Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS MASALAH

1. Physical Examination :
Jesica’s body weight: 10kg, body height : 70cm, Temp: 37oC, RR :
28x/min, HR : 100bpm regular, BP : 90/70 mmHg.
Chest : precordial bulging, hyperactive precordium, second heart sound
(S2) is fixed and widely split. A nonspecific 3/6, almost vibratory
systolic ejection murmur is best heard at the upper left sternal border,
and there is also a mid diastolic rumble murmur at the lower left sterna.
a. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan fisik umum dan
mekanisme abnormalitas diatas? (BAGAN)
Jawab : Interpretasi
No. Nilai pada kasus Nilai Normal Interpretasi
1 Body weight : 18,2 kg (WHO) Tidak Normal
10 kg [14,5-18,5 kg] (underweight)
2 Body height : 109,4 cm (WHO) Tidak Normal
70 cm [87-110 cm] (pendek)
3 Temperatur : 37oC 36,5 – 37,5oC Normal
(depkes)
4 RR : 28x/min 16-24x/menit Dispneu
(buku ajar
kardiologi anak)
5 HR : 100bpm 80-100 bpm Normal batas
regular atas
6 BP : 90/70 mmHg 80 – 115/50-75 Normal
mmHg

Mekanisme Abnormal :
1) BB dan TB (poor weight gain)
Jawab :
Jesica mengalami gangguan kongenital pada
jantungnya yaitu ASD. ASD mengakibatkan stroke
volume serta cardiac output menurun dikarenakan
sirkulasi yang terjadi mengalami gangguan sehingga
aliran darah ke jaringanpun menjadi kurang. Hal ini
mengakibatkan jaringan tidak mendapatkan nutrisi dan
oksigen yang cukup. Akibatnya tubuh sulit untuk
melakukan metabolisme, sehingga jesica tidak tumbuh
dan berkembang dengan baik akibat ada gangguan
metabolism tubuhnya.
1) sering mengalami infeksi sehingga memerlukan
peningkatan metabolisme. Akan tetapi, hal ini tidak
diimbangi dengan intake yang cukup (anorexia)
sehingga terjadi ketidakseimbangan metabolisme yang
dapat mengakibatkan poor weight gain.
2) hubungan dengan kelainan jantung: pasokan darah
ke sistemik berkurang. Hal ini akan mengakibatkan
penurunan aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan
perifer akibatnya terjadi penurunan jumlah energi atau
ATP yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh
sehingga terjadi penurunan metabolisme tubuh yang
pada akhirnya akan menyebabkan poor weight gain.

2) TD
Jawab :
ASD (Atrial Septal Defect) dimana terjadi aliran
darah dari atrium kiri ke atrium kanan. Akibatnya
darah pada atrium kanan dan ventrikel kanan
bertambah banyak, tetapi darah yang dipompakan
ke ventrikel kiri berkurang. Akibatnya stroke
volume menurun sehingga darah dari ventrikel kiri
yang dipompakan ke sistemik tubuh berkurang,
tekanan nya juga berkurang sehingga sistoliknya
rendah.
3) Dispneu
Jawab :
 Dari aspek gizi dapat disebabkan oleh karena
asupan kalori yang tidak adekuat, gangguan
pencernaan makanan dan pengaruh hormon
pertumbuhan. Anak dengan ASD biasanya
meunjukkan gejala kurang nafsu makan, karena
ketika mereka melakukan aktivitas makan dan
minum sekalipun terjadi dispnea de’ effort lalu
akibat nutrisi yang masuk berkurang menyebabkan
peningkatan berat badan yang buruk dan gangguan
pembentukan asam amino sebagai bahan baku
hormon terutama GH sehingga pertumbuhan pun
terganggu.

b. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan dada dan mekanisme


abnormalitas diatas? (BAGAN)
Interpretasi
No. Nilai pada kasus Nilai Normal Interpretasi
1 precordial bulging Tidak ada Tidak Normal
penonjolan di
permukaan tubuh
2 hyperactive Tidak ada getaran Tidak normal
precordium saat di palpasi
3 second heart sound S2 terdengar jelas, Tidak normal
(S2) is fixed and tidak pecah dan
widely split. tidak lebar
4 A nonspecific 3/6 Tidak ada murmur Tidak normal
5 almost vibratory Tidak ada Tidak normal
systolic ejection
murmur is best
heard at the upper
left sternal border
6 mid diastolic Tidak ada Tidak normal
rumble murmur at
the lower left
sterna
Mekanisme Abnormal :
1) Precordial bulging
Jawab :
Pada pemeriksaan fisik, dalam kasus ini akan
terlihat bahwa dada pasien menjadi cembung pada
bagian ventrikel kanan.
ASD besar > overload pada bagian kanan jantung >
kompensasi jantung > precordial bulging

2) Hyperactive precordium
Jawab : ASD besar > overload pada bagian kanan
jantung > jantung berusaha mengurangi oveloadnya
> jantung berkontraksi lebih cepat > hyperactive
precordial.

3) second heart sound (S2) is fixed and widely split.


