Anda di halaman 1dari 2

SP 1 Pasien: Melindungi pasien dari percobaan bunuh diri

Perawat : “Assalamualaikum, selamat pagi Bu”.


Pasien : “waallaikumsalam sus.”
Perawat : “Perkenalkan saya Perawat A. Nama ibu siapa, senang dipanggil
apa?”
Pasien : “nama saya B sus.”
Perawat : “Baiklah Bu B, Hari ini saya dinas pagi di ruangan ini mulai pukul
07.00 – 14.00. Selama di rumah sakit ini saya yang akan merawat bu B. Bagaimana
kabar ibu hari ini?”
Pasien : “kurang baik sus.”
Perawat : “Kalau begitu bagaimana jika kita bercakap-cakap tentang apa yang
ibu alami selama ini?”
Pasien : “Iya sus.”
Perawat : “Mau berapa lama kita bercakap-cakap? 20 menit bagaimana bu?”
Pasien : “terserah suster saja.”
Perawat : “Oiya, mau dimana kita bercakap-cakapnya bu?”
Pasien : “Disini saja sus.”
Perawat : “Baiklah bu, tujuan kita bercakap-cakap hari ini yaitu untuk
melindungi ibu dari tingkah laku yang dapat melukai diri sendiri ”.
Pasien : “iya sus.”
Perawat : “Bagaimana perasaan ibu setelah kejadian itu terjadi bu? Apakah ibu
merasakan penderitaan yang luar biasa?”
Pasien : “iya, saya merasa anak saya sudah tidak sayang lagi sama saya.”
Perawat : “Apakah ibu merasakan kesedihan yang sangat dalam?”
Pasien : “iya sus.”
Perawat : “Apakah dengan kejadian ini ibu menjadi merasa tidak berguna lagi
bagi orang-orang disekitar ibu?”
Pasien : “iya, saya merasa tidak ada gunannya lagi hidup. saya lebih baik mati
karena tidak ada yang peduli dengan saya. saya lebih baik mati.”
Perawat : “Pernahkah terlintas dipikiran ibu untuk menyakiti diri ibu sendiri
atau bahkan ada dorongan untuk mencoba bunuh diri?”
Pasien : “pernah sus. Saya pernah ingin bunuh diri.”
Perawat : “Tampaknya ibu membutuhkan pertolongan segera karena ada
keinginan untuk mengakiri hidup, saya perlu memeriksa isi kamar ibu untuk
memastikan tidak ada benda-benda membahayakan. Mari kita kekamar ibu untuk
memeriksa ada tidaknya benda tajam.” (memeriksa kamar ibu B)
Pasien : “baiklah.”
Perawat : “karena ibu tampaknya masih memiliki keinginan untuk mengakiri
hidup ibu maka saya tidak akan membiarkan ibu sendiri. Apa yang ibu lakukan
apabila keinginan bunuh diri muncul?”
Pasien : “ saya ingin menyayat- nyayat tangan saya hingga putus, atau minum
racun”
Perawat : “begini ibu kalau keinginan itu muncul maka untuk mengatasinya ibu
harus memangil perawat diruangan ini atau keluarga yang sedang besuk. Jadi ibu
jangan sendirian ya, katakan pada perawat jika ada dorongan untuk mengakiri hidup”
Pasien : “ baiklah sus”
Perawat : “saya percaya ibu dapat mengatasi masalah ibu.”
Pasien : “terimakasih sus”
Perawat : “bagaimana perasaan ibu sekarang setelah mengetahui cara mengatasi
perasaan ingin bunuh diri?”
Pasien : “sedikit lebih mengerti”
Perawat : “coba sebutkan lagi cara tersebut”
Pasien : “jika ada dorongan untuk mengakiri hidup saya, saya harus
memanggil perawat atau keluarga yang membesuk untuk meminta pertolongan, jadi
saya tidak boleh sendiri”
Perawat : “bagus ibu, bagaimana kalau besok kita bercakap-cakap tentang
melindungi pasien dari isyarat bunuh diri?”
Pasien : “baik sus.”
Perawat : “ibu maunya jam berapa dan dimana?”
Pasien : “disini saja sus jam 10.00.”
Perawat : “Baiklah mungkin itu saja latihan kita hari ini. Besok kita ketemu lagi
ya Bu.”
Pasien : “iya sus terimakasih”
Perawat : “sama-sama ibu. Wassalamu’alaikum.”
Pasien : “waallaikumsalam.”