Anda di halaman 1dari 8

EPISODE DEPRESIF BERAT DENGAN GEJALA PSIKOTIK :

SEBUAH LAPORAN KASUS

Dewa Putu Eka Juli Antara


Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali.

ABSTRAK
Gangguan depresi adalah bagian dari gangguan mood yang dapat terjadi pada semua usia.
Gangguan depresif berat sekarang telah menjadi masalah kesehatan yang serius. Biasanya
gangguan ini dialami pada dekade 2 sampai 5 (rata-rata usia 40 tahun). Prevalensinya
seumur hidup kira-kira 15% pada laki-laki sedangkan pada perempuan mungkin sampai
25%. Gangguan depresi berat dengan gejala psikotik adalah depresi yang parah walau
bukan penderita psikotik. Gangguan ini ditegakkan dengan adanya gejala episode depresif
berat ditambah dengan gejala psikotik. Pada laporan kasus ini membahas kasus episode
depresif berat dengan gejala psikotik pada perempuan berusia 40 tahun. Pasien ini
mendapatkan psikoterapi dan fluoxetine 1 x 20 mg per oral dan Risperidone 2 x 1 mg per
oral.

Kata kunci: depresif berat dengan gejala psikotik

WEIGHT WITH DEPRESSIVE EPISODES OF PSYCHOTIC SYMPTOMS:


A CASE REPORT

ABSTRAK
Depressive disorder is part of a mood disorder that can occur at any age. Major depressive
disorder has now become a serious health problem. This disorder is usually experienced in
the decade of 2 to 5 (mean age 40 years). Lifetime prevalence is approximately 15% in
males while in females may be up to 25%. Major depressive disorders with psychotic
symptoms are severe depression, although not psychotic. This disorder is confirmed by the
presence of symptoms of severe depressive episode with psychotic symptoms plus. In this
case report discusses the case of severe depressive episode with psychotic symptoms in
women aged 40 years. These patients receive psychotherapy and fluoxetine 1 x 20 mg
orally and 2 x 1 mg risperidone orally.
Keywords: major depressive with psychotic symptoms

PENDAHULUAN
Salah satu bentuk gangguan mood yang didapatkan bahwa gangguan depresif
sering terjadi pada semua usia di berat terjadi pada 13 sampai 14 juta orang
masyarakat yaitu gangguan depresi. dewasa di Amerika Serikat dan
Gangguan ini dikatakan dengan seiring mengakibatkan penderitaan yang
bertambah usia, insiden kejadiannya juga signifikan bagi penderitanya dalam hidup
meningkat. (Greydanus dkk, 2009) (Kessler RC dkk, 2005). Gangguan
Sebuah penelitian di Amerika Serikat depresif berat sekarang telah menjadi
1
masalah kesehatan yang serius dimana terapi perilaku dan terapi interpersonal.
diperkirakan gangguan ini akan (Kaplan, 2010)
menduduki peringkat kedua penyebab
disabilitas pada tahun 2020, setelah
ILUSTRASI KASUS
penyakit kardiovaskular. (Charu Taneja Pasien perempuan, 40 tahun, agama
dkk, 2012) Gangguan depresi berat Hindu, suku Bali, bangsa Indonesia,
dengan gejala psikotik adalah depresi pendidikan terakhir tamat SMA, ibu
yang parah walau bukan penderita rumah tangga, sudah menikah, datang ke
psikotik. (Maslim, 2001) IRD RSUP Sanglah (30 Maret 2012)
Menurut berbagai penelitian, gangguan dengan diantar oleh anaknya. Saat itu
depresi secara konsisten menunjukkan pasien diwawancarai dalam posisi
beban biaya kesehatan mental yang paling terbaring dan pemeriksa berada di sebelah
besar. Menurut WHO, dalam hal kanan pasien. Penampilan pasien tampak
disability-adjusted life-years (DALY’s) tidak rapi. Pasien mengenakan baju daster
tahun 1996 memasukkan gangguan berwarna hitam bunga-bunga dan
depresi sebagai 10 terbesar penyebab diselimuti kain berwarna coklat. Pasien
kehilangan DALY diantara berbagai berperawakan kurus dengan tinggi badan
subkelompok, misalnya : pria, wanita dan sekitar 160 cm dan berat badan 45 kg,
negara berkembang. (Maramis dkk, 2009) warna kulit sawo matang. Selama
wawancara pasien tampak tenang dan
Diproyeksikan pada tahun 2020, depresi
mau menatap pemeriksa. Pasien berbicara
berat merupakan gangguan yang paling
menggunakan bahasa Indonesia dan
banyak, juga dari segi beban pada
bahasa bali dengan volume suara
kesejahteraan manusia yang paling besar.
