Anda di halaman 1dari 10

JENIS TANAMAN OBAT

1. Tanaman Obat Sembung

Tanaman ini bisa tumbuh di tempat yang terbuka sampai tempat yang agak tertutup pada
ketinggian sampai 2.200 di atas permukaan laut. Tanaman sembung tumbuh tegak dengan
tingginya bisa mencapai 4 meter.

Daunnya berbentuk bundar telur sampai lonjong dengan panjang 8-40 cm dan lebar daun 2-
20 cm. Bunganya berwarna kuning, keluar di ujung cabang.

Tanaman sembung mengandung senyawa kimia borneol, di-methyl ether


phloroacetophenone, limonene dan cineole. Daun dan akarnya berkhasiat untuk mengobati
reumatik, sakit tulang, nyeri haid, diare, kembung dan influenza.

2. Tanaman Obat Semanggi Gunung

Semanggi gunung tumbuh merayap di tempat yang lembab di pinggir jalan, lapangan rumput
maupun pinggir selokan. Tanaman ini mengandung senyawa kimia berupa minyak yang
menguap, hyperin dan coumarin.

Bisa digunakan untuk mengobati infeksi telinga tengah, sakit kuning, sariawan, pengecilan
hati dengan busung, batuk, sesak nafas, batu empedu, radang tenggorok dan infeksi amandel.

Terkadang penggunaan semanggi gunung sebagai obat bisa mengakibatkan penurunan sel
darah putih (leucopenia). Tapi akan normal kembali setelah penggunaan obat dihentikan.

1
3. Tanaman Obat Sambiloto

Tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka di dataran rendah sampai dengan ketinggian 700
meter di atas permukaan laut. Tinggi batangnya bisa mencapai 50-90cm.

Daunnya berwarna hijau tua di permukaan atas, berwarna hijau muda di bagian bawah
dengan panjang daun 2-8 dan lebar 1-3 cm. Sambiloto bisa diperbanyak dengan biji atau
setek batang.

Sambiloto berkhasiat untuk mengatasi hepatitis, disentri basiler, infeksi saluran empedu,
radang saluran napas, radang ginjal akut, radang telinga, kencing nanah, kencing manis,
darah tinggi, keracunan jamur, kusta dll.

4. Tanaman Obat Rumput Mutiara

Rumput mutiara bisa tumbuh sumbur pada tanah yang lembab di pinggir selokam, atau di sisi
jalan. Batangnya bersegi dengan daun saling berhadapan dan memiliki tangkal daun yang
pendek.

Tingginya bisa mencapai 15-50 cm, panjang daun 2-5 cm dan jumlah bunga majemuk 2-5.
Rumput mutiara mempunyai khasiat yang sama seperti Hedyotis diffusa Wild.

Beberapa khasiatnya yaitu untuk mengatasi radang usus buntu, tonsilis, hepatitis, bronchitis,
radang panggul, infeksi saluran kemih, pneumonia dan kanker payudara.

2
5. Tanaman Obat Putri Malu

Tanaman putri malu banyak tumbuh liar di pinggir jalan dan tanah lapang. Daunnya akan
menutup jika disentuh. Batangnya bulat, berduri dan berbulu.

Putri malu memiliki bunga yang berbentuk bulat seperti bola, warnanya merah muda dan
bertangkai. Daun dan akar tanaman putri malu, baik yang segar atau yang dikeringkan bisa
digunakan sebagai obat tradisional.

Khasiat dari putri malu diantaranya untuk mengobati rheumatic, susah tidur, cacingan,
radang saluran nafas, herpes, dan panas tinggi pada anak-anak.

6. Tanaman Obat Petai Cina

Petai cina disebut juga lamtoro (Jawa) atau peuteuy (Sunda). Tanaman ini banyak ditanam
oleh para petani di pedesaan sebagai tanaman pagar. Batang pohonnya keras tapi tidak
berukuran begitu besar.

