Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Puji syukur kita panjat kan kepada allah SWT atas limpahan rahmatnya kita masi bisa
hidup dan merasakan kehidupan yang sementara ini yaitu di dunia.
Dan tak lupa kita kirimkan salam dan taslim kepada Nabiullah Muhammad SAW yang
jasa-jasa tidak dapat kita hitung dan berkat beliaulah yang telah membawa para umat dari alam
kegelapan menuju alam terang menerang.
Penulis menyadari bahwa Makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari dan jauh
dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun
demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya
dan para pembaca pada umumnya.
Akhirnya, semoga amal baik Bapak/Ibu/Saudara yang telah diberikan kepada penulis dapat
diterima oleh Allah SWT. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr.

Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaiatan
dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang
yang bekerja tetap sesuai.Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan,
juga belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari
praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Kita tidak hanya
mengenal istilah profesi untuk bidang-bidang pekerjaan seperti kedokteran, guru, militer,
pengacar, dan semacamnya, tetapi meluas sampai mencakup pula bidang seperti manager,
wartawan, pelukus, penyanyi, artis, sekretaris dan sebagainya.Seseorang yang memakai suatu
profesi tertentu, disebut professional.Walaupun begitu, istilah professional juga digunakan untuk
suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir.Menjadi professional
dalam suatu profesi adalah tuntutan yang akhirnya mampu meningkatkan kualitas keprofesian
yang kita miliki.

B. Tujuan

a) Untuk mengetahui pengertian dari profesionalisme


b) Untuk mengetahui kriteria pekerj
c) Mengetahui lebih jauh tentang konsep dasar profesionalisme
d) Memahami kaidah – kaidah para profesionalisme

C. Manfaat penulisan
Dari penulisan makalah ini dapat memotivasi bagi para pembaca untuk lebih dapat
meningkatkan profesionalisme dibidang kerja nya masing-masing sehingga dapat menciptakan
suatu kondisi pekeraan yang lebih efisien dalam pekerjaan.
Serta menjadikan sebuah pedoman terhadap suatu pekerjaan para profesionalisme dan
memberi kemajuan di bidang pelayanan suatu pekerjaan

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Profesi

Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekejaan adalah profesi.Profesi mempunyai
karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakteristik ini tidak
memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi juga tidak semua ciri ini
berlaku dalam setiap profesi :
· Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoritis : professional diasumsikan mempunyai
pengetahuan teoritis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan
tersebut dan bias diterapkan dalam praktek.
·
Ciri-Ciri Profesi
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat
pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi
mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan
kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan
kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan,
kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih
dahulu ada izin khusus.

B. Pengertian Profesionalisme
Dalam Kamus Besar Indonesia, profesionalisme mempunyai makna; mutu, kualitas, dan
tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau yang profesional. Profesionalisme
merupakan sikap dari seorang profesional. Artinya sebuah term yang menjelaskan bahwa setiap
pekerjaan hendaklah dikerjakan oleh seseorang yang mempunyai keahlian dalam bidangnya atau
profesinya. Menurut Supriadi, penggunaan istilah profesionalisme menunjuk pada derajat
penampilan seseorang sebagai profesional atau penampilan suatu pekerjaan sebagai suatu
profesi, ada yang profesionalismenya tinggi, sedang dan rendah. Profesionalisme juga mengacu
kepada sikap dan komitmen anggota profesi untuk bekerja berdasarkan standar yang tinggi dan
kode etik profesinya.
Dalam Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia, karangan J.S. Badudu
(2003), definisi profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri
suatu profesi atau ciri orang yang profesional. Sementara kata profesional sendiri berarti (1)
bersifat profesi (2) memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan latihan, (3)
beroleh bayaran karena keahliannya itu. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
profesionalisme memiliki dua kriteria pokok, yaitu keahlian dan pendapatan (bayaran). Kedua
hal itu merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan. Artinya seseorang dapat dikatakan
memiliki profesionalisme manakala memiliki dua hal pokok tersebut, yaitu keahlian
(kompetensi) yang layak sesuai bidang tugasnya dan pendapatan yang layak sesuai kebutuhan
hidupnya. Hal itu berlaku pula untuk profesionalisme guru
Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan
dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI,
1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang
yang professional (Longman, 1987).
Konsep profesionalisme, seperti dalam penelitian yang dikembangkan oleh Hall, kata
tersebut banyak digunakan peneltiti untuk melihat bagaimana para profesional memandang
profesinya, yang tercermin dari sikap dan perilaku mereka.

