Anda di halaman 1dari 3

Sejarah Mesin Diesel

Nama "Diesel" diberikan kepada sebuah mesin yang sesuai dengan nama penemunya, yaitu
Rudolf Christian Karl Diesel (1858-1913), seorang mekanik andal kelahiran Prancis yang besar di
Jerman. Terkenal akan penemuanya, mesin diesel, Dia lahir di Paris dan meninggal secara misterius di
kapal fery dalam perjalanannya ke Inggris.

Diesel mengembangkan ide sebuah mesin pemicu kompresi pada dekade terakhir abad ke-19 dan
menerima hak paten untuk alat tersebut pada tahun 1893. Dia membangun prototipe yang berfungsi pada
awal 1897 ketika berkerja di pabrik Man di Augsburg. Mesin diesel ini pun dinamakan untuk
menghormati jasanya. Aslinya, ia bernama "mesin minyak".

Rancangan mesin Rudolf Diesel ini memiliki beberapa tujuan, antara lain:

1. Menaikkan efisiensi motor (efisiensi motor bensin = 30%, efisiensi motor diesel = 40-51%).
2. Mengganti sistem pengapian dengan sistem penyalaan sendiri, karena sistem pengapian
motor bensin pada waktu itu kurang baik.
3. Mengembangkan sebuah mobil yang dapat dioperasikan dengan bahan bakar yang lebih murah
dari pada bensin.
Sejarah Mesin Bensin

Nikolaus August Otto (1832-1891) ialah penemu mesin pembakaran dalam asal jerman.
Sebagai lelaki muda ia mulai percobaan dengan mesin gas dan pada 1864 ikut serta dengan 2
kawan untuk membentuk perusahaannya sendiri. Perusahaan itu dinamai N. A. Otto & Cie., yang
merupakan perusahaan pertamanya yang menghasilkan mesin pembakaran dalam. Perusahaan ini
masih ada sampai kini dengan nama Deutz AG.

Mesin Atmosfer pertamanya selesai pada Mei 1867. 5 tahun kemudian ia disusul oleh Gottlieb
Daimler dan Wilhelm Maybach dan bersama mereka menciptakan gagasan putaran empat tak atau
putaran Otto.

Pertama kalinya dibuat pada 1876, tak itu merupakan gerakan naik atau turun pada piston silinder.
Paten Otto tak berlaku pada 1886 saat ditemukan bahwa penemu lain, Alphonse Beau de Rochas,
telah membuat asas putaran 4 tak dalam selebaran yang diterbitkan sendiri. Menurut studi sejarah
terkini, penemu Italia Eugenio Barsanti dan Felice Matteucci mempatenkan versi efiensi karya
pertama dari mesin pembakaran dalam pada 1854 di london (nomor paten 1072). Mesin Otto
dalam banyak hal paling tidak diilhami dari penemuan itu.

Mesin bensin ( mesin Otto ) dari Nikolaus Otto adalah sebuah tipe mesin pembakaran dalam yang
menggunakan nyala busi untuk proses pembakaran, dirancang untuk meggunakan bahan bakar
bensin atau sejenis nya.
Mesin bensin berbeda dengan mesin diesel dalam metode pencampuran bahan bakar dengan udara,
dan mesin bensin selalu menggunakan penyalaan busi untuk proses pembakaran.

Pada mesin diesel, hanya udara yang dikompresikan dalam ruang bakar dan dengan sendirinya
udara tersebut terpanaskan, bahan bakar di akhiri langkah kompresi untuk bercampur dengan
udara yang di panaskan, pada saat kombinasi antara jumlah udara, jumlah bahan bakar, dan
temperatur dalam kondisi tepat maka campuran udara dan bakar tersebut akan terbakar dengan
sendirinya.

Pada mesin bensin , pada umumnya udara dan bahan bakar di campur sebelum masuk keruang
bakar, sebagian kecil mesin bensin modern mengaplikasikan injeksi bahan bakar langsung ke
silinder ruang bakar termasuk mesin bensin 2 tak untuk mendapatkan emisi gas buang yang ramah
lingkungan. Pencampuran udara dan bahan bakar dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi,
keduanya mengalami perkembangan dari sistem manual sampai dengan penambahan sensor-
sensor electronik. Sistem injeksi bahan bakar di motor otto terjadi di luar silinder, tujuannya untuk
mencampur udara dengan bahan bakar seproposional mungkin. Hal ini disebut EFI.