Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Ketidakstabilan dan melemahnya kurs rupiah menjadi faktor pendorong para


investor untuk mengeluarkan portofolio dari Indonesia. Dengan melemahnya
rupiah menyebabkan turunnya permintaan saham pada investor. Pengukuran
fluktuasi harga saham atau portofolio menggunakan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG). Kurs dan IHSG merupakan variabel ekonomi makro yang
sensitif terkena dampak shock dan dibutuhkan restriksi dari model struktural
ekonomi makro. Berdasarkan hal tersebut, maka model Structural Vector
Autoregressive (SVAR) digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis dampak shock nilai kurs terhadap IHSG melalui uraian Structural
Impulse Response Function dan Variance Structural Decomposition berdasarkan
pada restriksi pada pemodelan SVAR. SVAR disebut juga dengan VAR yang
teoretis yang digunakan untuk menanggapi kritik pada model VAR dimana
diperlukan introduksi restriksi pada model ekonomi. Dengan menggunakan data
harian kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan IHSG dari bulan Januari
2013 sampai Desember 2016 diperoleh model VAR yang stabil dan memenuhi
asumsi white noise residual sebagai dasar dalam pemodelan SVAR serta memiliki
restriksi jangka pendek. Respon dari IHSG terhadap dampak shock kurs rupiah
adalah cenderung mengalami kenaikan, sedangkan respon IHSG terhadap shock
IHSG sendiri adalah mengalami fluktuasi namun cenderung mengalami
penurunan. Pola proporsi pengaruh shock kurs pada IHSG adalah semakin naik
pada periode waktunya, sedangkan pengaruh shock IHSG sendiri semakin turun
pada setiap periode waktunya.

Kata kunci: kurs, IHSG, SVAR, Structural Impulse Response Function, Variance
Structural Decomposition