Berikut ini adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika seseorang bisa dianggap
sebagi orang yang Profesional.
1. Ahli di bidangnya (mampu menghasilkan karya dan kerja yang baik)
2. Selalu Up-to-date (terkait dengan bidangnya, pengetahuan selalu terbarukan)
3. Bisa dilakukan dengan Meng-aktualisasi diri
4. Sosialisasi (berkumpul dengan komunitas di bidang terkait)

C.Tuntutan Profesi Pelaut


Pelaut adalah seseorang yang pekerjaannya berlayar di laut Atau dapat pula berarti
seseorang yang mengemudikan kapal atau membantu dalam operasi, perawatan atau pelayanan
dari sebuah kapal. Hal ini mencakup seluruh orang yang bekerja di atas kapal. Selain itu sering
pula disebut dengan Anak Buah Kapal atau ABK.
Hierarki Awak Kapal
Terbagi menjadi Departemen Dek dan Departemen Mesin, selain terbagi menjadi
perwira/Officer dan bawahan/Rating.

 Perwira Departemen Dek


1. Kapten/Nakhoda/Master adalah pimpinan dan penanggung jawab pelayaran
2. Mualim I/Chief Officer/Chief Mate bertugas pengatur muatan, persediaan air
tawar dan sebagai pengatur arah navigasi
3. Mualim 2/Second Officer/Second Mate bertugas membuat jalur/route peta
pelayaran yg akan di lakukan dan pengatur arah navigasi.
4. Mualim 3/Third Officer/Third Mate bertugas sebagai pengatur, memeriksa,
memelihara semua alat alat keselamatan kapal dan juga bertugas sebagai pengatur
arah navigasi.
5. Markonis/Radio Officer/Spark bertugas sebagai operator radio/komunikasi serta
bertanggung jawab menjaga keselamatan kapal dari marabahaya baik itu yang
ditimbulkan dari alam seperti badai, ada kapal tenggelam, dll
 Perwira Departemen Mesin :
1. KKM (Kepala Kamar Mesin)/Chief Engineer, pimpinan dan penanggung jawab
atas semua mesin yang ada di kapal baik itu mesin induk, mesin bantu, mesin pompa,
mesin crane, mesin sekoci, mesin kemudi, mesin freezer, dll.
2. Masinis 1/First Engineer bertanggung jawab atas mesin induk
3. Masinis 2/Second Engineer bertanggung jawab atas semua mesin bantu.
4. Masinis 3/Third Engineer bertanggung jawab atas semua mesin pompa.
5. Juru Listrik/Electrician bertanggung jawab atas semua mesin yang menggunakan
tenaga listrik dan seluruh tenaga cadangan.
6. Juru minyak/Oiler pembantu para masinis/engineer
 Ratings atau bawahan
1. Bagian dek:
1. Boatswain atau Bosun(Kepala kerja bawahan)
2. Able Bodied Seaman (AB) atau Jurumudi
3. Ordinary Seaman (OS) atau Kelasi atau Sailor
4. Pumpman atau Juru Pompa, khusus kapal-kapal tanker (kapal pengangkut
cairan)
2. Bagian mesin:
1. Mandor (Kepala Kerja Oiler dan Wiper)
2. Fitter atau Juru Las
3. Oiler atau Juru Minyak
4. Wiper
3. Bagian Permakanan:
1. Juru masak/ cook bertanggung jawab atas segala makanan, baik itu
memasak, pengaturan menu makanan, dan persediaan makanan.
2. Mess boy / pembantu bertugas membantu Juru masak

Ijazah Pelaut
Ijazah bagi pelaut (perwira) di Indonesia terbagi atas ijazah dek dan ijazah mesin.
Ijazah Dek
Ijazah Dek dari yang tertinggi adalah:

1. Ahli Nautika Tingkat I (ANT I) ; dulu Pelayaran Besar I (PB I), dapat
menjabat Nakhoda kapal dengan tak terbatas berat kapal dan alur pelayaran
2. Ahli Nautika Tingkat II (ANT II) ; dulu Pelayaran Besar II (PB II), dapat menjabat:
 Mualim I/Chief Officer tak terbatas berat kapal dan pelayaran;
 Nakhoda/Master pada kapal kurang dari 5000 ton dengan pelayaran tak terbatas
 Nakhoda/Master kapal kurang dari 7500 ton daerah pantai dan harus pengalaman
sebagai Mualim I selama 2 tahun
3. Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) ; dulu Pelayaran Besar III (PB III), dapat
menjabat: Mualim I/Chief Officer max 3000 DWT
4. Ahli Nautika Tingkat IV (ANT IV) ; dulu Mualim Pelayaran Intersuler (MPI): Perwira
kapal-kapal antar pulau
5. Ahli Nautika Tingkat V (ANT V) ; dulu Mualim Pelayaran Terbatas (MPT): Perwira
kapal-kapal kecil antar pulau
6. Ahli Nautika Tingkat Dasar (ANT D)ok

Ijazah Mesin
Ijazah Mesin dari yang tertinggi adalah:

1. Ahli Teknik Tingkat I (ATT I) ; dulu Ahli Mesin Kapal C (AMK C): Kepala Kamar
Mesin/Chief Engineer kapal tak terbatas
2. Ahli Teknik Tingkat II (ATT II) ; dulu Ahli Mesin Kapal B (AMK B), dapat menjabat:
 Masinis I/Second Engineer kapal tak terbatas
 Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW,
pelayaran tak terbatas
 Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin tak terbatas, pelayaran
daerah pantai
3. Ahli Teknik Tingkat III (ATT III) ; dulu Ahli mesin Kapal A (AMK A), dapat menjabat:
 Perwira Jaga (tak terbatas)
 Masinis I/Second Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran
tak terbatas
 Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW
daerah pantai harus pengalaman 2 tahun sebagai Masinis I
4. Ahli Teknik Tingkat IV (ATT IV) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Intersuler
(AMKPI): Masinis kapal-kapal antar pulau
5. Ahli Teknik Tingkat V (ATT V) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Terbatas (AMKPT):
Masinis Kapal-kapal kecil antar pulau
6. Ahli Teknik Tingkat Dasar (ATT D)

Sertifikat ketrampilan
Sertifikat ketrampilan ini merupakan sertifikat yang wajib dimiliki oleh para pelaut di
samping sertifikat formal di atas. Diantaranya adalah:

1. Basic Safety Training (BST)/Pelatihan Keselamatan Dasar


2. Advanced Fire Fighting (AFF)
3. Survival Craft & Rescue Boats (SCRB)
4. Medical First Aid (MFA)
5. Medical Care (MC)
6. Tanker Familiarization (TF)
7. Oil Tanker Training (OT)
8. Chemical Tanker Training (CTT)
9. Liquified Gas Tanker Training (LGT)
10.Radar Simulator (RS)
11.ARPA Simulator (AS)
12.Operator Radio Umum (ORU) / GMDSS[3]
13.Electronic Chart Display (ECDIS)
14.Security Awareness Training (SAT)
15.Security Designated for Safety Duties (SDSD)
16.Bridge Resource Management (BRM)
17.Engine Resource Management (ERM)

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan
nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.Profesional, adalah orang yang mempunyai
profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu
keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah kegiatan seseorang yang hidup dengan
mempraktekkan suatau keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang
menurut keahlian tertentu atau dengan terliabat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut
keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-
senang, atau mengisi waktu luang.
Konsep dasar profesionalisme adalah kunci dalam suatu profesi, karena hal inilah yang
mendasari seseorang untuk bisa menjadi profesional dalam menjalankan profesi yang dimiliki.

MAKALAH
ETIKA PROFESI
TUNTUTAN PROFESI
DISUSUN OLEH :

RAKHUTRI.AK

RAHMAT TUBAGUS

SANTI ADJI DARMAWAN

PROGRAM STUDI D-III KETATALAKSANAAN PELAYARAN NIAGA

JURUSAN KEMARITIMAN

POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS