Anda di halaman 1dari 15

ANALISA PROSES INTERAKSI.....

MATA KULIAH KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN

oleh
KELOMPOK 3

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2017
ANALISIS PROSES KOMUNIKASI

diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah komunikasi dalam keperawatan


dengan dosen pengampu Ns. Emi Wuri Wuryaningsih, S.Kep.,M.Kep.,S.Kep.J

oleh

Novika Dwi Cahyani NIM 142310101045

Efi Pandan Sari NIM 142310101061

Shinta Dewi P NIM 162310101130

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER
2017
SKENARIO

Perawat : (berjalan menuju meja). Selamat pagi! (tersenyum) Apa benar ini
dengan mbak izzati? (menyondongkan badan sambil mengajak
berjabat tangan pasien).
Pasien : iya (menundukkan kepala).
Perawat : sebelumnya, apakah saya boleh duduk disini? (mengarahkan
tangan pada kursi).
Keluarga Pasien: (mengangguk).
Perawat : (duduk dengan posisi badan agak condong ke depan). Selamat
pagi, Bu! (berjabat tangan dengan keluarga pasien).
Keluarga Pasien: Iya. Selamat pagi!
Perawat : dengan ibunya mbak Izzati? (menyondongkan badan sambil
mengarahkan tangan ke pasien)
Keluarga Pasien : Iya (mengganggukkan kepala).
Perawat : perkenalkan disini saya perawat Dimas yang bertugas melakukan
sift pagi mulai pukul 7 pagi sampai pukul 2 siang. Sebelumnya
apakah dengan posisi seperti ini mbak Izzati nyaman?
(menggarahkan tangan ke pasien).
Pasien : Iya (mengganggukkan kepala).
Perawat : lalu apakah perlu pemeriksaan ini dilaukan dengan pintu tetutup
atau terbuka? (menggarahkan tangan ke pintu sambil
menyondongkan badan ke depan).
Pasien : ditutup saja (tidak mau menatap perawat)
Perawat : sebelumnya saya pemisi untuk menutup pintu dulu (mengarahkan
tangan ke pintu).
Pasien : (mengganggukkan kepala)
Perawat : (berjalan menuju pintu)
Keluarga Pasien : (melihat perawat menuju pintu lalu melihat kebawah)
Perawat : (Menutup pintu).
Keluarga Pasien : (melihat perawat menutup pintu).
Perawat : (kembali ke tempat duduk dan tesenyum kepada klien). Iya baik.
Privasi sudah saya jamin untuk tidak terdengar oleh siapapun.
(menyondongkan badan sambil menyatukan kedua tangan di atas
meja) sebelumnya di sini, saya melihat mbak izzati matanya kayak
agak sembam ya Bu?
Keluarga Pasien : Iya, benar.
Perawat : apa karena …? Bagaimana dengan tidurnya semalam?
Keluarga Pasien : Iya, begini.
Perawat : (tersenyum) iya.
Keluarga Pasien : anak saya ini ya, Pak. (menyondongkan badan ke depan)
itu, mengalami depresi beberapa hari ini. Kurang tahu
penyebabnya apa?!
Perawat : (menggangguk-anggukkan kepala sambil mendengarkan
penjelasan keluarga pasien)
Keluarga Pasien : Cuma dia itu mengurung diri di kamar dan dia juga menarik diri
dari lingkungannya. Dan ini sekarang dia tidak mau masuk kuliah.
Sudah sekitar 2 minggu dia tidak mau masuk kuliah, Bapak.
Kemudian saya tanya ke temanteman terdekatnya tidak tahu juga.
Saya tanya teman-temannya di lingkungan sekitar saya, mereka
bilang Izzati sudah tidak pernah ikut berkumpul-kumpul jika ada
kumpulan. Dia banyak tidak adanya.
Perawat : kalau boleh tau mengapa ya mbak Izzati mengapa ya sampai
murung seperti itu dan tidak ikut organisasi?
Keluarga Pasien: (melihat kea rah anaknya).
Pasien : (menggelengkan kepala lalu menyandarkan kepalanya kepundak
ibunya).
Perawat :Iya, baik. Sebelumnya ibu untuk mencegah. Em… mengatasi anak
ibu yang seperti ini, (mengarahkan tangan ke pasien) apa yang
sudah ibu lakukan?
Kelarga Pasien: Kalau saya sendiri sudah coba tanya ya, Pak.
Perawat : iya (mengganggukkan kepala dan tersenyum)
Keluarga pasien: saya juga ajak teman dekatnya. Kebetulan dia juga punya teman
dekat sejak SMA. (batuk) saya tanya teman dekanya tidak mau
bicara. Malah sekarang saya lihat menjauh dari Izzati, Pak. Saya
juga sempat curiga. Cuma Izzati tiap ditanya tidak mau. Mengapa?
Saya kira mungkin Izzati punya masalah dengan temannya.
Perawat : (mengganggukan kepala)
ANALISIS PROSES INTEAKSI

