Anda di halaman 1dari 28

SELAMAT DATANG PESERTA SOSIALISASI

KETENTUAN IMPOR BARANG KIRIMAN

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
LATAR BELAKANG

1. Mendukung Paket Ekonomi XIV


• Mendorong pertumbuhan dan kelancaran perdagangan e-commerce
• Peningkatan nilai barang yang mendapatkan pembebasan (de minimis) dari USD 50
menjadi USD 100

2. Mengurangi keluhan masyarakat & Solusi IS-6 dan IS-7


• Memperbaiki layanan dan pengawasan impor Barang Kiriman

3. Menyelaraskan dengan International Best Practice


• WCO Procedures on Consigment Goods: Penetapan batasan layanan berdasarkan nilai
(value threshold) bukan berdasarkan berat

4. Optimalisasi penerimaan negara


• Penetapan pembebasan tanpa faktor diskon
• Penegasan jangka waktu penangguhan pembayaran untuk pos universal

5. Simplifikasi prosedur impor Barang Kiriman


• Penyelesaian pabean dengan CN
• Penggunaan tarif tunggal Bea Masuk (7.5%)

2 2 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
LATAR BELAKANG

6. Otomasi Proses pelayanan dan pengawasan impor Barang Kiriman

• Penggunaan aplikasi pelayanan (sistem komputer pelayanan)


• Pertukaran data secara elektonik

7. Transparansi
• Tracking System untuk mempermudah penelusuran status impor Barang Kiriman

8. Menjamin hak keberatan penerima barang atas penetapan Pejabat


• Penerima barang dapat mengajukan keberatan atas penetapan impor Barang Kiriman

9. Auditable
• Membuka ruang menguji kepatuhan importir

10. Pencatatan dan Statistik data tercatat

3 3 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENGERTIAN
Barang Kiriman adalah barang yang dikirim melalui Penyelenggara Pos.

Penyelenggara Pos adalah suatu badan usaha yang menyelenggarakan pos sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pos.

Pos adalah layanan komunikasi tertulis dan/atau surat elektronik, layanan paket,
layanan logistik, layanan transaksi keuangan, dan layanan keagenan pos untuk
kepentingan umum

Sumber: UU 38 Tahun 2009 Tentang Pos dan PMK Barang Kiriman

4 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENGAJUAN IZIN OLEH PENYELENGGARA POS
5 Hari
11 Kerja Sejak
Konfirmasi
Persyaratan 1

12
1
Jaminan 14
1 DJBC
• Kepada Direktur Jenderal untuk
Penyelenggara Pos yang Ditunjuk
• Kepada Kantor Pabean Setempat
untuk PJT

Penyelenggara 13
1 Persetujuan/Penolakan
Pos

5 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PERSYARATAN PENYELENGGARA POS

POS YG DITUNJUK PERUSAHAAN JASA TITIPAN

Bukti Penugasan Pemerintah Izin Penyelenggara Pos

Nomor Identitas Kepabeanan Nomor Identitas Kepabeanan


PPJK (NIK) PPJK (NIK)

Bukti Penetapan TPS atau Bukti Penetapan TPS atau


Kerjasama dengan TPS Kerjasama dengan TPS

Daftar Sarana di TPS

Denah Layout TPS dan Diagram


Alir Barang

6 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
JAMINAN PENYELENGGARA POS

JAMINAN TUNAI, JAMINAN


BANK, ATAU CUSTOMS BONDJaminan Tunai

Perusahaan Jasa
Jaminan Bank
Titipan

Jaminan Customs Bond

Penyelenggara
Corporate
Pos Yang
Guarantee
Ditunjuk

7 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
JAMINAN PERUSAHAAN JASA TITIPAN

JAMINAN TUNAI, JAMINAN


PJT Existing BANK, ATAU CUSTOMS BOND

Pertimbangan Perkiraan Jumlah


Jumlah Pembayaran Pembayaran BM,
BM, Cukai dan PDRI Cukai Dan PDRI
Dalam Jangka Dalam Jangka
Waktu 3 (Tiga) Hari Waktu 3 (Tiga) Hari

PJT Baru
8 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan RI
PEMBEKUAN DAN PENCABUTAN

