Anda di halaman 1dari 13

MATERI A.

Sifilis
Pengertian & Penyebab
adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL pallidum. Bakteri ini masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput
I lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit.
Sifilis biasanya menular melalui hubungan seksual, atau dari ibu
1. Gonore (Gonorrhea) kepada bayi, akan tetapi sifilis juga dapat menular tanpa hubungan
A. Pengertian & seksual pada daerah yang mempunyai kebersihan lingkungan yang
buruk.
Gonorrhea (gonore) adalah infeksi purulen pada
permukaan membran mukosa yang disebabkan oleh
bakteri gram negatif Neisseria gonorrhoeae (Wong,
2015). Penularan penyakit ini melalui kontak langsung B. Tanda dan Gejala
dari sekret yang terinfeksi pada suatu membran mukosa
ke membran mukosa lain (Bignel and FitzGerald, 2011). Perubahan pada kulit disekitar kemaluan.
Saat membuang air kecil terasa panas.
B. Tanda dan Gejala Gatal pada alat kelamin.
Terasa sakit pada daerah pinggul (wanita).
b) Wanita : a) Laki-laki :
a. Sekret vaginal yang berlebihan a. Munculnya sekret C. Pencegahan & Pengobatan
b. Nyeri perut bawah dari uretra. Hindari berhubungan sex dengan lebih dari satu
c. Rasa panas seperti terbakar, gatal b. Menimbulkan pasangan, Menjalani screening test diri dan pasangan,
atau peradangan pada vulva, sekret dari anal Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang, Gunakan
vagina, serviks,.atau uretra. dan nyeri kondom ketika berhubungan sexual, INGAT Sifilis
d. Adanya pembengkakan duktus c. Nyeri/bengkak tidak bisa dicegah dengan membersihkan daerah
dan kelenjar pada epididymis. genital setelah berhubungan sexual. Untuk
penanganan berupa pemberian obat-obatan harus
C. Penanganan dengan resep dokter.
Konsultasi ke dokter.
D. Akibat yang ditimbulkan
D. Gambar Pada emosi : ketakutan, persaan malu, bersalah.
Dapat menular dari ibu kepada bayinya.
Gangguan/cacat pada bayi yang dikandung.
Kemandulan
Kondilomapada pria dan wanita.
Akuminata adalah penyakit menular
3. Kondiloma Akuminata
Kematian.
seksual yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus
A.(HPV).
Pengertian & Penyebab
Kondiloma akuminata biasa dikenal sebagai :
2. Sifilis kutil kelamin, kutil kemaluan, kutil genital, jengger
ayam. (Amin Huda Nurarif, 2015)

Penularan infeksi HPV dapat melalui kontak


langsung serta dapat melalui hubungan seksual.
B. Tanda dan Gejala

Kelainan kulit berupa vegetasi yang


bertangkai dan berwarna kemerahan
kalau masih baru, jika telah lama agak B. Tanda dan Gejala
kehitaman.
Permukaannya berjonjot
(papilomatosa).
Jika timbul infeksi sekunder timbul Kehilangan berat badan secara drastis
warna kemerahan dan akan berubah Demam (terus menerus)
menjadi keabu-abuan dan berbau tidak Diare (terus menerus)
enak. Kulit menjadi kering
Kekebalan tubuh rendah
Mudah terserang berbagai macam penyakit
C. Pencegahan & Pengobatan

