Anda di halaman 1dari 17

BAB I

LATAR BELAKANG USAHA DAN VISI USAHA

A. Sejarah Berdirinya

Perkembangan zaman membuat ide-ide kreatif berkembang di tengah-tengah


masyarakat, ide kreatif ini bermunculan dengan berbagai hasil karya, seperti berbagai
macam motif salah satu dalam kerajinan tangan contohnya adalah rajutan. Rajutan ini
memiliki berbagai macam bentuk dan motif. Merajut dapat dilakukan dengan tangan atau
mesin. Ada berbagai jenis gaya dan teknik merajut. Teknik dasar dalam merajut adalah
tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk atas adalah mengait benang dari arah depan,
sementara tusuk bawah adalah mengait benang dari arah belakang. Hasil rajutan memiliki
pola seperti huruf v yang bersambungan.

Usaha “G-NIT COLLECTION” memiliki berbagai macam bentuk, seperti bros,


bando, tempat HP, tempat pensil, tempat aksesoris, tempat botol, dompet dan tas. Dalam
usaha “G-NIT COLLECTION” memfokuskan hasil rajutan berbentuk tas. Kenapa,
karena tingkat kesulitannya rendah dan lebih mudah dikombinasi dengan motif-motif
yang akan “G-NIT COLLECTION” buat.

Kalau dilihat kondisi pasar saat ini, tas rajutan jarang kita temui maka dari itu
timbul ide kreatif “G-NIT COLLECTION” untuk merancang tas rajutan dengan
berbagai model dan motif. Dengan demikian, tas rajut buatan “G-NIT COLLECTION”
akan laku dipasaran.

Selanjutnya, dalam usaha “G-NIT COLLECTION” telah mempersiapkan hal-


hal yang diperlukan demi kelancaran dan kesuksesan. Hal yang diperlukan yaitu alat dan
bahan utama, serta tenaga kerja untuk mempercepat proses pembuatan tas rajutan ini.
tidak sampai disitu saja, usaha “G-NIT COLLECTION” memelurkan koordinasi
terhadap langkah kerja. Dengan adanya koordinasi yang baik tentu akan menghasilkan
karya yang bagus.

B. Konsep usaha
a. Konsep usaha adalah komersil
Konsep usaha “G-NIT COLLECTION” adalah usaha komersil, karena
untuk mencari keuntungan. Keuntungan yang diperoleh dipergunakan untuk

1|Page
menambah modal usaha dan profit yang besar dapat digunakan untuk
mengembangkan usaha agar lebih besar.
b. Konsep manajemen dengan sistem kekeluargaan.
artinya penerapan system kekeluargaan yang didasarkan pada rasa saling
memiliki dari setiap pegawainya, system ini dipilih untuk menciptakan suasana
nyaman antar pegawai.
Alasan lainya pemilihan system kekeluargaan ini, karena jika ada
permasalahan dalam usaha dapat diselesaikan dengan cara pendekatan dengan
kekeluargaan dan agar tercipta rasa saling percaya dan mendukung satu sama lain.

C. VISI

Visi adalah tujuan perusahaan dan hal yang harus dilakukan perusahaan untuk
mencapai tujuan yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.

Visi dari usaha “G-NIT COLLECTION” adalah “menjadi bisnis yang


inovatif, bermutu tinggi dan menjadi yang terbaik diantara bisnis lainnya dengan
motto NEW INNOVATIONS TO BE FASHIONABLE”

Untuk mewujudkan visi tersebut dapat dilakukan dengan cara “memberikan


layanan yang terbaik serta dengan memperluas jaringan bisnsis, menggunakan
tenaga ahli profesional dengan penuh ketekunan dan janggung jawab”

D. Tujuan usaha
Tujuan dari usaha“G-NIT COLLECTION” ini adalah:
a. Mencari profit
Karena setiap wirausahawan besar, kecil, sukses dan atau yang baru merintis usaha,
pastinya yang pertama dicari adalah keuntungan. Bentuk laba yang semakin besar
akan semakin memajukan usaha dan mensejahterakan para pegawainya.

b. Menciptakan lapangan pekerjaan


dengan berdirinya usaha“G-NIT COLLECTION” ini maka secara otomatis akan
menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat,sehingga masyarakat yang belum
bekerja bisa memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang lebih layak.