Pembekuan Pencabutan Peringatan Tertulis Khusus


PJT

- Persyaratan sudah tidak Persyaratan berupa


Jaminan yang dipertaruhkan berlaku Kelengkapan sarana dan
tidak dapat dicairkan dalam - Tidak melakukan kegiatan prasarana, layout dan
kurun waktu sesuai kepabeanan 6 bulan diagram alir barang di TPS
ketentuan berturut-turut belum terpenuhi
- Mengajukan permohonan
pencabutan
- Dinyatakan bersalah Dalam 30 hari tidak
berdasarkan putusan dipenuhi  Tidak diberikan
pengadilan pelayanan kepabeanan di
- Dinyatakan Pailit oleh PN Kantor Pabean

EVALUASI PERSETUJUAN PENYELENGGARA POS dilakukan


masing-masing Kantor Pabean paling sedikit 1 (satu) kali
dalam setahun

9 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PEMBERIAN KUASA KEPADA PENYELENGGARA POS

Penguasaan Pengurusan PIBK


secara periodik, dengan jangka
waktu maksimal
1 (satu) tahun

10 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENYAMPAIAN MANIFES

MANIFEST
• Nomor Pelayaran/Penerbangan
• Pelabuhan tujuan/bongkar
• Jumlah BL/AWB atau jumlah Shipment
• Nomor sub pos -> nomor urut
• Nomor dan tanggal BL/AWB atau nomor
Identitas Barang Kiriman
• Nomor dan merek kemasan/petikemas atau
Penyelenggara Pos: kantong
• Nomor segel kemasan/petikemas atau
Melakukan perincian lebih lanjut kantong
atas pos BC 1.1 Barang Kiriman • Jumlah dan jenis kemasan/petikemas atau
untuk setiap Consignment Note kantong
• Berat bruto setiap Barang Kiriman
• Tanda tangan dan nama jelas pengangkut
atau Penyelenggara Pos yang Ditunjuk

11 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
FASILITAS PEMBEBASAN ATAS BARANG KIRIMAN

BM + CUKAI + PDRI
Atas Barang Kiriman
Berupa:
BEA MASUK
- 40 batang sigaret, 10
Dengan nilai pabean paling
batag cerutu, atau 40 gram
banyak FOB USD 100.00
tembakau iris, dan/atau
- 350 mL minuman yang
mengandung etil alkohol

12 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENGELOMPOKAN BARANG KIRIMAN

NILAI BARANG KATEGORI DOKUMEN TARIF KETERANGAN


CN (HAWB)/
BUKAN LARTAS
DAFTAR OFFICIAL ASSESSMENT
≤ USD 100 BEBAS
(BEBAS)
LARTAS CN (HAWB)

BADAN USAHA,
CN (HAWB) 7,5 % OFFICIAL ASSESSMENT
NON BDN USAHA
USD 100 < NILAI ≤
USD 1500 NON BDN USAHA* PIBK
MFN SELF ASSESSMENT
BADAN USAHA PIB

NON BDN USAHA* PIBK


SELF ASSESSMENT
> USD 1500 BADAN USAHA, MFN
PENANGGUHAN, PIB
TARIF PREFERENSI

*) Impor barang penumpang/pindahan (personal effect) atau barang yang memperoleh pembebasan dengan
penerima selain badan usaha seperti barang keperluan perwakilan negara asing, badan internasional,
yayasan, dan lembaga non usaha lainnya diselesaikan dengan PIBK

13 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENETAPAN TARIF DAN NILAI PABEAN
Hasil Penetapan
Pejabat yang Besaran
Dokumen Dokumen
Menetapkan Penetapan
Pengeluaran

Pejabat yang
Non-CN; Consignment
menangani
Bebas BM dan Respon Setuju
Nilai ≤ USD 100 Note / Daftar PDRI Keluar
Barang Kiriman

Pejabat yang Single Tarif BM


USD 100 < Nilai ≤ Consignment 7,5 %
menangani SPPBMCP
USD 1500 Note Kec. Buku Ilmu
Barang Kiriman Pengetahuan

Nilai > USD 1.500; Pejabat yang Sesuai aturan


SPTNP
NON BADAN PIBK menangani penetapan tarif
Barang Kiriman dan NP SPPB
USAHA

Nilai > USD 1.500;


Pejabat Sesuai aturan
BADAN USAHA; SPTNP
PIB Pemeriksa penetapan tarif
PENANGGUHAN, Dokumen dan NP SPPB
TARIF PREFERENSI

14 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENYELESAIAN PABEAN BARANG KIRIMAN

1 Daftar (Pasal 7)

2 Consignment Note (Pasal 8)

3 PIBK (Pasal 9)

4 PIB (Pasal 18)

15 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PROSES BISNIS: CONSIGNMENT NOTE

