Anda di halaman 1dari 10

PRAKTIK SISTEM JARINGAN TELEPON

SEMESTER IV KELAS TE2A

PRAKTIK I

PERHITUNGAN URAT KABEL TEMBAGA

13 MARET 2018

Oleh :

FENY RAHMASARI NIM 4.31.16.0.09

KELOMPOK 3 :

ADRIEL IRFON PRADIPTA NIM 4.31.16.0.01

INTISHAR YASMINE R. NIM 4.31.16.0.11

M. ARIF FERDIYANTO NIM 4.31.16.0.16

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TEKNIK


TELEKOMUNKASI

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

TAHUN AKADEMIK 2017/2018


I. JUDUL : Perhitungan nomor urat kabel tembaga multipair #1

II. TUJUAN PRAKTEK :


1. Menentukan nomor urat kabel tembaga multipair di kepala kabel dan di
ekor kabel
2. Mengetahui susunan lapisan pelindung atau pembungkus kabel tembaga
multipair
3. Mengetahui susunan unit dasar 10 pair

III. TEORI
A. Macam-macam kabel
Kabel merupakan salah satu media transmisi fisik telekomunikasi. Media
transmisi fisik ini adalah merupakan perangkat yang sangat penting dan
mendasar dari sistem telekomunikasi.
a) Kabel Tanah

Gambar 4.1. Kabel Tanah


b) Kabel Duct

Gambar 4.2. Kabel Duct


c) Kabel Udara

2
Gambar 4.3. Kabel Udara

Pada berbagai jenis kabel di atas, tiap-tiap kabel mempunyai beberapa


lapisan. Fungsi masing-masing lapisan tersebut adalah :

a) Urat kabel dengan isolasi PE / PVC


Berfungsi sebagai penghantar yang menyambungkan terminal
dengan
sentral.
b) Isolasi Polyethyline ( PE ) atau Poly Vinyl Chloride ( PVC )
berwarna
Berfungsi sebagai pembungkus dan isolator antar penghantar. Kode
warna
dalam perhitungan urat kabel.
c) Pita pelilit atau pengikat kode warna
Berfungsi untuk mempermudahkan perhitungan urat kabel dan
mengikat
kabel agar sama.
d) Pembungkus inti kabel
Berfungsi untuk membalut inti kabel supaya bulat, padat, sebagai
bantalan
antara urat kabel dengan lapisan alminium, dan sebagai pencegah
lelehnya
isolasi penghantar pada saat pembuatan kulit kabel.
e) Aluminium Foil
Berfungsi sebagai pelindung elektris terhadap induksi tegangan asing
dari
luar.

3
f) Kulit Dalam ( PE hitam )
Berfungsi sebagai pelindung kemungkinan masuknya air dan sebagai
bantalan antara lapisan armouring dengan lapisan alminium.
g) Armouring Baja
Berfungsi sebagai pelindung mekanis terhadap benturan benda tajam
/ keras,
dan sebagai pelindung elektris terhadap indksi tegangan asing.
h) Kulit luar kabel ( PE hitam )
Berfungs sebagai pelindung kemungkinan masuknya air dan sebagai
bantalan pada waktu penarikan.
i) Kawat Telanjang Tembaga ( Cu )
Berfungsi sebagai penghubung ke tanah atau ground

B. Susunan dan Perhitungan Urat-Urat Kabel

Pada umumnya susunan urat kabel menggunakan sistem quad, beberapa


quad membentuk sub unit, beberapa sub unit membentuk unit.

a. Setiap 4 unit (2 pair) dipilin menjadi 1 membentuk quad yang


mempunyai warna isolasi yang berbeda.
b. Setiap 5 quad dihimpun menjadi 1 membentuk sub unit (10 pair) yang
diikat dengan pita berwarna.
c. Setiap 5 sub unit untuk kapasitass kurang dari 300 pair dihimpun
menjadi 1 membentuk unti (50 pair) yang dililit dengan pita berwarna.
d. Setiap 10 sub unit untuk kabel kapasitas lebih dari 300 pair dihimpun
menjadi 1 membentuk unit (100 pair) yang dililit dengan pita
berwarna.

Gambar 4.4 Quad dan Satuan Dasar Kabel


C. Kapasitas kabel 120 pair ke bawah
Kabel terdiri atas satuan dasar 10 pair

4
Gambar 4.5. Kapasitas kabel 120 pair ke bawah

D. Kapasitas kabel 300 pair ke bawah

Kabel terdiri atas satuan dasar 50 pair

Gambar 4.6. Kapasitas kabel 300 pair ke bawah

E. Kapasitas kabel 300 pair ke atas

Kabel terdiri atas satuan dasar 100 pair

Gambar 4.7. Kapasitas kabel 300 pair ke atas

1) Unit atau sub unit awal pada setiap lapian atau inti ditandai dengan
pita pelilit warna merah, kecuali bila inti hanya terdiri dari satu unit
warna pita pelilitnya putih.
2) Untuk atau sub unit berikutnya ditandai dengan pita pelilit warna
putih, kuning, putih, putih, putih lagi bergantian terus.

