Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL

PENELITIAN KUANTITATIF
PENGARUH METODE TANYA JAWAB TERHADAP
HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS
IX MTS WALI SONGO SUKAJADI

Dosen Pngampu: Drs. Zuhairi,M.Pd


OLEH :
IMAS TITIN 14114451

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN )
JURAI SIWO METRO LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2016

DAFTAR ISI

HALAMAN
JUDUL …………………………………………………………………………………
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………

1. Latar Belakang Masalah ……………………………………………………..2

2. Identifikasi Masalah …………………………………………………………3

3. Rumusan Masalah ……………………………………………………………3

4. Tujuan Dan Manfaat Penelitian …………………………………………….3


BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR, DAN PENGAJUAN
JUDUL……………………………………………………………………………..4

1. Landasan Teori …………………………………………………………………..4

2. Kerangka Berfikir ……………………………………………………………….7

3. Hipotesis …………………………………………………………………………..7
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……………………………………………..8
1. Rancangan Penelitian …………………………………………………………….8

2. Variabel Dan Definisi Variabel …………………………………………………8

3. Populasi,Sampel, Dan Tehnik Sampling ………………………………………….9

4. Tehnik Pengumpulan Data ………………………………………………………10

5. Instrumen Penelitian………………………………………………………………….10

6. Tehnik Analisis Data ……………………………………………………………11

DAFTAR
PUSTAKA …………………………………………………………………………12
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah


Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat interaksi antara
pendidik atau lingkungan dengan peserta didik baik individual maupun kelompok dalam
rangka mencapai tujuan pembelajaran atau hasil belajar yang telah ditentukan sebelumnya.

Menurut Hamalik (2009:1) “hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan
terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu,
dan dari tidak mengerti menjadi mengerti”. Keberhasilan suatu proses belajar mengajar tidak
terlepas dari faktor-faktor yang berperan didalamnya, baik faktor intern maupun eksternal.
Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, yang meliputi
faktor jasmaniah dan faktor psikologis, dan Faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar
individu, meliputi: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.

Metode pembelajaran adalah salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi


tercapainya hasil belajar. Karena metode mengajar guru yang kurang baik akan
mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Metode tanya jawab adalah cara penyajian
pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,
tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Dengan penggunaan metode tanya jawab ini akan
meningkatkan keaktifan siswa berupa pertanyaan atau jawaban siswa sehingga berimplikasi
pada peningkatan hasil belajar siswa.

Dengan mengetahui hal tersebut maka penulis ingin melakukan penelitian mengenai
Apakah ada pengaruh metode tanya jawab terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Fiqih
Kelas IX di MTs Wali Songo Sukajadi. Hal tersebut didasarkan atas hasil belajar di sekolah
tersebut masih kurang, dan pembelajaran masih bersifat teacher center

2. Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang masalah tersebut dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:

 Hasil belajar yang masih kurang

 Metode pembelajaran yang bersifat teacher center

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka
rumusan masalahnya adalah apakah ada pengaruh metode tanya jawab terhadap hasil belajar
siswa mata pelajaran Fiqih kelas IX di MTs Wali Songo Kampung Sukajadi ?

3. Tujuan dan Manfaat Penelitan


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode tanya jawab terhadap
hasil belajar siswa mata pelajaran Fiqih kelas IX di MTs Wali Songo Kampung Sukajadi.
Sedangkan iamanfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:

1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan menjadi bahan
pertimbangan dalam menentukan langkah kebijaksanaan sebagai upaya peningkatan mutu
pendidikan.

2. Manfaat Praktis

3. Bagi pendidik, meningkatkan kekreatifitasan pendidik dalam menggunakan metode


pembelajaran

4. Menjadi referensi bagi Madrasah yang dapat digunakan sebagai masukan untuk
meningkatkan hasil belajar

5. Bagi peneliti, menambah wawasan dan pengalaman yang berharga sebelum terjun
langsung dalam bidang pendidikan.
BAB II
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR,
DAN PENGAJUAN JUDUL

1. LANDASAN TEORI

2. HASIL BELAJAR

 Pengertian Hasil Belajar


Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Suprijono mendefinisikan
hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian,sikap-sikap,
apresiasi, dan keterampilan.[1] Nana Sudjana (2009: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa
pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang
lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimyati dan Mudjiono
(2006: 3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak
belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi
hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak
proses belajar. Menurut Bloom (Suprijono, 2002:6), hasil belajar mencakup kemampuan
kognitif, afektif,dan Psikomotorik.

