Anda di halaman 1dari 3

C I L A C A P

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP


DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS JERUKLEGI II
Jalan Raya Jambusari – Jeruklegi telp. 08122666590
JERUKLEGI
Kode Pos 53252

KERANGKA ACUAN
PENGGUNAAN DANA BOK
PROGRAM IMUNISASI DI KABUPATEN CILACAP
TAHUN 2018

I. PENDAHULUAN

Pembangunan bidang Kesehatan merupakan salah satu pilar utama peningkatan


kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai tujuan ini maka Kementerian
Kesehatan sebagai penanggung jawab pembangunan kesehatan di Indonesia
mempunyai visi “Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan”. Salah satu tolok
ukuran kesehatan adalah menurunnya angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat
Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
Program Imunisasi merupakan upaya Kesehatan masyarakat yang terbukti paling
cost effective dan telah diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956. Dengan
program ini, Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit cacar sejak tahun 1974. Mulai
tahun 1977 kegiatan Imunisasi diperluas menjadi Program Pengembangan Imunisasi (
PPI ) yaitu Imunisasi : Tuberkulosis, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Campak, Hepatitis
B, Pneumonia serta meningitis. Sehingga sampai saat ini ada 9 penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi ( PD3I ).
Berdasarkan Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, Imunisasi
merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit menular yang
merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan sebagai salah satu
bentuk nyata komitmen pemerintah mencapai Millennium Development Goals ( MDGs )
khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak, yang dikaitkan dengan masa
depan generasi muda, yang akan mengambil alih estafet kepemimpinan di masa
mendatang.
Upaya menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat Penyakit
yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), sangat ditentukan oleh cakupan
imunisasi yang tinggi dan merata di semua Desa/Kelurahan yang diukur dengan
cakupan Universal Child Immunization (UCI). UCI adalah suatu kondisi dimana 80%
bayi ( 0 – 11 bulan ) yang ada disuatu desa/kelurahan telah mendapatkan Imunisasi
dasar lengkap yaitu bayi mendapat Imunisasi HB.0 1 X, BCG 1 X, DPTHBHIB 3 X,
POLIO 4 X dan Campak1 X. Kemudian Imunisasi lanjutan ( DPTHBHIB dan Campak ) 1
X pada anak usia 18 bulan dengan target 80 %, Imunisasi DT anak kelas 1, Imunisasi
Td pada anak kelas 2 dan 3 pada SD/sederajat dengan target 98 %.
Meskipun Penyakit PD3I sudah dapat ditekan dan UCI Desa tercapai, namun
cakupan imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata disemua Desa/Kelurahan.
Kendala yang sering dihadapi dalam pelaksanaan imunisasi dilapangan adalah kondisi
geografis yang sulit dicapai, orang tua risau karena anak panas setelah diimunisasi,
orangtua sibuk bekerja, kehalalan vaksin, mobilitas tinggi sehingga dapat menghambat
pencapaian target. Demikian juga dengan indikator UCI 80 % bayi mendapat Imunisasi
dasar Lengkap, maka masih terdapat daerah-daerah kantong yang dapat menimbulkan
kejadian Luar Biasa ( KLB ). Kondisi ini harus mendapatkan perhatian yang serius dari
semua pihak yang terkait.
Pada Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019,
UCI desa ditetapkan sebagai salah satu indikator keberhasilan untuk menilai
terlaksananya pelayanan imunisasi dasar lengkap secara merata, dengan target 100%.
Untuk menjaga agar cakupan UCI Desa/Kelurahan 100 % dari tahun ke tahun,
maka diperlukan suatu strategi kegiatan.
II. Pelaksanaan Kegiatan
1. Pelaksanaan Imunisasi Rutin
Tujuannya untuk menurunkan angka kesakitan yang bisa dicegah dengan PD3I
pada bayi dan balita pada bulan Februari – November
Anggaran :
Transport Pet. Imunisasi ke Wilayah Desa
( 1 Orang X Jumlah Desa X 10 kl X Rp. 55.000,- )

2. Surveilans KIPI Imunisasi Dasar Lengkap


Tujuannya dengan adanya surveilans KIPI maka kasus KIPI dapat terpantau pada
bulan Februari – November
Anggaran :
Transport Pet. Imunisasi ke Wilayah Desa
( 2 Orang X 10 kegiatan X 1 kl X Rp. 55.000,- )
3. Pelaksanaan /Sweeping Imunisasi dan DOFU,BIAS
Tujuannya melaksanakan/menjaring sasaran/ yang belum terimunisasi ke
posyandu pada bulan Februari – November
Anggaran :
Petugas Imunisasi ke Posyandu/tempat layanan Imunisasi
( 1 Orang X Jumlah Posyandu/tempat layanan Imunisasi X 10 kl X Rp. 55.000,- )

4. Pendataan Sasaran BIAS


Tujuannya melakukan pendataan sasaran BIAS yaitu kelas 1s/d 6 SD/Sederajat ke
Sekolah pada bulan Juli
Anggaran :
Transport BDD ke Sekolah
( 1 Orang X Jumlah Sekolah X 1 kl X Rp. 55.000,- )

5. Pelaksanaan BIAS
Tujuannya melaksanakan Imunisasi BIAS MR pada anak kelas 1-2 pada bulan
September dan Bias DT pada anak kelas 1-Td pada anak kelas 2 pada bulan
Oktober - November ke sekolah SD/Sederajat.
Anggaran :
Transport petugas pelaksana
( 2 Orang X Jumlah sekolah X 2 kl X Rp. 55.000,- )
Transport Supervisor
( 1 Orang X Jumlah Desa X 2 kl X Rp. 55.000,- )
Petunjuk pelaksanaan ini digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan
program agar lebih terarah dan terkendali sehingga bermanfaat bagi kepentingan
program.

III. PEMANTAUAN

Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap akan melakukan pemantauan secara berkala,


dengan melakukani analisis laporan serta pengamatan di lokasi melalui fasilitasi teknis
serta memberikan rekomendasi untuk ditindak lanjuti oleh UPT Puskesmas.

Jeruklegi , ...............................
Plt. Kepala UPT Puskesmas Jeruklegi II

dr. PRATITI WIJI LESTARI


NIP. 19770424 200701 2 037