Anda di halaman 1dari 4

ALKALOID STEROID

I. PENDAHULUAN
1. Pengertian Alkaloid

Alkaloid merupakan suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di alam.
Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis
tumbuhan tingkat tinggi. Sebagian besar alkaloid terdapat pada tumbuhan dikotil sedangkan untuk
tumbuhan monokotil dan pteridofita mengandung alkaloid dengan kadar yang sedikit.

Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang


kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa
yang berasal dari hewan). Asam amino, peptida, protein, nukleotid, asam nukleik, gula amino dan
antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid. Dan dengan prinsip yang sama, senyawa
netral yang secara biogenetik berhubungan dengan alkaloid termasuk digolongan ini

2. Pengertian Alkaloid Steroid


Senyawa Steroid merupakan senyawa yang memiliki kerangka dasar triterpena asiklik.
mengandung 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen dan 1 rangka steroid yang mengandung 4
cincin karbon.
Asal tumbuhan : banyak ditemukan pada family solanaceae, Zigadenus venenosus, liliaceae.
II. RUMUS BANGUN
Rumus Bangun Alkaloid Steroid

III. PENGGOLONGAN DAN TURUNANNYA


Alkaloid steroid terbagi atas 3 golongan, diantaranya:
1. Golongan I : Sevadina, germidina, germetrina, neogermetrina, gemerina, neoprotoperabrena,
veletridina.
2. Golongan II : pseudojervina, veracrosina, isorobijervosia
3. Golongan III : germina, jervina, rubijervina, isoveratromina.
IV. MANFAAT ALKALOID STEROID PADA TUMBUHAN
1. Meningkatkan laju perpanjangan sel tumbuhan
2. Menghambat penuaan daun
3. Mengakibatkan lekuk pada daun rumput-rumputan
4. Menghambat proses gugurnya daun
5. Menghambat pertumbuhan akar tumbuhan
6. Meningkatkan resistensi pucuk tumbuhan kepada stress lingkungan
V. MANFAAT ALKALOIS STEROID PADA MANUSIA
1. Sebagai obat peradangan
2. Meningkatkan masa dan kekuatan otot
3. Bekerja langsung pada kimiawi otak untuk meningkatkan mood dan mengurangi sensai nyeri
4. Berguna sebagai antihipertensi

VI. TERDAPAT PADA TANAMAN

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi
batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi
salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika
Selatan.

Klasifikasi ilmiah dari tanaman kentang :


Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta (Spermatophyta)
Kelas : Magnoliophyta (Dicotyedonae/Berkeping Dua)
Subkelas : Asteridae
Ordo : Solanales/Tubiflorae (Berumbi)
Famili : Solanaceae (Berbunga terompet)
Genus : Solanum (Daun mahkota berletakan satu sama lain)
Seksi : Petota
Spesies : Solanum tuberosum
Nama binomial : Solanum tuberosum LINN. (Solanum tuberosum L.)
VII. BIOGENESIS ATAU BIOSINTESISNYA

Tahap- tahap awal dari biosintesa steroid adalah sama bagi semua steroid alam yaitu pengubahan
asam asetat melalui asam mevalonat dan skualen (suatu triterpenoid) menjadi lanosterol dan
sikloartenol. Percobaan-percobaan menunjukkan bahwa skualen terbentuk dari dua molekul farnesil
pirofosfat yang bergabung secara ekor-ekor yang segera diubah menjadi 2,3-epoksiskualen.
selanjutnya lanosterol terbentuk oleh kecenderungan 2,3-epoksiskualen yang mengandung lima ikatan
rangkap untuk melakukan siklisasi ganda. Siklisasi ini diawali oleh protonasi guigus epoksi dan
diikuti oleh pembukaan lingkar epoksida.
Kolesterol terbentuk dari lanosterol setelah terjadi penyingkiran tiga gugus metil dari molekul
lanosterol yakni dua dari atom karbon C-4 dan satu dari C-14. Penyingkiran ketiga gugus metil ini
berlangsung secara bertahap, mulai dari gugus metil pada C-14 dan selanjutnya dari C-4. Kedua
gugus metil pada kedua C-4 disingkirkan sebagai karbon dioksida, setelah keduanya mengalami
oksidasi menjadi gugus karboksilat. sedangkan gugus metil pada C-14 disingkirkan sebagai asam
format setelah gugus metil itu mengalami oksidasi menjadi gugus aldehid.
Percobaan dengan jaringan hati hewan, emnggunakan 2,3 epoksiskualen yang diberi tanda dengan
isotop 180 menunjukkan bahwa isotop 180 itu digunakan untuk pembuatan lanosterol menghasilkan
(180)- lanosterol radioaktif. Hasil percobaan ini membuktikan bahwa 2,3- epoksiskualen terlibat
sebagai senyawa antara dalam biosintesa steroida. Molekul kolestrol terdiri atas tiga lingkar enam
yang tersusun seperti fenantren dan terlebur dalam suatu ¬lingkar lima. Hidrokarbon tetrasiklik jenuh
yang mempunyai sistem lingkar demikian dan terdiri dari 17 atom karbon sering ditemukan pada
banyak senyawa yang tergolong senyawa bahan alam yang disebut stroida.
VIII. KESIMPULAN
1. Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang
kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan(tetapi ini tidak mengecualikan senyawa
yang berasal dari hewan). Asam amino, peptida, protein, nukleotid, asam nukleik, gula amino
dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid.
2. Senyawa Steroid merupakan senyawa yang memiliki kerangka dasar triterpena asiklik.
mengandung 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen dan 1 rangka steroid yang mengandung
4 cincin karbon.
3. Manfaat alkaloid steroid pada tumbuhan untuk Meningkatkan laju perpanjangan sel
tumbuhan, Menghambat penuaan daun, Mengakibatkan lekuk pada daun rumput-rumputan,
Menghambat proses gugurnya daun, Menghambat pertumbuhan akar tumbuhan,
Meningkatkan resistensi pucuk tumbuhan kepada stress lingkungan
4. Manfaat alkaloid steroid pada hewan dan manusia Sebagai obat peradangan, Meningkatkan
masa dan kekuatan otot, Bekerja langsung pada kimiawi otak untuk meningkatkan mood dan
mengurangi sensai nyeri, Berguna sebagai antihipertensi.
5. Alkaloid steroid ditemukan pada family solanaceae,.contohnya pada tumbuhan kentang.
6. Alkaloid steroid terbagi atas 3 golongan, diantaranya:Golongan I : Sevadina, germidina,
germetrina, neogermetrina, gemerina, neoprotoperabrena, veletridina,Golongan II :
pseudojervina, veracrosina, isorobijervosia, Golongan III : germina, jervina, rubijervina,
isoveratromina.

IX. DAFTAR PUSTAKA


https://www.google.co.id/search?q=alkaloid+steroid, /Diakses pada tanggal 01 April 2018,
pukul 19:12
https://www.google.co.id/search?q=rumus+kimia+alkaloid+steroid, /Diakses pada tanggal 01
April 2018, pukul 19:40
https://s1farmasi.blogspot.co.id/2013/12/biosintesis-steroid.html, /Diakses pada tanggal 01
April 2018, pukul 18:50
https://id.wikipedia.org/wiki/Kentang, /Diakses pada tanggal 01 April 2018, pukul 19:59
https://id.wikipedia.org/wiki/Alkaloid, /Diakses pada tanggal 01 April 2018, pukul 20:10