Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

MANAJEMAN INVESTASI : PASAR DAN INSTRUMEN


Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Investasi
Dosen Pengampu: Dr. Topo Wiyono

Disusun Oleh :

Manajemen Investasi Kelas D

Kholifah Anggiani 155030200111027


Sabrina Firdausi Rohiman 155030200111035
Febrilia Wahyu Ningsih 155030201111060
Madadina Nur Amalina 155030207111015
Erlina 155030207111040

PRODI ILMU ADMINISTRASI BISNIS


FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai Pasar dan
Instrument. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Topo Wiyono
selaku Dosen mata kuliah Manajemen Investasi yang telah memberikan tugas ini
kepada kami.

Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam menambah wawasan serta
pengetahuan pembaca mengenai Pasar dan Instrument.

Kami menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini terdapat


kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya
kritik dan saran yang membangun untuk acuan pembuatan makalah selanjutnya.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat dipahami
dan bermanfaat bagi kita semua yang membacanya. Kami meminta maaf apabila
ada kesalahan dalam penulisan maupun kata – kata yang kurang berkenan.

Malang, 11 Januari 2018

Penyusun,

ii
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL ......................................................................................i


KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 4
A. Latar Belakang ...................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ................................................................................. 4
C. Tujuan ................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 3
A. Investasi ................................................................................................ 5
B. Pasar Modal .......................................................................................... 7
C. Instrumen Pasar ..................................................................................... 10
BAB V PENUTUP .............................................................................................. 21

A. Kesimpulan ........................................................................................... 21
B. Saran ..................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 23

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Semakin berkembangnya perekonomian di dunia mengakibatkan perubahan yang signifikan


di berbagai bidang kehidupan. Orang mulai melakukan transaksi ekonomi melalui berbagai
cara, salah satunya adalah dengan menginvestasikan harta atau uangnya melalui pasar modal.
Pasar modal dibentuk untuk mempermudah para investor mendapatkan asset dan
mempermudah perusahaan menjual asset.
Kehidupan yang semakin kompleks akan mendorong berbagai pihak untuk mencapai segala
sesuatu secara instan, mudah dan terorganisasi. Dalam hal ini, untuk memepermudah transaksi
produk pasar modal maka dibentuk Bursa Efek. Fungsinya sangat membantu berbagai pihak
yang terkait.
Perkembangan pasar modal dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Dimulai dengan adanya
perubahan yang terdapat didalamnya hingga menghasilkan Bursa Efek Jakarta yang
merupakan satu-satunya bursa efek di Indonesia. Aktivitas yang dilakukan sangat banyak
guna membantu para investor dan perusahaan melakukan transaksi ekonomi.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Investasi?

2. Apa yang dimaksud Pasar Modal?

3. Apa sajakah jenis Instrumen Pasar Modal?

C. Tujuan

1. Mengetahui dan memahami pengertian investasi


2. Mengetahui dan memahami pengertian pasar modal
3. Mengetahui dan memahami pengertian instrumen pasar modal

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. INVESTASI
Investasi dapat didefiniskan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan ke
aktiva produktif selama periode waktu tertentu. Dengan adanya aktiva yang produktif,
penundaan konsumsi sekarang untuk diinvestasikan ke aktiva yang produktif tersebut akan
meningkatkan utiliti total (kepuasan total).

Investasi ke dalam aktiva yang produktif dapat berbentuk aktiva nyata (seperti rumah,
tanah, dan emas) atau berbentuk keuangan (surat-surat berharga) yang diperjual-belikan
diantara investor (pemodal), Investor melakukan investasi untuk meningkatkan utilitinya
dalam bentuk kesejahteraan keuangan.

1. Investasi Langsung
Investasi langsung dilakukan dengan membeli langsung aktiva keuangan dari suatu
perusahaan baik melalui perantara atau dengan cara yang lain. Investasi langsung
dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang dapat diperjual-belikan
Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yg dapat
diperjual-belikan di pasar uang, pasar modal, atau pasar turunan. Investasi langsung
juga dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang tidak dapat diperjual-
belikan. Aktiva keuangan yang tidak dapat diperjual belikan biasanya diperoleh
melalui bank komersial. Aktiva yg dapat diperjualkan di pasar umum berupa aktiva yg
mempunyai resiko gagal kecil, jatuh temponya pendek dengan tingkat cair yg tinggi.
Macam-macam investasi langsung langsung dapat dibagi sebagai berikut ini :
 Investasi langsung yang tidak dapat diperjual-belikan
1) Tabungan
2) Deposito
 Investasi langsung dapat diperjual-belikan
1) Investasi langsung di pasar uang
 T-bill