HIV adalahdapat
Pencegahan singkatan dari Human
dilakukan dengan Imunodeficiency
menghindari
melakukan seks bebas. Untuk pengobatan
Virus yaitu sejenis virus yang menyerang sistem lebih lanjut
kekebalan
terhadap
tubuh penderita
manusia. dapatakan
Virus HIV berkonsultasi dengan
masuk dalam dokter.putih
sel darah
dan merusaknya, sehingga sel darah putih yang berfungsi
sebagai pertahanan terhadap infeksi akan menurun C. Pencegahan & Pengobatan
4. jumlahnya.
HIV/AIDSAkibatnya sistem kekebalan tubuh menjadi lemah Menghindari perilaku seks bebas
dan penderita mulai terkena berbagai penyakit. Kondisi ini
A. Pengertian & Penyebab Menghindari penggunaan jarum suntik secara
disebut AIDS.
AIDS adalah singkatan dari Acquired Imuno bergantian.
Deficiency Syndrome yaitu kumpulan gejala penyakit Menghindari penggunaan narkoba jenis apapun.
(sindrome) yang didapat akibat turunya kekebalan tubuh
yang disebabkan oleh HIV. Menghindari kontaminasi dengan cairan tubuh
seperti darah.
- Pekak, berdenyut seperti nadi
- Nyeri yang menyegat diintermiten
- Nyeri atau sakit pada tempat masuknya virus
D. Gambar 2 Tahap vesikel : merah, lesi vesikula yang sangat nyeri ,
berdiameter1-5 mm antara lesi saling berdekatan dan
menyatu,
- Pada episode primer , lesi cenderung membesar
serta menutupi area yang lebih besa. Pada
episode kambuhan (rekurens) lesi berjumlah
lebih sedikit, lebih kecil dan biasanya muncul
hanya pada tempat masuknya virus.
5. HERPES SIMPLEKS - Pada episode primer, kurangnya imunitas cepat
A. Definisi diperantarai – sel umumnya menyebabkan tanda
Herpes simpleks adalah infeksi herpes simpleks virus yang dan gejala sistemik.
a. Menggigil dan demam
umumnya menjangkiti daerah kulit bagian luar (mukokutan), b. Sakit kepala
kebanyakan setempat atau lokal dan setelah infeksi awal dapat c. Myalgia
berkembang menjadi laten dengan rekurensi berulang. d. Adenoptai imun

3 Tahap mengerak : setelah 2 atau 3 hari , rupture vesikel,


B. Patofisiologi meninggalkam ulserasi dangkal yang sangat nyeri
Virus herpes simpleks disebarkan melalui kontak
langsungVirus herpes
antara simpleksmukosa
virus dengan disebarkan melalui
atau setiap kontak
kerusakan dengan bagian pusat kuning kepucatan dan bagian tepi
langsung antara virus dengan mukosa atau setiap kerusakan
di kulit. Virus herpes simpleks tidak dapat hidup di luar merah terang, yang menetap sekitar seminggu lalu pulih
di kulit. Virus
lingkungan yang herpes
lembabsimpleks tidak dapat
dan penyebaran hidupmelalui
infeksi di luar tanpa meninggalkan parut.
lingkungan yang lembab dan penyebaran infeksi
cara selain kontak langsung kecil kemungkinannya terjadi.melalui
cara selain kontak langsung kecil kemungkinannya terjadi.

C. Perjalanan penyakit D. Komplikasi


1 Masa inkubasi adalah 2-20 hari dan rata-rata 6 hari - Infeksi mata
- Inflamasi atau peradangan
2 Tiap jangkitan terdiri atas 3 tahap : - Infeksi pada bayi dalam proses persalinan
- Eksim herpetikum
1 Tahap prodromal : individu yang terinfeksi merasakan - Eritema multiforme
samar pada tempat masuknya virus. Sensasi berikut - Infeksi meluas
mencakup hal hal berikut ini: - Pada pria dapat terjadi impotensia.
- Merasakan ada tekanan - Infeksi menular lainnya
E. Pencegahan
Menghindari kontak langsung dengan penderita herpes
Menghindari sex bebas
Tidak menggunakan barang-barang pribadi seperti
handuk, pisau cukur atau benda-benda lain si penderita
herpessimples
Virus herpes juga dapat menyebar dengan menyentuh
luka dan kemudian menyentuh bagian lain dari tubuh.Jika
Anda menyentuh luka, cuci tangan Anda dengan sabun
dan air sesegera mungkin. Juga, tidak berbagi handuk
atau pakaian dengan siapa pun.