1. Inisial Klien : Sdr. I


2. Nama Mahasiswa :
3. Status Interaksi : Pertemuan ke 1
4. Tanggal : 25 November 2017
5. Lingkungan :
6. Jam : WIB
7. Deskripsi Klien :
8. Tujuan
Tujuan umum
Sdr. I mampu menunjukkan cara koping yang adaptif terhadap stress dan
isolasi sosial.
Tujuan khusus
A. Fase Orientasi
Analisa berpusat pada Analisa berpusat
Komunikasi verbal Komunikasi Non verbal Rasional
perawat pada klien
Perawat : (berjalan Perawat : Tersenyum, Salam pembuka
menuju meja). Selamat ramah, memandang klien digunakan untuk
pagi! Apa benar ini dan menyondongkan Perawat bersikap Klien menerima mengawali interaksi
dengan mbak izzati? badan sambil mengajak caring, terapeutik, dan kehadiran perawat guna untuk
Pasien : iya berjabat tangan pasien menghargai klien meskipun tidak mau memberikan kesan
Pasien : menundukkan Perawat merasa senang memandang perawat awal yang baik
kepala kepada klien dan
menghormati klien.
Perawat : Perawat: tersenyum,
sebelumnya, apakah saya ramah, memandang klien Klien tampak bersedia Menghargai klien dan
boleh duduk disini? dan mengarahkan tangan berinteraksi dengan melakukan inteaksi
Menghargai klien
Keluarga ke arah kursi. perawat walapun tanpa untuk membarikan
Pasien :- Pasien: mengangguk bicara kesan baik

Perawat : Selamat Perawat: tersenyum, Perawat bersikap Klien tampak Teknik komunikasi
pagi, Bu! ramah, memandang klien. caring, terbuka, menerima kehadiran dan sikap terapautik
Keluarga Pasien: Iya. duduk dengan posisi badan terapautik. perawat sangat penting dalam
Selamat pagi! agak condong ke depan BHSP dan dalam
lalu berjabat tangan setiap interaksi, salam
dengan keluarga pasien untuk menghargai
Keluarga Pasien : klien.
tersenyum, memandang ke
arah sumber suara perawat
Perawat : dengan Perawat: tersenyum,
Melakukan inteaksi
ibunya mbak Izzati? ramah, memandang klien
dengan keluarga agar
Keluarga Pasien : dan menyondongkan
keluarga merasa
Iya. badan sambil Perawat Menunjukkan Klien merespon
dihargai karena
menengadahkan tangan ke keramahan dan caring perawat
perawat tahu
depan pasien
hubungan keluarga
Keluarga Pasien:
dengan pasien
mengganggukkan kepala
Perawat : lalu Perawat : Tersenyum,
apakah perlu ramah, memandang klien
pemeriksaan ini dan menggarahkan tangan Teknik komunikasi
Klien ingin privasinya
dilakukan dengan pintu ke pintu sambil dan sikap terapautik
Perawat memberikan dijaga meski dia tidak
tetutup atau terbuka? menyondongkan badan ke sangat penting dalam
pilihan kepada pasien mau memandang
Pasien : ditutup saja depan. BHSP dan dalam
perawat
Pasien : tidak mau setiap interaksi
menatap perawat

Perawat : Perawat : Tersenyum,


sebelumnya saya pemisi ramah dan Teknik komunikasi
Klien menyetujui
untuk menutup pintu menengadahkan tangan dan sikap terapautik
Perawat ingin menjaga tindakan yang akan
dulu kea war pintu. sangat penting dalam
privasi klien dilakukan oleh
Pasien : - Pasien: mengganggukkan BHSP dan dalam
perawat
kepala setiap interaksi
Perawat :- Perawat : berjalan Menjaga privasi perlu
Keluarga pasien:- menuju pintu kemudian dilakukan dalam
menutup pintu BHSP.
Keluarga Pasien : Klien tampak
melihat perawat menuju memperhatikan
Perawat menjaga
pintu lalu melihat tindakan yang
privasi klien.
kebawah. Kemudian dilakukan oleh
melihat perawat menutup perawat
pintu.