5
 Deposito yang dapat dinegosiasi.
2) Investasi langsung di pasar modal
a) Surat-surat berharga pendapatan tetap
 T-bond
 Federal agency securities
 Municipal bond
 Corporate bond
 Convertible bond
b) Saham-saham
 Saham preferen
 Saham biasa
 Investasi langsung di pasar turunan
1) Opsi
 Waran
 Opsi put
 Opsi call
2) Futures contract
2. Investasi Tidak Langsung
Investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli surat-surat berharga dari
perusahaan investasi. Perusahaan investasi adalah perusahaan yang menyediakan jasa
keuangan dengan cara menjual sahamnya ke publik dan menggunakan dana yang
diperoleh untuk diinvestasikan ke dalam portofolionya.
Perusahaan investasi dapat diklarifikasikan sebagai berikut:
a. Unit investment trust merupakan trust yg menerbitkan portofolio yg dibentuk dari
surat-surat berharga berpenghasilan tetap dan ditangani oleh orang kepercayaan
yg independen.
b. Closed end investment merupakan perusahaan investasi yg hanya menjual
sahamnya dalam jumlah yg tetap yaitu sebanyak saat penawaran perdana saja.
c. Open end investment companies dikenal dengan nama perusahaan reksadana.
Menurut undang-undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 pasal 1 ayat (27).
Reksadana merupakan wadah yg dipergunakan untuk menghimpun dana dari

6
masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh
manajer investasi.
Ditinjau dari aktiva yg diinvestasikan, reksadana dapat diklarifikasikan menjadi
beberapa macam sebagai berikut ini :
a. Reksadana pasar uang (money market mutual find)
Reksadana ini membentuk portofolionya dengan aktiva-aktiva surat berharga utang
jangka pendek yg jatuh temponya kurang dari 1 tahun.
b. Reksadana pendapatan tetap (fixed income mutual fund)
Reksadana ini berisi dengan paling tidak 80% aktiva obligasi dan sisanya dapat
berupa aktiva lain, misalnya saham. Tujuannya untuk membentuk portofolio yang
lebih nyaman.
c. Reksadana saham atau reksadana ekuitas (equity mutual fund)
Reksadana ini berisi dengan paling tidak 80% aktiva saham dan sisanya dapat
berupa aktiva lain, misalnya obligasi. Tujuannya untuk menghasilkan return yang
tinggi.
d. Reksadana campuran (mixed mutual fund)
Reksadana ini berisi dengan aktiva campuran dalam bentuk obligasi, saham dan
aktiva lainnya.
e. Reksadana terproteksi (protected mutual fund)
Reksadana terproteksi memproteksi investor dari kerugian penurunan nilai
investasinya. Proteksi ini dilakukan oleh reksadana dengan cara memasukan
obligasi-obligasi yang akan jatuh tempo dalam jangka pendek ke dalam portofolio.
Obligasi jatuh tempo akan membayar utuh sebesar nilai nominalnya.

B. PASAR MODAL
Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana jangka
panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi. Untuk menarik pembeli dan
penjual untuk berpartisipasi, pasar modal harus bersifat likuid dan efisien. Suatu pasar
modal dikatakan likuid jika penjual dapat menjual dan pembeli dapat membeli surat-surat
berharga dengan cepat. Pasar modal dikatakan efisien jika harga surat-surat berharga
mencerminkan nilai dari perusahaan secara akurat.

7
Pasar modal juga mempunyai fungsi sarana alokasi dana yang produktif untuk
memindahkan dana dari pemberi pinjaman ke peminjam. Alokasi dana yg produktif terjadi
jika individu yang mempunyai kelebihan dana dapat meminjamkannya ke individu lain
yang lebih produktif yang membutuhkan dana. Sebagai akibatnya, peminjam dan pemberi
pinjaman akan lebih diuntungkan dibandingkan jika pasar modal tidak ada. Pasar modal
mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana dengan yang membutuhkan dana.
Pasar modal memfasilitasi jualbeli sekuritas yang umumnya berumur lebih dari satu tahun,
seperti saham dan obligasi. Pasar modal mendorong terciptanya alokasi dana yang efisien.
Bursa efek merupakan arti fisik dari pasar modal. Pada tahun 2007, Bursa Efek Jakarta
(BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