REFERENSI
Benson, Ralp C. dan Martin L. Pernoll. 2009. Buku Saku Obstetri dan
Ginekologi. Jakarta: EGC.
Gant, Norman F. dan F. Gari Cunningham. 2011. Dasar-dasar Ginekologi
dan Obstetri. Jakarta: EGC.
Ambarwati, Eny Retna dan Sriati Rismintari. 2011. Asuhan Kebidanan
Komunitas. Yogyakarta : Nuha Medika
Benson, Ralph C. 2008. Buku Saku Obstetri dan Ginekologi. Jakarta :
EGC
Gant, Norman F. 2011. Dasar-dasar Ginekologi & Obstetri. Jakarta : EGC
Glasier, Anna. 2005. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi.
Jakarta : EGC
MATERI
Voluntary Counseling Test (VCT)
2

Kegiatan konseling yang menyediakan dukungan


psikologis, informasi berbagaimmasalah terkait
dengan HIV/AIDS yang bertujuan untuk perubahan
perilaku lebih sehat dan lebih aman. (Pedoman
Pelayanan VCT, 2006)
Pintu masuk menuju terapi dan
V Klien melakukan tes HIV secara sukarela, tanpa ada perawatan.
(Voluntary) paksaan Sebagai penghormatan atas hak
asasi manusia dari sisi kesehatan
C Konselor membantu klien siap tes/ memilih tidak tes masyarakat.
(Counseling) dan siap menerima hasil tes
T Tes darah untuk mengetahui status HIV klien (positif Sy a) Tes harus dilaksanakan dengan sepengetahuan dan izin dari
(Test) atau negative) HIV ar pasien.
at b) Pasien harus paham mengetahui HIV/AIDS sebelum tes
Te dilaksanakan.
3 TAHAPAN VCT c) Dilakukan konseling sebelum tes untuk membantu pasien
s
1. Konseling sebelum testing HIV mempertimbangkan sebelum memutuskan: mau dites atau tidak.
HI
2. Testing HIV V d) Tes HIV harus dirahasiakan oleh dokter dan konselor. Hasilnnya
3. Konseling setelah testing HIV (V tidak boleh dibocorkan kepada orang lain kecuali oleh pasien.
CT e) Setelah tes, konseling harus diberikan lagi agar pasien dapat
memahami hasil KELUARGA
) MATERI tes dan membantu pasien mennyusun rencana
BERENCANA
Waktu Dilakukannya VCT
3 serta langkah-langkah selanjutnya sesuai hasil tes.
a. Perilaku beresiko dengan berganti-ganti pasangan seks tanpa
menggunakan kondom.
b. Pernah tertular IMS atau penyakit kelamin lebih dari dua kali. Keluarga Berencana adalah suatu usaha yang disengaja untuk menunda,
c. Menggunakan jarum suntik secara bergantian atau tidak steril. menjarangkan, dan mengakhiri kehamilan agar terwujud keluarga kecil
d. Pernah menerima transfusi darah tanpa melalui proses pemeriksaan bahagia sejahtera (Mochtar, 2010).
(screening).

