Anda di halaman 1dari 4

TEKNIK PEMBEDAHAN

No. Dokumen :
SOP/034-UKP/PKM-PRII

SOP No. Revisi :0

Tanggal Terbit : 10 Maret 2017

Halaman : 1/3
UPTD PUSKESMAS dr. Sari Manurung, MM
PERUMNAS II NIP. 197407192009022001

1. Pengertian 1. Pembedahan minor adalah tindakan operasi ringan / kecil dengan


menggunakan anestesi lokal.
2. Yang dimaksud bedah minor disini adalah tindakan pembedahan yang
biasa dilakukan di poli umum, ruang tindakan dan IGD.
3. Pembedahan minor yang dapat dilakukan di Puskesmas Perumnas II:
Insisi Abses, Hecting ( jahit luka terbuka ), Ekstraksi kuku dan Cross
Insisi.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk tindakan pembedahan
agar dapat dilakukan dengan aman baik bagi pasien maupun bagi
petugas yang akan melakukan tindakan bedah minor.
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Perumnas II Nomor : 440/041/SK/PKM-
PRII/2017 Tentang Tenaga Kesehatan Yang Mempunyai Kewenangan
Melakukan Anestesi
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun
2014 Tentang Puskesmas
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas
Kesehatan Primer
5. Prosedur/ 1. Alat :
Langkah- a. Minor set steril
langkah b. Spuit 3 cc
c. Bengkok steril
d. Doek steril
2. Bahan :
a. Sarung tangan steril
b. Lidokain
c. Benang dan jarum jahit luka
d. Kassa steril dan Micropoor
e. Betadin
f. Alkohol 70%
3. Langkah-langkah:
a. Dokter, petugas memastikan identitas pasien.
b. Dokter merencanakan asuhan pembedahan yang akan dilakukan.
c. Dokter, petugas menjelaskan mengenai tindakan bedah minor
yang akan dilakukan, resiko, manfaat, kemungkinan komplikasi
dan alternatif tindakan kepada pasien.
d. Dokter, petugas meminta pasien menandatangani informed
consent persetujuan tindakan apabila pasien menyetujui tindakan
yang akan dilakukan setelah mendengar penjelasan dokter.
e. Dokter, petugas menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
f. Dokter, petugas mempersilahkan pasien untuk berbaring di ruang
tindakan.
g. Dokter, petugas melakukan cuci tangan dan memakai APD
h. Dokter, petugas melakukan tindakan disinfeksi pada lokasi
tindakan
i. Dokter, petugas menutup lokasi tindakan dengan doek steril
j. Dokter, petugas melakukan anestesi lokal (anestasi blok/infiltrasi)
dengan lidokain HCl 2%.
k. Dokter, petugas memastikan bahwa daerah yang di anestesi
sudah tidak terasa sakit.Dokter/ petugas melakukan tindakan
bedah minor sesuai dengan kebutuhan pasien:
I. Insisi : Tandai batas insisi yang akan dilakukan seminimal
mungkin
II. Ekstirpasi (abses) : lakukan eksisi / ekstirpasi secara tajam
sampai subkutis (hingga batas lemak subcutis bisa
diidentifikasi).
III. Menjepit tepi insisi dengan klem lalu diangkat
IV. Melakukan diseksi tajam dengan gunting menelusuri massa
tersebut hingga massa tersebut dibebaskan seluruhnya. Jika
massa sudah terangkat, potonglah jaringan di bagian
bawahnya.
V. Merawat dan mengevaluasi perdarahan yang terjadi. Bila
terjadi perdarahan lakukan control perdarahan dan
mengatasi penyulit yang terjadi.
VI. Memonitor status fisiologis selama tindakan pembedahan.
VII. Menjahit luka operasi dengan nylon 2-0 sampai 3-0.
l. Dokter membersihkan daerah yang dijahit dengan cairan NaCl
0,9%.
m. Dokter, petugas mengoleskan betadin di daerah yang dijahit.
n. Dokter, petugas menutup luka dengan kassa steril.
o. Dokter, petugas memplester balutan kassa steril.
p. Dokter, petugas memonitor status fisiologis setelah dilakukan
tindakan.
q. Petugas membereskan alat yang telah digunakan.
r. Dokter, petugas melepas APD dan melakukan cuci tangan.
s. Dokter menjelaskan kepada pasien bahwa tindakan telah
selesai.
t. Dokter menjelaskan mengenai tindakan perawatan di rumah
dan waktu untuk kontrol kembali.
u. Dokter membuatkan resep yang dibutuhkan pasien.
v. Petugas mempersilahkan pasien mengambil obat di apotek.
w. Dokter / petugas mendokumentasikan kegiatan yang
dilakukan.
6. Bagan Alir -
7. Hal-hal yang 1. Penggunaan APD selama melakukan tindakan.
perlu 2. Prosedur pembedahan harus tepat dan dilakukan dengan steril.
diperhatikan 3. Riwayat alergi obat-obatan yang digunakan.
8. Unit Terkait Ruang tindakan
9. Dokumen 1. Rekam medis
Terkait 2. Informed consent
10. Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
Historis diberlakukan
Perubahan