1. Penawaran Perdana Ke Publik


Pasar perdana terjadi pada saat perusahaan emiten menjual sekuritasnya kepada investor
umum untuk pertama kalinya. Perusahaan sebelumnya mengeluarkan prospektus yang
berisi informasi perusahaan secara detail. Prospektus berfungsi untuk memberikan
informasi mengenai kondisi perusahaan kepada para calon investor sehingga dengan
adanya informasi tersebut, investor akan bisa mengetahui prospek perusahaan di masa
datang, dan selanjutnya tertarik untuk membeli sekuritas yang diterbitkan emiten.
Keuntungan dari going public diantaranya :

1. Kemudahan meningkatkan modal di masa mendatang

2. Meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham

3. Nilai pasar perusahaan diketahui

Disamping keuntungan going public, beberapa kerugiannya adalah sebagai berikut :

1. Biaya laporang yang meningkat


2. Pengungkapan (disclosure)
3. Ketakutan untuk diambil alih

Jika perusahaan memutuskan untuk going public, perusahaan harus melemparkan


saham perdananya ke public (Initial Public Offering). Proses perusahaan untuk pertama
kalinya menjual sekuritas disebut dengan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran

8
umum perdana. Setelah sekuritas dijual perusahaan di pasar perdana, barulah kemudian
sekuritas diperjualbelikan oleh investor-investor di pasar sekunder. Transaksi yang
dilakukan investor di pasar sekunder tidak akan memberikan tambahan dana lagi bagi
perusahaan yang menerbitkan sekuritas (emiten), karena transaksi hanya terjadi antar
investor, bukan dengan perusahaan.
Fenomena menarik yang terjadi di IPO adalah fenomena harga rendah (underpricing).
Fenomena ini terjadi karena penawaran perdana ke public yang secara rata-rata murah.
Secara rata-rata membeli saham di penawaran perdana dapat menerima return awal
(initial return) yang tinggi. Return awal (initial return) adalah return yang diperoleh dari
aktiva di penawaran perdana mulai dari saat dibeli di pasar primer sampai pertama kali
di daftarkan di pasar sekunder. Waktu rata-rata dari pembelian suatu saham di pasar
primer sampai masuk pertama kali di pasar sekunder adalah sekitar 15 hari, sehingga
return awal (initial return) disebut juga dengan nama 15 hari return awal (15 days initial
return).
Harga IPO merupakan harga penawaran pada saat IPO. Tanggal perdana adalah tanggal
tercatat pertama kali di pasar sekunder. Harga pembukaan adalah harga pembukaan
pada hari pertama di pasar sekunder. Harga penutupan adalah harga penutupan hari
pertama di pasar sekunder. Dengan demikian return awal (initial return) pembukaan
adalah return IPO pada harga pembukaan hari pertama di pasar sekunder dan return
awal (initial return) penutupan adalah return IPO pada harga penutupan hari pertama di
pasar sekunder.
2. Pasar Sekunder
Jika pasar primer merupakan tempat penjualan saham baru yang melibatkan banker
investasi. Sedangkan pasar sekunder merupakan tempat perdagangan atau jual-beli
sekuritas oleh dan antar investor setelah sekuritas emiten dijual di pasar perdana.

Perdagangan di pasar sekunder dapat dilakukan di dua jenis pasar, yaitu:

 Pasar lelang (auction market), yaitu Pasar sekuritas yang melibatkan proses
pelelangan (penawaran) pada sebuah lokasi fisik

 Pasar negosiasi (negotiated market), pasar negosiasi terdiri dari jaringan berbagai
dealer yang menciptakan pasar tersendiri di luar lantai bursa bagi sekuritas, dengan

9
cara membeli dari dan menjual ke investor. Pasar negosiasi juga sering disebut
dengan istilah over the counter market (OTC) atau di Indonesia dikenal sebagai
bursa paralel.

C. INSTRUMEN PASAR
Sekuritas (securities), atau juga disebut efek atau surat berharga, merupakan aset finansial
(financial asset) yang menyatakan klaim keuangan. Undang-Undang Pasar Modal No. 8
tahun 1995 mendefinisikan efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan hutang, surat
berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, unit penyertaan investasi kolektif,
kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek. Sekuritas diperdagangkan di
pasar finansial (financial market), terdiri dari pasar modal dan pasar uang. Pasar uang
(money market) pada dasarnya merupakan pasar untuk sekuritas jangka pendek baik yang
dikeluarkan oleh bank dan perusahaan umumnya maupun pemerintah. Pasar modal (capital
market) pada prinsipnya merupakan pasar untuk sekuritas jangka panjang baik berbentuk
hutang maupun ekuitas (modal sendiri) serta berbagai produk turunannya.