Tujuan VCT
1. Upaya pencegahan HIV/AIDS;
2. Upaya untuk mengurangi kegelisahan, meningkatkan pengetahuan
tentang faktor-faktor risiko penyebab seseorang terinfeksi HIV.
3. Upaya pengembangan perubahan perilaku, sehingga secara dini
mengarahkan mereka menuju ke program pelayanan dan dukungan
termasuk akses terapi ARV serta membantu mengurangi stigma dalam
masyarakat.
TUJUAN KELUARGA BERENCANA
Fungsi VCT
Pencegahan HIV. 1. Menurunkan angka kelahiran,
2. Mengurangi kepadatan penduduk.
3. Menunjang peningkatan pendidikan dan kesejahteraan, untuk mempertahankan ereksi
4. Meningkatkan kesejahteraan keluarga (Mochtar, 2010). 4) Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan
seksual
5) Klien malu untuk membeli kondom di tempat
JENIS-JENIS ALAT KOTRASEPSI umum.
6) Pembuangan kondom bekas dapat menimbulkan
Kondom a. Pengertian masalah dalam hal limbah
Kondom merupakan selubung atau sarung karet yang Pil a. Pengertian
dapat terbuat dari berbagai bahan diantaranya latex Alat kontrasepsi yang berbentuk pil diminum 1x sehari
(karet), plastik (vinil), atau bahan alami (produksi pada waktu yang sama dan teratur. Cocok untuk
Hewani) yang dipasang pada alat kelamin laki-laki
perempuan menyusui yang ingin memakai KB Pil,
saat berhubungan seksual.
b. Efektifitas: 80% - 90% tidak menurunkan produksi ASI. Jenisnya terdapat
c. Teknik Pemakaian dalam 2 kemasan yaitu kemasan yang berisi 35 pil dan
1) Gunakan kondom setiap akan melakukan hubungan 28 pil. Senggama sebaiknya dilakukan 3-20 jam
seksual setelah penggunaan KB pil.
2) Dipasang pada alat kelamin laki-laki saat kelamin b. Efektifitas: 90% - 96%.
berereksi c. Cara Minum
3) Bila kondom tidak mempunyai tempat 1) Harus diminum setiap hari pada waktu yang sama
penampungan sperma pada bagian ujungnya, maka dan teratur
saat memakai, longgarkan sedikit ujungnya agar 2) Jangan sampai ada pil yang lupa
tidak terjadi robekan saat terjadi ejakulasi. 3) Minum pil pada hari pertama haid
4) Kondom dilepas sebelum alat kelamin lembek d. Jangka waktu pemakaian KB Pil
5) Gunakan kondom hanya untuk 1 kali pakai Jangka waktu pemakaian KB Pil yang merupakan KB
d. Keuntungan hormonal maksimal 5 tahun.
1) Tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga e. Macam-macam KB Pil
mencegah IMS termasuk HIV Pil Kombinasi : terdiri dari 2 hormon yaitu estrogen
2) Tidak mengganggu produksi ASI dan Progesteron
3) Tidak mengganggu kesehatan klien Mini Pil : terdiri dari 1 hormon yaitu progesterone
4) Murah dan dapat dibeli secara umum f. Keuntungan
5) Tidak memerlukan resep dokter 1) Pil Kombinasi
e. Kekurangan dan Efek Samping a) Resiko terhadap kesehatan kecil
1) Cara penggunaan sangat mempengaruhi b) Tidak mengganggu hubungan seksual
keberhasilan kontrasepsi c) Mudah dihentikan setiap saat
2) Agak mengganggu hubungan seksual atau d) Membantu mencegah kehamilan ektopik, kanker
mengurangi sentuhan langsung ovarium, kanker endometrium, kista ovarium,
3) Pada beberapa klien bisa menyebabkan kesulitan penyakit radang panggul, kelainan jinak pada
payudara, desminorrhoe, dan akne (jerawat). f) Siklus haid tidak teratur
2) Mini Pil g) Nyeri haid hebat
a) Tidak mengganggu senggama 2) Mini Pil
b) Dapat menjadi alat kontrasepsi darurat a) Usia reproduksi
c) Mengurangi nyeri haid b) Telah memiliki anak ataupun belum mempunyai
d) Menurunkan tingkat anemia anak
e) Tidak mempengaruhi ASI c) Perokok segala usia
f) Kesuburan cepat kembali d) Mempunyai tekanan darah tinggi (selama kurang
g. Kekurangan atau Efek Samping dari 180/110 mmHg)
1) Pil kombinasi e) Tidak boleh menggunakan estrogen