2|Page
c. Membantu pemerintah untuk meningkatkan PAD
Dengan semakin berkembangnya usaha“G-NIT COLLECTION” maka pendapatan
juga bertambah. Pendapatan bertambah menyebabkan pajak penghasilan juga
meningkat, sehingga akan meningkatkan pendapatan daerah.
E. Jenis usaha
Usaha “G-NIT COLLECTION” jenis usahanya adalah perdagangan,karena
kegiatannya tukar menukar barang yang berdasarkan kesepakatan bersama bukan
pemaksaan. Pada jaman dahulu dikenal dengan barter yaitu tukar menukar barang dengan
barang. Pada jaman sekarang tukar menukar barang dengan uang, setiap barang dinilai
dengan sejumlah uang.

F. Produk yang dihasilkan


Produk dapat digolongkan menjadi dua yaitu barang dan jasa.
a. Barang adalah benda-benda yang berwujud, yang digunakan masyarakat untuk
memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi
kebutuhan masyarakat.
b. Jasa adalah suatu barang yang tidak berwujud, tetapi dapat memberikan kepuasan
dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kebutuhan aksesoris perlengkapan dari benang ini menjadi kerajinan yang indah
dengan berbagai model yang terupdate dan gaya jaman sekarang.
Produk yang dihasilkan G-NIT COLLECTION berupa: bros, bando, tempat hp,
tempat pensil, tempat aksesoris, tempat botol, dompet tas ransel dan tas selempang.

3|Page
BAB II
ASPEK PEMASARAN

A. Pasar Keseluruhan
Pasar keseluruhan merupakan suatu tempat atau wilayah dimana perusahaan
membuka usaha dan tahapan - tahapan usaha agar berkembang.

Waktu operasional Usaha G-NIT Collection dibuka setiap hari Senin - Sabtu
selama 8 jam yaitu dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Untuk prediksi
kedepan, Usaha G-NIT Collection akan berkembang pesat karena desain bisa
disesuaikan dengan keinginan pelanggan.

Untuk rencana pengembangan usaha tiga bulan ke depan, Usaha G-NIT


Collection memperluas wilayah pemasaran di Tegal kota, Brebes, Pekalongan, untuk
enam bulan kedepan harapannya dapat diluncurkan ketingkat provinsi, satu tahun
kedepan harapannya ketingkat nasional.

B. Kondisi Pasar
Beberapa faktor yang menjadi segmen dari Usaha “G-NIT Collection” adalah sebagai
berikut :
a. Faktor demografis
Usaha G-NIT Collection memberikan pelayanan untuk semua masyarakat karena
barang yang diproduksi banyak digunakan oleh kalangan pelajar dan masyarakat
menengah atas maka usaha ini sasaran utamanya adalah pelajar sekolah, masyarakat
umum untuk semua jenis kelamin.

b. Faktor Geografis
Usaha G-NIT Collection memberikan pelayanan untuk seluruh lapisan masyarakat
baik yang tinggal didesa , kota, pegunungan, dataran rendah, pantai maupun warga
asing. karena pada pelayanannya, kami juga memperhatikan konsumen berdasarkan
factor geografisnya.

