Anda di halaman 1dari 8

2.4.

JEMBATAN

2.4.1.Analisis jembatan

Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route transfortasi


melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Jembatan adalah
suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang
terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai saluran
irigasi dan pembuang .Dalam proses pelaksanaan study kelayakan dalam tahap
menentukan keriteria pekrjaan yang terkait dengan akses jalan tentunya juga
membutuhkan konstruksi lain seperti jembatan dan Pelengkap Lainya. Hal ini menjadi
prioritas utama yang akan dibahas pada tahap analisis jembatan.

Bangunan atas jembatan memikul beban lalulintas kendaraan yang bergerak


diatasnya. Beban tersebut disalurkan ke kepala jembatan yang harus didukung pula oleh
pondasi, untuk menentukan Jenis Pondasi tentunya didukung dengan Analisa Aspek
Tanah agar pemilihan Jenis Pondasi jadi lebih tepat. Dalam kasus tertentu dengan
bentang yang panjang dibutuhkan pilar yang mendukung beban yang terletak diantara
ujung / kepala jembatan.

Srtuktur jembatan terdiri dari struktur atas, struktur bawah dan pondasi. Didalam
pemilihan tipe maupun ukuran jembatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa aspek
antara lain :

1. Aspek lalu lintas


2. Aspek geometri
3. Aspek hidrologi
4. Aspek perkerasan
5. Aspek tanah
6. Aspek kosntruksi

Untuk mendapatkan Jembatan yang memiliki Kekuatan (Keawetan) serta Stabilitas


struktural tentunya perencanaan suatu konstruksi jembatan harus melalui beberapa tahap
survey langsung di lapangan, salah satunya adalah survey jenis serta sifat tanah dilokasi
rencana pembangunan konstruksi jembatan tersebut,

STUDY KELAYAKAN JALAN AKSES BANDARA TAMPA PADANG


2.4.2. Dasar Perencanaan Jembatan

Pada kesempatan kali ini akan di Bahas 2 Aspek yang mempengaruhi pemilihan tipe
dan ukuran jembatan.

 ASPEK TANAH
 ASPEK KONSTRUKSI

2.4.2.1. Aspek Tanah

Segala sesuatu yang dibangun diatas tanah, harus kita pelajari terlebih dahulu dan
sifat tanah di lokasi pembagunan agar kita mengenali tanah di tempat pelaksanaan
pembangunan, selanjutnya baru kita ketahui berapa cost yang akan di keluarkan untuk
projek jembatan tersebut serta bagaimana cara untk meminimalisirnya, Untuk
pembangun sebuah jembatan tentunya tanah harus di Sondir terlebih dahulu guna
mengetahui berapa meter kedalaman pondasi sampai mendapatkan tanah keras agar
abutment (konstruksi jembatan) tidak terjadi penurunan. Sebelum merencanakan suatu
konstruksi bangunan kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis dan sifat setiap lapisan
tanah, untuk mensurvey hal tersebut kita harus melaksanakan tes uji tanah (soil
investigation) yang disebut dengan Dutch Cone Penetration Test (Sondir)”

Dalam dunia Teknik Sipil, Penyelidikan tanah bertujuan untuk memperoleh data-data
tanah yang diperlukan untuk perencanaan pondasi. Pondasi merupakan bangunan yang
berada didalam tanah sering disebut sub structure, sehingga penyelidikan tanah sangat
penting dilakukan, tujuan lainnya dari penyelidikan tanah adalah untuk menentukan
kapasitas daya dukung tanah, menentukan tipe dan kedalaman pondasi, mengetahui
kedalaman muka air tanah, memprediksi besarnya penurunan yang terjadi, dan lain
sebagainya. Dan tentunya itu semua tergantung pada konstruksi yang akan dibangun
pada tanah tersebut.

Pertimbangan yang dilakukan dalam perhitungan merancang pondasi ditinjau berdasarkan


jenis tanah, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel. Brikut sebagai menentikan Jenis Konstrusksi Jembatan sesuai daya dukung tanah
masing-masing.

