Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM EKOLOGI

Hana Widya Sari

4401416025

Pendidikan Biologi Rombel 2

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2018
A. Judul
Pengenalan Alat-alat Laboratorium Ekologi

B. Hari/ Tanggal Praktikum


Kamis, 15 Maret 2018

C. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk:
1. Mengenal alat-alat yang digunakan dalam praktikum ekologi
2. Mengetahui cara kerja setiap alat yang akan di gunakan selama praktikum

D. Latar Belakang

Inti permasalahan ekologi merupakan hubungan mahluk hidup, khususnya manusia


dengan lingkungan hidupnya.Ilmu tentang hubungan timbal balik antara mahluk hidup
dengan lingkungan disebut ekologi. Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh
Enerst Haeckel, seorangahli biologi bangsa Jerman.Ekologi berasal dari bahasa Yunani
yaitu Oikosyang berarti rumah dan logos yang berarti ilmu/telaah.Oleh karena itu
ekologiberarti ilmu tentang rumah (tempat tinggal) makhluk hidup.Dengan
demikianekologi biasanya diartinya sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbalbalik
antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Berdasarkan arti harfiah dari asal katanya ekologi dan ekonomi sama. Ekologi (Oikos
dan logos) sedang ekonomi (Oikos dan nomos) sehingga kedua ilmu itu banyak
persamaannya. Namun dalam ekologi, mata uang yang dipakai dalam transaksi bukan
rupiah atau dolar, melainkan materi, energi, dan informasi. Arus materi, energi, dan
informasi dalam suatu komunitas atau beberapa komunitas mendapat perhatian utama
dalam ekologi, seperti uang dalam ekonomi.Oleh karena itu transaksi dalam ekologi
berbentuk materi, energi,dan informasi.

Dalam kegiatan praktek lapangan tentu membutuhkan alat-alat yang menunjang


kegiatan praktek lapangan. Peralatan yang digunakan ada berbagai macam dan dengan
fungsi yang masing-masing. Secara umum, peralatan ini terbagi dalam dua kelompok
besar yaitu Peralatan Ekologi Darat dan Peralatan Ekologi Perairan. Peralatan ini
merupakan alat yang akan digunakan selama kegiatan praktikum, sehingga akan lebih
memudahkan kegiatan praktikum apabila telah kegiatan pengenalan peralatan praktikum
ini diharapkan dapat mengenal dan mengetahui fungsi dan cara kerjanya. Hal ini selain
memudahkan dalam kegiatan praktikum, kegiatan ini juga akan membuat praktikum yang
diadakan akan berjalan lebih efektif dan efisien.

E. Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
1. Alat: Buku, alat tulis, dan kamera
2. Bahan: Alat-alat dalam laboratorium ekologi
F. Cara Kerja
1. Mengamati alat-alat yang disediakan
2. Mendokumentasi setiap alat yang diamati
3. Mendengarkan dan mencatat penjelasan mengenai alat-alat tersebut yang disampaikan
oleh asisten

G. Hasil dan Pembahasan


1. Alat-alat ekologi darat
No Nama Alat dan Gambar Satuan Fungsi Cara Kerja
1 Altibarometer Mdpl dan Menunjukkan Penggunaannya
hpa ketinggian harus dikalibrasi
dan tekanan terlebih dahulu di
udara daerah 0 mdpl (garis
pantai) seletah itu
baru bisa digunakan
di tempat yang
digunakan

2 Meteran Cm Mengukur Kaitkan ujung


panjang meteran kemudian
maupun lebar, tarik meteran, ujung
baik tanah
meteran bisa
maupun area
luas lainnya dikaitkan atau
dipegang

3 Lux meter/ Light meter Lux Menghitung


Atur skala terlebih
intensitas
dahulu lalu arahkan
cahaya sensor ditempat
terang, sensor cukup
dimiringkan atau
dihadapkan ke
bawah, sedangkan
ditempat yang teduh
bisa dihadapkan ke
atas
4 Soil tester Keasaman: Mengukur pH Ketika DM-15
pH dan dimasukkan dalam
Kelembapan: kelembapan tanah dengan tombol
% tanah putih di sisi itu
meninggalkan un-
depresi, ia bekerja
sebagai keasaman
(pH) meteran. Ketika
tombol putih
tertekan setelah telah
dimasukkan dalam
tanah, ia bekerja
sebagai kelembaban
meter

5 Anemometer Km/jarak, Mengukur Nyalakan alatnya,


Knots kecepatan perhatikan tanda
angin kuning pada sensor.
Hadapkan tanda
kuning tersebut
menghadap pada
arah angin. Lihat
pada layar monitor
maka akan terlihat
berapa kecepatan
angin tersebut.

