Anda di halaman 1dari 3

Term of Reference (ToR)

KEGIATAN FGD (Focus Group Discussion) DESA

BADAN USAHA MILIK DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT


(Pemetaan Potensi Usaha dan Analisis Kelayakan Produk Desa)

“Program Peningkatan Kualitas Pembangunan danPemberdayaan di Tingkat Desa


dengan Menyiapkan Ketersedian Data Kualitatif dan Kuantitatif
Secara Partisipatif, Transparan dan Akuntabel”

LatarBelakang
Desa merupakan unit terkecil dari negara yang terdekat dengan masyarakat dan secara
riil langsung menyentuh kebutuhan masyarakat untuk disejahterakan. Menurut Undang-Undang
Desa (UU Nomor 6 Tahun 2014) Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas
wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak
tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). Sebagai wakil negara, desa wajib melakukan pembangunan baik
pembangunan fisik maupun pembanguan sumber daya manusia, sebagai upaya peningkatan
kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.
Selama ini desa pertumbuhan ekonomi desa seringkali dianggap lambat bahkan berada
pada posisi stagnan. Hal tersebut diakibatkan oleh sumber daya manusia yang kurang tanggap
terhadap potensi yang dimiliki oleh desa baik potensi alam maupun potensi manusia itu sendiri.
Kota dengan faktor yang begitu kuat membuat masyarakat desa lebih memilih untuk beraktifitas
di kota dibadingkan di desa, sehingga hampir semua aktivitas yang sifatnya vital berlangsung di
kota. Akibat dari itu pertumbuhan ekonomi desa menjadi lambat.
Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa diperlukan sebuah gerakan yang
berbasis pada kewiraushaan desa. Strategi ini haruslah didukung penuh oleh pemerintah desa,
dukungan tersebut bisa berupa pelatihan dan bantuan permodalan. Salah satu bentuk
kewirausahaan yang dikembangkan oleh desa adalah pembentukan Badan Usaha Milik Desa
seperti yang termaktub pada pasal 87 Bab. X UU. No. 6 Tentang Desa. BUMDesa adalah
badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan
langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa
pelayanan, dan usaha lain untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa (UU Nomor
32 Tahun 2004).
Pendirian BUM Desa yang baik hendaknya memperhatikan regulasi yang ada, mulai dari
proses pendirian sampai pada proses pengelolaan. Salah satu aspek penting dari pengelolaan
BUM Desa adalah pemetaan potensi usaha dan kemampuan untuk melakukan analasis
kelayakan usaha. Diharapkan melalui pemetaan potensi usaha BUMDesa yang didirikan dapat
memanfaatkan potensi lokal desa baik dari sumber daya alam dan sumber daya manusianya
melalui pemetaan potensi desa yang partisipatif. Selain dari itu, keberlanjutan usaha BUM Desa
juga tidak terlapas dari analisis kelayakan usaha yang baik. BUM Desa yang baik adalah usaha
desa yang berbasis pada potensi lokal dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai langkah awal maka akan diadakan FGD tingkat Desa Mattirowalie dengan tema:
BADAN USAHA MILIK DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT(Pemetaan
Potensi Usaha dan Analisis Kelayakan Produk Desa).

TujuanKegiatanadalahsebagaiberikut:
Kegiatan Diskusi Kampungini bertujuan
 Mengidentifikasi potensi usaha desa
 Memetakan potensi usaha desa
 Menganalisis kelayakan usaha desa
 Menjadi masukan bagi desa terkait pendirian/pengelolaan BUMDES
 Melengkapi data Sistem Informasi Desa (website desa)

Hasil Yang Diharapkan


Dari kegiatan Forum Lintas Desa ini diharapkan :
 Teridentifikasinya potensi usaha desa
 Terpetakannya potensi usaha desa
 Peserta mampu menganalisis kelayakan usaha desa
 Didirikannya BUMDes di Mattirowalie
 Adanya data dan informasi yang dapat ter-input dalam Sistem Informasi Desa (website
desa) secara partisipatif, transparan dan akuntabel dibidang pertanian
Waktu Dan TempatPelaksanaan
Kegiatan ini dijadwalkan:
Hari / Tanggal : Jumat / 17Maret 2017
Waktu : 14.00 Wita-selesai
Tempat : Base Camp Pusat Studi Rakyat (PSR) Mattirowalie
Jln. Bendungan Kalola, Dusun Callaccu,
Desa Mattirowalie Kec. Maniangpajo

PesertaKegiatan
Adapun jumlah peserta pada kegiatan ini sebanyak 25 orang dengan melibatkan unsur sebagai
berikut:
1. Pemerintah Desa Mattirowalie : 2Orang
2. BPD Desa Mattirowalie : 2 Orang
3. Pengurus PKK Desa Mattirowalie : 2 Orang
4. Tokoh Pemuda Desa Mattirowalie : 2 Orang
5. Tokoh Perempuan Desa Mattirowalie : 2 Orang
6. Pelaku Usaha Desa Mattirowalie : 6 Orang
7. Kelompok Tani Desa Mattirowalie : 4 Orang
8. Masyarakat Umum Desa Mattirowalie : 5 Orang

PelaksanaKegiatan
Kegiatan inidilaksanakanoleh Forum InformasiKomunikasiOrganisasi Non Pemerintah (FIK
ORNOP Sulsel) bekerjasamadengan Wadjo Institute, Yayasan Masegana Center
dandidukungoleh HIVOS – MAVCyang akan difasilitasi oleh 1 orang fasilitator dan kegiatan
teknis akan dibantu 3 orang panitia.

Penutup
Demikianlah Term of Reference inidibuat sebagai panduan bersama untuk pelaksanaan
kegiatan.