STUDY KELAYAKAN JALAN AKSES BANDARA TAMPA PADANG


Jenis
NO Kategori Tanah Penjelasan
Konstruksi
1 Tanah Pasir Jembatan/Box perletakan pondasi diatas tanah
Culvert pasir adalah kekhawatiran
penurunan permukaan tanah yang
tidak seragam. Untuk itu perlu
dilakukan berbagai test atau
pengujian tanah seperti Uji Soil
Penetration Test (SPT), Uji
Kerucut Statis dan Uji Beban
Pelat.
2 Tanah Lempung Jembatan tanah lempung agak sulit
dilakukan pengerjaan pondasi
karena jenis tanah ini menyatu
dengan air hingga tanah dengan
mudah menjadi jenuh air. Pada
tanah jenis ini disarankan
menggunakan pondasi yang
dalam, sehingga tanah tidak
mudah terpengaruhi dengan iklim
dan kondisi lingkungan sekitar.
3 Tanah Lanau Jembatan Tanah lanau merupakan jenis
tanah yang terdapat peralihan
antara pasir dan lempung. Dalam
kondisi alam, tanah jenis lanau
ditemukan dalam kondisi longgar
dan kurang padat. Sehingga jika
dijadikan sebagai tempat
perletakan pondasi, maka akan
terjadi penurunan yang besar.
4 Tanah Keras Jembatan/Box (lapisan tanah yang dianggap baik
Culvert/Gorong- mendukung beban) terletak tidak
Gorong jauh (dangkal). Dalam
perencanaan jembatan pada

STUDY KELAYAKAN JALAN AKSES BANDARA TAMPA PADANG


sungai yang masih aktif, pondasi
yang kurang dalam tidak
dianjurkan mengingat untuk
menjaga kemungkinan terjadinya
pergeseran akibat debit atau erosi
tanah pada permukaan air
tergerus.

2.4.2.2. Aspek Konstruksi

Aspek konstruksi berkaitan dengan pemilihan jenis struktur yang akan digunakan
yang didasarkan pada beban yang bekerja, jenis dan kondisi tanah dan sebagainya.

1. Pemilihan Tipe Konstruksi Bawah (Pondasi )Jembatan

Semua konstruksi yang direkayasa untuk bertumpu di atas atau di bawah


permukaan tanah arus didukung oleh suatu pondasi yang dapat memikul beban
bangunan itu. Pondasi adalah bagian dari suatu sistem rekayasa yang meneruskan
beban yang ditopangnya dan beratnya sendiri kepada dan ke dalam tanah dan
batuan yang terletak di bawahnya. Pondasi berguna untuk meneruskan beban-beban
kolom , beban lateral yang bekerja kepada tanah. Tanah mempunyai peranan yang
penting pada suatu lokasi pekerjaan konstruksi ; tanah harus mampu memikul beban
dari setiap konstruksi teknik yang diletakkan di atasnya tanpa kegagalan geser (shear
failure) dan dengan penurunan yang dapat ditolerir untuk konstruksi tersebut ; tanah
adalah pondasi pendukung suatu bangunan atau konstruksi rekayasa. Jika tanah
cukup keras dan mampu memikul beban maka pondasi dapat langsung dibangun di
atas tanah itu tetapi bila tidak maka diperlukan tiang pancang atau kaison untuk
meneruskan gaya-gaya tersebut ke lapisan tanah yang mampu memikul gaya itu
sepenuhnya , selain itu dapat juga dilakukan perbaikan permukaan tanah.

Alternatif tipe pondasi yang dapat digunakan untuk perencanaan jembatan


berdasarkan struktur tanah antara lain :

