Anda di halaman 1dari 5

Totikolis merupakan kelainan kongenital dimana otot Sternocleidomastoideus mengalami fibrosis

dan gagal memanjang sementara tubuh anak terus tumbuh sehingga terjadi deformitas progresif.

Etiologi

Faktor utama masih belum diketahui (idiopatik)

Faktor resiko :

Iskemik otot SCM di intrauterine karena posisinya yang menyimpang (presentasi bokong)

Trauma saat kelahiran

Riwayat lahir sungsang

Patofisiologi

Keadaan iskemik pada otot SCM akan mengakibatkan otot tersebut mengalami fibrosis dan tidak
akan berkembang seperti otot lainnya. Bila terjadi pada salah satu sisi otot CSM saja, maka akan
menimbulkan manifestasi yang membuat kepala anak menjadi miring ke arah sisi yang terkena
tersebut.

Manifestasi Klinis

Sering kelainannya tidak terlihat nyata dari usia 1-2 tahun.

Leher menjadi tidak seimbang dan pendek pada bagian yang fibrosis

Di sisi yang fibrosis, telinga mendekati bahu

Garis mata dan garis bahu membentuk sudut (normalnya sejajar)

Perkembangan muka dapat menjadi asimetris

Diagnosis

Riwayat kelahiran sukar atau sungsang

Kepala miring ke arah yang sakit (singkirkan penyebab lain : anomali tulang, diskitis, limfadenitis)

Telinga mendekati bahu

Terdapat benjolan berbatas tegas yang melibatkan satu atau kedua caput sternocledomastoideus.
Tatalaksana

Bila diketahui sudah sejak bayi, maka dilakukan perentangan otot setiap hari untuk mencegah
perkembangan deformitasnya.

Bila lehernya menjadi miring => koreksi dengan operatif. Otot yang berkontraksi dibelah (biasanya
bagian bawah, tapi kadang-kadang juga pada ujung atas atau keduanya) dan kepala dimanipulasi
agar posisinya netral. Setelah operasi, posisinya dipertahankan dengan suatu tutup-tengkorak/skull
cup yang diikatkan ke bawah aksila. Sesudah itu, dipakai ban leher polietilen hingga anak dapat
mempertahankan posisi kepalanya dengan benar.

Prognosis

Semakin muda ditatalaksana, semakin baik prognosis.

Pola pikir

Ada bayi dengan keluhan kepala miring sebelah => periksa dan singkirkan kemungkinan anomali
tulang, diskitis dan limfadenitis => bila memang tortikolis, tatalaksana berdasar usia. Bila masih
muda, lakukan perentangan (membiasakan menoleh ke arah yang fibrosis, diberi ASI searah yang
fibrosis, dll) => bila tidak bisa, operatif.

DOWNLOAD - Tortikolis.pdf
cara download

Sumber

Apley, A. Graham dkk. 1995. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley. Jakarta : Widya Medika.

http://catatanmahasiswafk.blogspot.com/2012/03/tortikolis-congenital-muscular.html

Penyakit tortikolis muskuler kongenital adalah suatu penyakit yang dengan nyeri pada leher akibat

kontraktur dan pemendekan dan otot sternokleidomartoideus. Hal ini biasanya disebabkan malposisi
intra

uteri, trauma kelahiran. Tortikolis muskuler kongenital banyak terjadi pada wanita dari pada laki-laki.

Penderita yang mengalami penyakit ini akan menunjukkan adanya kepala dan wajah yang asimetri.
Kepala

akan miring ke salah satu sisi yang memendek dan dagu akan berotasi ke sisi yang berlawanan.
Tujuan
dari penetalaksanaan fisioterapi pada kasus ini adalah mempertahankan dan memperbaiki kapasitas
fisik

untuk meningkatkan kemampuan fungsionalnya serta mencegah terjadinya demormitas yang


berlebihan.

Penatalaksanaan terapi yang diberikan pada penderita harus disesuaikan dengan kondisi
penyakitnya. Hal

ini dikaren akan pemberian terapi yang tidak tepat, dapat memperlambat proses penyembuhan
bahkan

dapat memperparah kondisi penyakitnya.

http://alumni.unair.ac.id/kumpulanfile/868832821_abs.pdf

Kata Tortikolis berasal dari bahasa Latin , torta ( twisted = terputar ) dan collum ( leher ).
Tortikolis menggambarkan posisi abnormal leher. Gangguan tortikolis yang paling sering
ditemukan adalah Congenital Muscular Torticolis yaitu kondisi keterbatasan gerakan leher
kongenital atau bawaan sejak lahir, dimana anak akan menahan atau memposisikan kepala
pada satu sisi dengan dagu mengarah pada sisi yang berlawanan.

