Anda di halaman 1dari 5

E.

Sistem Kepercayaan
1. Ra
Ra adalah dewa matahari Mesir kuno. Ra menjadi dewa besar agama Mesir kuno
dalam lima dinasti.

2. Osiris
Osiris digambarkan sebagai dewa yang memakai mahkota, mirip dengan
mahkota putih Mesir, yang membawa crook dan cambuk.

3. Amon
Amon adalah seorang dewa dalam mitologi Mesir yang sering disebut Amun-Ra.
Perannya adalah:
a. Dewa pencipta

b. Pelindung kaum miskin

c. Pusat kesalehan

4. Isis
Dewi Isis adalah salah satu dewi di Mesir Kuno, yang disembah di Yunani -
Romawi pula. Dipuja sebagai ibu yang ideal, istri, pelindung alam dan sihir.
Dia adalah teman dari rakyat yang ‘rendahan’, dan dia mendengarkan doa
orang-orang yang ‘bukan rendahan’.

5. Hathor
Hathor adalah salah satu dewi di Mesir Kuno, diidentikkan dengan sifat feminin,
cinta, keibuan dan sukacita. Disembah masyarakat umum, gambarnya banyak
terdapat di kuburan orang Mesir kuno. Perannya adalah seorang dewi musik, tari
dan kesuburan.

6. Horus
Horus adalah salah satu dewa yang tertua dan paling penting dalam agama
Mesir kuno. Bentuk rupa Horus bermacam-macam, salah satunya yang paling
umum adalah Horus Falcon, adalah dewa pelindung Nekhen di Mesir.

7. Ma’at
Ma’at adalah Dewi Mesir kuno dengan konsep kebenaran, keseimbangan,
keteraturan, hukum, moralitas dan keadilan. Perannya antara lain:
a. Dewi pengatur bintang-bintang, musim cuaca, serta tindakan baik manusia
dan para dewa, yang mengatur alam semesta dari kekacauan.

b. Berurusan dengan penimbangan jiwa-jiwa di dunia bawah. Bulunya disebut


sebagai Bulu Kebenaran, untuk acuan menimbang jiwa orang mati (dalam
gambar Papyrus of Ani, ‘jantung orang mati’). Jika orang yang mati berbohong,
monster akan memakan jantungnya dan ia tidak akan masuk ke alam baka.

8. Nephthys
Nephthys adalah dewi yang asalnya belum ditentukan. Dia adalah dewi ibu
rumah tangga.

9. Anubis
Anubis adalah dewa pelindung kematian dan pembawa manusia ke alam baka.
Biasa digambarkan dengan manusia berkepala anjing/ serigala. Serigala sangat
erat hubungannya dengan kuburan Mesir kuno, warna daging yang membusuk
pada mumi dan terdapat tanah hitam di lembah Sungai Nil, melambangkan
kelahiran kembali.

10. Sobek
Di Mesir Kuno, Dewa Sobek digambarkan sebagai buaya biasa atau seorang laki-
laki dengan kepala buaya. Peran:
a. Dianggap sebagai pelindung pasukan firaun; ia ditampilkan dengan simbol
otoritas raja.

b. Pelawan kejahatan dan penyembuh penyakit; ia digambarkan membawa salib


di tangan kiri.

11. Thoth
Di Mesir, Thoth dianggap dewa penting, yang sering digambarkan dengan lelaki
berkepala burung, dari suatu Ibis. Thoth diberi nama Hermopolis oleh orang-
orang Yunani.

12. Sekhmet
Di Mesir Kuno digambarkan sebagai singa betina, pemburu tersengit di Mesir.
Dipandang sebagai pelindung firaun dan memimpin peperangan.

13. Khnum
Awalnya Khnum adalah dewa sumber Sungai Nil. Kemudian karena banjir
tahunan Sungai Nil membawa lumpur & tanah liat, dan membawa air kehidupan
bagi sekitarnya, ia dianggap sebagai dewa pencipta tubuh manusia, anak-anak
dan barang-barang.