A. Pondasi Telapak/Langsung
Pondasi telapak digunakan jika lapisan tanah keras (lapisan tanah yang dianggap
baik mendukung beban) terletak tidak jauh (dangkal). Dalam perencanaan
jembatan pada sungai yang masih aktif, pondasi telapak tidak dianjurkan
STUDY KELAYAKAN JALAN AKSES BANDARA TAMPA PADANG
mengingat untuk menjaga kemungkinan terjadinya pergeseran akibat gerusan.
Pondasi jenis ini cocok untuk jenis tanah sedang hingga keras. Bahannya dari
pasangan batu kali atau beton bertulang.
B. Pondasi Cerucuk ( Pondasi Pancang Sederhana)
Pondasi cerucuk adalah salah satu jenis pondasi yang biasanya diaplikasikan
didaerah dengan kondisi tanah kurang stabil dimana umumnya dengan jenis
tanah lumpur ataupun tanah gambut dengan elevasi muka air yang cukup tinggi.
C. Pondasi Sumuran
Pondasi sumuran digunakan untuk kedalaman tanah keras antara 2-5 m. pondasi
sumuran dibuat dengan cara menggali tanah berbentuk lingkaran berdiameter >
80 cm. Penggalian secara manual dan mudah dilaksanakan. Kemudian lubang
galian diisi dengan beton siklop (1pc : 2 ps : 3 kr) atau beton bertulang jika
dianggap perlu dan jika konstruksinya untuk muatan ringan dapat digabungkan
dengan konstruksi beton bertulang dan konstruksi beton 40% batu kali. Pada
ujung pondasi sumuran dipasang poer untuk menerima dan meneruskan beban
ke pondasi secara merata.
D. Pondasi Bored File
Pondasi bored pile merupakan jenis pondasi tiang yang dicor di tempat, yang
sebelumnya dilakukan pengeboran dan penggalian. Sangat cocok digunakan pada
tempat-tempat yang padat oleh bangunan-bangunan, karena tidak terlalu bising
dan getarannnya tidak menimbulkan dampak negative terhadap bangunan di
sekelilingnya.
E. Pondasi Tiang Pancang
Pondasi tiang pancang umumnya digunakan jika lapisan tanah keras/lapisan
pendukung beban berada jauh dari dasar sungai dan kedalamannya > 8,00 m.
Perencanaan pondasi ditinjau terhadap pembebanan vertikal dan lateral, dimana
berdasarkan data tanah diketahui bahwa lapisan tanah keras berada pada lapisan
dalam. Pondasi dalam (bored pile dan tiang pancang) digunakan bila lapisan
tanah dasar pondasi yang mampu mendukung beban yang dilimpahkan terletak
cukup dalam. Sesuai dengan data kondisi tanah yang ada berdasarkan hasil
sondir dan boring, lapisan keras > 20 meter dari permukaan tanah dan
kedalaman penggerusan hasil perhitungan pada analisa hidrologi adalah > 10
meter serta tingkat kesukaran dalam pelaksanaan, maka rencana pondasi yang
paling tepat untuk kondisi tanah tersebut adalah pondasi tiang pancang

STUDY KELAYAKAN JALAN AKSES BANDARA TAMPA PADANG


2. Pemilihan Tipe Konstruksi Bangunan Atas

Dalam merencanakan bangunan atas jembatan dengan bentang ≥8 meter


ada beberapa tipe konstruksi yang dapat digunakan sebagai alternatif pilihan sesuai
dari tinjauan masing – masing aspek. Struktur atas secara umum terdiri dari :

a. Gelagar induk atau memanjang merupakan komponen jembatan yang letaknya


melintang arah jembatan atau tegak lurus arah aliran sungai.
b. Gelagar melintang merupakan komponen jembatan yang letaknya melintang
arah jembatan.
c. Lantai jembatan berfungsi sebagai penahan lapisan perkerasan yang menahan
beban langsung lalu lintas yang melewati jembatan itu.
d. Perletakan adalah penumpu abutment yang berfungsi menyalurkan semua
beban jembatan ke abutment menerus ke pondasi.
e. Pelat injak berfungsi menghubungkan jalan dan jembatan sehingga tidak terjadi
perubahan ketinggian yang terlalu mencolok pada keduanya.

