Anda di halaman 1dari 2

1.

Bab II Tinjauan Pustaka


2.1 Literatur Komoditas yang Diamati
Hortensia (Hydrangea macrophylla) adalah tumbuhan berbunga yang berasal dari
Asia Timur dan Asia Selatan (Jepang, Tiongkok, Himalaya, Indonesia), Amerika Utara dan
Amerika Selatan. Tanaman hortensia merupakan tanaman berbunga indah yang dapat ditanam
di dalam pot, maupun di lapangan. Biasanya tanaman hortensia dibudidayakan sebagai
tanaman hias maupun bunga potong. Tanaman hortensia dikenal dengan nama kembang
bokor karena bentuk calyx (mahkota) dekat dengan dasar bunga yang berkumpul sebagai
bunga berbentuk bokor. Tanaman hortensia biasanya dipakai sebagai taman pelaminan
pengantin karena memberikan efek warna yang indah. Di Bali tanaman hortensia lebih
dikenal dengan nama bunga pecah seribu atau kembang seribu yang dibudidayakan sebagai
bunga potong untuk pelengkap sarana upacara adat/agama terutama banten (sesaji) bagi umat
Hindu yang dari-tahun ke tahun kebutuhannya meningkat seiring dengan pertambahan jumlah
penduduk dan seringnya upacara keagamaan.
(Sumerta dkk, 2005)
Bunga hortensia banyak diminati oleh masyarakat sebagai sarana upacara karena
harganya yang dapat dijangkau dan bunga tersebut cukup awet bahkan dapat bertahan sampai
7 hari sejak bunga tersebut dipetik dari pohonnya. Bunga hortensia saat ini sangat mudah
dijumpai di pasar-pasar tradisional Kebutuhan bunga hortensia sebagai tanaman hias dan
bunga potong segar tetap diperlukan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Konsumen bunga hortensia di Bali meliputi rumah tangga, pedagang bunga, toko-toko bunga
(flower shop). Tanaman bunga hortensia adalah tanaman cukup spesifik di dataran tinggi.
Tanaman bunga hortensia pada mulanya hanya berupa tanaman hias untuk pekarangan,
namun karena tanaman bunga hortensia dapat memberikan kontribusi dan penghasilan bagi
petani bunga hortensia maka sejak tahun 1990an mulai dikembangkan. Pengembangan
tanaman bunga hortensia ini juga didorong oleh keperluan masyarakat terhadap bunga
hortensia cukup banyak. Tanaman bunga hortensia dapat dipanen untuk pertamakalinya
setelah berumur sembilan bulan dan panen berikutnya umumnya antara 10–15 hari sekali.
Umur produktif tanaman hortensia untuk satu periode musim tanam adalah enam tahun
setelah itu tanaman harus dibongkar secara keseluruhan karena kualitas bunga yang
dihasilkan tidak sebagus saat umur tanaman masih produktif. Bunga hortensia mulai
berproduksi untuk pertama kalinya pada umur sembilan bulan. Selanjutnya dalam sebulan
akan dapat dipanen .
(Satena, 2011)

Famili : Saxifragaceae
Nama Latin : Hydrangea macrophylla
Nama Lain : Hortensia, Hidrangea,
Kembang bokor

Agroklimat
Ketinggian Tempat : 560 – 1.400 m dpl
Intensitas Cahaya : Cahaya matahari penuh
Temperatur : 16 – 24 0C
Kelembaban Udara : 60 – 80 %

Budidaya
Perbanyakan : Generatif dengan Biji Vegetatif dengan stek batangyang lunak
Media Tanam : Campuran tanah dan bahan organik (1 : 1), tanah gembur, kaya unsur
hara,berdrainase baik dan aerasi baik.
Penyiraman : Tanaman ini menghendaki persediaan air yang cukup tinggi tetapi tidak
tergenang,
frekuensi penyiraman tergantungmusim. Pada saat pembungaan
membutuhkan air lebih banyak.
Pemupukan : Pupuk yang dapat digunakan adalah NPK (20:20:20) dengan nitrogen 200 ppm.
Pemupukan selanjutnya dapat dilakukan diberikan NPK (20:20:20) dilakukan setiap 6 bulan
sekali.
Umur Panen : Panen bisa dialkukan tergantung
kondisi bunga yang disesuaikan
dengan kebutuhan pasar. Umur
berbunga bulai dari 1,5 – 3 bulan.
Penempatan &
Kegunaan Tanaman
Dalam ruangan & Rangkaian- Luar Ruangan & TanamanHias Taman, Lansekap
(Dinas pertanian,2014)
Dapus :
Sumerta, Nyoman, Miwada. 2009. Peningkatan Potensi Ceker Bloiler Hasil
Samping dari Tempat Pemotongan Ayam (TPA) Menjadi Gelatin dengan
Menggunakan Metode Ekstraksi Terkombinasi. Jurnal Bumi Lestari .
Jurusan Kimia Fakultas Peternakan Universitas Udayana Denpasar. 9 (1):
82­86
Setena, Made. 2011. Analisis Kelayakan Usahatani Tanaman Bunga Hortensia di Desa
Gobleg Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Universitas Udayana Denpansar.
Dinas Pertanian. 2014. Pengembangan Tanaman Hias. Sumatera Barat.