F. Proses Pembuatan Mumi


1. Pengeluaran Otak
Proses mengeluarkan otak mayat ada dua cara, yakni:
a. Membuka lempeng tengkorak, kemudian mengeluarkan otak, lalu menutupnya
lagi.

b. Memakai kawat, yang ujungnya dibuat seperti kail supaya bisa ‘mengorek’
sesuatu. Jadi, kawat tersebut dimasukkan lewat hidung hingga dalam, supaya
bisa ‘mengorek’ isi otak keluar dari hidung.

Pengeluaran isi otak memakan waktu sekitar dua hari. Kemudian pembuat mumi
(embalmers) memasukkan kain linen ke dalam otak mayat. Biasanya embalmers
memasukkan semacam getah seperti getah damar ke dalam rongga otak agar
mencegah kerusakan kain linen di dalam.

2. Pengeluaran Organ Tubuh


Embalmers biasanya membuat sayatan di perut sebelah kiri. Kemudian seluruh
isi organ tubuh dikeluarkan, KECUALI jantung dan satu pasang ginjal.
Karena orang Mesir menganggap jantung adalah sumber nyawa manusia, dan
jiwa manusia tertinggal di badan walaupun mayat sudah mati. Pikir mereka,
jantung berguna untuk kehidupan selanjutnya di alam baka.
Satu fakta yang perlu diketahui, letak jantung dan kedua ginjal bila dihubungkan
‘titik-titik’ maka akan membentuk segitiga. Segitiga merupakan lambang dari
piramid.

3. Pengawetan
Berikut adalah tahap-tahap pengawetan.
a. Mencuci isi tubuh mayat dengan cairan natron (= semacam senyawa
campuran garam & soda yg biasa ditemukan di oasis Natrun, dekat Kairo) dan
anggur.

b. Memberikan natron padat dalam tubuh jenazah. Untuk di luar tubuh jenazah,
ditaburi bubuk natron (bisa diganti dengan garam)

Tujuan  agar tubuh jenazah mengering dan siap untuk pengawetan tahap
selanjutnya.

c. Mendiamkan jenazah selama 40 hari di atas meja batu.

Tujuan  agar seluruh cairan dalam tubuh jenazah mengering karena pemberian
natron.

Terkadang ada kemungkinan bagian tubuh jenazah yang terlepas karena proses
pembusukan sejak sebelum pengawetan, misalnya saja jari tangan. Jika ada hal
semacam itu, embalmers menggantikan bagian tubuh yang hilang dengan kain
linen, kayu, atau emas. Yang penting komplit.

4. Pemumian / Pembalutan
Berikut adalah tahap-tahap pemumian.
a. Tubuh jenazah dibersihkan lagi dan diberikan banyak natron, kain linen,
rempah-rempah dsb.

b. Perut jenazah akan dijahit supaya tertutup.

c. Tubuh mumi lalu dibaluri dengan getah damar & minyak wangi.

d. Membalut tubuh mumi dengan kain linen yang sangat panjang.

e. Embalmers membuatkan mahkota dan topeng (dibuat seperti wajah orang


mati itu pada masa hidupnya).

5. Pemetian dan Penguburan


Mumi yang sudah jadi dimasukkan ke peti mati. Kadang-kadang bisa berlapis-
lapis peti matinya. Setelah dimasukkan ke peti mati, kemudian ditaruh dalam
sarkofagus (biasanya untuk raja-raja). Khusus orang biasa, setelah mumi
dimasukkan ke dalam peti mati, kemudian ditaruh dalam peti kayu biasa. Raja-
raja biasa dikuburkan di dalam piramid. Namun untuk orang biasa dikuburkan ke
kubur batu.

G. Cleopatra VII
1. Sejarah Singkat Cleopatra VII

 Cleopatra adalah salah satu ratu pada dinasti Ptolemeus yang pernah
berkuasa di Mesir dan sekitarnya, dengan ibu kota saat itu Iskandariah.
Cleopatra VII adalah ratu Mesir yang tercantik sekaligus ratu terakhir dinasti
Ptolemeus.

 Ia lahir sekitar tahun 69 SM di Alexandria, Mesir. Cleopatra memiliki darah


Yunani, dari keturunan dinasti Ptolemeus.

