Anda di halaman 1dari 15

DAFTAR PUSTAKA

https://fenamagazine.wordpress.com/

http://alam.uniknya.com/2012/10/26/5-fenomena-pasir-hisap/
BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pasir hisap atau Pasir penghisap adalah kaloid hidrogel yang terdiri dari pasir,
air dan tanah liat. Pasir hisap biasanya terdapat di sekitar sumber air seperti di pantai,
sungai dan rawa. Pasir hisap mempunyai densitas 2 gram/mililiter sedangkan densitas
manusia adalah 1gram/mililiter hal ini menyebabkan tubuh manusia yang terbenam
ke pasir hidup tidak akan mati kecuali jika kepalanya yang duluan terbenam karena
manusia akan di hisap sampai di pinggang atau setengah dari postur tubuh. Bila
terjebak dalam pasir hisap, semakin kita berjuang untuk keluar dari dalamnya maka
semakin cepat kita akan tenggelam. Jika kita hanya bersantai, tubuh kita akan
mengambang di dalamnya karena tubuh kita memiliki kepadatan yang lebih kecil dari
pasir hisap itu.

Pernahkah kamu menonton sebuah film di mana sang jagoan tersedot ke


dalam sebuah lubang pasir, hanya untuk diselamatkan pada menit terakhir dengan
meraih cabang pohon terdekat dan menarik dirinya keluar?

Jika kamu percaya apa yang kamu lihat di film itu, kamu mungkin berpikir
bahwa pasir hisap adalah makhluk hidup yang dapat menyedotmu ke dalam sebuah
jurang maut, dan membunuhmu. Tapi tidak begitu, sifat sebenarnya dari pasir hisap
tidaklah seperti yang digambarkan di film. Pasir hisap sebenarnya tidak seseram yang
ditampilkan di film-film, tapi kita tetap harus waspada karena terjebak dalam pasir
ini, terutama jika posisi kepala dibawah, bisa menghantarkan kita pada kematian.

4
Pasir hisap pada dasarnya adalah pasir biasa yang telah begitu jenuh dengan
air bahwa gesekan antara partikel pasir berkurang. Pasir yang dihasilkan adalah
campuran pasir lembek dan air yang tidak bisa lagi mendukung berat badan.

Jika kamu masuk ke pasir hisap, pasir itu tidak akan menyedotmu turun.
Namun, gerakanmu yang akan menyebabkan tubuhmu “menggali” lebih dalam ke
dalamnya. Pada artikel ini, kita akan belajar bagaimana bentuk pasir hisap, di mana ia
ditemukan dan bagaimana kita dapat menghindari cengkeramannya.

Permasalahan

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dapat

dirumuskan permasalahan seabgai berikut:

1. Apa pasir hisap itu?

2. Bagaimana cara melepaskan diri?

3. Apa saja fenomena dari pasir hisap?

5
BAB II

PEMBAHASAN

Apakah Pasir Hisap itu?

Pasir hisap adalah fenomena alam yang menarik, ia sebenarnya adalah tanah
padat yang telah dicairkan oleh air . Istilah “hisap” mengacu pada seberapa mudah
pasir bergeser ketika ada beban yang berada diatasnya.

Pasir hisap bukanlah tipe tanah yang unik; biasanya ia hanyalah pasir biasa
atau jenis lain dari tanah yang kasar. Pasir hisap tidak lebih dari campuran pekat
antara pasir dan air. Hal ini dapat terjadi di mana saja di bawah kondisi yang tepat
menurut Denise Dumouchelle , ahli geologis dari United States Geological Survey
(USGS).

Pasir hisap terjadi ketika air merembes memasuki area pasir yang longgar dan
pasir kemudian menjadi mudah bergerak . Bila air terperangkap dalam kumpulan
pasir dan tidak dapat keluar, maka terbentuklah “tanah cair” yang tidak bisa lagi
menahan berat badan kita. Ada dua cara di mana pasir bisa menjadi “pasir hisap”:

6
1. Aliran air bawah tanah – Kekuatan aliran air ke atas menentang kekuatan
gravitasi , menyebabkan butiran pasir menjadi lebih ringan.

2. Gempa bumi – Kekuatan tanah bergetar dapat meningkatkan tekanan air tanah
dangkal, yang mencairkan lapisan pasir dan lumpur. Permukaan yang cair akan
kehilangan kekuatan, menyebabkan bangunan atau benda lain yang ada di
permukaannya akan tenggelam atau jatuh.

Getaran ditambah aliran air mengurangi gesekan antara partikel pasir dan
menyebabkan pasir berperilaku seperti cairan. Untuk memahami pasir hisap, kita
harus memahami proses pencairan. Ketika tanah mencair, seperti pasir hisap, ia akan
kehilangan kekuatan dan berperilaku seperti cairan kental. Pencairan dapat
menyebabkan bangunan tenggelam selama gempa bumi.