a) Mual f) Pasca persalinan dan menyusui
b) Perdarahan bercak Suntik a. Pengertian
c) Pusing Merupakan upaya untuk mencegah kehamilan dengan
d) Perubahan siklus menstruasi menggunakan hormon yang diberikan secara suntikan.
e) Flek hitam pada wajah b. Efektifitas: 95% - 97%
f) Tidak boleh diberikan pada Ibu menyusui c. Jangka waktu pemakaian KB Suntik
(mengurangi ASI) Jangka waktu pemakaian KB Suntik yang merupakan
g) Nyeri payudara KB hormonal maksimal 5 tahun.
h) Dapat meningkatkan tekanan darah d. Waktu mulai pemakaian
i) Tidak mencegah tertularnya IMS 1) Setiap saat selama siklus haid, asal Ibu tersebut
j) Penambahan berat badan tidak hamil
2) Mini Pil 2) Mulai hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid
a) Gangguan haid (perdarahan sela, spotting, 3) Pada ibu yang tidak haid, injeksi pertama dapat
amenorrea) diberikan setiap saat, asalkan saja Ibu tersebut tidak
b) Peningkatan/ penurunan berat badan hamil. Selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh
c) Payudara menjadi tegang, mual, pusing, melakukan hubungan seksual.
dermatitis atau jerawat 4) Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain
d) Diminum setiap hari (harus disiplin) dan ingin mengganti dengan kontrasepsi suntikan.
h. Yang Boleh menggunakan KB pil e. Macam-macam kontrasepsi suntik
1) Pil kombinasi 1) Suntikan kombinasi (satu bulanan)
a) Usia reproduksi 2) Suntikan progestin (tiga bulanan)
b) Telah memiliki anak ataupun belum mempunyai f. Keuntungan
anak 1) Suntikan Kombinasi
c) Setelah melahirkan dan tidak sedang menyusui a) Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
d) Setelah melahirkan 6 bulan yang tidak b) Risiko terhadap kesehatan kecil
memberikan ASI Eksklusif, c) Jangka panjang
e) Pasca keguguran d) Mengurangi nyeri haid
e) Mencegah anemia a) Hamil/ atau di duga hamil
2) Suntikan progestin b) Menyusui di bawah 6 minggu pasca persalinan
a) Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri c) Perdarahan pervaginam yang belum tentu
b) Risiko terhadap kesehatan kecil penyebabnya
c) Jangka panjang d) Usia > 35 tahun yang merokok
d) Tidak mengganggu ASI e) Keganasan pada payudara
e) Efek samping sangat kecil 2) Suntikan progestin
f) Klien tidak perlu menyimpan obat suntik a) Hamil atau dicurigai hamil
g) Mengurangi nyeri saat haid b) Menderita kanker payudara
h) Mencegah anemia c) Diabetes mellitus disertai komplikasi
g. Kekurangan atau Efek Samping d) Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
1) Suntikan Kombinasi IUD a. Pengertian
a) Perubahan pola haid (tidak teratur, perdarahan Merupakan alat kontrasepsi non-hormonal yang
bercak, atau perdarahan sela sampai 10 hari) dimasukkan kedalam uterus untuk mencegah
b) Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan,. kehamilan.
c) Kemungkinan terlambatnya pemulihan b. Efektivitas: 94% - 95%.
kesuburan setelah penghentian pemakaian. c. Lama pemakaian
d) Tidak melindungai dari penularan IMS dan IUD efektif untuk pemakaian dalam jangka waktu 10
Hepatitis B
tahun, ada juga yang dalam jangka waktu 8 tahun.
2) Suntikan progestin
d. Keuntungan
a) Perubahan pola haid (tidak teratur, perdarahan
1) Efektifitasnya 0,1-1 kehamilan per 100 perempuan
bercak,atau perdarahan sela sampai 10 hari, bisa
2) Frekuensi senggama tidak perlu diatur
juga tidak haid sama sekali)
3) Tidak berpengaruh terhadap ASI
b) Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum
4) Kesuburan segera kembali setelah IUD dilepas
suntikan berikutnya
e. Kekurangan atau efek Samping
c) Permasalahan penambahan berat badan.
1) Perdarahan
d) Pada penggunaan jangka panjang dapat
