Anda di halaman 1dari 3

F.5.

Usaha Kesehatan Masyarakat


Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan Tidak Menular
Puskesmas Katobu, Kab. Muna
Juli 2017 – November 2017

Penyuluhan
Penyakit Menular dan Penatalaksanaan sederhana
Pada kegiatan refresing Guru UKS SMA Negeri 2 Raha

dr. Kaharudin
Latar Belakang Depkes RI (2006), Usaha Kesehatan Sekolah adalah wahana
belajar mengajar untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat, sehingga
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik yang
harmonis dan optimal, agar menjadi sumber daya manusia yang
berkualitas.
Menurut Notoatmojo (2007), pendidikan kesehatan dapat
menghasilkan perubahan atau peningkatan dan akan berpengaruh pada
sikap dan perilaku. Perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku
kesehatan dapat meningkatkan ketrampilan dalam melaksanakan hidup
sehat. Ruang lingkup program Usaha Kesehatan sekolah tercermin
dalam Tri Program Usaha Kesehatan Sekolah (TRIAS UKS) yaitu
penyelenggaraan pendidikan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan
kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat.
Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat
menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik.
Lebih dari itu, usia sekolah bagi anak juga merupakan masa rawan
terserang berbagai penyakit.
Secara epidemiologis penyebaran penyakit berbasis lingkungan di
kalangan anak sekolah di Indonesia masih tinggi. Kasus infeksi seperti
demam berdarah dengue, diare, cacingan, infeksi saluran pernapasan
akut, serta reaksi simpang terhadap makanan akibat buruknya sanitasi
dan keamanan pangan
Untuk meminimalisir peningkatan angka kesakitan anak, perlu
senantiasa disosialisasikan perilaku hidup sehat pada anak. Bila dibagi
berdasarkan tingkat sekolah, perilaku kesehatan anak usia TK dan SD
dianjurkan seperti kebiasaan cuci tangan pakai sabun, gosok gigi yang
baik dan benar dan kebersihan diri lainnya..
Persoalan yang lebih serius adalah ancaman penyakit menular
pada anak usia sekolah karena sekolah merupakan lokasi sumber
penularan penyakit infeksi pada anak. Jenis penyakit menular yang
mudah menginfeksi di sekolah antara lain: infeksi tangan dan mulut,
infeksi mata (konjungtivitis virus), demam berdarah, cacar air, campak,
rubela (campak Jerman) dan gondong.
Dibutuhkan perhatian orang tua dan negara untuk menjaga
kesehatan anak, karena kesehatan anak adalah investasi masa depan
negara dan bangsa.
Permasalahan 1 Resiko anak tertular sangat tinggi pada lingkungan sekolah
2 Kurangnya pengetahuan para Guru tentang penyakit dan resiko
penularan pada anak sekolah
Perencanaan Diperlukan adanya suatu kegiatan pemberian informasi bagi pendidik
dan Pemilihan terumata guru sekolah mengenai penyakit menular yang sering didapati
Intervensi pada anak sekolah. Intervensi diberikan dalam bentuk metode
penyuluhan. Metode intervensi ini dinilai lebih efektif daripada metode
intervensi lain, seperti pamfleat, iklan dll.
Berikut adalah ringkasan rencana pelaksanaan penyuluhan :
Hari / tanggal : Kamis, 27 Agustus 2017
Lokasi : SMA Negeri 2 Raha
Metode : Penyuluhan dan tanya jawab
Peserta : Guru UKS
Pelaksanaan Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2017 di SMA Negeri
2 Raha. Penyuluhan dilaksanakan pada jam 09.00 WITA sampai selesai.
Materi yang disampaikan meliputi penyakit Diare, demam berdarah,
scabies dan cacingan serta penatalaksanaan sederhananya.
Monitoring dan Pada penyuluhan berlangsung cukup baik. Peserta aktif bertanya
Evaluasi sehingga diskusi berjalan lancar. Adanya penyuluhan ini disambut
dengan baik oleh para peserta
Komentar /saran pendamping :

Raha, 27 Agustus 2017


Peserta Pendamping

dr. Kaharudin dr. Wa Ode Fil Hayah Fitri