Sekuritas jangka
pendek
(Pasar Uang)
Saham biasa

Sekuritas Saham
Sekuritas
di Pasar Bukti right
Ekuitas
Waran

Obligasi
Sekuritas jangka Sekuritas
panjang di Pasar Obligasi
(Pasar Modal) Obligasi konversi
Kontrak
Sekuritas berjangka
di Pasar Kontak opsi
Derivatif

Reksadana

10
Jenis- Jenis Instrumen Pasar

1. Saham
a. Saham Biasa

Saham biasa (common stock) menyatakan kepemilikan suatu perusahaan.

Illustrasi: Apabila seorang investor memiliki 1 juta lembar saham biasa suatu
perusahaan dari total saham biasa yang berjumlah 100 juta lembar, maka ia
memiliki 1 persen perusahaan tersebut.

Sebagai pemilik, pemegang saham biasa perusahaan mempunyai hak suara


proporsional pada berbagai keputusan penting perusahaan antara lain pada
persetujuan keputusan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Saham biasa
tidak berjatuh tempo dan dapat memiliki nilai nominal atau tanpa nilai nominal.
Harga saham di pasar hampir selalu berbeda dengan nilai nominalnya dari waktu
ke waktu perdagangan. Indikator aktivitas perdagangan saham antara lain adalah
volume lembar saham yang ditransaksikan antar investor dan nilai transaksinya
pada satu transaksi ataupun selama satu periode waktu tertentu. Nilai perdagangan
dihitung dari perkalian antara harga pasar tiap kali transaksi dengan volume lembar
saham yang ditransaksikan.

Hak Pemegang Saham Biasa

a. Hak Kontrol
b. Hak Menerima Pembagian Keuntungan
c. Hak Preemptif
b. Saham Preferen
Saham preferen mempunyai sifat gabungan (hybird) antara obligasi (bond) dan
saham biasa. Seperti bond yang membayarkan bunga atas pinjaman, saham
preferen juga memberikan hasil yang tetap berupa dividen preferen. Seperti saham
biasa, dalam likuidasi, klaim pemegang saham preferen di bawah klaim pemegang
obligasi (bond). Dibandingkan dengan saham biasa, saham preferen mempunyai
beberapa hak, yaitu hak atas dividen tetap dan hak pembayaran terlebih dahulu jika

11
terjadi likuidasi. Oleh karena itu, saham preferen dianggap mempunyai
karakteristik ditengah-tengah antara bond dan saham biasa.
 Karakteristik Saham Preferen :
Preferen Terhadap Dividen
Preferen pada Waktu Likuidasi
 Macam Saham Preferen :
Untuk menarik minat investor terhadap saham preferen dan untuk memberikan
beberapa alternatif yang menguntungkan baik bagi investor atau bagi
perusahaan yang mengeluarkan saham preferen, beberapa macam saham
preferen telah dibentuk. Macam dari saham preferen ini diantaranya adalah
saham preferen yang dapat dikonversikan ke saham biasa, saham preferen yang
dapat ditebus, saham preferen dengan tingkat dividen yang mengambang.

a. Convertible Preferred Stock


Untuk menarik minat investor yang menyukai saham biasa, beberapa
saham preferen menambah bentuk di dalamnya yang memungkinkan
pemegangnya untuk menukar saham ini dengan saham biasa dengan
rasio penukaran yang sudah ditentukan. Saham Preferen semacam ini
disebut dengan convertible preferred stock.
b. Callable Preferred Stock
Bentuk lain dari saham preferen adalah memberikan hak kepada
perusahaan yang mengeluarkan untuk membeli kembali saham ini dari
pemegang saham pada yanggal tertentu dimasa mendatang dengan nilai
yang tertentu. Harga tebusan ini biasanya lebih tinggi dari nilai nominal
sahamnya.
c. Floating atau Adjustable-rate Preferred Stock (ARP)
Saham preferen ini merupakan saham inovasi baru di Amerika Serikat
yang dikenalkan pada tahun 1982. Saham preferen ini tidak membayar
deviden secara tetap, tetapi tingkat dividen yang dibayar tergantung dari
tingkat return dari sekuritas. Saham preferen tipe baru ini cukup populer

