Anda di halaman 1dari 4

FLUIDISASI

Adalah salah satu cara untuk mengontakkan butiran padat dengan fluida.

Apabila kecepatan fluida relative rendah, unggun tetap diam karena fluida
hanya mengalir melalui ruang antar partikel tanpa menyebabkan
terjadinya perubahan susunan partikel tersebut (unggun diam ) .

Apabila kecepatan fluida dinaikkan sedikit demi sedikit, pada saat tertentu
penurunan tekanan akan sama dengan gaya berat yang bekerja terhadap
butiran-butiran padat sehingga unggun mulai bergerak.

Unggun mengembang, pororsitas bertambah, tetapi butiran-butiran masih


saling kontak satu sama lain.

Gambar .Unggun diam (a), unggun terfluidisasi (b) unggun terfluidakan kontinyu

Contoh Soal :
Tentukan kecepatan superfisial gas, bila diinginkan unggun terfluidisasi
tanpa terjadi entrinment,
Diameter partikel =  = 98
 p = 1 g/cm3
 Mf = 0,4
s = 1

Udara msk kolom pada p atm dan meninggalkan kolom pada 20 oC, 1 atm.
Sifat udara pada kondisi keluar dari kolom :
 = 0,0178 cpoise ,  = 0,00124 g/cm3
Penyelesaian :

Dp = 98  = 0,0098 cm

- Kecepatan superfisial minium (uMf) terjadi pada dasar kolom, dimana


tekanan adalah tertinggi.
Dengan Dp = 98  kita boleh menganggap bahwa unggun terdiri atas
partikel-partikel kecil (dengan NR < 20) :
UMf =

(  p –  ) = ( 1 – 0,00124 ) dianggap = 1, sehingga

= 0,3759 cm/s
Cek harga Rep
Rep =

= 0,025 p
Apabila operasi dilakukan pada tekanan < 200 atm,
maka anggapan Rep < 20 masih dapat diterima.

Catatan :
Perhitungan rapat massa gas pada dasar menara (tekanan = p atm)
Operasi berlangsung secara isotermal (20oC), maka :
P1 . V1 = P2 . V2
P1/ 1 = P2/ 2
2 =

= 0,001204 p g/cm3
P1 = 1 atm , P2 = p atm
 1 = 0,001204 g/cm3

- Kecepatan superfisial maksimum terjadi pada puncak menara, dimana


tekanan adalah minimum. Karena diinginkan tidak ada entrainment,
maka kecepatan udara di puncak menara haruslah < u t. Penentuan ut
didasarkan pada diameter partikel yang terkecil, yaitu 50 . Sekali lagi,
untuk partikel yang kecil, dianggap Rep < 0,4
ut =
=
= 7,647 cm/s

Cek harga Rep :


Rep =

= 0,029 (<0,4)

Jadi operasi harus dijaga pada laju alir (udara) antara 0,3759 – 7,647 cm/s

Referensi:
Mc. Cabe and Smith (1982), ‘Unit Operations of Chemical Engineering’, Singapore.
PEDC, ‘Mekanika Fluida’.Bandung.