RESPON
SPBL BK CEK LARTAS
FOB USD 100 ≤ SETUJU
KELUAR

PENELITIAN SPPBMCP
SKP FOB USD 100 <
C/N NILAI PABEAN,
NILAI ≤ 1.500 + billing
IMPOR
TARIF, LARTAS

FOB > USD 1.500


NON BADAN RESPON PIBK
RESPON
CEK BC 1.1 USAHA
BC 1.1

RESPON CEK FOB >


FOB > USD 1.500 RESPON PIB
PIBK/PIB USD 1.500
BADAN USAHA

FLAG
X-RAY PERIKSA

PERIKSA LHP
FISIK

16 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PROSES BISNIS: PIBK

Bayar BM dan SPBL BK SPTNP


PDRI
Bank

KURANG
Billing LARTAS BAYAR
Online

NOMOR
PENELITIAN
PIBK SKP DAN
NILAI PABEAN, SPPB
IMPOR TANGGAL
PIBK TARIF, LARTAS

NPBL BK LARTAS

RESPON CEK STATUS


PIB PENERIMA
FLAG
PERIKSA
RESPON
BC 1.1 CEK BC 1.1

PERIKSA LHP
FISIK
X-RAY

17 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENGELUARAN BARANG KIRIMAN

• Penegasan pengawasan dan pelayanan kepabeanan atas impor Barang


Kiriman dilaksanakan di Kawasan Pabean atau tempat lain yang
diperlakukan sama dengan tempat penimbunan sementara.

• Tujuan pengeluaran dari barang kiriman, selain impor untuk dipakai,


dapat juga untuk tujuan impor sementara, diangkut ke TPS di kawasan
pabean di Kantor Pabean lainnya, ditimbun di TPB, dan re-ekspor.

• Pejabat yang menangani barang kiriman dapat meminta data dan


konfirmasi kepada penerima barang dalam rangka penetapan.

18 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
KEBERATAN

Pasal 93 ayat (1) UNDANG–UNDANG KEPABEANAN


“Orang yang berkeberatan terhadap penetapan pejabat bea dan cukai mengenai tarifdan/atau nilai
pabean untuk penghitungan bea masuk dapat mengajukan keberatan secaratertulis hanya kepada
Direktur Jenderal dalam waktu 60 (enam puluh) hari sejak tanggal penetapan dengan menyerahkan
jaminan sebesar tagihan yang harus dibayar.

Pasal 93A ayat (1) UNDANG-UNDANG KEPABEANAN


Orang yang berkeberatan terhadap penetapan pejabat bea dan cukai selain tarif dan/atau nilai pabean
untuk penghitungan bea masuk dapat mengajukan keberatan secara tertulis hanya kepada Direktur
Jenderal dalam waktu 60 (enam puluh) hari sejak tanggal penetapan.

Penegasan tata cara pengajuan keberatan atas penetapan Pejabat oleh Penerima
Barang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur
mengenai keberatan di bidang kepabeanan.

19 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
BARANG TIDAK DIKUASAI (BTD)

Penyelenggara Barang Kiriman yang ditimbun di TPS melebihi jangka waktu 30


Pos hari

Pos Yang Barang yang ditolak oleh penerima barang atau tidak
terkirim kepada Penerima barang dalam jangka waktu 60
Ditunjuk
hari sejak persetujuan pengeluaran barang

Barang dengan tujuan luar daerah daerah pabean yang


Pos Yang
Ditunjuk
diterima kembali karena ditolak/tidak tersampaikan dan tidak
terselesaikan dalam waktu 30 hari

20 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
KEWAJIBAN PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK

Pemantauan
Pengelolaan Barang
Pemindahan
Kiriman (Penimbunan
Penimbunan Barang
dan Pengeluaran)
Kiriman

Informasi Status
Monitoring
Barang Kiriman
Pembayaran BM dan
kepada Penerima
PDRI
Barang

21 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
MASA BERLAKU PERSETUJUAN SEBELUM PMK
BARANG KIRIMAN

Pos Yang
PJT
DItunjuk

• berakhirnya
Paling lama 6 bulan persetujuan yg masih
sejak berlakunya berlaku, dan
PMK Barang Kiriman • paling lama 6 bulan
sejak berlakunya PMK
Barang Kiriman

22 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENGATURAN TAMBAHAN DI RPDJ
➢ Pengeluaran Sebagian
Mengakomodasi pengeluaran sebagian untuk barang yang tidak
terkena lartas atau telah memenuhi ketentuan lartas
➢ Dokumen BC 1.4 untuk Penyelenggara Pos Yang Ditunjuk
Pemindahan dari TPS ke TPS lain di bawah pengawasan Kantor
Pabean lain, misalnya: Soetta  Pasar Baru, dll
➢ Tata cara Pemeriksaan Pabean
Pemeriksaan atas daftar, CN (HAWB), dan PIBK untuk Barang Kiriman