6 GPS - Menitik lokasi Cara penggunaan


alat yaitu
menyalakan GPS
dengan menekan
tombol on kemudian
menekan tombol
page. Lalu kita
menunggu sebentar
karena GPS sedang
terhubung dengan
satelit. Jika sudah
terhubung, akan
muncul tanda panah
yang menunjukkan
kedudukan
pemegang GPS pada
bagian position di
layar GPS.
7 Kompas - Menunjukkan Membuka
arah mata penutupnya lalu jika
angin mencari arah mata
angin maka melihat
jarum pada kompas.
Yang berwarna
merah menunjukkan
arah utara,
sedangkan jarum
berwarna hitam
menunjukkan arah
selatan.

8 Higrometer Celcius dan Mengukur  Meletakkan


Fahrenheit kelembapan, 5hermomete pada
serta tempat yang ingin
temperature/ di ukur
suhu kelembaban dan
suhu udaranya.
 Tunggulah tiga
sampai lima
menit
 Mengamati skala
yang ada pada
5hermomete
digital.
9 Termometer Celcius (⁰C) Mengetahui/  Meletakkan atau
mengukur menggantungkan
suhu 5hermometer di
tempat yang akan
di ukur suhu dan
temperaturnya.
 Tunggulah tiga
sampai lima
menit.
 Mengamati skala
yang ada pada
thermometer
10 Point Frame Frekuensi - Mengukur Dengan bantuan
(PFF) dominasi, kawat yang
frekuensi, dimasukan melalui
biasanya
lobang tersebut
digunakan
untuk ekologi kearah bawah, maka
tumbuhan pada suatu ketika
(herba) akan menyentuh
tumbuhan yang ada.
Dalam hal ini kita
hanya mencatat
tumbuhan yang
pertama tersentuh
saja, sedangkan
tumbuhan yang
dibawahnya kalau
ada tidak termasuk
hitungan

2. Alat-alat ekologi perairan


No Nama Alat dan Gambar Satuan Fungsi Cara Kerja
1 Eckman grab - Mengambil  Buka katup bawah
sampel/ ekman grab, lalu
bentos kaitkan kawat katup
dipermukaan pada tuas yang ada
bawah di bagian atas grab.
 Pastikan katup
terbuka dengan
kawat yang
terpasang dengan
tepat.
 Masukkan grab
perlahan dalam air
sampai di dasar
perairan yang akan
di ambil sampelnya.
 Lalu lepaskan
mesengger –nya, dan
katup grab akan
tertutup.
 Angkat grab ke
permukaan secara
perlahan.
 Keluarkan sedimen
melalui katup atas,
bukan bawah.
2 Setchi disk Cm Mengukur Masukkan alat ini ke air
sampai sampai alat ini tidak
sedalam mana dapat terlihat, ukur
cahaya masuk
panjang tali yang
ke perairan,
mengukur tercelup. Tarik pelan-
kejernihan pelan sampai terllihat
dan kembali dan ukur
kekeruhan air talinya lagi. Hasil dua
kali ukuran tali itu lalu
dibagi dua

3 Water sampler Mengambil Tenggelamkan alat ini


sampel air lalu setelah berada pada
kedalaman yang
diinginkan buka tutup
water sampler dan
biarkan air masuk
hingga memenuhi
tabung lalu tutup dan
angkat ke permukaan

4 Salinometer 0/00 mengukur Salinometer dicelupkan


(permil) salinitas ke air yang akan diukur
dengan cara salinitasnya dengan
posisi gelembung merah
mengukur
di bawah dan biarkan
kepadatan hingga tenang, lalu catat
dari air yang angkanya. Salinometer
akan dihitung bekerja berdasarkan
salinitasnya daya hantar listrik,
semakin besar salinitas
semakin besar pula daya
hantar listriknya