c. Faktor Ekonomi dan Sosial


Usaha G-NIT Collection memberikan pelayanannya untuk semua masyarakat, baik
pegawai berpenghasilan tetap maupun pegawai berpenghasilan tidak tetap.
4|Page
Akan tetapi, setiap usaha pasti ada suatu kelemahan dan kelebihan, serta
peluang dan ancaman yang muncul dari pesaing lainnya. Untuk melihat dan
mengetahui faktor-faktor dari pesaing kita, kita dapat menganalisisnya melalui
analisis swot, antara lain yaitu :
 Strenght (kekuatan)
Kekuatan yang dimiliki oleh usaha “G-NIT Collection” adalah produk
yang dihasilkan memiliki nilai estetik dan nilai fungsional serta memilki kualitas
yang tinggi.
 Weakness (kelemahan)
Karena usaha “G-NIT Collection” ini merupakan produk kerajinan
tangan, maka proses pembuatannya memakan waktu yang lama dan juga produk
yang dihasilkan tidak terlalu banyak.
 Opportunities (peluang)
Usaha produk kerajinan fashion dan aksesoris seperti ini sangat
dibutuhkan dan banyak dicari oleh masyarakat sehingga kami tidak perlu
khawatir produk kami tidak akan laku dipasaran.
 Threath (ancaman)
Tersedianya bahan yang diperlukan dalam pembuatan produk yang
dihasilkan oleh Usaha kami, membuat banyak pesaing yang memiliki usaha
ataupun membuat produk yang serupa. Sehingga Usaha “G-NIT Collection”
harus selalu memproduksi produk kerajinan yang lebih update dan sesuai dengan
trend yang berkembang dimasyarakat.

C. Rencana Pemasaran
Untuk rencana pengembangan usaha, kami ingin memperluas wilayah
pemasarannya di daerah brebes, tegal kota, dan pekalongan. Dengan cara meningkatkan
promosinya melalui berbagai macam media, sebagai berikut :
a. Personal selling/presentasi
Melakukan presentasi secara langsung di hadapan calon konsumen, bisa
dengan membawa peragaan atau membawa contoh produk.

b. Melalui pamflet
Pamflet disebarkan di tempat umum dan ditempelkan di tempat-tempat
strategis terutama di tempat yang ramai dikunjungi orang, seperti alun-alun dan
5|Page
taman rakyat slawi. Hal ini dilakukan supaya dapat lebih dikenal masyarakat dan
untuk menarik minat pelanggan.

c. Melalui jejaring sosial (online)


Promosi melalui jejaring sosial (online) ini digunakan karena media sosial
sudah sangat berkembang pesat dimasyarakat dan sangat mudah diakses oleh
siapapun dalam kalangan luas, media online ini berupa : facebook, twitter, dan
website.

d. Melalui pameran (display)


Melalui pameran (display), Usaha “G-NIT Collection” dapat dikenal
dimasyarakat dan diharapakan dapat memperoleh pelanggan yang banyak dalam satu
kurun waktu tersebut dengan menggunakan pameran.

Rancangan media promosi

Di mana
Kapan akan
No. Media akan
dipasang
dipasang
Personal
30 november Dikelas xii
1 selling/presentasi
2015 tkj1

Melalui pamflet Di seluruh


2 5 januari 2016
kelas-kelas
Melalui jejaring sosial Facebook,
30 november
3 (online) twitter, bbm,
2015
instagram
Melalui pameran 17 februari SMK N 1
4
(display) 2016 Slawi

6|Page
BAB III
ASPEK PRODUKSI

A. Analisa lokasi usaha


Lokasi usaha merupakan salah satu faktor yang penting, karena lokasi usaha
menentukan laku tidaknya jasa atau barang yang akan dijual. Usaha “G-nit
Collection” berlokasi di Ruko Slawi.
Alasan pemilihan lokasi usaha dengan mempertimbangkan beberapa faktor
seperti :
1. Faktor ekonomis
Dilihat dari segi ekonomi, Ruko Slawi cukup strategis yaitu sehingga banyak
orang yang berlalu lalang dan sehingga dapat membeli produk “G-nit Collection”.
Selain itu pelanggan lebih mudah mencari transportasi karena tempat yang dekat
dengan jalan raya, serta tempat yang mudah diakses oleh masyarakat.