23 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PENTAHAPAN MANDATORY

TAHAP WAKTU KANTOR PABEAN


I Januari 2017 KPPBC TMP Tanjung Emas, KPPBC TMP Jakarta
II Maret 2017 KPPBC TMP Kuala Namu, KPPBC TMP Ngurah Rai
(Minggu I)
III Maret 2017 KPPBC TMP Bandung, KPPBC TMP Juanda, KPPBC
(Minggu III) TMP Balikpapan,

IV April 2017 KPUBC Tipe C Soekarno Hatta, KPPBC Tipe


Pratama Kantor Pos Pasar Baru dan KPPBC Lain
(20 Kantor Pos Lalu Bea)

24 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Contoh Penyelesaian Pabean Barang Kiriman
8 PCS
FOB USD 80
CONSIGNMENT
SPPBMCP
NOTE

1 UNIT SPPBMCP /
FOB USD 899 CN/ PIBK / PIB SPTNP /
SPPB

1 UNIT PIBK / PIB SPTNP /


FOB USD 2400 SPPB

PIB SPTNP /
1 PCS SPPB
FOB USD 5,500
BADAN USAHA

25 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PERSANDINGAN KETENTUAN BARANG KIRIMAN

NO HAL PMK 188/2011 PMK BARANG KIRIMAN

1 Definisi Barang impor yang dikirim oleh pengirim tertentu barang yang dikirim melalui Penyelenggara Pos.
di luar negeri kepada penerima tertentu di dalam (diselaraskan dengan UU No. 38 Thn 2009 tentang
negeri. Pos)
2. Persyaratan Penyelenggara mengatur persyaratan PJT mengatur persyaratan PJT dan Pos sehingga
Pos selaras dengan UU Pos
3. Monitoring dan Evaluasi tidak diatur Secara periodik setiap 1 (satu) tahun
Penyelenggara Pos
4. Pengangkutan Barang Kiriman tidak diatur Kewajiban penyampaian pemberitahuan
pengangkutan (BC 1.1 atau BC 1.4)
5. Tujuan pengeluaran / impor untuk dipakai mengakomodasi impor untuk dipakai, impor
penyelesaian sementara, dikeluarkan ke TPS lain, dikeluarkan ke
TPB, dan diekspor kembali
6. Batasan Barang Kiriman pembatasan berdasarkan berat barang max 100 pengelompokan barang kiriman dan
Kg/kiriman penyelesaiannya berdasarkan Nilai Barang
(saat ini batasan berat untuk barang kiriman (sesuai dengan praktek dan standar internasional)
hanya dilakukan oleh Indonesia)
6. De Minimis FOB USD 50.00 FOB USD 100.00
(nilai yang mendapatkan pembebasan) (dengan diskon) (tidak diskon)
7. Dokumen Penyelesaian PIBK untuk PJT Harmonisasi dan simplifikasi dok penyelesaian
PPKP untuk Pos kewajiban untuk barang kiriman dengan nilai s.d.
USD 1500 yaitu dengan Consignment Note
(SPPBMCP)

26 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
PERSANDINGAN KETENTUAN BARANG KIRIMAN

NO HAL PMK 188/2011 PMK BARANG KIRIMAN

8. Tarif Bea Masuk tarif tertinggi tarif tunggal 7,5 %


(lebih dari 3 barang)
9. Penetapan tarif dan nilai pabean offisial assestment untuk barang kiriman official assestment dan self assestment dengan
dengan berat sampai dengan 100 Kg batasan berdasarkan nilai pabean
10. Kawasan Pabean dan TPS tidak diatur Diatur kewajiban penetapan Kawasan Pabean
dan TPS untuk PJT maupun Pos
11. Keberatan tidak diatur Diselaraskan dengan UU Kepabeanan sehingga
atas penetapan pejabat dapat dilakukan
keberatan
12. Sistem Aplikasi Penyampaian PIBK dapat melalui Pertukaran Penyampaian CN dan PIBK melalui sistem
Data (PDE) aplikasi barang kiriman yang diperluas dengan
mengakomodasi tracking (pelacakan) status
barang kiriman oleh penerima barang /
masyarakat umum, monitoring pembayaran
(MPN-G2)

27 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan RI