Anda di halaman 1dari 1

BAB III

PEMBAHASAN

Pada pasien ini ditegakkan diagnosis asma bronkial dengan derajat


persisten sedang karena adanya keluhan sesak napas yang dipicu oleh adanya
perubahan cuaca. Sesak napas dirasakan setiap hari serta dirasakan pula saat malam.
Sesak mengganggu aktivitas dan tidur pasien. Pasien merasa paling nyaman dalam
posisi duduk. Hal ini sesuai dengan kriteria klasifikasi derajat asma persisten sedang
berdasarkan gambaran klinis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya ekspirasi
memanjang dan whezing pada kedua lapangan paru. Sementara pada pemeriksaan
penunjang rontgen thoraks didapatkan corakan lapangan paru yang normal.
Asma bronkial dicirikan sebagai suatu penyakit kesulitan bernapas, batuk,
dada sesak dan adanya wheezing episodik. Gejala asma dapat terjadi secara spontan
ataupun diperberat dengan pemicu yang berbeda antar pasien. Frekuensi asma
mungkin memburuk di malam hari oleh karena tonus bronkomotor dan reaktifitas
bronkus mencapai titik terendah antara jam 3-4 pagi, meningkatkan gejala
bronkokontriksi.
Terapi pengobatan asma meliputi beberapa hal diantaranya yaitu menjaga
saturasi oksigen arteri tetap adekuat dengan oksigenasi, membebaskan obstruksi jalan
napas dengan pemberian bronkodilator inhalasi kerja cepat (2-agonis dan
antikolinergik) dan mengurangi inflamasi saluran napas serta mencegah kekambuhan
dengan pemberian kortikosteroid sistemik yang lebih awal.