3. Pemilihan Konstruksi Bawah

a. Abutmen/Pankal Jembatan
Struktur abutment merupakan struktur bawah jembatan yang terletak pangkal
jembatan dan berfungsi sebagai pondasi dangkal. Apabila daya dukung tanah
yang terdapat di bawah abutment tidak memenuhi maka daya dukungnya harus
ditambah dengan pondasi dalam (pondasi sumuran, pondasi caisson). Adapun
jenis pondasi yang digunakan adalah tergantung dari jenis tanah yang ada di
bawah struktur tersebut
Abutment/pangkal jembatan dapat diasumsikan sebagai dinding penahan tanah,
yang berfungsi menyalurkan gaya vertikal dan horizontal dari bangunan atas ke
pondasi dengan fungsi tambahan untuk mengadakan peralihan tumpuan dari
oprit ke bangunan atas jembatan.
b. Pangkal Tembok Penahan
Timbunan jalan tertahan dalam batas-batas pangkal dengan tembok penahan
yang didukung oleh pondasi.
c. Pangkal Kolom Spill-Trought
Timbunan diijinkan berada dan melalui portal pangkal yang sepenuhnya
tertanam dalam timbunan. Portal dapat terdiri dari balok kepala dan tembok
STUDY KELAYAKAN JALAN AKSES BANDARA TAMPA PADANG
kepala yang didukung oleh rangkaian kolom-kolom pada pondasi atau secara
sederhana terdiri dari balok kepala yang didukung langsung oleh tiang-tiang
d. Pangkal Tanah Bertulang
Ini adalah sistem paten yang memperkuat timbunan agar menjadi bagian
pangkal.
4. Struktur Pelengkap

Sarana pelengkap sangat berguna untuk menunjang bangunan pokok agar


dapat berfungsi dengan baik. Sedangkan bangunan pelengkap tersebut sebagai
berikut :

a. Railling,
Railling jembatan berfungsi sebagai pagar pengaman bagi para pemakai jalan.
b. Saluran Drainase
Saluran ini untuk mengalirkan air dari lapisan perkerasan jalan ke luar jembatan.
c. Oprit
Merupakan jalan pelengkap untuk masuk ke jembatan dengan kondisi
disesuaikan agar mampu memberikan keamanan saat peralihan dari ruas jalan
menuju jembatan
d. Trotoar
Trotoar ini berfungsi sebagai tempat berjalan bagi para pejalan kaki yang
melewati jembatan agar tidak terganggu lalu lintas kendaraan.

STUDY KELAYAKAN JALAN AKSES BANDARA TAMPA PADANG


2.5. KESIMPULAN DAN SARAN

1. Sesuai dengan penelitian yang telah dilaksanakan dilokasi kegiatan Study Kelayakan
jalan akses bandara tampa padang di simpulkan bahwa jenis tanah yang ada pada
lokasi pembangunan jembatan jalan akses bandara tampa padang termasuk kategori
tanah lanau dimana tanah tersebut memiliki daya dukung tanah yang ada di
permukaan tanah tergolong kurang padat dan berpasir dalam hal ini tdk keras
sehingga memungkinkan untuk menetukan jenis konstruksi jembatan dengan pondasi
tiang pancang dan mengingat daya dukung tanah di permukaan tanah masih kurang.
2. Dalam merencanakan suatu konstruksi Bangunan (Jalan, Jembatan dan Gedung)
harus terlebih dahulu dilakukan pengecekan terhadap Aspek Tanah dengan cara
Sondir, Soil Penetration Test atau c. Untuk Lokasi Jalan Akses Bandara Tampa
Padang dapat Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Dinas Pekerjaan
Umum.
3. Pemilihan Jenis Pondasi yang akan dipakai tentunya sangat berpengaruh terhadap
Hasil Pengecekan terhadap Aspek Tanah serta Biaya (Cost).

Gambar, 2.1 Box Culvert Gambar, 2.2 Corrugated Steel Pipe


(Gorong-gorong)

4. Untuk jembatan dibawah bentang 4 meter disarankan dapat menggunakan konstruksi


Box Culvert, tentunya dengan sayap konstruksi batu kali atau beton, agar Pekerjaan
Cepat dan Biaya Cost Lebih Murah dan dipastikan lebih kuat dan tahan lama, dan
dengan konstruksi bisa Corrugated Steel Pipe dan tentunya tukang lokal dapat
mengerjakannya. Box Culvert & Corrugated Steel Pipe dapat dipesan di beberapa
Perusahaan Company Fasilities seperti PT. WIKA,dan lain-lain.

STUDY KELAYAKAN JALAN AKSES BANDARA TAMPA PADANG