Anda di halaman 1dari 2

Andiana Marjayanti (D1091151033)

Kewarganegaraan (MKWU3)
Perencanaan Wilayah Kota
Fakultas Teknik
Universitas Tanjungpura

Teknologi Internet: Berkah atau Musibah?

Teknologi internet bukan lagi menjadi hal yang tabu bagi masyarakat dunia sejak tahun
2000. Setiap sesutau yang diciptakan tentu menimbulkan sisi negatif dan positif, sudah menjadi
konsep dasar sifat dari sesutau yang diciptakan. Begitu pula dengan teknologi internet.
Perhatian utama yang menjadi fokus kita sebagai pengguna yang merasakan langsung sisi
positif dan negatif teknologi internet bukanlah memperdebatkan apakah teknologi internet
merupakan suatu berkah atau musibah, namun terfokus kepada sikap kita untuk cerdas dan
bijak dalam penggunaannya. Jadi permasalahannya ada pada diri setiap individu pengguna dan
lingkungan sekitarnya, sebagai contoh balita yang merupakan individu pengguna dan orang tua
balita sebagai lingkungan sekitarnya.
Teknologi internet dapat dikatakan sebagai berkah tentu dengan hal-hal positif yang
ditimbulkan. Hal positif yang dapat digunakan sebagai contoh adalah “Peran Internet terhadap
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”. Berdasarkan laporan yang dirilis Deloitte Access
Economics mewakili Google Asia Pasifik, menjelaskan bahwa kontribusi internet terhadap
ekonomi Indonesia mencapai 1,6% atau sekitar Rp 116 triliun atau setara 13 miliar USD dari
total pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia di tahun 2011. Adapun total PDB Indonesia
di tahun 2011 sebesar 893 miliar USD (Sumber: Bank Dunia). 13 miliar yang diperoleh dari
kontribusi internet dapat di gunakan untuk membangun ±16 unit sekolah atau melengkapi
seluruh peralatan medis di satu rumah sakit tipe B atau dapat digunakan untuk pembangunan
jalan lokal sepanjang ±106 km dengan perkerasan aspal. Hal tersebut merupakan angka yang
fantastis menurut saya dan itu hanya satu diantara berkah dari teknologi internet.
Teknologi internet dapat juga menjadi musibah dengan hal-hal negatif yang
ditimbulkannya, sebagai contoh sambutan Presiden Indonesia Joko Widodo dalam Perayaan
HUT Ke-18 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Jakarta, yang menyatakan “Di
medsos kita sering lihat adanya hasutan, fitnah, berita bohong, ujaran, kebencian yang kalau
tidak waspada bisa memecah belah bangsa”. Hoax yang dianggap memecah belah bangsa
merupakan contoh kecil musibah teknologi internet. Kemudian muncul penyakit atau sindrom
baru yang disebut sindrom nomofobia atau lebih umumnya adalah “Kecanduan Gadget”.
Berdasarkan laporan dari Center on Media and Child Health di Boston Children’s Hospital,
±65% balita di seluruh dunia telah teridentifikasi kecanduan gadget. Lalu ada yang namanya
“Cybercrime” yang merupakan kejahatan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi
komputer khusunya internet. National Technology Officer Microsoft Indonesia Tony Seno
Hartono memperkirakan kerugian akibat kejahatan cyber di Indonesia mencapai Rp 33,29
miliar per tahun. “Angka ini justru lebih besar dibanding perampokan nasabah bank secara
konvensional,” kata Tony saat Cloud Computing Masterclass di kantor Microsoft, Jakarta,
Jumat 12 Mei 2016. Kemudian hasil temuan Norton Cybersecurity Insights Report yang
menyoroti kenyataan pahit dari kejahatan online dan efek personalnya pada konsumen di 17
negara, menyatakan kejahatan cyber membuat tiap orang rata-rata rugi 358 USD atau total
sekitar 150 miliar USD. Masih banyak musibah yang ditimbulkan tekonologi internet yang
tidak dapat saya bahas satu per satu secara mendetail.
Kedua sisi yang telah kita bahas tentu dapat dijadikan pertimbangan kita dalam menilai
teknologi internet, apakah sebagai berkah atau musibah? Baik bagi individu maupun bagi hal
yang lebih kompleks yaitu suatu negara bahkan dunia. Pendapat saya terhadap hal ini adalah,
saya menilai teknologi internet sebagai suatu berkah karena saya merasa sangat terbantu
dengan teknologi ini dalam dunia saya sebagai mahasiswa. Bahkan saya berpikir dari musibah
yang ditimbulkan teknologi internet memberikan pengetahuan dan sumber daya baru untuk
mengatasinya sehingga timbul jenis pekerjaan, ilmu, dan inovasi keamanan baru. Demikian
saya memandang teknologi internet, namun saya tidak ingin dan tidak mungkin memaksakan
pendapat saya untuk setiap individu dan masyarakat dalam menilai teknologi internet. Pendapat
ini hanya sebatas gambaran dan anda yang membuat pilihan.