Buahnya mirip dengan buah petai tapi berukuran lebih kecil dan berpenampang lebih tipis.
Petai Cina bisa dikembangbiakan dengan penyebaran biji atau dengan cara stek batang.

Petai cina bisa digunakan untuk mengobati diabetes mellitus, kasura, cacingan, bengkak,
gairah seks dan luka baru.

3
7. Tanaman Obat Patah Tulang

Tanaman patah tulang berasal dari kawasan Afrika tropis, tumbuh di tempat terbuka yang
terkena sinar matahari langsung. Di Indonesia tanaman ini banyak ditemui ditanam sebagai
tanaman pagar, ditanam dipot sebagai tanaman hias, ada juga yang tumbuh liar.

Patah tulang tumbuh tegak ke atas, tingginya mencapai 2-6 meter. Daunnya terdapat pada
ujung ranting yang masih muda dengan panjang 7-25 mm. Bunganya berwarna kuning
kehijaun, terdapat di ujung batang.

Tanaman patah tulang bisa digunakan sebagai tanaman obat. Cabang dan rantingnya yang
sudah dikeringkan dan dibakar bisa digunakan untuk mengusir nyamuk.

Kegunaan akar dan ranting tanaman patah tulang diantaranya untuk mengobati sakit
lambung, kaki dan tangan baal, rematik, penyakit kulit, sifilis, nyeri syaraf, wasir dan tukak
rongga hidung.

8. Tanaman Herbal Pare

Pare termasuk tanaman merambat yang banyak hidup di daerah tropis. Tanaman ini banyak
dibudidayakan atau ditanam di pekarangan rumah dengan dirambatkan di pagar.

Tanaman pare terkenal dengan rasa pahitnya. Daun dan buah pare yang masih muda bisa
dimakan sebagai lalab mentah atau di kukus dan ditumis sebagai sayuran.

Buah, biji, bunga, daun dan akar dari tanaman pare bisa digunakan sebagai obat. Penyakit
yang bisa diobati diantaranya batuk radang tenggorokan, cacinga, sakit mata merah, sembelit,
demam, sakit lever, malaria, abses, menambah nafsu makan, bisul, sariawan, kencing manis
dan rematik.

4
9. Tanaman Herbal Pandan Wangi

Pandan wangi tumbuh di daerah tropis di tempat yang agak lembab dari daerah pantai sampai
daerah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Tingginya mencapai 1-2 meter,
panjang daun 40-80 cm dan lebar daun 3-5 cm.

Daun pandan wangi baunya harum, biasa digunakan sebagai bahan rempah-rempah, bahan
baku pembuatan minyak wangi dan penyedap rasa pada masakan.

Daun pandan wangi mengandung senyawa alkaloida, polifenol, saponin, tannin, flavonoida
dan zat warna. Daun pandan berkhasiat untuk mengatasi ketombe, lemah saraf, rambut
rontok, tidak nafsu makan, menghitamkan rambut, rematik, pegal linu, dan sakit disertai
gelisah.

10. Tanaman Herbal Pala

Tanaman pala tingginya lebih kurang mencapai 10 meter. Tanaman ini memiliki batang
tegak, berkayu dan berwarna putih kotor. Daunnya berbentuk lonjong dengan pangkalnya
meruncing dan berwarna hijau mengkilat.

Bunga jantan berwarna kuning dan berbentuk bola. Bijinya kecil berbentuk bulat telur,
selubung biji berwarna merah dan bijinya berwarna hitam kecoklatan.

Selubung biji buah, biji dan kulit buah dari tanaman pala memiliki khasiat untu mengobati
disentri, rematik, maag, perut kembung, mencret, mual, sulit tidur pada anak-anak dan
menghentikan muntah.