terdengar jelas. Pasien mampu menjawab
Sedangkan prevalensi menurut jenis
pertanyaan dengan jelas dan dapat
kelamin sangat konsisten pada berbagai
dimengerti.
studi yaitu wanita dua kali dibanding pria
mengalaminya. Komorbiditas psikiatri Pasien bisa menyebutkan nama, umur,
didapatkan pada 3 dari 4 individu dewasa alamat dan yang mengantar dengan benar.
dengan depresi berat dalam perjalanan Roman muka sesuai umur, tampak sedih
hidupnya. (Maramis, 2009). Depresi dan cemas. Ketika ditanya perasaannya
diakatakn menjadi faktor penting dalam saat ini, pasien mengaku merasa sedih. Ia
kasus kejadian bunuh diri. (Sadock dkk, mengaku memiliki banyak masalah.
2007) Beberapa faktor yang berperan Terakhir ia merasa sedih dan marah
dalam kejadian depresi dapat dibagi karena anak terakhirnya menikah dalam
menjadi tiga yaitu faktor biologi, faktor usia yang sangat muda. Ia merasa kalau
genetik, dan faktor psikososial. (Kaplan, anaknya belum waktunya dan melarang
2010) untuk menikah tetapi akhirnya anaknya
tetap menikah. Sampai sekarang pasien
Hingga sekarang terapi yang paling
tidak pernah bertemu dan berkomunikasi
efektif untuk gangguan depresif berat
dengan anaknya tersebut. Pasien merasa
yaitu kombinasi antara psikoterapi dan
tidak bisa mengurus anaknya tersebut.
farmakoterapi. Psikoterapi jangka pendek
Sebelum kejadian itu, pasien berhenti dari
dapat dibagi menjadi yaitu terapi kognitif,
pekerjaannya sebagai tukang salon. Ia
mengatakan karyawan salon lain tempat
2
ia bekerja memberikan susu dan makanan sekitar 9,5 tahun yang lalu. Ibunya juga
yang menurutnya sudah disi guna-guna sudah menikah lagi dan dikatakan
karena setelah itu pasien sering merasa awalnya tidak disetujui karena usia suami
nyeri perut dan mual-mual. Sejak saat itu ibunya yang kedua tersebut lebih muda
pasien tinggal di rumah dan merasa namun seiring waktu anaknya tersebut
mudah lelah meskipun hanya sedikit mau menerimanya. Nafsu makan ibunya
melakukan aktivitas, sering merasa tidak dikatakan menurun, sering merasa putus
bersemangat, nafsu makan menurun, serta asa bahkan anaknya sering mendengar
sering muncul keluhan sulit tidur. Pasien ibunya merasa ingin bunuh diri saja.
sering terbangun saat tidur pada malam Ibunya juga tidak mau menceritakan
harinya dan sulit untuk memulai tidur masalahnya dan lebih memilih untuk
kembali. Ia merasa pesimis dengan memendamnya sendiri. Keluhan-keluhan
hidupnya bahkan ia pernah ingin yang dirasakan ibunya bertambah parah
mengakhiri hidupnya karena merasa tidak setelah anak keempatnya menikah.
kuat dengan beban hidupnya namun ia Awalnya ia melarang untuk menikah
teringat dengan anak dan cucunya namun karena sudah hamil jadi terpaksa
sehingga membatalkan niat tersebut. Ia menikah meskipun baru tamat SMP. Hal
telah bercerai dengan suami pertama dan ini dirasa menjadi beban dalam pikiran
sekarang sudah menikah dengan suami ibunya.
kedua sekitar 8 tahun. Ia mengaku Berdasarkan wawancara dengan suami
keluarganya baik-baik saja dengan kedua, pasien dikatakan telah menikah
suaminya namun beberapa tahun terakhir dengannya sudah sejak tahun 2007.