2) Keluhan disminore akan bertambah
menimbulkan kekeringan vagina, menurunkan
3) Keputihan
libido, gangguan emosi, sakit kepala, nervositas,
4) Mengganggu pada saat senggama
jerawat.
5) Penggunaan jangka panjang (8-10 tahun)
e) Kemungkinan terhambatnya pemulihan
6) Lebih mahal
kesuburan setelah penghentian pemakaian (rata-
Implant a. Pengertian
rata 4 bulan).
Merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang yang
f) Tidak melindungi dari penularan IMS dan
Hepatitis B mengandung hormon, cara penggunaannya yaitu
h. Yang tidak boleh menggunakan KB suntik dengan ditanam di bawah kulit yang jaraknya ± 8 cm
1) Suntikan Kombinasi
dari siku. pelvik (minilap atau laparoskopi), triwulan
b. Efektifitas: 97% - 99%. kedua.
c. Lama Pemakaian 3) Keuntungan
5 tahun untuk Norplant (6 kapsul), 3 tahun untuk a) Tidak ada efek samping
jadena (2 kapsul), indoplanta (2 kapsul), dan implanon b) Ada rasa sakit/ ketidaknyamanan dalam jangka
(1 kapsul). pendek setelah tindakan
d. Keuntungan c) Tidak menggunakan hormon tambahan
1) Daya tinggi d) Tidak mengganggu proses senggama
2) Penggunaan jangka panjang e) Tidak mengganggu proses laktasi
3) Tidak mengganggu proses senggama 4) Kekurangan atau efek Samping
4) Bebas dari pengaruh estrogen a) Resiko komplikasi dapat serius
5) Tidak mengganggu ASI b) Merupakan operasi yang permanent
e. Kekurangan atau efek Samping c) Klien tidak bisa menghentikannya sewaktu-
1) Gangguan pola haid waktu
2) Mual d) Meninggalkan bekas luka pada abdomen
3) Perubahan libido b. Untuk pria: vasektomi
Kontrasepsi a. Untuk wanita: tubektomi 1) Pengertian
1) Pengertian Tindakan pengikatan atau pemotongan pada saluran
Mantap
Prosedur bedah sukarela untuk menghentikan sperma (vas deferens) yang mengakibatkan seorang
laki-laki tidak bisa menghamili lawan jenisnya.
fertilitas (kesuburan) seorang perempuan.
Efektivitas vasektomi 99,4% - 99,8%.
merupakan upaya sterilisasi yang dilakukan 2) Keuntungan
terhadap perempuan dengan jalan menutup atau a) Dilakukan operasi hanya sekali
memotong indung telur dengan cara tertentu b) Tidak mempengaruhi libido seksual
sehingga yang bersangkutan tidak dapat hamil lagi. c) Tidak ada efek samping
Efektivitas tubektomi 99,5 % - 99,9 %. d) Efektif setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan
2) Teknik Pemasangan e) Tindak bedah aman dan sederhana
a) Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila 3) Kekurangan atau Efek Samping
diyakini secara rasional klien tersebut tidak a) Meninggalkan bekas operasi
hamil b) Mahal
b) Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstruasi c) Klien tidak dapat menghentikan sewaktu-waktu
c) Pascapersalinan: menilap (di dalam waktu 2 hari d) Infeksi kulit pada bekas operasi.
atau setelah 6 minggu atau 12 minggu),
laparoskopi (tidak tepat untuk klien-klien pasca KONTRASEPSI PASCAPERSALINAN
persalinan).
d) Pasca keguguran: triwulan pertama (dalam Metode kontrasepsi pada klien menyusui dipilih agar tidak
waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi
mempengaruhi ASI atau kesehatan bayi. d. Kontap paling tidak 6 minggu setelah persalinan
(Mochtar, 2010).
MAL Menyusui secara eksklusif merupakan suatu metode
(Metode kontrasepsi sementara yang cukup efektif, selama klien REFERENSI
Amenorea belum mendapat haid, dan waktunya kurang dari 6 bulan Hartanto, Hanafi. 2008. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi.
Laktasi) pasca persalinan. Efektifitas dapat mencapai 98 %. Efektif Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
