Anda di halaman 1dari 8

SECTIO CAESARE

No. Dokumen No. Revisi Halaman

No : 378/RSUM/ SK/ VIII /2018 1/2


RSU MELATI

Tanggal terbit Ditetapkan oleh :

STANDAR

PROSEDUR

OPERASIONAL (dr. Lusi Nurlina Nasution)


01 Maret 2018
Direktur

Sectio caesarea adalah suatu tindakan untuk melahirkan bayi per

PENGERTIAN abdominan dengan membuat sayatan pada dinding perut dan rahim

atas indikasi tertentu

TUJUAN Untuk memberikan acuan tindakan sectio caesarea sehingga

mendapatkan hasil tindakan yang optimal dengan morbiditas dan

motralitas ibu dan bayi serendah mungkin

Su Keputusan Direktur RS.tentang Operasi Sectio Caesarea.


KEBIJAKAN
2. Tindakan sectio caesarea dilakukan atas indikasi tertentu dimana

bila persalinan dilakukan pervaginam akan meningkatkan risiko

komplikasi pada ibu dan atau bayinya.

3. Tindakan sectio caesarea dilakukan oleh seorang dokter

spesialis obstetri dan ginekologi .


4. Indikasi sectio caesarea adalah :

- Disproporsi kepala – panggul.

- Letak lintang yang tidak berhasil dikoreksi.

- Letak sungsang dengan taksiran berat badan janin >3500 gram.

- Letak sungsang dengan ibu panggul sempit relatif.

- Presentasi kaki.

- Tumor yang menghalangi jalan lahir.

- Hidrosefalus dengan jaringan otak yang masih baik.

- Presentasi dahi.

- Presentasi muka dengan dagu di belakang.

- Panggul sempit absolut.

- Tali pusat menumbung.

- Plasenta previa totalis.

- Plasenta previa dengan perdarahan banyak.

- Plasenta previa lateralis yang menutupi lebih dari setengah

pembukaan serviks.

- Riwayat seksio sesarea 2 kali.

- Riwayat operasi pada daerah korpus uteri.

- Tindakan ekstraksi vakum/ ekstraksi forseps gagal.

- Plasenta previa lateralis / margiralis dengan plasenta di SBR

bagian belakang.

- Eklampsia

- Preeklampsia

- Ketuban pecah dini

- Gagal induksi
- Giant baby

- Fetal distress

- Post-term

- Kematian janin dalam kandungan

Gangguan pada ibu, meliputi: penyakit asma, jantung, varises

vagina, dan lain-lain.

. Mempersiapkan tim dan peralatan:

PROSEDUR 1. Setelah ditetapkan adanya indikasi sectio caesarea, bidan ruang

bersalin menghubungi dokter spesialis anak dan perawat ruang bayi

serta dokter spesialis anestesi dan perawat kamar operasi.

2. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, anestesi dan anak

mendiskusikan keadaan pasien serta penyulit yang mungkin timbul

selama dan setelah operasi serta pilihan cara anestesi.

3. Perawat kamar operasi mempersiapkan peralatan operasi.

4. Perawat kamar bayi mempersiapkan peralatan resusitasi.

2. Persiapan Pasien:

1. Periksa pasien dan yakinkan kembali indikasi sectio caesarea sudah

tepat.

2. Pasien dan keluarga diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan

dilakukan serta penyulit yang mungkin timbul .

3. Pasien dan keluarga menandatangani formulir izin / persetujuan

tindakan.

4. Pasang infus jaga dan siapkan darah untuk kemungkinan transfusi.

5. Pasang kateter.
6. Ganti pakaian dengan pakain khusus kamar operasi.

3. Persiapan Penolong :

1. Penolong dan asisten memakai baju khusus kamar operasi lengkap

dengan topi dan masker.

2. Penolong memakai short plastik.

3. Penolong dan asisten mencuci tangan sebelum tindakan

4. Pakai jas operasi dan sarung tangan steril.

4. Teknik Operasi :

1. Pasien dalam keadaan telentang.

2. Dokter spesialis anestesi / penata anestesi melakukan tindakan

anestesi.

