Anda di halaman 1dari 2

STRATEGI PELAKSANAAN

TINDAKAN KEPERAWATAN

Hari/tanggal : Selasa/23 Januari 2018


Nama : Tn.I
No.Rekam Medis :
Pertemuan ke : 1 (satu)
Sp ke : BHSP & Sp1
Ruang : Elang

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi pasien
Data subjektif : pasien mengatakan saat dirumah pasien sering mendengar suara
bisikan dan juga melihat bayangan bisikan untuk menyuruh tidak baik muncul. Sore
menjelang malam saat menyendiri selama dirumah sakit tidak ada lagi suara
bisikan, hanya melihat bayangan menyerupai setan dan muncul pada malam hari.

Data objektif : - Pasien kadang tampak gelisah


- Amitasi
- Mondar-mandir
- Bicara sendiri
- Ketawa sendiri
- Banyak permintaan

2. Diagnosa keperawatan
Gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dan penglihatan.

3. Tujuan tindakan
a. Pasien dapat membina hubungan saling percaya
b. Mengenal halusinasi dan mampu mengontrol halusinasi dengan menghardik
c. Mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
d. Mengontrol halusinasi dengan melakukan aktivitas sehari-hari
e. Mengontrol halusinasi dengan pendidikan kesehatan mengenai penggunaan
obat secara teratur

4. Tindakan keperawatan
a. Membina hubungan saling percaya
b. Membantu pasien menyadari gangguan persepsi sensori halusinasi
c. Melatih klien cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik

B. Strategi komunikasi pelaksanaan / tindakan keperawatan


1. Fase orientasi
a. Salam terapeutik
Selamat pagi Tn.I perkenalkan nama saya Rusmawaty. Saya mahasiswa Stikes Citra
Delima yang sedang praktek di RS.Jiwa selama 2 minggu. Hari ini saya dinas sore
dari jam 14.00-21.00 WIB,disini saya akan merawat Tn.I selama 2 minggu, kalau
boleh saya tahu Tn.I senang dipanggil apa? Tinggal dimana?

b. Evaluasi / validasi
Tn.I bagaimana perasaannya hari ini

c. Kontrak (topik, waktu dan tempat)


Topik : baiklah Tn.I bagaimana kalau kita ngobrol sebentar mau tidak? Kata
perawat kemaren Tn.I ada mendengar suara-suara bisikan ya?
Waktu : kira-kira berapa lama Tn.I mau ngobrol? Kalau sekitar 15 menit mau
nggak?
Tempat : ibu maunya kita berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau kita
berbincangnya dikursi depan saja Tn.I baiklah
2. Fase kerja
Apakah Tn.I pernah mendengar bisikan-bisikan? Apakah bisikan tersebut
datangnya terus-menerus atau sewaktu-waktu saja? Berapa kali dalam sehari?
Kapan suara bisikan itu muncul? Apakah pada saat Tn.I sedang sendirian? Apa
yang Tn.I rasakan ketika mendengar suara tersebut? Kemudian apa yang Tn.I
lakukan setelah mendengar bisikan dan melihat bayangan itu? Apakah dengan cara
itu suara dan bayangan itu jadi hilang? Tn.I apa yang Tn.I alami itu namanya
halusinasi? Apa yang Tn.I rasakan, Tn.I lihat dan dengar itu semuanya palsu, tidak
nyata, makanya saya disini untuk membantu Tn.I untuk mengontrol halusinasi
tersebut, caranya yaitu ada 4 untuk mengontrolnya, yang pertama dengan cara
menghardik, yang kedua dengan cara bercakap-cakap, ketiga denagn melakukan
aktivitas dan keempat minum obat. Nah, bagaimana kalau kita mulai melatih cara
yang pertama dulu, yaitu dengan cara menghardik, apakah Tn.I bersedia mengikuti
arahan saya? Baiklah bisa kita mulai ya. Pertama-tama saya praktekkan dulu ya
caranya, nanti Tn.I ikuti saya ya. Begini Tn.I, jika muncul bayangan dan suara
bisikan Tn.I tutup telinga dan ucapkan “ pergi kamu, pergi sana saya tidak mau
dengar” setelah itu Tn.I tutup mata dan ucapkan lagi “ pergi kamu saya tidak mau
lihat “ atau bisa juga Tn.I seperti itu ya Tn.I. Nah, sekarang coba Tn.I ulangi seperti
yang sudah saya contohkan tadi, waah bagus sekali Tn.I ini pintar ya.

3. Fase terminasi
a. Evaluasi subjektif dan objektif
Tn.I bagaimana perasaannya setelah ngobrol-ngobrol hari ini? Suaranya muncul
ketika Tn.I sendirian dan membuat Tn.I gelisah. Sesuai dengan perjanjian tadi, jika
suara dan bayangan muncul lagi, Tn.I bisa mengatakan sambil menutup telinga,
sampai suaranya hilang,lalu menutup mata sampai bayangan hilang sambil
mengatakan “ pergi kamu,pergi saya tidak mau lihat/ dengar, kamu palsu”.

b. Rencana tindak lanjut


Tn.I lakukan itu sampai suara dan bayangannya hilang/ tidak terdengar lagi.

Masalah keperawatan
1. Halusinasi
2. Resiko perilaku kekerasan
3. Ketidakefektifan manajemen kesehatan
4. Defisiensi pengetahuan
5. Ketidakefektifan koping keluarga

Diagnosa keperawatan
1. Halusinasi
2. Resiko perilaku kekerasan
3. Ketidakefektifan manajemen kesehatan
4. Defisiensi pengetahuan
5. Ketidakefektifan koping keluarga

Prioritas masalah
1. Halusinasi
2. Resiko perilaku kekerasan
3. Ketidakefektifan manajemen kesehatan
4. Defisiensi pengetahuan
5. Ketidakefektifan koping keluarga