Perawat : Iya baik. P : tersenyum, memandang Kesiapan dalam


Privasi sudah saya jamin klien dan kembali duduk. melakukan interaksi
untuk tidak terdengar Kemudian perlu dilakukan untuk
oleh siapapun. menyondongkan badan Perawat menghargai menjaga kenyamanan
sebelumnya di sini, saya sambil menyatukan kedua klien, siap berinteraksi Klien bersikap terbuka ketika inteaksi
melihat mbak izzati tangan di atas meja dan melakukan dan menerima berlangsung dan
matanya kayak agak Klien : melihat ke arah observasi objektif pada kehadiran perawat observasi keadaan
sembam ya Bu? perawat pasien. klien dilakukan untuk
Keluarga Pasien : mengeksprolasi
Iya, benar. masalah yang
dihadapi oleh klien.
Perawat : iya. Perawat : tersenyum, Perawat mendengarkan Klien bersikap terbuka Dilakukan agar klien
Keluarga Pasien : memandang klien keluhan yang merasa dihargai dan
anak saya ini ya, Pak. itu, Keluarga Pasien : disampaikan oleh dihormati karena
mengalami depresi tersenyum, memandang ke klien dapat
beberapa hari ini. Kurang arah sumber suara dan mengungkapkan
tahu penyebabnya apa?! menyondongkan badan ke keluhannya. Selain
depan itu, perawat juga
keluarga pasien
dapat
mengidentifikasi
masalah yang dialami
oleh klien.
Perawat :- Perawat : menggangguk- Perawat mendengarkan Klien mengungkapkan Untuk mengetahui
Keluarga Pasien : Cuma anggukkan kepala sambil keluhan yang keluhan keluhan yang dialami
dia itu mengurung diri di mendengarkan penjelasan disampaikan oleh oleh klien
kamar dan dia juga keluarga pasien pasien
menarik diri dari Keluarag pasien:
lingkungannya. Dan ini menggerak gerakkan
sekarang dia tidak mau tangan sembari
masuk kuliah. Sudah menjelaskan keluhan
sekitar 2 minggu dia
tidak mau masuk kuliah,
Bapak. Kemudian saya
tanya ke temanteman
terdekatnya tidak tahu
juga. Saya tanya teman-
temannya di lingkungan
sekitar saya, mereka
bilang Izzati sudah tidak
pernah ikut berkumpul-
kumpul jika ada
kumpulan. Dia banyak
tidak adanya.

Perawat : kalau Perawat : tersenyum,


boleh tau mengapa ya memandang klien
Mengeksprolasi
mbak Izzati mengapa ya Keluarga Pasien : melihat Perawat
masalah bertujuan
sampai murung seperti ke arah anaknya mengeksplorasi
Klien terlihat malu dan untuk menentukan
itu dan tidak ikut Pasien: menggelengkan masalah klien dan
menutup diri tindakan lanjutan
organisasi? kepala lalu menyandarkan memperhatikan respon
untuk menangani
Keluarga Pasien :- kepalanya kepundak non verbal pasien
masalah klien
Pasien : - ibunya

Perawat :Iya, baik. Perawat : tersenyum,


Sebelumnya ibu untuk memandang klien dan
mencegah. Em… menengadahkan tangan ke
Perawat meenanyakan Klien menjelaskan Untuk mengetahui
mengatasi anak ibu yang pasien
tindakan sudah bahwa sudah tindakan apa saja
seperti ini, apa yang
dilakukan oleh keluarga menanyakan masalah yang telah dilakukan
sudah ibu lakukan?
untuk mengatasi apa yang sebenarnya dalam menangani
Kelarga Pasien: Kalau
masalah dialami oleh pasien masalah
saya sendiri sudah coba
tanya ya, Pak.