2. PP (Peraturan Pemerintah)
Atas dasar peraturan pemerintah mengenai Tata Letak Ruang Kota
yang menjelaskan bahwa Ruko Slawi merupakan sarana pusat jual beli di kabupaten
Tegal, sehingga usaha produk “G-nit Collection” dapat dengan mudah mendapatkan
pelanggan. Selain itu, semua orang juga sudah mengetahui bahwa tempat tersebut
menjadi wadah dimana banyak barang yang diperjualkan.

B. Fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan

Dalam mengelola suatu usaha tentu dibutuhkan sebuah fasilitas dan peralatan
yang digunakan untuk membantu membangun usaha tersebut.
Berikut merupakan peralatan yang digunakan dibagi menjadi empat fungsi berupa :
a. Peralatan operasional utama
Yaitu peralatan operasional yang digunakan untuk melakukan proses usaha G-
nit Collection. Dalam hal ini peralatan operasional utama bertahan lama dan tidak
habis dipakai,berupa :
 Kios
 Meja
 Kursi
 Laptop

7|Page
b. Peralatan pelayanan
Yaitu peralatan pelengkap yang digunakan untuk membantu proses
operasional usaha. Dalam hal ini perlengkapan pelayanan tidak bertahan lama karena
sifatnya habis dipakai, berupa :
 Tinta
 Kertas
c. Peralatan lain - lain
Yaitu peralatan yang digunakan untuk melengkapi pelayanan proses
operasional usaha, berupa :
 Tempat pemajang produk
 Plastik

C. Kebutuhan bahan baku

Bahan yang digunakan benang rajut (poliester) yang banyak beredar dipasaran,
sehingga bahan tersebut mudah untuk dicari. Selain mudah dicari, bahan tersebut
memiliki warna yang bervariasi.
Berikut merupakan jenis kebutuhan bahan yang digunakan dalam proses
pembuatan produk G-nit Collection :
a. Kebutuhan bahan baku : Benang rajut (Poliester).
b. Kebutuhan bahan pembantu : Resleting, kain furing.
c. Kebutuhan bahan pelengkap : Benang jahit.

Produk kerajinan dari “G-nit Collection” memperlihatkan keindahan dan


keunikan bentuk, warna, maupun tekstur dari bahan itu sendiri. Sebuah produk fashion
pada umumnya terdiri atas bahan utama dan bahan pendukung. Bahan utama adalah
yang memiliki nilai estetik, sedangkan bahan pendukung berfungsi untuk konstruksi.
Bahan utama produk kerajinan “G-nit Collection” adalah Benang rajut (poliester) dan
bahan pendukungnya adalah aksesoris.

8|Page
D. Kebutuhan tenaga kerja

Kualitas tenaga kerja sangat mempengaruhi keberhasilan suatu usaha, jika tenaga
kerja mempunyai pribadi yang baik dan dapat menaati peraturan, maka usaha akan
lancar dan tidak akan tertanggu dalam pengoperasionalnya. Tetapi sebaliknya, jika
tenaga kerja mempunyai pribadi yang buruk dan tidak dapat mencari peraturan, maka
dapat dipastikan kelancaran usaha akan terganggu.
Untuk menghindari hal tersebut maka usaha produk kerajinan “G-nit Collection”
memiliki kriteria untuk tenaga kerja yaitu sebagai berikut :

Jumlah Jabatan Kualifikasi Spesifikasi pekerjaan Gaji


pendidikan
1 Pemimpin Sarjana  Dapat Rp. 1.000.000,-
ekonomi memanagement /bulan
jalannya usaha
 Bertanggung jawab
 Pekerja keras dan
dapat menilai
kerajinan pegawai

3 Pengrajin Smk jurusan  Mempunyai Rp. 500.000,-


tata busana keahlian dalam /bulan
mendesain produk
(baik warna, pola,
dan konsep produk
yang akan
dihasilkan)
 Disiplin
 Bertanggung jawab
 Memiliki pribadi
yang baik
 Ulet
 Teliti

TOTAL GAJI Rp. 2.250.000,-


/bulan

E. Proses Produksi

Proses produksi yang dilakukan cukup rumit, karena membuat produk kerajinan
rajutan. Tahapan produksi terbagi atas :

9|Page
1. Pembahanan
Tahap pembahanan adalah mempersiapkan bahan baku agar siap
diproduksi.
2. Pembentukan
Pembentukan bahan baku bergantung pada jenis maaterial, bentuk dasar
material dan bentuk produk yang akan dibuat.
3. Perakitan
Perakitan dilakukan apabila produk hiasan yang dibuat terdiri atas
beberapa bagian.
4. Finishing
Finishing dilakukan sebagai tahap terakhir sebelum produk tersebut
dimasukkan ke dalam kemasan.