5 Refraktometer 0/00 mengukur Meneteskan air yang


(permil) salinitas akan diukur kadar
dengan indeks garamnya pada sensor
bias refractometer, tutup dan
tunggu hingga air itu
menyebar, perhatikan
indeks biasnya di ujung
lain refractometer. Alat
ini memanfaatkan
indeks bias cahaya
untuk mengetahui
tingkat salinitas air,
karena memanfaatkan
cahaya maka alat ini
harus dipakai ditempat
yang mendapatkan
banyak cahaya atau
lebih baik kalau
digunakan dibawah
sinar matahari jadi
sehabis kita mengambil
sampel air laut kita
langsung
menghitungnya dengan
alat ini
6 Refraktometer Brix Mengukur Meneteskan air yang
kadar gula akan diukur kadar
gulanya pada sensor
refraktometer, tutup dan
tunggu hingga air itu
menyebar, perhatikan
indeks biasnya di ujung
lain refraktometer. Alat
ini memanfaatkan
indeks bias cahaya,
karena memanfaatkan
cahaya maka alat ini
harus dipakai ditempat
yang mendapatkan
banyak cahaya atau
lebih baik kalau
digunakan dibawah
sinar matahari jadi
sehabis kita mengambil
sampel air kita langsung
menghitungnya dengan
alat ini
7 Jala surber - Mengambil Tenggelamkan jala ini
sampel di air di sungai dangan posisi
mengalir melawan arus air lalu
tanah dibagian dasar
sungai di obok-obok
hingga keruh lalu
tunggu beberapa saat

8 Plankton net - Menangkap Masukkan alat ini di air


plankton atau tunggu beberapa saat
sejenisnya lalu angkat
9 Jaring ikan - Menangkap Masukkan jarring ke
ikan atau dalam kolam dan
sejenisnya arahkan dimana ikan itu
dalam berada, kemudian
perairan angkat

10 Tes BOD mg/L Mengukur  Mengambil sampel air


atau kadar oksigen yang akan diuji
ppm (O2) sebanyak 100 ml
 Tambahkan 0,25 ml
larutan MnSO4
 Tambahkan 0,25 ml
larutan KOH KI
 Tunggu 1 menit, amati
adanya endapan
 Tambahkan 0,5 ml
H2SO4 pekat. Tunggu
endapan memudar,
homogenkan
 Ambil larutan sebanyak
5 ml, pindahkan ke
wadah lain.
 Tetesi larutan amilum
2% (larutan amilum
harus baru), Amati
perubahan warna
menjadi biru
kehitaman.
 Titrasi menggunakan
Na2S2O3
 Kadar BOD = ml titran x
10.

11 Tes COD mg/L Mengukur  Mengambil sampel air


atau kadar karbon yang akan diuji
ppm dioksida sebanyak 5 ml
(CO2)  Tambahkan reagen PP
sebanyak 0,05 ml.
Amati perubahan
warna pada larutan.
Apabila warna larutan
tetap maka COD=0,
sedangkan apabila
warna berubah
menjadi pink lanjutkan
ke proses selanjutnya
 Titrasi menggunakan
H2SO4 pekat sampai
larutan jernih kembali.
 Kadar COD = ml titran
x 100.

H. Kesimpulan
Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat ekologi dapat
dibedakan menjadi dua tempat yaitu darat dan air. Untuk alat ekologi darat meliputi:
Altibarometer, meteran, lux meter/ light meter, soil tester, anemometer, GPS, kompas,
hogrometer, thermometer, point frame frekuensi (PFF). Sedangkan untuk alat ekologi air
meliputi : Eckmen grab, setchi disk, water sampler, salinometer, refraktometer (kadar
garam), refraktometer (kadar gula), jala surber, plankton net, jarring ikan, tes COD dan
BOD.

I. Daftar Pustaka
Paskalis, R. 2002. Pembelajaran Ekologi. Jurnal Pendidikan Penabur, 1 (1): 125 - 132