Apakah penyebab Tortikolis ?:

Penyebab pasti sampai saat ini belum diketahui. Ada berbagai faktor yang dianggap sebagai
penyebab diantaranya trauma lahir, malposisi in-utero, infeksi, iskemia jaringan, abnormalitas
vertebra seperti rotary subluxation of the atlanto-axial joints atau hemivertebra, problem
imbalance of extraocular muscles ( Ocular Torticollis ) serta ketidakseimbangan neurologis (
Benign Paroxysmal Torticollis ). Davids, Wenger dan Mubarak ( 1993 ) melalui penilaian
anatomis, pemeriksaan klinis dan MRI menyatakan bahwa tortikolis merupakan gejala sisa dari
uterine or perinatal compartment syndrome.

Otot sternocleidomastoid memendek karena berubah menjadi jaringan ikat akibat gangguan
vaskularisasi atau karena posisi kepala saat intrauterin Ho BCS, Lee EH, Singh K (1999) yang
meneliti 91 pasien tortikolis menemukan trauma lahir yang menyebabkan tortikolis adalah
persalinan letak vertex dan sisi lesi tergantung letak bahu pada saat persalinan.

Trauma saat persalinan dapat menyebabkan perdarahan pada otot leher terutama otot
sternocleidomastoid.. Weiner DS ( 1976 ) melaporkan 0.6% - 20% dari tortikolis mengalami juga
hip dysplasia.

Apakah gejalanya ?:

Pada bayi baru lahir, massa yang firm, non-tender didapatkan pada bagian tengah otot
sternocleidomastoid. Kondisi ini tidak menyebabkan sakit tapi orangtua akan cemas karena leher
terangkat dan terpaku pada satu sisi atau arah.

Kadangkala didapatkan massa lain yang dapat dilihat atau dirasakan pada otot ini yang
merupakan hematoma yang sedang dalam proses membentuk jaringan ikat. Massa ini dapat
sembuh total pada usia 3 bulan.

Jika tidak terkoreksi sebelum usia 1 tahun massa ini dapat berganti menjadi jaringan ikat
sehingga otot semakin memendek , keterbatasan gerakan leher permanen. Kondisi ini
mengakibatkan posisi kepala selalu miring ke satu sisi, dan jika dibiarkan anak bertumbuh
dengan kondisi ini akan menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang tengkorak dan wajah,
kepala dan wajah menjadi asimetris, datar pada sisi otot yang memendek dan mengakibatkan
kelainan yang disebut plagiocephaly, kepala dan wajah menjadi miring pada satu sisi.

Datar pada satu sisi dan menonjol pada sisi lainnya. Artinya bila lebih dari usia 1 tahun hal ini
tidak terkoreksi maka wajah yang tidak asimetris akan menetap.

Sisi kanan terlibat pada 75% kasus artinya anak menahan posisi kepala terangkat ke kanan,
sedangkan wajah dan dagu berotasi ke kiri ( MacDonald D, 1969).

Bagaimana mengobati Tortikolis ?:

Setelah melakukan pemeriksaan fisik dan radiologis untuk menyingkirkan kemungkinan adanya
masalah pada daerah leher dan panggul, dokter akan dapat menentukan penyebab dari
tortikolis. Pada awalnya terapi utama yang dilakukan adalah latihan peregangan secara halus
dan lembut pada otot yang mengalami pemendekan 15-20 kali, 4-6 kali per-hari.
Pada tortikolis kanan, kepala terangkat ke kanan, wajah terputar ke kiri. Peregangan dilakukan
dengan mengangkat wajah ke kiri ( telinga kiri mendekati bahu dan putar wajah ke kanan – dagu
ke arah bahu kanan ).

Pada tortikolis kiri, kepala terangkat ke kiri dan wajah terputar ke kanan. Stretching dilakukan
dengan dengan mengangkat kepala ke kanan ( telinga kanan mendekati bahu dan putar wajah
ke kiri – dagu ke arah bahu kiri ).

Dibutuhkan bantuan orang lain untuk stabilisasi bahu saat melakukan peregangan. Latihan harus
konsisten dan dilakukan sampai usia 1 tahun
Sumber info

http://ppnitapinrantau.blogspot.com/2012/03/torticolis.html