, dan daunnya berkhasiat untuk menurunkan panas dan menghentikan pendarahan.
Kulit biji, benang sari dan penyangga bunganya bermanfaat untuk menghentikan pendarahan.
Akarnya berkhasiat sebagai penenang dan untuk menghentikan pendarahan. Dan rimpangnya
berkhasiat untuk menurunkan panas.6

Jambu biji merah yang berkhasiat untuk mengobati dan mencegah demam berdarah,
karena kandungannya yang dapat meningkatkan kadar trombosit dalam darah.8 jambu ini kaya
akan likopen yang mempunya sifat antioksidan. Jambu biji merah juga kaya vitamin C dan
beberapa jenis mineral yang mampu mengalahkan beberapa penyakit dan menjaga kebugaran
tubuh. Kandungan vitamin C nya 4-6 kali lebih banyak dibandingkan dengan jeruk. Kandungan
vitamin C nya sekitar 44-369 mg/100 g daging buah, dan vitamin A nya sekitar 1900-4890 IU.10

Selain itu tentunya harus mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna, yaitu makanan pokok, lauk-
pauk hewani dan nabati, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu. Makanan pokok merupakan
sumber karbohidrat penghasil energy seperti nasi, roti, jagung. Lauk-pauk sebagai sumber
protein, seperti daging, ikan, telur. Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral dan
serat. Mengkonsumsi buah dapat membuat rasa segar. Susu adalah penyempurna menu ini.11

Banyak orang yang bingun untuk menghitung status gizi, untuk menghitunya dapat
digunakan rumus sederhana yaitu, IMT (Indeks Massa Tubuh) = BB/(TB)2, dengan keterangan:
IMT = Indeks Massa Tubuh, BB = berat badan (kg), TB = tinggi badan (meter). Nilai IMT yang
normal adalah 20-25, yang berarti orang tersebut mempunya status gizi baik dengan berat badan
normal. Jika nilai IMT lebih dari 25, artinya orang tersebut mengalami kelebihan berat badan
(overweight), sedangkan bila kurang dari 20, berarti ia masuk ke dalam berat badan kurang.12

Pengaruh lingkungan

Lingkungan dapat mempengaruhi meningkatnya penyakit. Perubahan lingkungan yang


mempengaruhi ada 2 macam, yaitu ketika interaksi antara agen penyakit dan lingkungan, dan
interaksi antara manusia dan lingkungan. Interaksi antara agen penyakit dan lingkungan adalah
suatu keadaan ketika perubahan lingkungan menguntungkan agen penyakit. Dan interaksi antara
manusia dengan lingkungan adalah suatu keadaan ketika perubahan lingkungan merugikan
manusia.13

Ketika lingkungan menguntungkan bagi agen penyakit, bibit penyakit tersebut dapat
berkembang biak dengan pesat, sehingga penularan penyakit pun semakin banyak, misalnya
ketika musim penghujan, genangan-genangan air akan lebih mudah terjadi dan ditemukan, selain
itu udara akan menjadi lebih lembab, karenannya untuk nyamuk Aedes aegypti yang menyukai
tempat lembab dan tempat perkembang biakannya adalah genangan air akan menjadi lebih
banyak.

Ketika lingkungan merugikan manusia, daya tahan tubuh kita bisa berkurang. Seperti
misalnya ketika musim penghujan, udara yang dingin dan hujan yang tidak bisa diperkirakan,
jika kita lupa membawa payung, kita akan kehujanan, dan bisa saja kita terkena masuk angin.
Pada saat itu daya tahan tubuh kita bisa saja berkurang dan kuman, virus serta bakteri akan lebih
mudah menyerang pertahanan tubuh kita.

Pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat

Kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat Indonesia terhadap demam


berdarah ini dapat menimbulkan peningkatan DBD. Penderita DBD sering mendapat diagnosis
yang kurang tepat yang dikarenakan miripnya gejala-gejalanya dengan penyakit infeksi-infeksi
lain. Kekurangan pengetahuan masyarakat ini dapat berksinambungan dengan sikap dan perilaku
yang akan diambilnya. Jika masyarakat yang kurang mengetahui gejala-gejala khusus DBD,
sikap yang akan diambil adalah meremehkan penyakit tersebut. Yang dapat berakibat semakin
parahnya penyakit yang diderita. Selain itu perilaku sehari-hari masyarakat juga sangat
berpengaruh seperti perilaku bersih dan perilaku sehat. Nyamuk Aedes aegypti sangat menyukai
genangan air. Karenannya kita seharusnya tidak membiarkan air tergenang begitu saja. Kita
harus memberlakukan perilaku bersih yang antara lain menguras bak mandi setiap hari,
menimbun ban bekas, menutup gelas dengan tutup gelas, dan lainnya, yang intinya adalah tidak
membiarkan genangan air lebih dari satu hari. Dan tentunya perilaku sehat tidak boleh dilupakan,
kita harus menjaga kesehatan kita dengan banyak makanan bergizi dan minum vitamin untuk
perlindungan tubuh kita
Kejadian Luar Biasa (KLB)

