Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Low Density Lipoprotein (LDL) terbentuk karena adanya pengontrolan

terhadap kolesterol darah. Sehingga reseptor LDL akan mengeluarkan LDL.

Kolesterol yang banyak terdapat dalam LDL akan menumpuk dalam sel-sel

perusak dan mengakibatkan terbentuknya plak. Pengaturan utama kadar

kolesterol adalah hati, karena sebagian besar sekitar 50-75% reseptor LDL

terdapat dalam hati (Almatsier,2010). Plak sebenarnya adalah akumulasi dari

endapan kaya kolesterol di bawah endotel, LDL akan teroksidasi menghambat

pelepasan nitrat oskidasi dari sel endotel dan ikut mempersempit pembuluh

darah (Sherwood, 2014). Partikel mengandung trigliserida 10 % dan

kolesterol 50%. Receptor-mediated endocytosis di hati merupakan jalur utama

katabolisme lipoprotein (Suyatna, 2012).

Makanan berkontribusi menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan

sebesar 80 persen. Salah satu masalah kesehatan yang datang dari makanan

tidak sehat adalah tertimbunnya kolesterol jahat (LDL), di mana hal ini bisa

mengganggu kelancaran peredaran darah. Apabila tidak dikelola dengan baik,

kolesterol ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti batu empedu,

hipertensi, hingga serangan jantung (Depkes, 2015).

Arteriosklerosis adalah penyakit yang ditandai dengan penebalan dan

hilangnya elastisitas dinding arteri. Arteriosklerosis dibagi 3 yaitu


aterosklerosis, arteriosclerosis Monckeberg dan arteriolosclerosis (Suyatna,

2012). Aterosklerosis merupakan penyebab kematian yang utama yang ke 8 di

Amerika serikat, meskipun prevalensi aterosklerosis sudah mengalami

penurunan 33% dikarenakan perubahan pola makan masyarakat, tingkat

kesadaran dan kemajuan tekhnologi kedokteran dan pengobatan juga

berperan. Dibeberapa negara berkembang seperti Afrika, India dan Asia

Tenggara justru memperlihatkan peningkatan mortalitas dan morbiditas

penyakit jantung akibat aterosklerosis ini. Peningkatan aterosklerosis di Asia

Tenggara didominasi oleh hiperlipidemia sebagai faktor risiko utama

(Oktomalioputri Darwin Decroli, 2016).

Hiperlipidemia adalah gangguan lipoprotein primer bisa melibatkan

kolesterol, trigliserida atau keduanya. Hiperlipidemia skunder merupakan

akibat penyakit lain, misalnya diabetes militus, dan hipertiroidisme.

Komplikasi terpenting dari terosklerosis adalah penyakit jantung coroner,

gangguan pembuluh darah serebral dan gangguan pembuluh darah perifer.

Penyakit jantung coroner merupakan penyakit kematian yang utama di daerah

Negara-negara maju dan juga sering ditemukan di negara kita. Faktor

resikonya adalah hyperlipidemia, hipertensi, merokok, dibetes melitus, kurang

gerak, keturunan dan juga stress. Dapat disimpulkan bahwa penyakit jantung

coroner merupakan penyakit multifactorial dan pemberian pengobatannya

harus dilakukan bersama dengan tindakan untuk mengatasi factor resikonya

(Suyatna, 2012).
Kandungan kimia yang terkandung dalam daun ketepeng cina adalah

flavonoid, saponin, tanin, alkaloid dan senyawa antrakuinon (rein aloe-

emodina, rein aloe-emodina-diantron, aloe emodina dan asam krisofanat

(dihidroksimetilantrakuinon) (Chisom, 2013).

Bahan alam yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah

adalah ketepeng cina (Cassia alata). Ketepeng cina (Cassia alata) mempunyai

berbagai macam manfaat bagi kesehatan manusia. Identifikasi kandungan

kimia daun ketepeng cina (Cassia alata) memiliki kandungan penting seperti

flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, steroid, antrakuinon, dan karbohidrat

(Chisom, 2013). Flavonoid pada tanaman herbal ini memiliki efek

antiinflamasi, antialergi, antimikroba, antioksidan, antihiperkolesterol dan

efektif untuk beberapa golongan jamur (Rahman, 2010).

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lumbessy et al. tahun 2013

menunjukan bahwa ketepeng cina mengandung senyawa flavonoid kuersetin.

Flavonoid ini mampu menaikkan densitas dari reseptor low density lipoprotein

(LDL) di liver dan mengikat apolipoprotein B. Selain itu, menurut studi yang

dilakukan Shekon di Nova Scotia tahun 2012 bahwa flavonoid bekerja

menurunkan kadar kolesterol dari dalam darah dengan menghambat kerja

enzim 3-hidroksi 3-metilglutaril koenzim A reduktase (HMG Co-A reduktase).

Flavonoid juga dapat menurunkan penyerapan kolesterol dan asam empedu

serta meningkatkan aktivitas reseptor kolesterol LDL (Sekhon, 2012). Namun,

penelitian mengenai tanaman ketepeng cina sebagai antihiperkolesterolemia

masih sangat kurang sehingga masih perlu dilakukan penelitian lanjutan.


Berdasarkan latar belakang di atas penulis akan melakukan penelitian

tentang “Pengaruh Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata) Terhadap Kadar

LDL pada Tikus Putih (Rattus norvegicus strain wistar) dengan Diet Tinggi

Lemak”.

1.2 Rumusan Masalah

Apakah pemberian ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata)

berpengaruh terhadap kadar LDL pada tikus dengan diet tinggi lemak ?

1.3 Tujuan penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun ketepeng cina

(Cassia alata) terhadap kadar LDL pada tikus dengan diet tinggi lemak.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengetahui dosis optimal ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata)

sebagai penurun kadar LDLpada tikus dengan diet tinggi lemak.

2. Mengetahui hubungan pemberian ekstrak daun ketepeng cina

(Cassia alata) terhadap penurunan kadar LDL pada tikus dengan

diet tinggi lemak.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Akademis

1. Memberikan informasi tentang pengaruh pemberian ekstrak daun

ketepeng cina (Cassia alata) terhadap kadar LDL pada penderita

hiperkolesterolemia.
2. Menjadi dasar penelitian selanjutnya mengenai pengaruh pemberian

ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata) terhadap kadarLDL.

1.4.2 Manfaat Klinis

1. Memberikan informasi mengenai efek daun ketepeng cina ( Cassia

alata) sebagai terapi penurun kadar LDL pada penderita

aterosklerosis .

2. Memberikan informasi terapi alternatif kepada penderita

aterosklerosis baik secara preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.

1.4.3 Manfaat bagi Masyarakat

1. Memberikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat mengenai

manfaat daun ketepeng cina (Cassia alata) sebagai penurun kadar

LDL.