5
F. Identifikasi Kode Warna

Warna pita pengikat unit adalah :

a) Unit awal (sebagai pemula) berwarna merah


b) Unit selanjutnya berwarna putih dan kuning bergantian.

1) Bila pusat berkas inti kabel hanya terdiri atas satu unit, maka pita
pengikatnya berwarna putih.
2) Warna isolasi dari urat kabel

Warna Isolasi dalam Unit Dasar


Nomor Quad Pasangan Pair Ganjil Pasangan Pair Genap
Urat A Urat B Urat C Urat D
1 Putih Biru Merah Hitam
2 Putih Orange Merah Hitam
3 Putih Hijau Merah Hitam
4 Putih Coklat Merah Hitam
5 Putih Abu-abu Merah Hitam

IV. ALAT YANG DIGUNAKAN


1. Kabel tembahga 40 s/d 100 pair panjang sesui potongan yang sudah ada
(diukur untuk masing-masing kelompok)
2. Tang potong, tang kupas, gergaji besi, cutter, tissue (lap), sabun (untuk
cucui tangan)
3. Alat tulis, kertas label, kertas loose lift, gunting, kamera handphone.

V. LANGKAH KERJA
1. Ambil kabel multipair di ruang atas staf teknik, bersihkan dari kertas yg
menempel di kabel
2. Cantumkan nama2 kelompok di tengah2 kabel, tutup dengan isolasi secara
penuh.
3. Potong kabel hingga tidak ada kupasan.

6
4. Kupas sepanjang 20 cm, lapisan demi lapisan dan dokumentasikan tiap
lapisan, sampai urat kabel, hati2 jangan sampai pita warna terpotong dan
terburai.
5. Pisahkan tiap unit dasar 10, Lilitkan pita warna pada unit dasar 10, ikat
dengan benang nilon 10 cm dari ujung, hati2 quad jangan sampai terburai.
6. Tentukan kepala dan ekor kabel, beri label dengan kertas dan isolasi penuh.
7. Tentukan nomor urat, beri label tiap unit dasar 10 dengan kertas, baik pada
kepala maupun ekor kabel, ikat dengan benang nilon.
8. Uji hubungan tiap nomor urat dikepala dengan di ekor kabel, menggunakan
multimeter.
9. Dokumentasikan tiap langkah praktik, foto, dan gambar dalam lembar kerja
(buat sendiri).

VI. HASIL PERCOBAAN

Gambar 1. Proses pengupasan

Gambar 2. Kabel bagian Ekor Gambar 3. Kabel bagian Kepala

7
Gambar 4. Penamaan kelompok pada kabel

Gambar 5. Proses pengetest – san koneksi kabel

Gambar 6 . Penyortiran kabel

Bagian-bagian dari kabel :

1. Urat kabel
2. Isolasi
3. Pita pengikat satuan
4. Pita pembungkus inti

8
5. Kawat telanjang tembaga
6. Pelindung elektris
7. Penggantung
8. Kulit kabel

Kabel tembaga 40 pair dengan panjang 2 meter. Terdiri dari :

1. 1 buah Pita Merah


2. 1 buah Pita Kuning
3. 2 buah Pita Putih

V. ANALISA
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan sebelumnya, dapat diketahui
bagian-bagian kabel yang telah dikupas terdiri dari kawat bearer, kawat udara
yang didalamnya terdapat bagian lagi secara urut dari yang paling luar seteah
kawat udara ; aluminium foil, kemudian ada plastik pembungkus inti kabel,
lalu ada kabel inti dan didalam setiap kabel inti ada tembaganya.
Dalam kabel tersebut terdapat 40 pair kabel dan dipilin setiap satu quad
terdapat satu warna putih merah hitam dan salah satu warna dari BOHCA
(Biru, Orange, Hijau, Coklat, Abu-abu), setelah semua dipilin dalam satu kabel
yang telah dikupas terdapat 4 squad. Unit atau sub unit awal ( 1 quad 4 unit)
pada setiap lapisan atau inti ditandai dengan pita pelilit warna merah, kecuali
bila inti hanya terdiri dari satu unit warna pita pelilitnya putih. Unit atau sub
unit berikutnya ditandai dengan pita pelilit warna putih, kuning, merah.
Urutan yang disusun pertama adalah 4 quad kepala dengan quad tersebut harus
terdapat semua warna BOHCA. Kemudian 4 squad kepala dipilin searah jarum
jam dengan warna seperti gambar dan 4 quad pada ekor dipilin berlawanan
dengan arah jarum jam.

VI. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Pelindung kabel tembaga multi pair terdiri dari pelindung elektris, kulit
kabel, penggantung, pita pembungkus inti.
2. Dalam 1 quad terdiri dari satu warna putih, merah, hitam, dan salah
satu warna dari BOHCA.

9
3. Dalam menentukan ujung kabel mana yang menjadi kepala dapat
ditentukan dengan memilin gabungan sub unit 4 quad searah jarum
jam, sedangkan yang menjadi ekor kabel dapat ditentukan dengan
memilin 4 sub unit quad berlawanan arah jarum jam.

10