Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan penelitian

Penelitian Observasinal Diskriptif adalah suatu metode penelitian yang

dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau deskriptif digunakan

untuk memecahkan atau menjawab permasalah yang sedang dihadapi pada situasi

sekarang, penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah

pengumpulan data, klasifikasi, pengolahan atau analisa data, membuat kesimpulan,

dan laporan. (Setiadi, 2007).

Studi kasus dalam penelitian ini adalah penelitian Observasional Diskriptif

dimana dilakukan suatu penelitian dengan menggambarkan asuhan keperawatan

dengan masalah resiko jatuh.

B. Lokasi dan waktu studi kasus

Pada Studi kasus dilakukan di UPT PSTW jombang pada tahun 2018

Sedangkan lama perawatan klien

C. Subyek penelitian

“Subyek penelitian adalah subyek yang ditujuk untuk di teliti oleh peneliti

atau subyek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti”. (Arikunto,2006)
D. Validasi data

Validasi data adalah tindakan yang ditunjukkan untuk melihat kevalidan data

atau untuk menegaskan bahwa data akurat. Validasi data membantu perawat

menyelesaikan tugas dan merupakan perbandingan data subjektif dan data objektif

yang dikumpulkan dari klien dan catatan kesehatan klien. Perawat memeriksa

apakah nilai klien, subjektif, objektif terletak pada standart nilai normal yang

dipakai, misalnya: tanda-tanda vital, dan nilai laboratorium (Kozier, 2010)

E. Pengumpulan data

Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien untuk

menentukan diagnosis keperawatan, merencanakan asuhan keperawatan, serta

tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah - masalah klien. Tujuan

pengumpulan data adalah untuk memperoleh informasi tentang kesehatan klien,

untuk menentukan masalah keperawatan, untuk menilai keadaan kesehatan klien,

untuk membuat keputusan dalam menentukan tindakan berikutnya. Cara yang bisa

dilakukan untuk pengumpulan data klien seperti :

1. Observasi

Mengobservasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk

memperoleh data tentang masalah kesehatan klien. Observasi dilakukan dengan

menggunakan penglihatan, dan alat indera lainnya, melalui rabaan, sentuhan dan

pendengaran. Tujuan dari obeservasi adalah mengumplkan data tentang masalah

yang dihadapi klien melalui 2 aspek yaitu memperhatikan data dan menyeleksi,

mengatur, dan melalui kepekaan alat panca indra. (Kozier, 2010)

2. Wawancara
Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya jawab yang berkaitan

dengan masalah yang dihadapi oleh klien. Tujuannya adalah untuk memperoleh

data tentang masalah kesehatan klien serta untuk menjalin hubungan antara

perawat dan klien. Wawancara di bagi beberapa jenis pertanyaan antara lain:

a. Pertanyaan tertutup

Tidak ada kebebasan dalam mengemukakan pendapat atau keluhan klien.

Biasanya hanya memerlukan jawaban “ya” atau “tidak” atau jawaban faktual

yang singkat yang memberikan informasi spesifik contohnya: “Kapan anda

jatuh?”(Kozier, 2010)

b. Pertanyaan terbuka

Mengajak klien untuk menemukan, menggali, menjelaskan, atau

menggambarkan pikiran atau perasaan mereka. Menanyakan pertanyaan terus-

menerus. Pertanyaan terbuka dimulai dengan “apa” atau “bagaimana”

contohnya: “Faktor apa yang bisa membuat anda terjatuh?”(Kozier, 2010)

c. Pertanyaan netral

Pertanyaan yang dapat dijawab tanpa arahan atau tekanan dari perawat,

bersifat terbuka. Contohnya: “ Lingkungan yang bagaimana yang bisa

menyebabkan anda jatuh?” (Kozier, 2010)

d. Pertanyaan terarah

Biasanya tertutup dan mengarahkan jawaban klien. Pertanyaan terarah

meberikan klien hanya sedikit kesempatan untuk menentukan apakah jawaban

benar atau tidak. Pertanyaan terarah menyebabkan masalah jika klien

memberikan respon yang tidak akurat dalam upaya menyenankan perawat.

Hal ini dapat memberikan data yang tidak akurat, contohnya: “Anda akan

minum obat anda kan?”, (Kozier, 2010)


3. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien untuk

menentukan masalah kesehatan klien. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan

dengan berbagai cara. Biasanya perawat melakukan pemeriksaan dengan cara

a. Inspeksi yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian

tubuh yang diperiksa melalui pengamatan.

b. Palpasi yaitu pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan terhadap

bagian - bagian tubuh.

c. Auskultasi yaitu pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui pendengaran.

Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop.

d. Perkusi yaitu pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan mengetuk bagian

tubuh menggunakan tangan atau alat bantu.

Pemeriksaan fisik dapat diatur sesuai pilihan dengan pendekatan kepala

sampai pendekatan kaki atau head to toe. Perawat biasanya mencatat kesan

umum tentang penampilan dan status kesehatan klien secara keseluruhan.

(Kozier, 2010)

4. Dokumentasi

Untuk melengkapi fase pengkajian, perawat mencatat data klien, dan

perawat dapat mengimplementasikannya. Berbagai sistem dokumentasi

digunakan saat ini, catat informasi yang berorientasi pada sumber, rekam medis

yang berorientasi pada masalah, setiap data yng dikumpulkan adalah data baru,

intervensi, evaluasi, pencatatan fokus, pencatatan berdasarkan penyimpangan,

dan dokumentasi terkomputerisasi. (Kozier, 2010)


F. Analisa data

Analisa data merupakan kemampuan dalam pengembangan daya fikir yang

dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan, pengalaman, dan

pengertian keperawatan. Dalam analisa data diperlukan kemampuan untuk

mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep, teori, dan

prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah

kesehatan dan keperawatan klien. Fungsi analisa data antara lain :

1. sebagai proses pengambilan keputusan dalam menentukan alternatife

pemecahan masalah yang dituangkan dalam rencana asuhan keperawatan

2. Dapat menginterprestasi data keperawatan dan kesehatan, sehingga data yang

diperoleh memiliki makna dan arti dalam menentukan masalah dan kebutuhan

klien Cara yang bisa dilakukan untuk menentukan analisa data adalah sebagai

berikut :

a. Validasi data, teliti kembali data yang telah terkumpul

b. Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-dan spiritual

c. Membuat kesimpulan tentang kesenjangan (masalah keperawatan yang

ditemukan)

G. Etika penelitian

Etika penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Informed Concent (surat persetujuan)

Sebelum pengambilan data dilakukan, peneliti memperkenalkan diri,

memberikan penjelasan tentang judul studi kasus. Deskripsi tentang tujuan


pencatatan, menjelaskan hak dan kewajiban responden. Setelah dilakukan

penjelasan pada responden peneliti melakukan persetujuan sesuai dengan

responden tentang dilakukannya penelitian pada klien. (Nursalam, 2008).

2. Anominity (tanpa nama)

Peneliti melindungi hak - hak dan privasi responden, nama tidak digunakan

serta menjadi kerahasiaan responden, peneliti hanya menggunakan inisial

sebagai identitas (Nursalam, 2008).

3. Confidentiality (kerahasiaan)

Semua informasi yang diberikan responden kepada peneliti akan tetap

dirahasiakan (Nursalam, 2008)./