Kejadian Luar Biasa atau yang sering disebut dengan KLB adalah suatu status yang
diterapkan di Indonesia untuk mengklasifikasikan peristiwa merebaknya suatu wabah penyakit.
Status kejadian luar biasa dijelaskan sebagai timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan
atau kematian yang bermakna epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.

Suatu penyakit dinyatakan KLB jika ada unsur, timbulnya suatu penyakit menular yang
sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal, angka kejadian penyakit/kematian meningkat secara
terus menerus selam tiga kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya, angka kejadian
penyakit/kematian meningkat menjadi dua kali lipat atau lebih dibandingkan periode
sebelumnya, jumlah penderita baru dalam satu bulan meningakan menjadi dua kali lipat atau
lebihS dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dalam tahun sebelumnya.14

Kasus KLB penyakit demam berdarah dengue di kotamadya Palembang terjadi sepanjang
tahun dan bersifat endemis kecuali pada bulan Februari dan Maret tahun 1944. Selama periode 5
tahun jumlah kasus DBD berfluktuasi dan cenderung meningkat dari 243 kasus pada tahun 1944
meningkat drastic menjadi 3029 kasus pada tahun 1998.13 Kasus KLB lainnya adalah KLB di
Puerto Rico pada tahun 1986. Selain itu juga ditemukan KLB di New Delhi pada tahun 1996.4

Penutup

Kasus demam berdarah dengue ini disebabkan karena perubahan musim menjadi musim
penghujan yang menguntungkan virus dengue untuk lebih tersebar melalui nyamuk Aedes
aegypti. Selain itu juga dikarenakan kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat
mengenai DBD, menjaga kebersihan, serta berperilaku sehat. Selain itu tindakan fogging yang
dilakukan kurang berhasil, karena fogging hanya memberantas nyamuk dewasa saja.
Daftar pustaka
1. Satari HI, Meiliasari M. Demam berdarah. Cetakan ke- 5. Depok: Puspa Swara, 2008: 2-
17
2. Arvin BK. Ilmu kesehatan anak neson Vol.II E/15. Cetakan ke-1. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC, 2000: 1134-5.
3. Hastuti O. Demam berdarah dengue. Cetakan ke-2. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2009:
7-10.
4. WHO. Pencegahan dan pengendalian dengue dan demam berdarah dengue: paduan
lengkap. Cetakan ke-1. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2005: 1-28.
5. Yatim F. Macam-macam penyakit menular dan pencegahannya. Edisi ke-2. Jakarta:
Pustaka Populer Obor, 2004: 3-19.
6. Suharmiati, Handayani L. Tanaman obat dan ramuan tradisional untuk mengatasi demam
berdarah dengue. Jakarta: Agromedia Pustaka, 2007: 12-36.
7. Efendi F, Makhfudli. Keperawatan kesehatan komunitas teori dan praktik dalam
keperawatan. Jakarta: Penerbit Salemba Medika, 2009: 20.
8. Soedjito. Budi daya jambu merah. Cetakan ke-3. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2010:
10.
9. Jusup L. 50 resep makanan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jakarta: Penerbit PT
Gramedia Pustaka Utama, 2010: 7-9.
10. Satuhu S. Kurma khasiat dan olahannya. Cetakan ke-1. Depok: Penerbit Swadaya, 2010:
41-2.
11. Wirakusumah EP. Sehat cara Al-Qur’an dan hadis. Cetakan ke-1. Jakarta: Penerbit
Hikmah, 2010: 162.
12. Wiadnyana MS. The power of yoga for middle age. Jakarta: Grasindo, 2010: 147-8.
13. Chandra B. Ilmu kedokteran pencegahan dan komunitas. Cetakan ke-1. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC, 2009: 5-13.
14. Tamher S, Noorkasiani. Flu burung: aspek klinis dan epidemiologis. Jakarta: Penerbis
Salemba medika, 2008: 10.