komunikasi dengan suami keduanya Dimana usianya lebih muda sekitar 8
terganggu. Pasien dalam wawancara tahun dari istrinya. Awalnya kami hidup
sesekali menangis. dengan biasa-biasa saja. Namun
Pasien mengatakan tidak pernah memiliki dikatakan beberapa tahun belakangan
keluhan yang sama sebelumnya. Riwayat mulai ada masalah diantara kami berdua.
penyakit yang sama di keluarga Menurutnya, istrinya itu tipe orang
disangkal. Riwayat penyakit fisik lain curigaan, cepat emosi, suka mengungkit
disangkal. Pasien mengatakan bahwa dia masalah, tidak mau dibilang salah, susah
tidak merokok, tidak mengkonsumsi diberi nasehat kecuali dari orang yang
minuman keras atau menggunakan zat dianggap dia berwibawa atau memiliki
terlarang. kedudukan. Istrinya dikatakan sering
mencurigainya berselingkuh dengan
Berdasarkan wawancara dengan anak
teman kerja di kantor tempat bekerja di
pertamanya, pasien dikatakan mengalami
restoran. Padahal hal tersebut diakatakan
keluhan seperti diatas sejak 8 bulan yang
tidak benar olehnya. Istrinya saat ada
lalu. Ibunya terus tampak lemah dan tidak
masalah dengan dengannya sering sampai
bersemangat. Beberapa bulan terkhir,
bentak-bentak dan menyuruhnya untuk
apabila ia berkunjung ke kos ibunya, ia
pergi dari kos. Istrinya dikatakan masih
melihat ibunya tampak banyak beban
sering teringat dengan kejadian dengan
namun tidak pernah mau cerita ketika
suaminya yang pertama. Dimana
ditanya ada masalah malah marah-marah
dikatakan istrinya telah bercerai dengan
dan anaknya dianggap tidak perlu tahu.
suami pertamanya sejak tahun 2004 tapi
Ibunya sudah bercerai dengan ayahnya
3
sudah mulai pisah rumah sejak setahun bisa dilebihkan yaitu diminum 2 sendok
sebelumnya saat masih tinggal di Negara. tapi istrinya menolak. Istrinya marah
Dikatakan dulu istrinya sering bertengkar karena menganggap suaminya terlalu
dengan suami pertamaya tersebut. tahu. Kemudian istrinya kesal dan
Pemicunya adalah adanya omongan yang meminum semua obat sekaligus dan
mengatakan bahwa suaminya tersebut suaminya berusaha untuk mencegahnya.
berselingkuh. Tapi lama-lama kecurigaan Dan terjadilah pertengkaran hebat dimana
istrinya ternyata terbukti setelah ia istrinya mengancam akan membunuhnya
melihat dengan sendiri jika suaminya tapi tidak jadi dan menyuruh suaminya
telah berselingkuh dengan wanita lain. untuk pergi. Suaminya pergi untuk
Sejak saat itulah istrinya sering beberapa hari dan ketika pulang ke kos,
bertengkar dengan suaminya tersebut melihat istrinya dengan kondisi semakin
hingga akhirnya mereka memutuskan buruk dan segera memutuskan
untuk berserai. Saat itu mereka sudah membawanya ke IRD RSUP Sanglah dan
memiliki 4 orang anak. Sampai sekarang ditangani oleh penyakit dalam dengan
ini, istrinya masih dikatakan sering curiga gangguan pada pencernaannya kemudian
dengannya. Menurutnya, kecurigaan dikonsulkan ke psikiatri. Istrinya dirawat
istrinya tersebut sudah melampaui batas inap sudah lebih dari satu minggu sampai
apalagi setiap istrinya dengar suara sekarang. Saat di rumah sakit, istrinya
handphonenya, ia selalu curiga kalau dijenguk oleh anak-anaknya dan
yang menghubungi suaminya tersebut saudaranya secara bergantian. Kelurga
adalah selingkuhan suaminya padahal hal pasien sangat mendukung kesembuhan
tersebut tidak benar. Sejak 6 bulan yang pasien.
lalu, dikatakan istrinya sudah tidak Dari pemeriksaan fisik didapatkan status
bekerja di salon karena diakatakan bahwa general didapatkan nyeri tekan pada regio
di tempat kerja sempat ada masalah epigastrium dan status neurologi dalam
dengan rekan kerjanya. Disamping itu, batas normal. Status psikiatri, kesan
istrinya sering mencurigai bahwa rekan
umum pasien tampak berpakaian tidak
kerjanya telah menaruh racun di rapi, roman muka tampak sesuai umur,
makanannya sehingga ia mengeluh sakit tampak sedih, konsentrasi dan perhatian
di ulu hatinya dan mual-mual. Padahal hal
menurun, mood/afek sedih/appropiate.