Jawab :
o Split S2 ada yang normal ada yang patologis. Yang
normal adalah saat inspirasi split baru terdengar.
Mekanisme normalnya adalah karena pada saat
inspirasi, darah cenderung akan mengalir dari jantung
sebelah kanan. Darah dari vena cava superior dan
inferior akan masuk ke atrium kanan, ventrikel
kanan, arteri pulmonalis baru ke paru-paru untuk
mengambil oksigen saat inspirasi tadi. Akibatnya
terjadi peningkatan darah di jantung sebelah kanan,
hal ini akan membuat katup pulmonal menutup lebih
lama untuk memberi waktu darah mengalir lebih
lama. Sedangkan katup mitral tidak berubah sehingga
terdengar bunyi katup mitral dal pulmonal yang tidak
sinkron.
o Patologis jika S2 split terdengar saat ekspirasi (Aortic
stenosis, hypertrophic cardiomyopathy, left bundle
branch block (LBBB)) dan baik ekspirasi maupun
inspirasi (ASD, VSD, LBBB, RBBB). Pada ASD
split yang terjadi adalah fixed split S2 dimana terjadi
S2 akibat peningkatan volume darah di atrium dan
ventrikel kanan karena septum yang tidak sempurna,
bukan akibat inspirasi.

4) Nonspecific 3/6 (merupakan derajat murmur)


Jawab :
a. Derajat 1 : hanya terdengar dengan
auskultasi yang sangat teliti (bising yang sangat
lemah).
b. Derajat 2 : jelas, tetapi bisingnya masih
halus dengan penjalaran minimal.
c. Derajat 3 : bising yang keras tetapi tidak
disertai getaran bising, penjalaran sedang.
d. Derajat 4 : dapat teraba getaran bising yang
keras dan penjalrannya luas.
e. Derajat 5 : bising sangat keras. Dapat
terdengar meskipun stetoskop sedikit terangkat
dari dada, penjalarannya luas.
f. Derajat 6 : bising dapat terdengar tanpa
stetoskop, penjalarannnya luas

Bising harus dinyatakan dalam x/6 dan


seterusnya.

5) almost vibratory systolic ejection murmur is best


heard at the upper left sternal border
Jawab :
Pada skenario terdengar, mungkin disebabkan oleh
gangguan katup akibat overload pada atrium kanan
dan ventrikel kanan.
ASD besar → pirau dari atrium kiri ke atrium kanan
→ overload ventrikel kanan → banyak darah yang
melalui katup pulmonal (stenosis pulmonal relative)
→ timbul suara bising sistolik.
6) mid diastolic rumble murmur at the lower left sterna
Jawab :
 Terjadi akibat aliran darah berlebih (stenosis
relatif katup mitral atau trikuspid), misalnya pada
defek septum ventrikel besar, duktus ateriosus
persisten yang besar, defek septum atrium besar,
insufisiensi mitral/ trikuspid berat. Terdengar
kurang lebih pada pertengahan fase diastolik.
Bila terdengar dengan punctum maximum di
apeks, menunjukkan adanya stenosis mitral.
 Pada ASD terdapat lubang pada septum
interatrial, tekanan yang lebih tinggi pada atrium
kiri daripada atrium kanan, sistem atrium kanan
lebih mudah teregang (more distensible)
dibandingkan dengan atrium kiri, dinding
ventrikel kanan yang lebih tipis juga memiliki
kemampuan untuk “menampung darah
tambahan” lebih baik dibandingkan dengan
ventrikel kiri yang berdinding lebih tebal
menyebabkan terjadi shunt left-right pada atrium
jantung. Selain itu, pada mekanisme normalnya
atrium kanan juga menampung darah balik yang
berasal dari seluruh tubuh melalui vena cava,
terjadi overload darah di atrium kanan,
 Lalu darah akan mengalir ke ventrikel kanan
melalui katup tricuspid. Katup tricuspid ini
dalam hal tertentu dapat menyempit (stenosis)
jika aliran darah yang melalui ostium tricuspid
terlalu banyak. Akibat 2 keadaan ini maka
terdengar middiastolic rumble murmur
berfrekuensi rendah pada ICS IV kiri atau kanan.
 Sebenarnya murmur ini dapat terdengar pada
ostium pulmonal di ICS II namun karena ostium
tricuspid lebih besar daripada ostium pulmonal
maka yang terdengar dominan di ICS IV.

2. Bagaimana klasifikasi kasus yang dialami pasien?


Jawab :
Kelainan ini dibedakan dalam 3 bentuk anatomis, yaitu :
1) Defek Sinus Venosus Defek ini terletak di bagian superior dan
posterior sekat, sangat dekat dengan vena kava superior. Juga dekat
dengan salah satu muara vena pulmonalis.
2) Defek Sekat Sekundum Defek ini terletak di tengah sekat atrium.
Defek ini juga terletak pada foramen ovale.
3) Defek Sekat Primum Defek ini terletak dibagian bawah sekat
primum, dibagian bawah hanya di batasi oleh sekat ventrikel, dan
terjadi karena gagal pertumbuhan sekat primum. Defek sekat primum
dikenal dengan ASD I, Defek sinus Venosus dan defek sekat
sekundum dikenal dengan ASD II