bila menyusui lebih dari 8 kali sehari dan bayi mendapat Mochtar, Roestam. 2010. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC
cukup asupan perlaktasi. Saifuddin, Abdul Bari. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan
Kontrasepsi. Jakarta: YBPSP.
Waktu Waktu mulai kontrasepsi pasca persalinan tergantung dari http://cchaluchu.wordpress.com/2007/06/28/kb-suntik/ diakses tanggal 25
Pengunaan status menyusui. November 2016
Kontrasepsi
Metode yang langsung dapat digunakan adalah : MATERI NARKOBA
4 (NAPZA)
a. Spermisida
b. Kondom
c. Koitus interruptus
Klien Klien menyusui tidak menggunakan kontrasepsi pada 6
Apakah itu NARKOBA?
Menyusui minggu pascapersalinan. Pada klien yang menggunakan
MAL waktu tersebut dapat sampai 6 bulan. KB PIL dan Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan
KB Suntik yang hanya mengandung progesteron saja. adiktif lainnya (BNNRI, 2007). Narkoba adalah obat, bahan, atau
zat dan jika diminum, diisap, dihirup, ditelan atau disuntikkan,
Klien Tidak Umumnya akan mendapat haid kembali dalam 4-6 berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan syaraf pusat),
Menyusui minggu pasca persalinan. Kurang lebih sepertiganya dan sering menyebabkan ketergantungan.
berupa siklus ovulatoir. Oleh karena itu kontrasepsi harus
mulai pada waktu atau sebelum mulai hubungan seksual
pertama pasca persalinan. Karena masalah pembekuan NARKOTIKA PSIKOTROPIKA BAHAN ADIKTIF
darah masih terdapat pada 2 sampai 3 minggu pasca Zat atau obat yang Zat atau obat, baik Bahan-bahan
persalinan, kontrasepsi kombinasi jangan dimulai berasal dari tanaman alamiah maupun alamiah,
sebelum 3 minggu pasca persalinan. atau bukan tanaman, sintetis bukan semisintetis maupun
baik sintetis maupun narkotika, yang sintetis yang dapat
Jadwal a. Kondom dan kontrasepsi progestin dapat dimulai semisintetis yang berkhasiat dipakai sebagai
pemakaian segera setelah persalinan. dapat menyebabkan psikoaktif melalui pengganti morfin
KB b. IUD paling tidak 3 minggu setelah persalinan penurunan atau pengaruh selektif atau kokain dapat
c. Kontrasepsi kombinasi paling tidak 3 minggu setelah perubahan pada susunan saraf mengganggu sistem
persalinan kesadaran, pusat yang saraf pusat,
hilangnya rasa nyeri menyebabkan menimbulkan efek  Gangguan system  Lamban kerja,  Bagi diri sendiri,
dan dapat perubahan pada ketagihan sehingga saraf, kulit, paru- ceroboh, gelisah gangguan
menimbulkan aktivitas mental dan akan melakukan paru  Hilang perilaku, masalah
ketergantungan perilaku (Undang- berbagai cara agar  Sering sakit kepercayaan keuangan, hukum
(Undang-undang undang No.5 Tahun terus bisa kepala,mual dan  Agitasi, brutal kendornya nilai
No.22 tahun 1997). 1997). mengonsumsinya. muntah, sulit tidur  Sulit agama
 Gangguan pada berkonsentrasi  Bagi keluarga,
endokrin,  Cenderung berani melawan
kesehatan menyakiti diri, ortu, keluarga
reproduksi perasaan tidak morat-marit
 Beresiko tertular aman  Bagi sekolah,
penyakit seperti prestasi belajar
hepatitis B,C, dan turun drastic,
Mariyuana atau ganja
HIV membolos
Mengandung cannabinoids yang mengikat reseptor susunan
 Overdosis 
organ reproduksi. Pada pria, cannabinoids Bagi
dapatmasyarakat,
mengurangi
Ingin Identitas
 Kematian rusaknya
pengeluaran testosteron dari sel Leydig, mengatur pewarissel
apoptosis
Tahu Pergaulan bangsa,
Sertoli, menurunkan spermatogenesis, menurunkan gerakan
Mendapat sperma, menurunkan kapasitasi sperma dan penyelundupan.
menurunkan reaksi
Menenang Alasan Remaja akrosom. Pada wanita memiliki resiko yang meningkat pada
Pengakuan
kan Pikiran Menyalahgunakan infertilitas primier.
Teman
Narkoba