tersebut belum tentu benar mengingat ia Bentuk pikir logis realis, arus pikir
makannya tidak teratur. Istrinya sebelum koheren, isi pikir preokupasi terhadap
masuk RSUP Sanglah, dikatakan sempat masalah yang dihadapi, ide bunuh diri
cek laboratorium di RS Surya Husadha. ada. Persepsi halusinasi dan ilusi tidak
Istrinya dibawa dengan keluhan sakit di ada. Adanya waham tentang kejadian
ulu hatinya serta mual-mual dan sering buruk yang mengancam, dan merasa
terlihat murung terutama sejak 6 bulan bertanggung jawab atas kejadian yang
setelah pernikahan anak terakhirnya. terjadi dalam hidupnya serta waham
Suaminya memutuskan untuk rawat jalan curiga. Dorongan instingtual insomnia
saja karena pertimbangan biaya. Suatu ada. Pemahaman pasien akan penyakitnya
ketika di kos, saat istrinya ingin minum memiliki tilikan 6.
obat, suaminya sempat berkata bahwa
obat yang didapat dari RS Surya Husadha Diagnosis multiaxial pasien adalah axis I:
Episode depresif berat dengan gejala
4
psikotik (F32.3), axis II: ciri kepribadian karena kecemasan dan stres yang besar
skizoid, axis III: penyakit sistem yang terkait akan gangguan depresifnya.
pencernaan (gastritis), axis IV: masalah Gejala yang muncul dapat dibagi menjadi
dengan primary support group (keluarga), hal yang terkait dalam perubahan cara
axis V: GAF 60-51. Pasien mendapatkan berpikir, perasaan dan tingkah laku.
terapi yaitu psikoterapi, dan (Depkes, 2007)
farmakoterapi berupa Fluoxetine 1 x 20 Diagnosis gangguan depresi dapat
mg, Risperidone 2 x 1 mg, antasida 3 x ditegakkan berdsarkan PPDGJ III
500 mg dan ranitidin 3 x 50 mg. (Pedoman Penggolongan Diagnostik
Gangguan Jiwa III) yang berpedoman
DISKUSI pada DSM-IV. Gangguan depresi dapat
Depresi adalah suatu periode dibedakan menjadi episode depresif
terganggunya fungsi manusia yang
ringan, sedang dan berat menurut banyak
dikaitkan dengan perasaan yang sedih dan beratnya gejala serta dampaknya
serta gejala penyertanya, dimana terhadap fungsi kehidupan seorang
mencakup hal-hal seperti perubahan pola (Maslim, 2001). Kriteria penggolongan
tidur dan nafsu makan, psikomotor, diatas berdasarkan atas gejala utama dan
konsentrasi, rasa lelah, anhedonia, rasa gejala lain. Adapun gejala utama ada tiga
tak berdaya dan putus asa dan bunuh diri yaitu : (1) afek depresif, (2) kehilangan
(Kaplan, 2010). Pada pasien bunuh diri minat dan kegembiraan dan (3)
didapatkan penurunan jumlah serotonin berkurangnya energi yang menuju
yang merupakan pencetus gangguan meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa
depresi. (Kaplan, 2010). Angka kejadian lelah yang nyata sesudah kerja sedikit)
gangguan depresi meningkat sekitar 2-3 dan menurunnya aktifitas. Sedangkan
kali dari populasi umum pada individu gejala lainnya ada tujuh yaitu : (1)
yang memiliki riwayat gangguan depresi konsentrasi dan perhatian berkurang, (2)
di keluarganya. (Rush dkk, 2006) Adapun gagasan tentang rasa bersalah dan tidak
faktor psikososial yang berperan seperti
berguna (3) harga diri dan kepercayaan
penurunan rasa percaya diri, kemampuan diri berkurang, (4) pandangan masa depan
mengadakan hubungan intim, perpisahan, yang suram dan pesimistis, (5) gagasan
kemiskinan, kesepian, penyakit fisik dan
atau perbuatan membahayakan diri atau
penurunan interaksi sosial (Burke dkk, bunuh diri, (6) nafsu makan berkurang
2005). dan tidur terganggu (7). Episode depresi
Tiap orang memiliki gejala gangguan berat dapat ditegakkan dengan tiga gejala
depresif yang berbeda-beda tergantung utama harus ada, ditambah minimal
dari beratnya gejala yang dialami. Pola empat dari gejala lainnya dan beberapa
pikir, perasaan, perilaku seseorang dan harus berinteraksi berat, berlangsung