Jenis aktivitas & Metode dan alat


Tahap produksi Alat/bahan
teknik yang digunakan k3

Memilih benang rajut


sesuai warna yang Benang rajut dan
Pembahanan Pelindung jari-jari
diinginkan, memasang jarum rajut
benang pada jarum
Benang rajut
Pembentukan Merajut benang (poliester), jarum Pelindung jari-jari
rajut, dan gunting.
Benang jahit,
Memasang resleting resleting, kain
Perakitan Pelindung jari-jari
dan kain furing furing, jarum
jahit, dan gunting.
Aksesoris, benang
Finishing Memasang aksesoris jahit, jarum jahit, Pelindung jari-jari
dan gunting.

F. Kapasitas produksi

Produk kerajinan “G-nit Collection” dalam membuat satu produk kerajinan


dilakukan oleh satu pengrajin agar menghasilkan produk dengan kualitas yang baik.
Karena jika satu produk dilakukan oleh banyak orang dikhawatirkan hasil setiap orang
10 | P a g e
berbeda, sehingga hasil produk kualitasnya kurang baik. Produk kerajinan hanya
dikerjakan oleh tiga orang tenaga kerja. Dengan jenis masing-masing jenis kerajinan
rajut :

No. Nama produk Tenaga kerja Produk/hari Produk/bulan


1 Tas Rajut 3 - 9
2 Bross Rajut 3 10 300
3 Dompet Rajut 3 - 6
4 Tempat Botol 3 6

G. Struktur biaya produksi

Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk bahan baku, tenaga kerja dan
biaya lain yang disebut overhead. Biaya produksi juga termasuk biaya tenaga kerja. Jasa
tenaga kerja ditetapkan sesuai ketrampilan yang dimiliki pekerja dan sesuain kesepakatan
antara pekerja.

Biaya Produksi
Nama Produk : Tas Rajut
Waktu Produksi : 1 Bulan
Jumlah Produk yang dihasilkan : 9 Buah

HARGA
JUMLAH BIAYA
SATUAN
Bahan baku
- Benang rajut
(poliester) 20 Gulung Rp. 12.000 Rp. 240.000

- Kain furing 2x2 meter Rp. 12.500 Rp. 25.000


- Resleting 9 Buah Rp. 3.000 Rp. 27.000
- Benang jahit 1 Gulung Rp. 1.000 Rp. 1.000
- Pengait tas 9 pasang Rp. 4.000 Rp. 36.000

11 | P a g e
Teanaga kerja
- Pemimpin 1 orang Rp. 750.000 Rp. 750.000
- Pengrajin 3 orang Rp. 500.000 Rp. 1.500.000
Overhead
- Biaya angkut 1x Rp. 25.000 Rp. 25.000
- Jarum rajut 4 buah Rp. 3.000 Rp. 12.000
- Jarum jahit 1 set Rp. 1.000 Rp. 1.000
Biaya produksi Total biaya Rp. 2.617.000

BIAYA PRODUKSI 2.617.000


𝐻𝑃𝑃 = 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑃𝑅𝑂𝐷𝑈𝐾 = = Rp. 290.777,8 => Rp. 291.000
9

5
Keuntungan yang ingin diperoleh : 5% = 100 Rp. 291.000 = Rp. 14.550 /produk => Rp.

14.000 /produk

Harga jual = HPP + Keuntungan = Rp. 291.000 + Rp. 14.000,- = Rp. 305.000,- /produk