Sebagai Ikut-ikutan Dampak Penggunaan Narkoba bagi Kesehatan Reproduksi


‘obat kuat’ Teman

DAMPAK PENYALAHGUNAAN NARKOBA


DAMPAK FISIK DAMPAK PSIKIS DAMPAK SOSIAL

Opium
Kokain
Pada pria pada
Stimulan yang mengkonsumsi
sistem saraf pusatheroin, dan
fungsiperifer
seksualnya
yang
menjadi abnormal
menyebabkan dan tetap demikian
vasokonstriksi dan efekbahkan setelah
anestesi,
penghentian penggunaan.
memungkinkan mempengaruhiPada perilaku
sperma yang paling dapat
dan keadaan jiwa.
terlihatpria
Pada adalah motilitasnya,
menunjukkan lebihyang
sulitjuga menurun
untuk akibat dari
mendapatkan dan
penggunaan heroin dan metadhon. Pada wanita,
mempertahankan ereksi dan ejakulasi. Sedangkan pada wanita abrupsi
plasenta akibat penggunaan
menyebabkan heroin juga
respon ovarium bisa menjadi
yang terganggupenyebab
pada
infertilitas. dan abrupsi plasenta akibat kokain.
gonadotropin
membantu remaja untuk
berhenti
menyalahgunakan
narkoba

REFERENSI
Kumalasari, Intan dan Iwan Andhyantoro. 2012. Kesehatan Reproduksi
untuk Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta : Salemba
Medika
Chakravarthy, Bharath, Shyam Shah, and Shahram Lotfipour. Adolescent
drug abuse - Awareness & prevention. 2013. 137(6): 1021–1023.
Kemenkes RI. 2011. Permasalahan Remaja dan Penyelesaiannya. Jakarta:
Depkes RI
Rejeki, Sri. 2014. Penanggulangan Narkoba di Kalangan Remaja.
Semarang : Majalah Ilmiah Pawiyatan Vol : XXI, No : 1. FIP IKIP
Veteran Semarang

Cara yang Dapat Dilakukan Untuk Menghindarkan Seorang REFERENSI


Remaja dari Bahaya Narkoba
Manuaba, Ida Bagus Gde. 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi
Pencegahan Primer Pencegahan Sekunder Pencegahan Tersier Wanita, Edisi: 2. Jakarta: EGC.
Pencegahan ini Pencegahan sekunder Upaya untuk Kumalasari, Intan dkk. 2012. Kesehatan Reproduksi untuk Mahasiswa
ditujukan kepada ditujukan pada para merehabilitasi mereka Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
remaja/pelajar yang remaja yang sudah yang sudah memakai Benson, Ralph C. 2008. Buku Saku Obstetri dan Ginekologi. Jakarta :
belum coba-coba dan dalam proses EGC.
menyalahgunakan menggunakan narkoba penyembuhan. Kementerian Kesehatan RI. 2012. Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis
narkoba baik di sekolah maupun Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral pada orang Dewasa dan
luar sekolah serta Remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
sektor-sektor
masyarakat yang dapat
Kementerian Kesehatan RI. 2007. Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis
Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral pada orang Dewasa dan
Remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Haryadi, Muhammad. 2008. Jurnal Manajemen Terapi ARV.

Pedoman Pelayanan VCT. 2006. Pedoman Pelayanan Kesehatan


Konseling dan Testing HIV/AIDS Secara Sukarela. Jakarta:
Departemen Kesehatan Republik Indonesia