12
sebagai investasi jangka pendek untuk investor yang mempunyai
kelebihan kas.
c. Nilai Saham
1) Nilai Nominal
Nilai nominal (par value) merupakan nilai kewajiban yang ditetapkan untuk
tiap-tiap lembar saham. Nilai nominal ini merupakan modal perlembar yang
secara hukum harus ditahan di perusahaan kepada kreditor yang tidak dapat
diambil oleh pemegang saham.
2) Agio Saham
Agio saham merupakan selisih yang dibayar oleh pemegang saham kepada
perusahaan dengan nilai nominal sahamnya. Misalnya, nilai nominal saham
biasa per lembar Rp. 5000-, dan saham ini dijual sebesar Rp. 8000-, per lembar,
maka agio saham per lembarnya adalah sebesar rp. 3000-,
3) Nilai Modal Disetor
Nilai modal disetor atau (paid in capital) merupakan total yang dibayar oleh
pemegang saham kepada perusahaan emiten untuk ditukarkan dengan saham
preferen atau dengan saham biasa.
4) Laba Ditahan
Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham.
Laba ditahan dalam penyajiannya di neraca menambah total laba yang disetor,
karena laba ditahan ini milik pemegang saham yang berupa keuntungan tidak
dibagikan.
5) Nilai Buku
Nilai buku merupakan aktiva bersih yang dimiliki oleh pemegang saham
dengan memiliki satu lembar saham
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑏𝑢𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟
6) Nilai Pasar
Nilai pasar merupakan harga saham yang terjadi di pasar bursa pada saat
tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar. Nilai pasar ini dapat ditentukan oleh
permintaan dan penawaran saham bersangkutan di pasar bursa.

13
7) Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik adalah nilai sebenarnya dari saham yang diperdagangkan
d. Deviden
Pemegang saham biasa memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva
perusahaan.Apabila perusahaan menghasilkan laba, sebagian atau seluruh laba
dapat dibagikan kepada pemiliknya yaitu pemegang saham sebagai dividen.
Pada umumnya, dividen yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham
adalah rupiah tunai yang disebut dividen tunai (cash dividend). Namun pembagian
dan besarnya dividen tidaklah dijamin. Dari tahun ke tahun, besarnya rupiah
dividen tunai yang dibagikan bisa berubah naik turun ataupun tetap dan bahkan
juga bisa tidak dibagikan. Dividen saham (stock dividend) adalah dividen yang
dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk saham baru
sehingga meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham. Saham
bonus (bonus share) merupakan saham baru yang diberikan kepada pemegang
saham dan berasal dari kapitalisasi agio saham. Bedanya adalah dividen saham
berasal dari laba perusahaan.
Contoh:
Sebuah perusahaan membagikan dividen total Rp10 milyar kepada para
pemegang saham. Banyaknya saham yang beredar adalah 1 milyar lembar saham
biasa. Anggap Bapak Bambang memiliki 1 juta lembar saham, berapa rupiah Bapak
Bambang menerima pembagian dividen ini?
Jawab:
Dividen per lembar saham adalah Rp10 milyar / 1 milyar saham = Rp10.
Untuk setiap lembar saham yang dimilikinya, Bapak Bambang menerima Rp10 dari
dividen yang dibagikan perusahaan. Karena Bapak Bambang memiliki 1 juta
lembar saham, maka dia mendapat total Rp10 juta.

2. Bukti Right
Bukti right atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) merupakan sekuritas
yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru
perusahaan pada harga yang telah ditetapkan selama periode tertentu.

14
Selama periode waktu terbatas yang disebut periode pelaksanaan, pemegang right
berhak untuk membeli saham baru dengan membayar sejumlah dana kepada
perusahaan melalui perusahaan efek pada suatu harga pelaksanaan (exercise price)
yang telah ditentukan. Bukti right dapat diperjualbelikan antar investor seperti halnya
sekuritas lainnya di bursa efek selama periode waktu perdagangan yang terbatas.
Pelaksanaan hak pembelian saham baru oleh investor yang memegang bukti right akan
ditentukan oleh keuntungan atau kerugian yang akan ditimbulkannya. Dengan kata
lain, bagaimana investor menghitung keuntungan atau kerugian dari perdagangan bukti
right?
Sebagai contoh, anggap seorang investor membeli bukti right PT Ricky Putra
Globalindo pada harga Rp100 per lembar di BEI. Selanjutnya selama periode
pelaksanaan, harga saham Ricky Putra Globalindo mencapai Rp675 per lembar.
Apabila investor tersebut melaksanakan pembelian saham Ricky Putra Globalindo,
maka dia akan memperoleh keuntungan sebesar Rp75 per lembar saham hanya dalam
beberapa hari saja.
Rp75 = harga saham Rp675 – (harga pelaksanaan Rp500 + harga bukti right Rp100).