12 | P a g e
BAB IV
ASPEK KEUANGAN
A. Tahapan Pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan secara umum terbagi atas 3 tahap, yaitu tahap pertama,
tahap kedua, dan tahap ketiga.
 Tahap 1
Adalah persiapan organisasi dan perencanaan produksi. Organisasi usaha
adalah kelompok proyek. Penyusunan struktur dan pembagian kerja
dimusyawarahkan dengan semua anggota kelompok. Perencanaan
produksi dapat disesuaikan dengan perkembagan yang ada.
 Tahap 2
Adalah produksi hingga penjualan. Melakukan produksi kerajinan dari
limbah dengan jumlah sesuai kesepakatan, dengan mempertimbangkan
kapasitas produksi dan target penjualan.
 Tahap 3
Adalah evaluasi. Proses evaluasi dapat menggunakan metode analisis
SWOT yaitu dengan cara menguraikan kekuatan (Strenght), kelemahan
(Weakness), Peluang (Opportunities), dan ancaman (Treats) dari produk
kerajinan yang telah dibuat, proses produksi, proses pemasaran dan
distribusi, serta pasar sasaran.

B. Biaya Pra Investasi


Biaya Pra Investasi merupakan biaya yang harus dikeluarkan sebelum
melakukan kegiatan produksi/pembuatan produk Usaha “G-Nit Collection” , yang
digunakan untuk memperlancar kegiatan produksi Usaha “G-Nit Collection”.
Diantaranya biaya tersebut sebagai berikut :

No. Biaya Pra Investasi Biaya/bulan Keterangan


(Rp)
1. Tanah/Bangunan 1.500.000 Sewa
Total 1.500.000

C. Biaya Investasi
Biaya investasi merupakan jenis modal atau kebutuhan yang harus dikeluarkan
pada saat dimulainya usaha dan dipergunakan untuk jangka panjang.
13 | P a g e
Dalam aspek keuangan ini Usaha “G-Nit Collection” akan memberi rincian
mengenai Biaya investasi dalam Usaha “G-Nit Collection” diantaranya sebagai
berikut :

No. Keterangan Biaya-biaya Total Biaya (Rp)


1. Biaya Operasional
- Meja 100.000
- Kursi 250.000
- Laptop/ PC 1.000.000
Total 1.350.000

D. Biaya Pemasaran, Administrasi dan Umum


Biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas kegiatan
pemasaran produk sedangkan biaya administrasi dan umum adalah biaya-biaya yang
dikeluarkan untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan produksi dan pemasaran
produk.
Berikut rincian mengenai biaya pemasaran, administrasi dan umum dalam
Usaha “G-Nit Collection”

No. Keterangan Biaya-biaya Total Biaya (Rp)


1. Biaya Pengadaan Barang
- Benang rajut (poliester) 240.000
- Kain furing 25.000
- Resleting 27.000
- Benang Jahit 1.000
- Pengait Tas 36.000
2. Biaya Pemasaran
- Biaya Promosi 200.000
- Biaya Distribusi 350.000
3. Biaya Tenaga Kerja
- Biaya Gaji Pemimpin @ Rp. 1.000.000 1.000.000
- Biaya Gaji Pengrajin @ Rp. 500.000 1.500.000
4. Biaya Administrasi
- Biaya Alat Tulis dan Kantor 500.000

14 | P a g e
5. Biaya Pelayanan
- Nota 100.000
Total 3.979.000

E. Sumber Pembiayaan Dana dan Penggunaan Dana


Dalam menjalankan Usaha “G-Nit Collection perlu mempertimbangkan
banyak hal salah satunya adalah pertimbangan mengenai sumber pembiayaan dan
penggunaan dana yang diperlukan dalam Usaha “Gollection”
Sumber pembiayaan dana dapat diartikan sebagai modal bersih yang
dikeluarkan dalam membuka suatu usaha sedangkan penggunaan dana adalah semua
modal usaha yang dikeluarkan atau digunakan dalam aktivitas Usaha “Gollection”
Sumber pembiayaan dana dalam Usaha “G-Nit Collection” berasal dari
sumber intern dan sumber ekstern.