1. Domain kognitif mencakup: knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension


(pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), application ( menerapkan), analysis(
menguraikan, menentukan hubungan), synthesis 9mengorganisasikan. merencanakan,
membentuk bangunan baru), evaluating( menilai)

2. Domain afektif mencakup: receiving ( menerima), responding ( memberikan respon),


valuing (nilai), organization ( organisasi), characterization ( karakterisasi)

3. Domain Psikomotorik: initiatory, pre-routine, routinized, keterampilan produktif, teknik,


fisik, sosial, manajerial, dan intelektual[2]
Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulakn bahwa hasil belajar adalah kemampuan-
kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan-
kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar dapat
dilihat melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang
akan menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hasil
belajar yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif fiqih. Instrumen yang
digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada aspek kognitif adalah tes.
 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Hasil belajar sebagai salah satu indikator pencapaian tujuan pembelajaran di kelas tidak
terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri. Menurut
Purwanto (2002:102), berhasil atau tidaknya suatu belajar dipengaruhi oleh berbagai
macam faktor yang dibedakan menjadi dua golongan yaitu faktor individual atau intern
dan faktor yang ada di luar individuatau ekstern.[3]

 Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor
internal meliputi: faktor jasmaniah, psikologis, dan kelelahan.

 Faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar individu. Faktor eksternal meliputi: faktor
keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.

2. METODE TANYA JAWAB


Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui didalam mengajar.
mengajar adalah menyajikan bahan pelajaran oleh orang kepada orang lain agar orang lain itu
memnerima, mengausai, dan mengembangkannya di dalam lembaga pendidikan, orang lain
yang disebut di atas disebut sebagai murid atau siswa dan mahasiswa, yang dalam proses
belajar agar dapat menerima, mengausai dan lebih-lebih mengembangkan bahan pengajaran
itu, maka cara-cara mengajar serta cara belajar haruslah setepat-tepatnya. dan seefektif
mungkin[4]
Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa metode mengajar mempengaruhi
belajar. metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang
tidak baik pula, dan sebaliknya. Biasanya guru lebih sering menggunkan metode ceramah
saja, maka implikasinya adalah siswa akan cepat bosan dan mengantuk, pasif dan hanya
mencatat saja. Guru yang progresif berani mencoba metode baru yang dapat meningkatkan
kegiatan belajar mengajar dan motivasi siswa dalam belajar. Agar siswa dapat belajar dengan
baik, maka metode mengajar harus setepat, efisien, dan seefektif mungkin. Salah satu metode
pembelajaran yang dapt meningkatkan keaktifan siswa adalah metode tanya jawab.
Metode tanya jawab dalam dunia pendidikan merupakan salah satu metode
pembalajaran konvensional yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas,
selain metode ceramah dan diskusi. metode ini sering disandingkan dengan metode ceramah
dan metode diskusi. Metode ini memang tepat digunakan untuk menjawab materi yang dirasa
belum dipahami oleh siswa. Hal ini juga senada dengan pendapatnya Roestiyah (2008:129)
yang menyatakan bahwa:

Metode tanya jawab merupakan suatu teknik untuk memberi siswa agar bangkit
pemikirannya untuk bertanya, selama mendengarkan pelajaran, atau guru yang mengajukan
pertanyaan-pertanyaan itu, siswa menjawab. Pasti saja pertanyaan-pertanyaan itu mengenai
isi pelajaran yang sedang diajarkan guru; dan siswa seharusnya sudah mengerti; atau
pertanyaan yang lebih luas asal berkaitan dengan pelajaran, atau juga mungkin pengalaman
yang dihayati dengan tanya-jawab itu, pelajaran akan lebih mendalam dan meluas.[5]

Menurut syaiful bahri djamarah dan aswan zain tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran
dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab terutama oleh guru kepada siswa dan
sebaliknya.Sedangkan menurut daryanto tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam
bentuk pertanyaan yang harus dijawab terutama dari penyaji kepada peserta, tetapi dapat pula
dari peserta kepada penyaji.[6]
Metode tanya jawab adalah cara penyampaian suatu pelajaran melalui interaksi dua arah dari
guru kepada siswa dari siswa kepada guru agar diperoleh jawaban kepastian materi melalui
jawaban lisan guru atau siswa. Dalam metode ini guru dan siswa sama-sama aktif. Siswa
dituntut aktif agar mereka tidak tergantung pada keaktifan guru.

1. KERANGKA BERFIKIR
Peneliti merumuskan kerangka berfikir sebagai berikut: Dengan penggunaan metode tanya
jawab ( variabel bebas) maka akan menjadikan proses pembelajaran menjadi dua arah
sehingga peserta didik menjadi aktif (moderator), kemudian implikasi dari pembelajaran
aktif tersebut maka akan meningkatkan hasil belajar siswa ( variabel terikat)

1. HIPOTESIS PENELITIAN
Dalam penelitian ini terdapat dua hipotesis yaitu hipotesis alternative (ha) dan hipotesis
nihil (ho). Rumusan hipotesis sebagai berikut:
Ha : Terdapat pengaruh metode tanya jawab terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran
Fiqih MTs Wali Songo Sukajadi

Ho : Tidak ada pengaruh metode tanya jawab terhadpa hasil belajar mata siswa
mata pelajaran Fiqih MTs Wali Songo Sukajadi
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

1. RANCANGAN PENELITIAN
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode eksperimen. Sedangkan prosedur
penelitian dalam penelitian adalah sebagai berikut:

1. Peneliti melakukan persiapan berupa rencana pembelajaran yang akan dilakukan dan
membagi sampel menjadi dua kelompok serta menentukan kelompok mana yang akan
menjadi kelompok ekperimen dan mana yang akan menjadi kelompok kontrol. Pada
kelompok eksperimen, pembelajaran menggunakan metode tanya jawab, dan pada
kelompok kontrol menggunakan metode ceramah.

2. Tahap kedua peneliti melakukan langkah pelaksanaan yang meliputi penyampaian bahan
pelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab pada kelompok eksperimen, dan
memberi kesempatan kepada peserta didik atau siswa untuk bertanya dan menjawab
pertanyaan.

3. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi adalah mengadakan penilaian terhadap pemahaman
siswa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

4. Desain pos tes kelompok kontrol subjek random


Desain ini menggunakan pemilihan subjek secara acak dan melibatkan dua kelompok subjek
(kelompok eksperimen dan kontrol) tanpa pretes. Desainnya adalah:

Kelompok Perlakuan Postes

(R) Eksperimen X O2

(R) Kontrol – O2

1. VARIABEL DAN DEFINISI VARIABEL


Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik
kesimpulannya. Variabel dalam penelitian ini adalah:
1. Metode tanya jawab sebagai variabel bebas yang mempengaruhi hasil hasil belajar.

2. Keaktifan siswa merupakan variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi


tingkat hubungan (pengaruh) variabel bebas terhadap variabel terikat. Atau
hubungan/pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat memiliki nilai yang berbeda
pada level yang berbeda.

3. Hasil belajar menjadi variabel terikat. yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas
dan variabel moderator

1. POPULASI, SAMPEL DAN TEKNIK SAMPLING

2. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyektif/subyektif yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
dan kemudian ditarik kesimpulan.[7] Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs
Wali Songo Kampung Sukajadi.

2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Sampel diambil dari populasi penelitian yang mencerminkan dari segala sesuatu populasi dan
diharapkan dapat mewakili seluruh anggotanya.[8] Sampel pada penelitian ini adalah siswa
kelas IX A MTs Wali Songo Kampung Sukajadi yang dibagi menjadi 2 kelas. yaitu sebagai
kelas eksperimen dan kelas kontrol

3. Teknik Sampling
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil metode Simple random sampling, yaitu
pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang
ada dalam populasi itu. Dalam penelitian ini peneliti membagi siswa kelas IX A menjadi dua
kelas. Satu kelas diajar dengan metode ceramah, dan yang satunya menggunakan metode
tanya jawab.

1. TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik sebagai berikut:
 Observasi, Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis
terhadap gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian. yaitu gejala-gejala dalam
proses pembelajaran

 Tes, yaitu serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk
mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki
oleh individu atau kelompok. Penggunaan teknik ini yaitu untuk mengukur pengetahuan
siswa setelah mengikuti pembelajaran.

1. INSTRUMEN PENELITIAN DATA


Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan mengukur fenomena-fenomena alam
maupun sosial yang diamati. secara spesifik fenomena tersebut disebut variabel, dan dalam
penelitian ini peneliti menggunakan instrumen penelitian tes yaitu dengan pemberian
pertanyaan-pertanyaan mengenai materi pelajaran yang telah disampaikan dengan metode
tanya jawab dan lembar observasi aktivitas belajar siswa, yaitu dengan melihat keaktifan
siswa dalam proses pembelajaran

1. TEKNIK ANALISIS DATA


Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Dengan menggunakan rumus Chi
Kuadrat sebagai berikut:
Keterangan: X2 : Chi Kuadrat
fo : frekuensi yang diperoleh dari tes
fh : frekuensi yang diharapkan[9]
DAFTAR PUSTAKA

Thobroni,Muhammad and Arif Mustofa, Belajar dan Pembelajaran, 2nd edition (Jogjakarta:
Ar-Ruzz Media, 2013)

Jubaedah, Endang, Penerapan Metode Tanya Jawab dengan Teknik Probing-Prompting


untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas
XI IPA 4 SMAN Bandung. (2013)

Bahri Djamarah,Syaiful and Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta,
2010)

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D,


(Bandung: Alfabeta, 2011)

Sudijino,Anas, Pengantar Statistika Pendidikan, ( Jakarta: Raaja Grafindo, 2008)

[1] Muhammad Thobroni and Arif Mustofa, Belajar dan Pembelajaran, 2nd
edition (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), p. 22.
[2] Ibid., p. 24.
[3] Ibid., p. 32.
[4] Ibid., p. 65.
[5] Endang Jubaedah, Penerapan Metode Tanya Jawab dengan Teknik
Probing-Prompting untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa dalam
Pembelajaran Sejarah di Kelas XI IPA 4 SMAN Bandung. (2013), p. 1.
[6] Syaiful Bahri Djamarah and Aswan Zain, Strategi Belajar
Mengajar(Jakarta: Rineka Cipta, 2010), p. 94.
[7]Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, R&D, (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 117.
[8]Ibid., h.118.
[9]Anas Sudijino, Pengantar Statistika Pendidikan, ( Jakarta: Raaja
Grafindo, 2008), h. 250.