kesehatan fisik biasanya terpengaruh oleh minimal dua minggu atau kurang dapat
gangguan depresi yang dialaminya. dibenarkan jika terjadi gejala luar biasa
Keluhan yang sering dijumpai pada beratnya dan berlangsung cepat dan
pasien dengan gangguan depresi seperti sangat tidak mungkin akan bisa
keluhan pada sistem pencernaan dan nyeri meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan
bagian atau seluruh badan. Sebagian atau urusan rumah tangga. (Maslim,
besar keluhan yang dialami mereka 2001). Prevalensi gangguan depresif berat
5
didapatkan pada laki-laki sekitar 15% dan selective serotonin reuptake inhibitors
perempuan dapat mencapai 25%. (SSRI), dan atipikal. SSRI merupakan lini
Sehingga perempuan memiliki pertama pengobatan depresi. (James
kecenderungan lebih besar dari pada laki- Blumenthal dkk, 2007) Fluoxetine
laki untuk mengalaminya. (Depkes, merupakan obat golongan SSRI yang
2007). digunakan untuk pengobatan depresi.
Obat ini bekerja dengan menghambat
Episode depresi berat dengan gejala
resorpsi dari serotonin. Kerja obat ini
psikotik merupakan depresi yang parah
menghambat re-uptake serotonin dan
walau bukan penderita psikotik.
noradrenalin dan tidak bersifat selektif.
Diagnosis gangguan ini ditegakkan
Dosis terapi obat ini yaitu 20 mg/hari
berdasarkan adanya gejala episode
(pagi), maksimal 80 mg/hari (dalam dosis
depresif berat ditambah dengan gejala
tunggal atau terbagi). Efek samping yang
psikotik. Gejala psikotik yang didapatkan
seperti adanya waham, halusinasi atau dapat ditimbulkan yaitu gagal ginjal
berat, hipersensitif terhadap fluoxetin,
stupor depresif. Waham biasanya
penggunaan bersama MAO. (Maslim,
melibatkan ide tentang dosa, kemiskinan
2007). Risperidone merupakan jenis
atau malapetaka yang mengancam, dan
antipsikotik atipikal. Mekanisme kerja
pasien merasa bertanggung jawab atas hal
obat ini yaitu dengan memblok dopamin
itu. Halusinasi auditorik atau olfaktorik
pada reseptornya di pasca sinaptik pada
biasanya berupa suara yang menghina
otak khususnya sistem limbik dan sistem
atau menuduh, atau bau kotoran atau
ekstrapiramidal. Obat ini selain
daging membusuk. Retardasi psikomotor
berafinitas dengan Dopamin D2 receptors
yang berat dapat menuju pada stupor. Jika
juga terhadap Serotonin 5HT2 receptors
diperlukan, waham atau halusinasi dapat
sehingga efektif untuk gejala positif dan
ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi
negatif. Dosis terapi yang digunakan
dengan afek (mood congruent) (Maslim,
yaitu 4-6 mg perhari. Efek samping yang
2001)
bisa terjadi seperti sedasi, sakit kepala,
Psikoterpai bermanfaat untuk mengurangi mual, muntah, konstipasi, insomnia dan
atau menghilangkan keluhan-keluhan dan berdebar. (Maslim, 2007)
mencegah kambuhnya pola perilaku
Pasien depresi membutuhkan terapi
maladaptif atau gangguan psikologik.
jangka panjang agar dapat mengurangi
Psikoterapi dapat diberikan secara
relaps atau rekurensi. Karena beragamnya
individual, kelompok, atau pasangan
penyebab depresi, beberapa modalitas
sesuai dengan gangguan psikologis yang
terapi dapat digunakan. Kombinasi
dialaminya. (Kaplan, 2010) Efek
farmakoterapi dengan psikoterapi lebih
antidepresan yang diberikan mulai
efektif untuk mengobati depresi dan
muncul dalam 1-3 bulan, sebelum dapat
mencegah relaps atau rekurensi,
mengurangi atau menghilangkan gejala
dibandingkan dengan hanya far-
meskipun efek yang didapatkan telah
makoterapi atau psikoterapi. (Amir, 2012)
memberikan hasil yang baik dalam 2-3
Sekitar dua per tiga pasien yang
minggu. Obat antidepresan yang
mengalami gangguan depresif berat akan
digunakan dalam mengatasi depresi
pulih sempurna. Sepertiga pasien akan
mencakup golongan trisiklik, tetrasiklik,
pulih parsial atau tidak sama sekali.