Perawat : iya Perawat : tersenyum, Perawat Klien merasa dihargai


Keluarga pasien: saya memandang klien dan
juga ajak teman menganggukkan kepala
dekatnya. Kebetulan dia Keluarga Pasien:
juga punya teman dekat menggerak-gerakkan
sejak SMA. Saya tanya tangan sembari
teman dekanya tidak mau menjelaskan kepada mengeksplorasi tindkan
bicara. Malah sekarang perawat sampai tanpa yang sebelunya Untuk mengetahui
saya lihat menjauh dari disadari tersedak. dilakukan untuk karena penjelasannya tindakan apa saja yang
Izzati, Pak. Saya juga menangani masalah dan didengarkan telah dilakukan dalam
sempat curiga. Cuma mendengarkan menangani masalah
Izzati tiap ditanya tidak penjelasan
mau. Mengapa? Saya
kira mungkin Izzati
punya masalah dengan
temannya.

Fase Kerja

Komunikasi Verbal Komunikasi Non Komunikasi Berpusat Analisa Berpusat Rasional


Verbal Pada Perawat pada Klien
Perawat : Sebelumnya Perawat : Perawat
apakah mbak izzatin i melihat ke arah klien,
i pernah melakukan kemudian ke arah
hal diluar batas diluar keluarga klien
rumah?
Perawat menyimak Klien hanya Untuk mengetahui
Keluarga pasien : Saya Keluarga pasien : dengan baik jawaban menunduk saat faktor penyebab
rasa tidak ya pak jika Menyimak pertanyaan dari pertanyaan perawat bertanya. depresi yang diduga
di dalam rumah, tapi perawat dengan baik. perawat pada keluarga Keluarga klien sedang dialami oleh
saya kurang tau juga Melakukan kontak pasien. Perawat selalu kooperatif dalam pasien
ya pak. Izzatin ini mata dengan perawat mempertahankan memberikan informasi
selalu ijin dan menggelengkan kontak mata ketika yang ditanyakan oleh
mengerjakan tugas, kepala ketikan keluarga pasien perawat.
selalu diantar teman mengatakan teman berbicara
dekatnya. Saya juga dekat pasien tidak
kurang tau dengan baik.
teman dekatnya ini,
setelah saya cari tau
ternyata teman-teman
kampusnya itu bilang
kalo teman dekatnya
itu kurang baik.
Perawat : Sudah Perawat : Kontak mata Perawat bertanya Keluarga pasien Menggali informasi
berapa lama dekat? dengan keluarga sambil agak menceritakan secara secara dalam untuk
Keluarga pasien : pasien. menganggukkan rinci kepada perawat menguatkan dugaan
Temannya itu bilang kepala dan badan depresi sebelumnya
mereka sudah dekat Keluarga pasien : condong
dari SMA, sekarang Kontak mata dengan
kan izzatin ini masih perawat, sambil
semester 3. Kemudian menggerak-gerakkan
setelah saya tanya lagi tangan
sudah beberapa bulan
ini hubungan mereka
renggang pak,
semenjak itu izzatin
ini menarik diri dari
lingkungan.
Sebenarnya izzatin ini
anaknya ceria pak, dia
dekat dengan saya,
setiap apapun yang dia
lakukan selalu cerita
dengan saya. Tapi
akhir-akhir ini izzatin
ngga mau ngomong di
rumah.
Perawat : Jadi saya Perawat : melakukan Perawat memberikan Klien menunduk dan Untuk membantu
pernah mendapatkan kontak mata dengan masukan atau hanya mendengar pasif ataupun memberikan
pasien seperti mbak pasien dan keluarga , tanggapan pada pasien perkataan perawar solusi terhadap
Izzatin, jadi dan juga gerakan dengan menggunakan masalah yang dialami
kemungkinan bisa isyarat gerakan non verbal pada klien dan untuk
memberkan
ketenangan pada klien
Perawat : Mungkin Perawat melakukan perawat mencoba Keluarga pasien Unuk melakukan
dari ibu izzatin bisa kontak mata pada memberikan solusi atas mendengrakan aktif komunikasi terapeutik
melakukan, mengajak keluarga dan pasien masalah klien yang dan seksama dan dan memberikan
mbak izzatin sekali- dan juga memberkan sedang dialami pasien hanya masukan atau jalan
kali keluar dari kamar, gerakan non verbal menunduk diam keluar bagi masalah
menonton tv, pada keduanya pasien
disetelkan musik yang
ceria-ceria