Anda di halaman 1dari 23

PROJECT

MK. KEPEMIMPINAN

PRODI S1 TATA RIAS – FT

Skor Nilai :

Rezqi Fitriah Qolbi Rifa Faradhiba Srg Tasya A L Rajagukguk

5173144024 5172144012 5173144029

Dosen Pengampu : Dr.Zulkifli Matondang,M.Si.

Mata Kuliah : Kepemimpinan

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TATA RIAS


FAKULTAS TEKNIK –UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
DESEMBER 2017
EXCECUTIVE SUMARRY

A. Pengertian Bisnis

Bapak Peterson bersama Plowman menjelaskan bahwa bisnis merupakan


serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan penjualan ataupun pembelian barang dan
jasa yang secara konsisten berulang (a series of activities related to the sale or purchase of
goods and services that are consistently repeated). Menurut Peterson dan Plowman,
penjualan jasa ataupun barang yang hanya terjadi satu kali saja bukan merupakan
pengertian dari bisnis.
Selanjutnya ditambahkan oleh Prof.L.R.Dicksee bahwa pengertian bisnis adalah
suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang
yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian bisnis adalah kegiatan atau bentuk aktivitas
penjualan jasa dan barang yang bertujuan utnuk mencari atau memperoleh keuntungan
kepada pihak yang berusaha yang berlangsung secara terus menerus selama masih
memberikan keuntungan.

B. Manfaat Bisnis

Lalu, apa manfaat dalam berbisnis? Tentu saja paling utama adalah memperoleh
keuntungan khususnya dalam bentuk uang. Berikut beberapa manfaat bisnis:
1. Memperoleh Penghargaan/Pengakuan
Penghargaan ataupun pengakuan dapat diperoleh dengan berbisnis. Dengan adanya bisnis
yang berhasil dan tumbuh dan berkembang serta memberikan dampak positif kepada
masyarakat akan memberikan anda pengakuan positif dari masyakat itu sendiri.
2. Kesempatan Untuk Menjadi Bos bagi DIRI SENDIRI
Kapan lagi anda dapat menjadi bos untuk diri sendiri kalau bukan di bisnis yang anda rintis
dan buat sendiri. Dengan berbisnis, anda akan menjadi penentu dan pemimpin dari bisnis
anda. Besar kecilnya bisnis anda ditentukan oleh kemampuan anda menjadi bos.
3. Menggaji diri sendiri
Enak bukan, anda tentukan penghasilan anda sendiri. Itulah manfaat membangun bisnis
anda. Jumlah penghasilan dan juga sumber penghasilan anda, anda yang tentukan.
4. Atur Waktu Anda Sendiri
Jam kerja anda, anda yang atur. Itulah manfaat berbisnis yang keren. Bila anda jadi PNS,
jam kerja anda haruslah sesuai dengan permintaan pemerintah. Bila anda menjadi pebisnis,
jam kerja menjadi lebih fleksibel. Bila anda lebih ingin bersantai, dengan penghasilan
bisnis yang naik, anda dapat merekrut pegawai untuk menggantikan anda. Uenak bukan
5. Masa Depan yang lebih cerah
Masa depan anda, bisa dikatakan anda yang atur, semakin anda gigih dan semangat
berbisnis, anda akan memiliki masa depan yang lebih cerah.
C. Tujuan Bisnis
Setiap bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk
yang dibutuhkan oleh konsumen, produk dapat berupa barang atau jasa.Tujuan perusahaan
membuat produk adalah unruk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh oleh
perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen.
Pada umunya tujuan didirikannya bisnis atau perusahaan tidak hanya profit oriented
semata, namun secara keseluruhan tujuan didirikannya perusahaan meliputi :
1. Profit
2. Pengadaan barang atau jasa
3. Kesejahteraan pemilik faktor produksi dan masyarakat
4. Full employment
5. Eksistensi perusahaan dalam jangka panjang
6. Kemajuan atau pertumbuhan
7. Prestise dan prestasi
Meskipun tujuan utama mereka adalah memperoleh keuntungan namun hal tersebut bukan
berarti bahwa mereka tidak mempunyai tujuan lain selain tujuan tersebut, masih banyak
tujuan-tujuan para pembisnis yang ingin mereka raih dan tujuan antara satu dan yang
lainya bisa saja berbeda. Tujuan lain yang ingin dicapai oleh pelaku bisnis itu diantaranya :
· Ingin mencukupi berbagai kebutuhannya
· Untuk memakmurkan keluarga
· Ingin namanya dikenal banyak orang
· Karena ingin menjadi penerus usaha keluarga
· Ingin mencoba hal baru
· Ingin memanfaatkan waktu luang
· Ingin mempunyai usaha sendiri dan tidak bekerja pada orang lain.
· Ingin mendapat simpati. Dsb.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas Berkat
dan Rahmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan Project mata kuliah kepemimpinan
ini.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah “kepemimpinan ”
bapak Dr. Zulkifli Matondang, M.si yang telah membantu kami dalam proses pembuatan
mini riset ini. kami menyadari bahwa mini riset ini pasti ada kelebihan dan kekurangannya.
Oleh karena itu kami minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan kami juga
mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna memperbaharui tugas kami ini.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu
maupun pengetahuan bagi rekan-rekan dan para pembaca.

Medan,12 Desember 2017

Penulis
DAFTAR ISI

EXCECUTIVE SUMARRY ................................................................................................. 2


KATA PENGANTAR ........................................................................................................... 4
DAFTAR ISI ....................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 6
A. Latar Belakang ................................................................................................ 6
B. Tujuan Kegiatan .............................................................................................. 7
C. Manfaat Kegiatan ............................................................................................ 9
BAB II LANDASAN TEORI.............................................................................................. 10
A .Definisi Kegiatan ........................................................................................... 10
B. Karakteristik Kegiatan ................................................................................... 11
C. Struktur Organisasi Kegiatan ......................................................................... 12
D. Rincian Tugas Personil Kegiatan .................................................................. 12
BAB III METODE PELAKSANAAN KEGIATAN ......................................................... 15
A. Tempat dan Waktu Kegiatan ......................................................................... 15
B. Peserta Kegiatan ............................................................................................ 15
C. Nama Sumber Kegiatan................................................................................. 15
D. Ruang Lingkup Kegiatan .............................................................................. 15
E. Struktur Organisasi Pelaksanaan Krgiatan ................................................... 15
F. Metode Pelaksanaan Penelitian ..................................................................... 15
G. Rincian Tugas Personil Kegiatan ................................................................. 16
H. Jadwal Kegiatan ........................................................................................... 16
BAB IV Pelaksanaan Dan Pembahasan ............................................................................ 17
A. Gambaran Hasil Pelaksanaa dan Pembahasan .............................................. 17
B. Pembahasan (Konsisten Proposal dengan Realisasi Pelaksanaan Kegiatan) 18
C. Permasalahan Dan Solusi Yang Telah Diterapkan........................................ 18
BAB V PENUTUP ............................................................................................................. 20
A. KESIMPULAN ............................................................................................. 20
B. Saran ............................................................................................................ 21
DAFTAR KPUSTAKA ....................................................................................................... 23
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kata entrepreneur merupakan suatu istilah yang merujuk pada istilah wirausaha,
wiraswasta, atau usaha mandiri. Entrepreneurship dalam hal ini akan seringkali
berhubungan dengan nilai ekonomis dari suatu usaha atau bisnis. Dari banyaknya definisi
tentang entrepreneur, secara garis besar dapat diartikan sebagai kemampuan dan kemauan
seseorang atau individu dalam menciptakan peluang ekonomis dari sebuah ide usaha baik
dijalankan dari skala kecil maupun besar. Jenis usaha yang dijalankan ini bisa dilakukan
oleh individu maupun berkelompok bekerja sama dengan orang lain. Entrepreneurship juga
berhubungan dengan suatu pola pikir yang dimiliki oleh suatu individu untuk
mengembangkan potensi diri dalam me-manage jalannya suatu usaha dari ide peluang
usaha yang dimilikinya. Pada intinya, orang yang menjalankan usahanya sendiri dengan
berbekal kemampuan manajerialnya disebut sebagai seorang entrepreneur. Seorang
entrepreneur memiliki kelebihan dalam mengembangkan potensi dirinya dan mampu
menemukan peluang usaha yang selanjutnya akan diwujudkan dengan terbentuknya suatu
bidang usaha.

Entrepreneurship perlu digali dalam setiap sisi individu. Kemampuan dan potensi yang
dimiliki tiap-tiap individu akan berbeda. Oleh karenanya, seseorang perlu sekali untuk
mengenali dirinya sendiri secara mendalam, terutama yang berhubungan dengan
kompetensi diri, bakat, minat atau bahkan hobi yang dimiliki. Tak jarang dari suatu
kemampuan yang sepele, bisa berbuah manis ketika mampu melihat peluang melalui suatu
kegaiatan wirausaha dengan serius, tekun, dan tanggung jawab. Entrepreneurship bisa
dipelajari dan diasah lebih mendalam, karena akan saling berkaitan antara ilmu dan
kemampuan seseorang. Jadi, tak ada yang tidak mungkin jika seseorang ingin memulai
untuk belajar dan mempraktekkan entrepreneurship, karena semua orang punya
kesempatan untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses dengan menggali
kemampuan dan ide usaha yang pada diri pribadinya.
Entrepreneurship dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kegiatan kewirausahaan. Ide
usaha yang dimiliki dijabarkan dalam bentuk usaha dan dikelola dengan sikap manajerial
dari sang pemilik ide usaha tersebut. jiwa wirausaha dalam diri seseorang ditandai dengan
adanya komitmen pribadi untuk dapat mandiri, mencapai sesuatu yang diinginkan,
menghindari ketergantungan pada orang lain, agar lebih produktif memaksimalkan potensi
diri. Jiwa entrepreneurship ini bisa dibina dari sejak kecil, dan perlu pengaruh dari
lingkungan keluarga dan sekolah. Orang tua bisa memotivasi anaknya untuk melakukan
hal-hal kecil yang bersifat memotivasi bahkan mendukung segala hal yang berhubungan
dengan konsep kewirausahaan. Sedangkan lingkungan sekolah merupakan wadah untuk
mendapatkan ilmu dan tempat menerapkan ilmunya untuk melatih jiwa entrepreurshipnya.
Saat ini kurikulum pendidikan telah mengangkat materi kewirausahaan sebagai bagian dari
pelajaran, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Tak hanya itu,
ada pula beberapa kegiatan kesiswaan dan kemahasiswaan yang diselenggarakan bertujuan
untuk pembinaan dan dukungan yang mengarah kepada kegiatan kewirausahaan,
contohnya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Memiliki jiwa entrepreneurship memang sangat penting, terutama bermanfaat bagi diri
pribadi seseorang. Lebih luas lagi, jiwa entrepreneurship ini jika telah dipraktekkan maka
akan tumbuh berkembang yang berpengaruh kepada tingkat ekonomi suatu daerah dan
taraf ekonomi bangsa secara nasional. Entrepreneurship sangat penting dalam menyangga
stabilitas ekonomi suatu bangsa, termasuk di Indonesia.

B. Tujuan Kegiatan

 Jumlah lapangan pekerjaan yang minim karena tidak seimbangnya antara jobseeker
dengan lapangan pekerjaan. Untuk mendapat pekerjaan tentunya akan lebih sulit.
Dengan memulai entrepreneurship, maka akan menambah jumlah lapangan
pekerjaan.
 Mengurangi pengangguran, karena jumlah lapangan pekerjaan yang minim, maka
tingkat pengangguran akan lebih tinggi, sehingga apabila kita berwirausaha, kita
juga dapat membantu menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang yang masih
mencari pekerjaan.
 Meningkatkan kesejahteraan ekonomi, wirausaha memiliki kontribusi yang baik
dalam meningkatkan taraf ekonomi seseorang.
 Meningkatkan taraf ekonomi suatu wilayah, dengan kegiatan wirausaha yang stabil,
akan memberikan nilai ekonomis pada masyarakat sekitar. Dengan adanya
penyerapan tenaga kerja, maka penghasilan masyarakat bertambah. Akhirnya taraf
ekonomi pemilik usaha dan tenaga kerja juga meningkat.
 Stabilitas ekonomi Negara meningkat, entrepreneur yang kuat dan jumlah yang
banyak dapat menjaga stabilitas ekonomi Negara. Dengan dukungan para
entrepreneur yang menyediakan lapangan pekerjaan, taraf ekonomi dan
penghasilan akan stabil meskipun Negara dilanda krisis keuangan.
 Untuk mendukung pembangunan Indonesia menjadi Negara maju, karena negara
maju harus punya minimal 2% dari warganya yang berwirausaha (Teori
McClelland).
- Sedangkan alasan pentingnya entrepreneurship bagi mahasiswa diantaranya:
 Entrepreneurship penting bagi mahasiswa sebagai salah satu upaya menghadapi
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan adanya MEA, pendidikan di Negara
kita dituntut untuk menghasilkan sumber daya yang mampu berkompetisi, sehingga
mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik yang baik,
tetapi juga kemampuan non-akademik untuk menunjang kemajuan bangsa dan
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Oleh karena
itu, mahasiswa perlu membuat berbagai kegiatan yang bisa menopang MEA,
diantaranya yaitu menciptakan inovasi dalam bentuk usaha, mensosialisasikan
MEA dan mengajak kaum muda lain untuk meningkatkan daya wirausaha sehingga
usaha-usaha baru akan muncul dan bisa mempertahankan perekonomian negara.
 Untuk melatih softskill seperti belajar memanajemen waktu dengan baik antara
waktu kuliah dan kegiatan usaha, berani berinovasi dan mengambil risiko.
 Untuk memulai kegiatan berwirausaha, ada beberapa hal penting yang perlu
diketahui oleh entrepreneur yaitu:
 Mengenali diri sendiri, artinya mengetahui minat, kemampuan,hobi diri sendiri
yang dapat dikembangkan menjadi usaha.
 Memulai usaha dengan apa yang ada pada diri dan apa yang disukai, karena dengan
melakukan sesuatu yang disukai, usaha tersebut akan lebih menyenangkan.
 Mencari tahu kebutuhan masyarakat di sekitar kita yang dapat dijadikan alternatif
peluang usaha.
 Menentukan ide usaha kreatif dan inovatif , dan fokus pada ide usaha tersebut, jika
ingin pindah ke ide lain, jangan terpengaruh dengan ide usaha orang lain.
 Memahami konsep usaha sendiri 100%.
 Jangan terkendala karena modal. Melakukan usaha jangan sampai tertahan dan
terkendala hanya karena kurangnya modal. Pelaku usaha baru bisa memaksimalkan
hal yang ada di sekitarnya sebagai modal atau alternatif lainnya ialah mencari mitra
bisnis untuk melakukan usaha dari skala kecil.
 Melakukan promosi, apabila produk telah dihasilkan, sebaiknya melakukan
promosi sederhana kepada konsumen, baik melalui tatap muka, iklan , brosur dan
lainnya agar produk yang dihasilkan dapat diserap konsumen.
 Tahu kapan harus berhenti. Jika sekiranya usaha yang sedang dijalankan tidak
memungkinkan lagi untuk tetap berjalan, maka berhentilah.
 Pantang menyerah dan selalu belajar dari kegagalan. Apabila usaha yang
dijalankan belum berhasil, jangan menyerah untuk membangun usaha baru,
lakukan evaluasi pada usaha sebelumnya yang belum berhasil dan jadikan
pembelajaran untuk usaha selanjutnya.

C. Manfaat Kegiatan
1. Dapat melakukan apa yang disukai dan bersenang-senang.
2. Dapat mencapai potensi penuh Anda.
3. Dapat meraih keuntungan atau penghasilan yang batasnya terserah Anda.
4. Dapat melatih mental baja dan karakter seorang pemimpin.
5. Dapat menciptakan perubahan.
6. Dapat mewujudkan mimpi.
7. Dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat.
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Definisi Kegiatan

Menurut Suparyanto (2006), bahwa wirausaha berasal dari kata ’wira’ (berani),
dan ’usaha’ (kegiatan mencari keuntungan). Jadi wirausaha dapat diartikan sebagai
keberanian mengambil resiko tertentu untuk mendapatkan keuntungan.
Wirausaha, menurut Frinces (2004) adalah mereka yang selalu bekerja keras dan
kreatif untuk mencari peluang bisnis, mendayagunakan peluang yang diperoleh, dan
kemudian merekayasa penciptaan alternatif se bagai peluang bisnis baru dengan faktor
keunggulan.
Menurut Prijosaksono dan Bawono (2005), entrepreneurship (wirausaha) dapat
diartikan melalui 3 kata berikut: destiny, courage, action . Ketiga kata tersebut merupakan
kata-kata yang penting dalam membangun sikap dan perilaku wirausaha dalam diri
seseorang. Destiny berarti takdir, yang sebenarnya lebih merupakan tujuan hidup kita,
bukan nasib. Tujuan dan misi hidup kita adalah fondasi awal untuk menjadi seorang
wirausahawan yang sukses. Dengan memiliki tujuan hidup (life purpose) yang jelas, kita
dapat memiliki semangat (spirit) dan sikap mental (attitude) yang diperlukan dalam
membangun sebuah usaha yang dapa t memberi nilai tambah dalam kehidupan kita.
Keberanian (courage) untuk memulai dan menghadapi tantangan adalah sikap awal yang
kita perlukan. Dalam kewirausahaan, keberanian untuk mulai dan mengambil resiko adalah
syarat mutlak. Impian dan cita-cita yang besar, kemudian ditambah dengan kreativitas
yang diwujudkan dengan keberanian untuk mencoba dan melakukan (Action) langkah
pertama adalah awal kesuksesan seorang wiraswatawan sejati.
Menurut Zimmerer dan Scarborough (2004), wirausahawan adalah orang yang
menciptakan bisnis baru dengan me ngambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai
keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan menggabungkan
sumber daya yang diperlukan untuk mendirikannya.
Menurut Hendro dan Widhianto (2006), ada lima tahapan penting jika ingin
menjadi seorang entrepreneur yaitu:
 Memutuskan (decision),
 Memulai (start),
 Membangun (build) sebuah bisnis,
 Memasarkan (promote),
 Mewujudkan ( operate and realized ) apa yang akan dijual atau tawarkan kepada
konsumen.

B. Karakteristik Kegiatan

B.N. Marbun memiliki pendapat sendiri mengenai karakteristik wirausaha, antara


lain sebagai berikut. Percaya Diri, Berorientasi pada tugas dan hasil, Pengambilan risiko,
Pengambilan risiko Inovatif, kreatif, dan fleksibel, Berorientasi ke masa depan.
Menurut Fadel Muhammad, ada tujuh ciri yang merupakan identitas seorang
wirausahawan,yaitu sebagai berikut.
1. Kepemimpinan.
2. Inovasi.
3. Cara mengambil keputusan.
4. Sikap tanggap terhadap perubahan.
5. Bekerja secara efisien.
6. Memiliki visi masa depan.
7. Memiliki sikap terhadap risiko
Menurut Wasty Soemanto, tanda wirausaha adalah manusia yang memiliki kepribadian
kuat.Hal itu ditunjukkan dengan ciri-ciri, antara lain sebagai berikut.
1. Sikap moral yang tinggi.
2. Sikap mental wiraswasta.
3. Kepekaan terhadap lingkungan.
4. Keterampilan wirausaha.
Menurut Me. Celland, wirausaha memiliki beberapa karakteristik, antara lain sebagai
berikut.
1. Keinginan untuk berprestasi.
2. Keinginan untuk bertanggungjawab.
3. Preferensi kepada risiko-risiko menengah.
4. Persepsi kepada kemungkinan hasil.
5. Rangsangan oleh umpan balik.
6. Aktivitas energik.
7. Berorientasi ke masa depan.
8. Keterampilan dalam pengorganisasian.
9. Sikap hati-hati tentang uang.
Menurut Zimmerer dan Scarborough, karakteristik wirausaha yang sukses antara lain
sebagai berikut.
1. Komitmen tiilggi terhadap tugas.
2. Mau bertanggungjawab.
3. Mempertahankan minat kewirausahaan dalam diri.
4. Peluang untuk mencapai cita-cita.
5. Toleransi terhadap risiko dan ketidakpastian.
6. Percaya pada diri sendiri.
7. Kreatif dan fleksibel.
8. Ingin memperoleh balikan modal segera.
9. berenergik
10. Motivasi untuk lebih unggul.
11. Berorientasi ke masa depan.
12. Mau belajar dari kegagalan.
13. Kemampuan memimpin.

C. Struktur Organisasi Kegiatan

Struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi yang
dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan
dikoordinasikan (Robbins dan Coulter, 2007:284).
Struktur organisasi didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan
mana organisasi dikelolah (Handoko, 2003:169).
Struktur organisasi adalah pola formal mengelompokkan orang dan pekerjaan
(Gibson dkk, 2002:9).
Struktur organisasi yaitu menggambarkan tipe organisasi, pendepartemenan
organisasi, kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan Universitas
Sumatera Utara pekerjaan, garis perintah dan tanggungjawab, rentang kendali dan sistem
pimpinan organisasi (Hasibuan, 2004:128).

D. Rincian Tugas Personil Kegiatan


- Konselor
a. Memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling
b. Merencanakan program bimbingan dan konseling
c. Melaksanakan segenap pelayanan bimbingan dan konseling
d. Melakaksanakan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling
e. Menilai proses dan hasil layanan bimbingan dan konseling
f. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian
g. Mengadministrasikan layanan program bimbingan dan konseling
h. Mempertanggung jawabkan tugas dan kegiatan bimbingan dan konseling tersebut.
(Sukardi, 2002: 56).

- Guru
a. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa
b. Membantu koselor mengidentifikasikan siswa yang memerlukan layanan
bimbingan dan konseling
c. Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling
kepada konselor
d. Membantu mengembangkan suasana kelas
e. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan
bimbingan dan konseling
f. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa
g. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian
bimbingan dan konseling dalam upaya tindak lanjut (Umar,2001 : 117).
- Pengawas atau Supervisor
a. Mengontrol kegiatan-kegiatan dari para personel bimbingan dan konseling, yaitu
bagaimana pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing
b. Mengontrol adanya kemungkinan hambatan-hambatan yang ditemui oleh para
personel bimbingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing
c. Memungkinkan dicarinya jalan keluar terhadap hambatan-hambatan yang ditemui
d. Memungkinkan terlaksananya program bimbingan secara lancar kearah pencapaian
tujuan sebagai mana yang telah ditetapkan. (Nurihsan, 2006: 68).
A. Sistem Koordinasi / Alur Komunikasi Kegiatan Kegiatan
a. Benny Kaluku

Komunikasi ialah proses jalur informasi dan pengertian dari seseorang ke orang lain,

b. Dr.Phill Astrid Susanto

Konikasi ialah jalur komunikasi dan pengertian dari orang lain.

c. Comunicative Skill (Air Universitu USA)

Komunikasi ialah suatu proses yang mempunyai 3 komponen,yaitu:

1. Komunikator ialah seseorang yang memindahkan arti.


2. Simbol untuk memindahkan arti.
3. Penerimaan yaitu seseorang yang menerima simbol dan mnerjemahkan artinya.
BAB III

METODE PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tempat dan Waktu Kegiatan

Hari Seminar : Sabtu, 3 Nopember 2012


Waktu : pukul 16.00 wib – 21.00 WIB
Workshop : 4 November 2012
Tempat : Hotel Puri Denpasar

B. Peserta Kegiatan
Mulai dari Para Pelaku UKM yang omset bisnisnya tidak berkembang atau stagnan,
kemudian Karyawan yang sudah bosan miskin, Para Pensiunan yang masih bingung
uang pesangonnya untuk bisnis apa, Ibu Rumah Tangga yang ingin membantu
keluarganya mendapatkan penghasilan tambahan, Sarjana yang masih menganggur
setelah lulus dari perguruan tinggi bergengsinya, anak-anak muda yang berkali-kali
gagal menjadi PNS, bahkan Pengangguran yang masih bingung dengan masa depannya.
Dengan mengikuti seminar dan workshop ini, mereka bukan saja akan termotivasi untuk
berwirausaha, tapi bisa langsung take action mempraktikkan ilmu-ilmu bisnis praktis
yang akan diajarkan dalam workshop.
C. Nama Sumber Kegiatan
- Prof. Dr. Mudjia Rahardjo M.Si
D. Ruang Lingkup Kegiatan
- Ketua Pelaksana
- Penanggung Jawab
- Sekretaris
- Bendahara
- Penasehat
- Peserta
E. Metode Pelaksanaan Penelitian
1. Pembukaan oleh moderator
2. Penyajian materi oleh penyaji
3. Penyampaiaan Materi
4. Tanya jawabPenyimpulanPenutup
F. Struktur Organisasi Kegiatan
- BSI Entrepreneur Center adalah wadah atau lembaga pengembangan
kewirausahaan yang disediakan oleh Bina Sarana Informatika untuk mahasiswa/
mahasiswi yang ingin belajar berwirausaha sejak di bangku kuliah. BSI
Entrepreneur Center sebagai fasilitator yang menyediakan tutor berpengalaman
dalam bidang kewirausahaan.
- Nama Tim
 Among Kurnia Ebo, SPd, SS, Mcd, PhG
 Mentor Entrepreneur University Yogyakarta
 Mantan Wartawan Jawa Pos Group
 Pengusaha Agrobisnis, Kuliner, dan Pendidikan
 Mentor Entrepreneur untuk MPP Astra, Panasonic, Semen Gresik, BNI, dll
 Provokator Bisnis untuk TKI di Hongkong, Jepang, Macau, Dubai, Qatar,
Kuwait, Malaysia
 Mentor Bisnis untuk Program PNPM Mandiri

G. Rincian Tugas Personil Kegiatan


- Ketua Pelaksana Berfungsi untuk mengkoordinasi bawahannya.
- Penanggung Jawab Berfungi sebagai penanggunng jawab dalam suatu kegiatan.
- Sekretaris Berfungsi sebagai pengatur dalam sebuah perencanaan.
- Bendahara Berfungsi sebagai penegatur dana pemasukan dan pengeluaran dalam
suautu kegiatan.
- Penasehat Berfungsi sebagai pemberi masukan dalam sebuah kegiatan.
H. Jadwal Kegiatan
WORKHSOP: 4 November 2012
BAB IV

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Hasil Pelaksanaa dan Pembahasan


Seminar entrepreneurship ini digelar dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:
1. Menumbuhkan iklim kewirausahaan di kalangan generasi muda di tengah
sempitnya lapangan kerja yang diperebutkan banyak orang..
2. Memberikan bekal keilmuan dan tips trik praktis yang langsung bisa di aplikasikan
oleh mereka yang akan menerjuni dunia bisnis.
3. Membangun komunitas para pengusaha yang lebih besar dalam rangka
memperkuat networking yang akan memudahkan dalam promosi dan pengembangan
bisnis masing-masing.
4. Memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para pengusaha pemula yang
baru menerjuni dunia bisnis agar mengetahui jalan tol menuju suksesnya.

Yang akan didatangkan sebagai pemateri dalam seminar yang akan dilanjutkan
workshop sehari adalah seorang praktisi bisnis. Mantan wartawan yang sudah berpindah
kuadran menjadi bisnis dan sukses mengembangakn bisnisnya, sehingga trik-trik bisnis
yang pernah diaplikasikan dalam kesuksesan bisnisnya dapat dibagi dan diduplikasi bagi
anak-anak muda yang ingin menerjuni dunia entrpreneurship. Jadi, seminar ini bukan
sekedar motivasi tetapi merupakan trik bisnis aplikatif.
Untuk itulah maka anak-anak muda yang mulai tertarik ke dunia entrepreneur harus
kita beri apresiasi yang tinggi. Mereka akan menjadi salah satu problem solver berbagai
permasalahan bangsa terutama di bidang ketenagakerjaan. Hadirnya banyak pengusaha
akan membuka semakin banyak lapangan kerja, mempercepat proses berputarnya kue-kue
ekonomi ke banyak lapisan masyarakat, mengurangi angka pengangguran yang sangat
tinggi di Indonesia, dan menguatkan ekonomi masyarakat.
Namun demikian, menerjuni dunia kewirausahaan tidak boleh dilakukan secara
asal-asalan dan serampangan. Karena dunia entrepreneuship pun penuh dengan tantangan
dan hambatan. Jika tidak memahami ilmunya, tidak menguasai kunci-kunci suksesnya,
dunia entrepreneur juga bisa mengantarkan kepada kegagalan. Inilah yang harus
diminimalisir semenjak dunia dengan cara membagikan ilmu-ilmu kewirausahaan yang
bisa langsung diaplikasikan secara praktis dalam dunia bisnis yang diterjuni sehingga jalan
untuk mencapai kesuksesan akan cepat terwujud.
Seminar dan workshop Jurus Cerdas Meraih Kekayaan Lewat Bisnis. “SEMINAR
DAN WORKSHOP MOVE ON ENTREPRENEUR, BE GREAT & GO TO RICH – Jurus
Cerdas Meraih Kekayaan Lewat Bisnis. Kenapa Kalau Ingin Sukses dan Kaya harus Jadi
Pengusaha?” ini adalah salah satu cara untuk membagikan ilmu entrepreneurship kepada
masyarakat luas, khusus kalangan generasi muda, agar kelak mereka bisa menjadi
pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses di masa depan. Untuk itu, perlu dukungan
berbagai pihak, agar penyelenggaraan seminar dan workshop ini dapat berjalan dengan
baik, lancar, dan sukses, tercapai sesuai visi dan misinya.

B. Pembahasan (Konsisten Proposal dengan Realisasi Pelaksanaan Kegiatan)

Dalam kegiatan ini adapun pembehasan yang disampaikan oleh penasehat adalah
Perkembangan dunia kewirausahaan semakin menarik. Banyak anak muda mulai
mengalihkan pandangannya pada bidang entrepreneurship sebagai bidang pilihan
profesi yang sangat prospektif di masa depan. Hal ini tentunya karena seiring dengan
poertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin baik, iklim perdagangan yang semakin
menggairahkan, dan adanya contoh-contoh anak-anak muda yang telah sukses di bidang
entrepreneurship dalam usianya yang masih muda.

C. Permasalahan Dan Solusi Yang Telah Diterapkan

1. Bagaimana Cara dan Strategi Buka Bisnis Jika Hanya Punya Modal KTP?
2. Mengapa Pebisnis harus Punya Banyak Kartu Kredit dan Bagaimana Cara Benar
Memainkannya?
3. Bagaimana Cara Buka Bisnis Langsung Ramai dan Meledak Omsetnya
Selamanya?
4. Mengapa Bisnis Harus Diback Up Property dan Bagaimana caranya Bisa Beli
Property Setiap Tahun Tanpa Harus Keluar Uang Lagi?
5. Selain Property, Bisnis harus diBack Up dengan Kebun Emas. Apa Maksudnya dan
Bagaimana Cara yang Benar Beternak Emas?
6. Mengapa Pebisnis Harus Dekat Wartawan dan Bagaimana Trik Memanfaatkan
Media Massa untuk Mendongkrak Bisnis?
7. Mengapa Bisnis Harus Dibuat Bercabang-cabang dan Difranchisekan. Bagaimana
Caranya?
8. Bagaimana Membangun Passive Income supaya Bisnis Jalan, Ownernya Jalan-
jalan? Bisa Berkali-kali Umroh dan Haji, Keliling Dunia Nggak Pake Uang?
9. Mengapa Bisnis Harus di-Leverage dengan Sedekah Brutal? Apa Dasarnya,
Seperti Apa Rumusnya dan Bagaimana Caranya?
Solusi
Dengan adanya kegiatan ini kita harus memanfaatkannya dengan baik karena
kegiatan ni sangat bermanfaat dalam menyelesaikan suatu masalah dan bisa mencapai
tujuan dalam hidup dan bisa menjadi seorang wirausaha muda yang memiliki potensi yang
tinggi dalam bidang kewirausahaan.
BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tentang kegiatan Seminar dan
workshop Jurus Cerdas Meraih Kekayaan Lewat Bisnis. “SEMINAR DAN WORKSHOP
MOVE ON ENTREPRENEUR, BE GREAT & GO TO RICH – Jurus Cerdas Meraih
Kekayaan Lewat Bisnis.Kita dapat mencapai :

- Dapat malakukan apa yang kita sukai dan bersenang-senang.


- Dapat meraih keuntungan atau penghasilan yang batasnya terserah Anda.
- Dapat melatih mental baja dan karakter seorang pemimpin.
- Dapat menciptakan perubahan.
- Dapat mewujudkan mimpi.
- Dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Dan Entrepreneurship penting bagi mahasiswa sebagai salah satu upaya menghadapi
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan adanya MEA, pendidikan di Negara kita
dituntut untuk menghasilkan sumber daya yang mampu berkompetisi, sehingga mahasiswa
tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga
kemampuan non-akademik untuk menunjang kemajuan bangsa dan menyelesaikan
permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu
membuat berbagai kegiatan yang bisa menopang MEA, diantaranya yaitu menciptakan
inovasi dalam bentuk usaha, mensosialisasikan MEA dan mengajak kaum muda lain untuk
meningkatkan daya wirausaha sehingga usaha-usaha baru akan muncul dan bisa
mempertahankan perekonomian negara. Untuk melatih softskill seperti belajar
memanajemen waktu dengan baik antara waktu kuliah dan kegiatan usaha, berani
berinovasi dan mengambil risiko.

Untuk memulai kegiatan berwirausaha, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh
entrepreneur yaitu: Mengenali diri sendiri, artinya mengetahui minat, kemampuan,hobi
diri sendiri yang dapat dikembangkan menjadi usaha. Memulai usaha dengan apa yang ada
pada diri dan apa yang disukai, karena dengan melakukan sesuatu yang disukai, usaha
tersebut akan lebih menyenangkan. Mencari tahu kebutuhan masyarakat di sekitar kita
yang dapat dijadikan alternatif peluang usaha. Menentukan ide usaha kreatif dan inovatif ,
dan fokus pada ide usaha tersebut, jika ingin pindah ke ide lain, jangan terpengaruh dengan
ide usaha orang lain. Memahami konsep usaha sendiri 100%.

B. Saran

Hendaknya kita sebagi seorang generasi muda agar lebih giat lagi dalam berajar
dan berwirausaha agar kita dapat mengembangkan suatu bisnis yang ada di
indodonesia.Yang memiliki berbagai macam makanan,minuman,rampah-repmpah dan
lain-lain.Hendaklah kalian sebagai gegerasi di masa yang akan dapat dapat lebih keras lagi
dalam bersaing.
DAFTAR PUSTAKA

Adair, J. 1988. Effective time management. London: Cox and Wyman.


Aina, S. A. & Salao, B. A. 2008. The role of three tiers of government in entrepreneurial
national development. International Business Management.
Anugerah Pekerti. 1997. Mitos dan Teori dalam Pengembangan Kewirausahaan,
Makalah Lokakarya Kewirausahaan PT, DP3M Dikti, Puncak Bogor, 18 – 20
Agustus 1997.
Aruwa, S.A.S. 2006. Entrepreneurial development, small and medium enterprises.
Kaduna: Entrepreneurship Academy Publishing
Awodun, M. 2005. A process approach towards defining entrepreneurship, Lagos
Organisation Review.
Abuja.Cole, G.A. 1990. Management: theory and practice. London: The Gnersay.
Buchari Alma. 2003. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.
Deakins, D. 1996. Entrepreneurship and small firms. London: McGraw – Hill
Companies.
Drucker, P.F. 1985. Innovation and entrepreneurship. London: William Heinmann.
Dutt, D.K.& Crossan, M.M. 2005. The nature of entrepreneurial opportunities:
understanding the process using the 41 organizational learning framework.
Entrepreneurship: Theory and Practice. New York: McGraw – Hill.
Ebitu, E.T. 2005. Marketing function. In S. N. Udo (ed). Entrepreneurial development:
principles and practice. Calabar: Wusen Press.
Hisrich, R.D & Peters, M.P. 2002. Entrepreneurship.(5th Ed) New York: McGraw-Hill.
Ilesanmi, O.A. 2000. Entrepreneurial development. (1st Ed). Ilorin, Nigeria: Kola
Success Publications.
Instruksi Presiden RI No. 4 Th. 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan
dan Membudayakan Kewirausahaan. Jakarta.
Inyang, B.J. 2002. Productivity improvement techniques in small-scale enterprises,
International Journal of Social Science and Public Policy.
Inyang, B.J. 2004. Corporate planning and policy: concepts and application. Calabar:
Merb Publishers.
Inyang, B.J., Oden, S.N.I. & Esu, B. 2003. Essentials of business communication.
Calabar: Merb Publishers.
Kanter, R.M. 2003. The Change Masters. New York: Simon and Schuster.
Ketchen, D.J, Jr. 2003. From the special issue editor: entrepreneurship: past
accomplishments and future challenges. Journal of Management,
Kuratko, D. F. & Hodgett, R. M. 2001. Entrepreneurship: A contemporary approach.
New York: Harcourt Inc.
Mbat, D.O. 2001. Financial management. New York: Domes Associates.
Meredith, G.G., Nelson, R.E. & Neck, P.A. 1996. The practice of entrepreneurship. (2nd
Impression) Lagos: University Press.
Mersha, T. & Sriram, V. 2008 Entrepreneurial Competency And Success In Africa,
Conference Proceedings San Juan, Puerto Rico, USA
Ojong, C.M. 2005. Starting a new business. In S.N. Udo (ed). Entrepreneurial
development: principles and practice. Calabar: Wusen Press.
Statt, D. A. 1999. Concise Dictionary of business management. London: Routledge.
Suryana. 2003. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju
Sukses . Jakarta: Salemba Empat
Tracy, B. 2000. Absolutely unbreakable laws of business success. London: McGraw –
Hill.