Pasir hisap dapat terjadi di hampir setiap lokasi di mana terdapat aliran air.
Tempat di mana pasir hisap paling mungkin terjadi meliputi:

 Sungai
 Pantai
 Danau dekat pantai

7
 Dekat mata air bawah tanah
 Rawa

Saat kamu di pantai , perhatikanlah perbedaan dalam pasir saat kamu berdiri pada
bagian yang berbeda dari pantai yang memiliki berbagai tingkat kelembaban. Jika
kamu berdiri di bagian terkering dari pantai, pasir memegang dan kamu akan baik-
baik saja. Gesekan antara partikel pasir menciptakan permukaan yang stabil untuk
kita berdiri di atasnya.

Jika kamu bergerak lebih dekat ke air, kamu akan melihat bahwa pasir yang
cukup basah bahkan lebih padat daripada pasir kering. Sejumlah air yang cukup akan
menciptakan daya tarik kapiler yang memungkinkan partikel-partikel pasir untuk
mengumpul. Ini adalah apa yang memungkinkan kita untuk membangun istana pasir.

Tapi pasir pantai bisa dengan mudah menjadi pasir hisap jika ada cukup aliran air
keatas melaluinya. Jika jumlah yang berlebihan dari air mengalir melalui pasir, hal ini
memaksa partikel pasir terpisah. Pemisahan partikel menyebabkan tanah menjadi
longgar, dan setiap benda di atas pasir akan mulai tenggelam melaluinya.

Bagaimana Melepaskan Diri?

Dalam pasir hisap, semakin kamu berjuang untuk keluar dari dalamnya
semakin cepat kamu akan tenggelam. Jika kamu hanya diam dan bersantai, tubuhmu
akan mengambang di dalamnya karena tubuh kita kepadatannya lebih rendah dari
pasir hisap itu.

Jika kamu pernah terjebak dalam lubang pasir hisap, jangan khawatir, ia tidak
akan menelan tubuhmu secara utuh, dan sebenarnya tidak sulit untuk melarikan diri
darinya seperti yang kamu bayangkan.

8
Tubuh manusia memiliki kepadatan 1g / cm3 dan dapat mengapung di atas
air. Pasir hisap lebih padat daripada air, ia memiliki kepadatan sekitar 2g / cm3 –
yang mana berarti kita dapat mengapung di atas pasir hisap lebih mudah dari pada di
air. Kuncinya adalah tidak panik. Kebanyakan orang yang tenggelam dalam pasir
hisap atau cairan dalam hal ini, biasanya karena panik dan mulai memukul-mukul
lengan dan kakinya ke permukaan pasir.

Tapi tetap ada kemungkinan untuk tenggelam dalam pasir hisap jika kita jatuh
dengan posisi kepala dibawah dan tidak bisa mengeluarkan kepala kembali ke atas
permukaan. Kemungkinan besar, jika kita jatuh kedalamnya, kita akan mengapung ke
permukaan. Namun, rasio jumlah pasir dan air dalam pasir hisap dapat bervariasi,
menyebabkan beberapa pasir menjadi kurang daya apungnya.

Jangan menggelepar-gelepar di dalam pasir dengan cara memindahkan lengan


dan kaki ke dalam campuran tersebut. Karena hal itu hanya akan memaksa diri kita
lebih jauh ke dalam lubang pasir. Hal terbaik untuk dilakukan adalah membuat
gerakan lambat dan membawa diri kita kembali ke permukaan. Kita akan mengapung
ke tingkat yang aman.

“Ketika seseorang melangkah kedalam pasir hisap, berat badan mereka


menyebabkan mereka tenggelam, sama seperti ketika mereka melangkah memasuki
kolam,” kata Dumouchelle. “Jika mereka berjuang, mereka akan cenderung
tenggelam. Tapi, jika mereka rileks dan mencoba untuk berbaring di punggung
mereka, mereka biasanya bisa mengapung dan mendayung ke tempat yang aman..”

Tentunya akan lebih baik lagi jika ada orang yang melintas dan menolong kita
dengan memberikan tali atau ranting untuk menarik kita keluar dari jebakan pasir
tersebut.

9
Fenomena pasir hisap

1. Terbentuknya Pasir Hisap

Pasir hisap terjadi ketika air merembes memasuki area pasir yang longgar dan
pasir kemudian mejadi mudah bergerak. Bila air terperangkap dalam kumpulan
pasir dan tidak dapat keluar, maka terbentuklah tanah cair yang tidak bisa lagi
menahan berat. Ada dua cara terbentuknya pasir hisap. Yang pertama akibat
adanya aliran bawah tanah. Kekuatan aliran air ke atas menentang kekuatan
gravitasi sehingga menyebabkan butiran pasir menjadi lebih ringan.

Penyebab kedua terbentuknya pasir hidap adalah akibat gempa bumi. Kekuatan
tanah yang bergetar dapat meningkatkan tekanan air tanah dangkal, yang
mencairkan lapisan pasir dan lumpur. Permukaan yang cair akan kehilangan
kekuatan, sehingga membuat benda apapun di atasnya, seperti bangunan atau
benda lain yang ada di permukaannya akan tenggelam atau jatuh.

Getaran ditambah aliran air mengurangi gesekan antara partikel pasir dan
menyebabkan pasir berperilaku seperti cairan. Tanah yang mencair akan
kehilangan kekuatan dan berperilaku seperti cairan kental.