3. Sisihkan pakaian pasien.

4. Lakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah abdomen dan

sekitarnya.

5. Buat sayatan memanjang pfannenstiehl sepanjang ± 10 cm pada

dinding perut pasien, selanjutnya buka lapis demi lapis sampai

menembus peritoneum.

6. Bila perlu, pasang kassa perut di sekitar uterus untuk melindungi

usus.

7. Identifikasi plika vesikouterina, sayat dengan gunting dan lebarkan

ke kiri dan kanan ke arah pangkal lig.rotundum, sisihkan ke bawah

dan tahan dengan retraktor.


8. Buat sayatan melintang pada bagian depan segmen bawah rahim,

bagian tengahnya ditembus dan diperlebar ke kiri dan kanan dengan

gunting atau secara tumpul.

9. Bila ketuban masih utuh, lakukan amniotomi.

10. Lahirkan bayi sesuai dengan cara yang seharusnya.

11. Lakukan pemotongan tali pusat dan serahkan bayi pada asisten.

Untuk selanjutnya perawatan bayi diserahkan pada dokter spesialis

anak dan perawat kamar bayi.

12. Suntikkan oksitosin 10 IU intramural dan minta bantuan perawat

untuk memasukkan 20 IU oksitosin dalam cairan infus.

13. Lahirkan plasenta dengan cara menarik tali pusat.

14. Minta perawat untuk menyuntikkan ergometrin 0,2 m iv. dan nilai

kontraksi uterus.

15. Jepit ujung dan tepi luka dengan venster klem.

16. Lakukan eksplorasi ke dalam kavum uteri untuk memastikan tidak

ada bagian plasenta yang tertinggal.

17. Buat jahitan angka delapan untuk hemostasis pada kedua ujung

sayatan dengan benang chromic no.2. Bagian tengah sayatan dijahit 2

lapis dengan jahitan jelujur.

18. Yakinkan tidak ada lagi perdarahan dari tempat sayatan.

19. Lakukan reperitonealisasi dengan aproksimasi plika

vesikouterina.

20. Angkat kassa perut dan bersihkan rongga perut dari sisa dan bekuan

darah.

21. Lakukan penutupan lapis demi lapis.


22. Setelah luka operasi pada dinding perut dijahit, tutup luka

dengan kassa yang dibasahi betadine.

23. Angkat doek penutup.

24. Bersihkan vagina dari sisa darah dan bekuan darah.

25. Bersihkan dan rapikan pasien kembali.

5. Pasca Operasi :

1. Masukkan semua alat bekas pakai dalam larutan klorin 0,5% dan

rendam selanjutnya selama 10 menit sebelum diproses.

2. Buang kassa bekas dan sisa darah dalam tempat sampah

medis.

3. Cuci sarung tangan sebelum dilepas dalam larutan klorin 0,5%,

lepaskan terbalik dan rendam dalam larutan tersebut selama 10 menit.

4. Penolong dan asisten mencuci tangan selesai tindakan.

5. Nilai kontraksi uterus dan awasi perdarahan pasca operasi.

6. Periksa ulang tanda-tanda vital pasien.

7. Buat laporan operasi dan masukkan dalam status pasien, lengkapi

dengan instruksi selanjutnya.

Beritahu keluarga pasien bahwa operasi telah selesai, sampaikan

hasil operasi serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam

perawatan pasien pasca operasi. Sampaikan juga risiko terhadap

kehamilan dan persalinan selanjutnya serta anjuran yang

berhubungan dengan hal tersebut.


APPENDIKCITIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

No : 378/RSUM/ SK/ VIII /2018 1/2


RSU MELATI

Tanggal terbit Ditetapkan oleh :

STANDAR

PROSEDUR

OPERASIONAL (dr. Lusi Nurlina Nasution)

01 Maret 2018 Direktur

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi.

- Dokter Spesialis Anak.

- Dokter Spesialis Anesthesi.

UNIT TERKAIT- Perawat Kamar Operasi.

- Penata Anesthesi.

- Perawat Ruang Perinatologi.

- Perawat Ruang Kebidanan (VK)