monoamine oxydase inhibitor reversible¸
6
Pasien yang tidak pulih secara komplit Komunitas dan Klinik Ditjen Bina
mempunyai risiko kambuh yang lebih Kefarmasian dan Alat Kesehatan
tinggi. (Ken Duckworth, 2012) Departemen Kesehatan RI.
Greydanus DE, Bacopoulou F,
RINGKASAN Tsalamanios E. Suicide in Adolescents: A
Pasien depresi berat dengan gejala Worldwide Preventable Tragedy. Keio J
psikotik harus mendapat terapi sedini Med. 2009;58 (2):95-102
mungkin. Jika tidak maka ini akan
menjadi masalah kesehatan yang serius James Blumenthal, Michael AB, Murali
dan menyebabkan penderitaan yang D, Lana W, Benson MH, Krista AB,
signifikan bagi penderitanya. Selain itu Steve Herman, Edward C, Alisha LB,
bila tidak diatasi, dapat meningkatkan Robert W, Alan H, Andrew S. Exercise
risiko bunuh diri. Pada kasus ini, pasien and Pharmacotherapy in the Treatment of
didiagnosis dengan episode depresif berat Major Depressive Disorder.
dengan gejala psikotik serta diberikan Psychosomatic Medicine 2007;69:587–
psikoterapi dan farmakoterapi berupa 596.
Fluoxetine 1 x 20 mg, Risperidone 2 x 1 Kaplan Harold I, Benjamin J Sadock,
mg, Antasida 3 x 500 mg dan ranitidin 3 Jack A Grebb. 2010. Sinopsis Psikiatri.
x 50 mg. Prognosis bergantung pada Jakarta: Binarupa Aksara.
diagnosis yang tepat dan sedini mungkin,
terapi yang adekuat, serta dukungan dari Ken Duckworth. Depression. National
keluarga. Alliance on Mental Illness. 2012:1-25
Kessler RC, Berglund P, Demler O, Jin
DAFTAR PUSTAKA R, Merikangas KR, Walters EE. Lifetime
Amir, Nurmiati. 2012. Gangguan depresif Prevalence and Age-of-Onset
Aspek Neurobiologi dan Tatalaksana. Distributions of DSM-IV Disorders in the
Fakultas Kedokteran Universitas National Comorbidity Survey
Indonesia. Jakarta. hal1-140 Replication. Arch Gen Psychiatry
Burke HM, Davis MC, Otte C, Mohr DC. 2005;62:593-602.
Depression and cortisol responses to
psychological stress: a meta-analysis. Maramis, Willy F, Albert A. 2009.
Psychoneuroendocrinology 2005;30:846- Maramis. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa
56 edisi 2. Jakarta: Airlangga University
Press.
Charu Taneja, George I Papakostas,
Yonghua Jing, Ross A Baker, Robert A Maslim, Rusdi. 2001. Diagnosis
Forbes, dan Gerry Oster. Cost Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ
Effectiveness of Adjunctive Therapy with III. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa
Atypical Antipsychotics for Acute FK Unika Atma Jaya.
Treatment of Major Depressive Disorder. Maslim, Rusdi. 2007. Panduan Praktis
The Annals of Pharmacotherapy Penggunaan Obat Psikotropik
2012;46:642-649 (Psychotropic Medication) edisi ketiga.
Depkes. 2007. Pharmaceutical Care Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK
Untuk Penderita Gangguan Depresif. Unika Atma Jaya.
Jakarta : Direktorat Bina Farmasi
7
Sadock BJ, Sadock VA. Emergency
Psychiatric Medicine. In: Kaplan &
Sadock’s Synopsis of Psychiatry. 10th ed.
Philadelphia. 2007. p. 897-907.
Rush AJ, Kraemer HC, Sackeim HA,
Fava M, Trivedi MH, Frank E. Report by
the ACNP Task Force on response and
remission in major depressive disorder.
Neuropsychipharmacology
2006;31:1841-53