5
11. Tanaman Herbal Mengkudu

Tanaman mengkudu merupakan tanaman asli Indonesia dari jenis kopi-kopian. Mengkudu
bisa tumbuh di dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Batang mengkudu tidak begitu besar tapi tingginya bisa mencapai 3-8 meter. Daunnya
berwarna hijau dengan panjang 20-40 cm dan lebar 7-15 cm.

Buahnya berbentuk lonjong berwarna hijau mengkilap. Mengkudu banyak dipelihara di


perkebunan dan pekarangan rumah.

Mengkudu mempunyai khasiat untuk mengobati hipertensi, menghilangkan sisik pada kaki,
sakit kuning, sakit perut, demam, batuk dan influenza.

12. Tanaman Herbal Lidah Buaya

Lidah buaya banyak tumbuh di kawasan Afrika bagian utara dan Hindia Barat. Lidah buaya
banyak ditanam didalam pot di pekarangan rumah sebagai tanaman hias.

Daun lidah buaya berbentuk taji yang tebal dan agak runcing. Panjangnya sekitar 15-36 cm
dengan lebar 2-6 cm. Batang dari lidah buaya tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang
rapat dan sebagian terbenam di dalam tanah.

Tanaman lidah buaya tahan terhadap panas dan bisa ditanam di tempat yang berhawa panas
karena di dalam daunnya tersimpan banyak cadangan air.

Lidah buaya mengandung senyawa kimia yaitu aloin, aloesin, barbaloin, aloenin,
isobarbaloin dan aloe-emodin. Daun, bunga dan akar lidah buaya yang segar bisa digunakan
untuk penyubur rambut, sakit kepala atau pusing, peluruh haid, sembelit, kencing manis,
kejang pada anak dan muntah darah.

6
13. Tanaman Herbal Lengkuas

Lengkuas bisa ditanam di daerah dengan ketinggian 1-1.200 meter di atas permukaan laut.
Orang Sunda biasa menyebutnya dengan nama laja.

Kita mengenal 2 jenis lengkuas, yaitu lengkuas merah dan lengkuas putih. Lengkuas putih
biasa digunakan sebagai penyedap masakan, lengkuas merah bisa digunakan sebagai obat-
obatan tradisional.

Lengkuas berkhasiat untuk mengobati reumatik, panu, sakit limpa, morbili, membangkitkan
gairah seks, bronchitis dan menambah nafsu makan.

14. Tanaman Herbal Lada

Lada merupakan tanaman herba tahunan yang tubuh memanjat. Batangnya berwarna hijau
kotor, berbentuk bulat, beruas dan memiliki akar pelekat.

Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing. Panjang daun 5-8 cm
dengan lebar 2-5 cm. Lada mengandung senyawa minyak atsiri, minyak lemak, pinena, zat
pahit, kariofilena, piperidina, limonene, kavisina, filandrena, piperina dan alkaloid.

Buah lada berguna untuk mengobati disentri, sakit kepala, kolera, selesma, kaki bengkak
pada wanita hamil, rematik dan nyeri haid.

Daun lada bisa digunakan untuk mengobati penyakit batu ginjal. Lada dalam obat tradisional
dibedakan menjadi dua, ada lada hitam (tidak dikupas) dan lada putih (buah sudah masak
dikupas.

7
15. Tanaman Obat Tradisional Kunyit

Kunyit merupakan tanaman rempah dan obat asli wilayah Asia, khususnya Asia Tenggara.
Tanaman kunyit kemudian menyebar ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia dan Afrika.

Hampir setiap orang Indonesia pasti pernah mengkonsumsi kunyit, baik itu sebagai bumbu
masakan, jamu maupun untuk keperluan kesehatan dan kecantikan.

Tanaman kunyit mengandung senyawa kurkuminoid yang memiliki khasiat sebagai obat.
Kunyit berkhasiat untuk mengobati penyakit diabetes mellitus, morbili, tifus, berak lender,
usus buntu, amandel, disentri, memperlancar ASI, sakit keputihan, perut mulas saat haid, dan
membantu melancarkan haid.