 Sumber pembiayaan dana intern dan ekstern


Sumber Pembiayaan Intern
Pembiayaan ini diperoleh dari modal pribadi sebesar Rp. 6.829.000,-
1. Sumber Pembiayaan Ekstern
Untuk sementara ini usaha ini belum membutuhkan pembiayaan ekstern
karena pembiayaan internl sudah mencukupi. Namun kedepannya kami
berharap mendapat dana dari para investor yang peduli dan mau
mengembangkan Usaha “G-Nit Collection”

 Penggunaan Dana

No. Penggunaan Dana Biaya (Rp)

1. Biaya Pra Investasi 1.500.000


2. Biaya Investasi 1.350.000
3. Biaya Pemasaran, Administrasi dan 3.979.000
Umum
Total 6.829.000

F. Proyeksi Rugi Laba


Dalam setiap usaha, pelaku usaha harus siap menghadapi situasi dimana
perusahaan mengalami rugi/laba. Rugi merupakan suatu resiko yang harus ditanggung
15 | P a g e
oleh pelaku usaha karena dalam menjalankan ushanya tidak memperoleh keuntungan,
sedangkan Laba adalah keuntungan yang diperoleh oleh pelaku usaha pada saat
menjalankan usahanya.
Dalam menjalankan suatu usaha harus mempertimbangkan dan
memperhitungkan proyeksi rugi/laba yang berisi informasi darimana memperoleh
pendapatan dan beban-beban yang harus ditanggung oleh pelaku usaha dalam periode
tertentu.
Berikut rincian proyeksi rugi/laba Usaha “G-Nit Collection”:

UD.” G-Nit Collection“


LAPORAN RUGI/LABA
Periode 30 Januari 2016

Pendapatan
- 9 buah X 30 Hari X Rp. 27.450.000
@ Rp. 305.000
Beban-beban
- Beban angkut Rp. 25.000
barang jadi
- Beban peralatan Rp. 2.000.000
- Beban Promosi Rp. 200.000
- Beban Distribusi Rp. 350.000
- Sewa Rp. 1.500.000
Tanah/Bangunan
- Beban Promosi Rp. 150.000
- Beban Gaji Rp. 1.000.000
Pemimpin
- Beban Gaji Rp. 1.500.000
Pengrajin
- Beban Listrik Rp. 200.000 +
Total Beban-beban Rp. 6.925.000 -
Jumlah Laba per bulan Rp. 20.525.000

G. Proyeksi Aliran Kas

16 | P a g e
UD. “G-Nit Collection”
LAPORAN ARUS KAS
Periode 30 Januari 2015
Arus kas masuk
1. Penjualan tunai = Rp 27.450.000,- +

Total arus kas masuk = Rp 27.450.000


Arus kas keluar
1. Beban = Rp 6.925.000,- +

Total arus kas keluar = Rp 6.925.000,- _


Arus kas bersih =Rp 20.525.000,-

H. Analisis Manfaat Financial Usaha


Dalam membuka suatu usaha perlu mempertimbangkan beberapa faktor, salah
satunya yaitu faktor finansial (keuangan). Analisis Financial usaha memiliki beberapa
manfaat yaitu manfaat intern dan manfaat ekstern. Manfaat intern adalah manfaat yang
akan diperoleh oleh pemilik usaha tersebut tanpa melibatkan pihak lain sedangkan
manfaat ekstern adalah manfaat yang dapat diperoleh oleh pemilik usaha dan juga
dapat dirasakan oleh pihak lain.
Berikut ini manfaat financial pada Usaha “G-Nit Collection”:
 Manfaat Intern
Untuk mengetahui pendapatan dari Usaha “G-Nit Collection”
 Manfaat Ekstern
Bisa dipakai sebagai acuan perekrutan tenaga kerja Usaha “G-Nit
Collection”

17 | P a g e