Anda di halaman 1dari 3

Kintan Kirana

Pengawasan Mutu Pangan

Mekanisme bakteri penyebab Diare

Beberapa patogen menstimulasi sekresi dari fluida dan elektrolit, seringkali dengan
melibatkan enterotoksin yang akan menurunkan absorpsi garam dan air dan/atau
meningkatkan sekresi anion aktif. Pada kondisi diare ini tidak terjadi gap osmotic dan diarenya
tidak berhubungan dengan isi usus sehingga tidak bisa dihentikan dengan puasa. Diare jenis ini
dikenal sebagai diare sekretory. Contoh dari diare sekretori adalah kolera dan diare yang
disebabkan oleh enterotoxigenic E coli.
Beberapa patogen menyebabkan diare dengan meningkatkan daya dorong pada kontraksi
otot, sehingga menurunkan waktu kontak antara permukaan absorpsi usus dan cairan luminal.
Peningkatan daya dorong ini mungkin secara langsung distimu-lasi oleh proses patofisiologis
yang diaktivasi oleh patogen, atau oleh peningkatan tekanan luminal karena adanya akumulasi
fluida. Pada umumnya, peningkatan daya dorong tidak dianggap sebagai penyebab utama
diare tetapi lebih kepada faktor tambahan yang kadang-kadang menyertai akibat-akibat
patofisiologis dari diare yang diinduksi

1) Clostridium perfringens

A. Patogenesis

 Menghasilkan toksin LT
 Toksin merangsang enzim adenilat siklase pada dinding usus yang
mengakibatkan bertambahnya konsentrasi cAMP sehingga hipersekresi air
dan klorida dalam usus.
 Hal ini mengakibatkan reabsorpsi Na terhambat dan menyebabkan diare.
 Peracunan disebabkan oleh sel-sel vegetatif pada waktu membentuk spora
di rongga usus. Pengobatannya hanya menghilangkan gejala karena tidak ada
pengobatan lain yang khusus.
2) Shigella sp

Patogenesis Shigella sp.


 Shigella mempenetrasi intraseluler epitel usus besar
 Terjadi perbanyakan bakteri
 Menghasilkan edotoksin yang mempunyai kegiatan biologis
 S. Dysenteriae menghasilkan eksotoksin yang mempunya sifat
neorotoksik dan enterotoksik.