 Pada masa kekuasaan ayahnya, Raja Ptolemeus XII, Mesir disibukkan dengan
berbagai kendala dari luar dan dalam negeri, termasuk utang kerajaan Mesir
pada Romawi di masa Caesar.

 Ptolemeus XII bahkan sempat mengalami percobaan pembunuhan berkali-kali.


Ayah Cleopatra itu dikabarkan selamat dari dua kali percobaan pembunuhan.

 Cleopatra adalah orang yang tidak mudah percaya pada lingkungan di


sekitarnya. Bahkan di usia belasan, Cleopatra memiliki juru pencicip khusus
untuk memastikan tidak ada racun yang ditaruh di makanan dan minumannya.

2. Kekuasaan Cleopatra VII

 Ketika menjadi ratu Mesir bersama adik yang juga dinikahinya itu (Ptolemeus
XIII), Cleopatra berumur 18 tahun. Sedangkan Ptolemeus XIII baru berusia 12
tahun. Masa-masa awal kekuasaan mereka berdua diliputi masalah krisis
ekonomi, bencana kelaparan, konflik politik, dan banjir di sungai Nil.

 Ia membuat kebijakan yang tidak mengikutsertakan sang adik sebagai


pemimpin lelaki yang seharusnya lebih berkuasa. Hal ini membuat gejolak politik
di Mesir saat itu. Dan akhirnya Cleopatra diturunkan paksa dari tampuk
kekuasaan oleh segelintir orang yang setia pada tradisi lama. Jadilah Ptolemeus
XIII memerintah sendiri pada tahun 48 SM. Cleopatra pun melarikan diri dari
Mesir, dan berencana berbuat sesuatu agar kekuasaan kerajaan Mesir kembali ke
tangannya.

 Sewaktu naik takhta, Cleo menerima simbol pharaoh, yaitu tongkat keemasan,
cemeti, dan tongkat kerajaan. Ia mengenakan jubah linen dan pakaian kulit
resmi. Pita emas yang disebut uraeus melingkar di kepalanya, memperlihatkan
ular kobra, yaitu ular penjaga bangsa Mesir.

 Untuk mengukuhkan posisinya di mata rakyat Mesir, Cleo menyebut dirinya


sebagai putri Dewa Matahari atau Amun Ra. Ia sendiri memiliki dewi pelindung
pribadi, yaitu Isis.

3. Cleopatra VII dan Kekasihnya

a. Cleopatra dan adiknya, Ptolemeus XIII. Dinikahkan secara paksa, menurut


tradisi Mesir, supaya garis kekuasaan tidak jatuh ke orang di luar dinasti
Ptolemeus.

b. Cleopatra dan Julius Caesar (48-47 SM). Terpaut 50 tahun. Caesar pula yang
mengembalikan Cleopatra ke tampuk kekuasaan, setelah Ptolemeus XIII
meninggal. Punya anak bernama Caesarion.

c. Cleopatra dan seorang triofirat (=raja Romawi yg terdiri dari 3 orang), Mark
Anthony (41-40 SM). Kecantikan dan kepandaian Cleopatra ternyata memikat
jenderal penguasa Romawi baru ini. Punya anak bernama Alexander Helios,
Cleopatra Selena II, dan Ptolemeus Philadelphus. Mereka nantinya bakal menjadi
penguasa di Mesir dan Romawi.

Pernah terjadi perebutan kekuasaan antara Mark Anthony dan Octavia (istri Julius
Caesar selain Cleopatra)

4. Akhir Hidup Cleopatra VII dan Keruntuhan Mesir

Karena Mark Anthony dikabarkan bunuh diri (akibat tak tahan dipaksa
menyerahkan kekuasaannya pada pemimpin Romawi lainnya), Cleopatra
terhenyak. Kekuasaan Cleopatra atas Mesir melemah. Akhirnya, ia diberitakan
bunuh diri dengan racun kobra. Seiring dengan kematiannya, monarki Mesir pun
punah. Digantikan dengan kekuasaan Romawi.