16. Tanaman Obat Kumis Kucing

Tanaman kumis kucing bisa tumbuh di daerah dengan ketinggian 500-900 meter di atas
permukaan laut. Tanaman ini tumbuh tegak ke atas dengan tinggi mencapai 1-2 meter.

Batangnya berbentuk segi empat agak beralur dan berbulu pendek. Daunnya tunggal
berbentuk telur lonjong atau belah ketupat, bergerigi di bagian tepinya dan terdapat bintik-
bintik di kedua permukaannya. Bunganya keluar di ujung cabang, berwarna ungu pucat atau
putih.

Seluruh bagian kumis kucing bisa dimanfaatkan sebagai obat setelah di anginkan dan dijemur
di panas matahari. Khasiatnya antara lain untuk menghilangkan panas dan lembab, infeksi
ginjal, peluruh air seni, infeksi kandung kemih, encok dan sakit kencing batu.

8
17. Tanaman Obat Kencur

Kencur termasuk kelompok tanaman jenis empon-empon yang tumbuh subur di daerah
dataran rendah. Kencur memiliki daging buah yang lunak, berwarna putih dan tidak berserat.

Kulit luar kencur berwarna coklat. Setiap kencur memiliki helaian daun yang tidak lebih dari
2-3 lembar dan saling berhadapan. Kencur bisa ditanam di dalam pot atau di kebun yang
mendapat sinar matahari cukup.

Rimpang kencur mengandung mineral (13,73 %), pati (4,14 %) dan minyak atsiri (0,02 %).
Kencur berkhasiat untuk mengobati radang lambung, menghilangkan lelah, radang anak
telinga, memperlancar haid, menghilangkan darah kotor, masuk angin, influenza pada bayi,
sakit kepala, mata pegal, batu dan keseleo.

18. Tanaman Obat Jahe

Jahe merupakan tanam herba semusim yang tumbuh tegak, tingginya 40-50 cm. Batangnya
membentuk rimpang dan berwarna hijau.

Daunnya tunggal, berwarna hijau tua, bertepi rata dan berujung runcing. Jahe dibedakan atas
dua jenis, ada jahe pahit dan jahe merah. Jahe mengandung minyak atsiri zingiberena, resin
pahit, zingiberol, filandrena, bisabolena, kurkumen dan gingerol.

Rimpang jahe berkhasiat untuk membangkitkan nafsu makan, melancarkan ASI, mengobati
batuk, perut kembung, mulas, sakit kepala, selesma, dan luka (obat luar).

9
19. Tanaman Herbal Akar Wangi

Termasuk jenis tanaman rumpun menahun, tingginya mencapai 1 meter. Batang akar wangi
lunak, berwarna putih dan beruas-ruas. Daunnya tunggal berbentuk pita dan berujung
runcing. Sistem akarnya termasuk akar serabut dan berwarna kuning.

Akar wangi berkhasiat untuk mengatasi bau mulut dan rematik. Bagian yang digunakan yaitu
akarnya dan minyak atsiri.

20. Tanaman Herbal Bayam

Bayam merupakan tanaman herba setahun yang berasal dari kawasan Amerika tropis.
Sekarang ini tanaman bayam sudah menyebar hampir ke semua negara di daerah tropis dan
subtropis.

Bayam bisa ditanam pada ketinggian 5-2.000 meter di atas permukaan laut, tapi lebih tumbuh
optimal di daerah dataran rendah pada lahan terbuka.

Terdapat 3 jenis bayam yang termasuk ke dalam Amaranthus tricolor, yaitu bayam hijau
biasa, bayam putih dan bayam merah.

Tanaman bayam mengandung vitamin (A, B dan C), zat besi, amarantin, purin, rutin, protein,
lemak dan kalium. Bagian daun bayam yang bisa digunakan untuk pengobatan adalah daun
dan akarnya.

10