2. Tempat Pasir Hisap Terbentuk

Pasir hisap biasanya muncul di tempat-tempat tertentu di mana ada lapisan tanah
liat keras dibawahnya. Air akan terkumpul di pasir, karena tanah liat di
bawahnya menahan air untuk tidak meresap. Air ini dapat berasal dari berbagai
tempat yang berbeda, seperti arus sungai atau kolam. Butiran pasir hisap berbeda
dengan butiran pasir biasa, karena bentuknya bulat dan bukan bersiku-siku atau
lancip. Air berada di antara butiran sehingga memisahkan dan mengangkatnya,

10
jadi pasir ini cenderung mengapung satu di atas lainnya. Inilah yang membuat
pasir ini tidak dapat menahan objek padat.

Tepat di mana pasir hisap paling mungkin terjadi antara lain di sungai, pantai,
danau dekat pantai, dekat mata air bawah tanah, dan rawa. Karena di sanalah
partikel-partikel pembentuk pasir hidap banyak kita jumpai, seperti pasir, air, dan
tanah liat.

Saat berada di pantai, kita bisa melihat perbedaan pasir dengan berbagai tingkat
kelembaban. Pasir yang kering lebih padat dan mampu menahan beban tubuh
kita. Sebaliknya permukaan pasir yang tampak lebih lunak akan membuat kita
terperosok ke dalamnya.

3. Mudah Larut Jika Diusik

Menurut hasil penelitian, permukaan pasir hisap akan segera larut dengan cepat
jika mendapat gangguan gerak. Pasir di permukaan akan menjadi lembek dan pasir
di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat.

Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir


tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman
penenggelaman tersebut, pasir yang jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan
dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu. Lalu akan menciptakan endapan
yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat,
mencegah objek terperosok lebih jauh.

11
4. Butuh Kekuatan Mengangkat Sebuah Mobil

Orang yang terperosok ke dalam pasir hisap umumnya tidak bisa bergerak,
densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah
yang terperosok dalam pasir hisap tersebut, membentuk tekanan yang sangat besar
pada tubuh, membuat orang sangat sulit mengeluarkan tenaga.

Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa
mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut. Setelah
dikalkulasi peneliti terkait, untuk mengeluarkan satu kaki korban yang
terperangkap dengan kecepatan 1 cm per detik saja butuh kekuatan 100 ribu
Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil
ukuran sedang.

Kecuali dibantu dengan mobil derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban
yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut dalam waktu singkat. Hasil
penelitian terkait juga menunjukkan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara
paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hisap “melepaskan” korban yang
terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu,
resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibandingkan
membiarkan korban tetap berada dalam pasir hidap tersebut untuk sementara
waktu.

5. Cara Melepaskan Diri

Pasir hisap memiliki densitas 2 gram per milliliter, sedangkan densitas manusia
adalah 1 gram per milliliter. Dengan demikian, bila terperosok ke dalam genangan
pasir hisap, pada dasarnya manusia bisa mengapung dan hanya terhisap sampai

12
pinggang. Orang yang terjebak masuk ke pasir hisap tidak tenggelam lenyap dari
pandangan. Karena pasir hisap mengandung cairan sangat banyak, itu
memungkinkan orang mengapung lebih tinggi daripada di air.

Akan tetapi, ada faktor lain yang bisa menyebabkan manusia tetap tenggelam bila
terperosok ke dalamnya. Umumnya apabila terjebak masuk ke pasir hisap, orang
akan panik dengan meronta-ronta dan menggelepar mencari pegangan. Hal itu
justru akan berakibat lebih buruk karena memperparah keadaan dan mempercepat
tenggelam.

Menurut seorang ahli, cara untuk terlepas dari pasir hisap, korban yang
terperangkap harus menggerakkan kedua kaki secara perlahan agar air dan pasir
semaksimal mungkin merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan
dapat mengurangi tekanan badan, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan
menggembur. Selain itu, juga harus berusaha agar anggota badan terpisah, sebab
jika area permukaan pasir yang disentuh badan semakin besar, maka daya apung
yang didapat akan semakin besar. Yang penting lakukan gerakan yang cukup
tenang dan santai, sehingga secara perlahan akan terbebas dari perangkap pasir
hisap. Hal terbaik untuk dilakukan adalah membuat gerakan lambat dan membawa
diri kita kembali ke permukaan. Kita akan mengapung ke tingkat yang aman.

13
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pasir hisap atau Pasir penghisap adalah kaloid hidrogel yang terdiri dari pasir,
air dan tanah liat. Pasir hisap biasanya terdapat di sekitar sumber air seperti di pantai,
sungai dan rawa. Pasir hisap mempunyai densitas 2 gram/mililiter sedangkan densitas
manusia adalah 1gram/mililiter hal ini menyebabkan tubuh manusia yang terbenam
ke pasir hidup tidak akan mati kecuali jika kepalanya yang duluan terbenam karena
manusia akan di hisap sampai di pinggang atau setengah dari postur tubuh.

14
e

15
3

16
1

17