3. Waran
Waran (warrant) adalah hak untuk membeli saham pada waktu dan harga yang sudah
ditentukan sebelumnya. Berbeda dengan right issue, waran biasanya dijual bersamaan
dengan sekuritas lain misalnya obligasi atau saham.Selain itu, periode perdagangan
waran adalah jangka panjang, umumnya antara 3 sampai dengan 5 tahun.

4. Obligasi
Sekuritas yang diperdagangkan di pasar obligasi Indonesia adalah obligasi perusahaan,
obligasi negara, dan obligasi konversi. Obligasi (bond) dikeluarkan penerbitnya
sebagai surat tanda bukti hutang. Obligasi adalah sekuritas yang memuat janji untuk
memberikan pembayaran tetap menurut jadwal yang telah ditetapkan. Sebutan obligasi
semakin dikenal dengan istilah sekuritas pendapatan tetap (fixed income securities).

15
 Obligasi dapat dibedakan menurut siapa penerbitnya, yaitu:
1. Obligasi negara (government bond), adalah obligasi yang diterbitkan oleh
pemerintah Republik Indonesia. Di Amerika, obligasi negara seperti ini disebut
treasury bonds (T-Bonds).
2. Obligasi perusahaan atau obligasi korporasi (corporate bond), adalah obligasi yang
diterbitkan oleh perusahaan baik perusahaan swasta maupun perusahaan negara
(BUMN).
 Nilai nominal (nominal value atau face value) atau nilai pari (par value).
Besarnya nilai rupiah obligasi yang diterbitkan.
- Kupon (coupon).
Kupon merupakan bunga yang dibayar secara reguler oleh penerbit
obligasi kepada pemegangnya. Kupon obligasi ditetapkan dalam
persentase tahunan dari nilai nominal dan dibayarkan pada interval
waktu tertentu.
- Jatuh tempo (maturity).
Jatuh tempo merupakan tanggal ketika pemegangnya akan
menerima uang pokok pinjaman yang jumlahnya sebesar nilai
nominalnya.
Setelah diterbitkan, obligasi dapat diperjualbelikan sampai sebelum jatuh tempo antar
investor di bursa efek pada harga pasar yang bisa berbeda dari nilai nominalnya. Faktor
penting bagi investor sebelum berinvestasi di obligasi adalah mengenal penerbit dan seluk-
beluk obligasi yang diterbitkannya.
Hal itu perlu dilakukan untuk menaksir besarnya risiko khususnya risiko gagal bayar
(default) yang mungkin dapat dialami investor di masa mendatang.
Soal:
Ibu Niken membeli sebuah obligasi yang baru saja diterbitkan oleh pemerintah
dengan nilai nominal Rp100 juta dan kupon 10 persen dibayar setengah tahunan.
Ibu Niken terus memegang obligasi ini sampai jatuh tempo pada 3 tahun
mendatang.
Berapa banyaknya pembayaran bunga kupon dan kapan dibayarkan?
Berapa kali kupon seharusnya dibayarkan sampai jatuh tempo?

16
Selain kupon, arus kas apalagi yang akan diterima pemegang obligasi ini?

Jawab:

Ibu Niken sebagai pemegang obligasi akan menerima Rp10 untuk setiap Rp100
dari nilai nominal sebagai pembayaran bunga kupon, atau sebesar Rp500.000 tiap
setengah tahun.

Bunga kupon seharusnya diterima sebanyak 6 kali, yaitu setiap setengah tahun,
sampai jatuh tempo di akhir tahun ketiga.

Pada waktu jatuh tempo di akhir tahun ketiga, Ibu Niken juga akan menerima
pelunasan pokok pinjaman atau nilai nominal sebesar Rp1 juta.

 Obligasi Konversi
Obligasi konversi merupakan obligasi yang dapat ditukar dengan saham
biasa.
Obligasi konversi mencantumkan persyaratan untuk melakukan konversi.
o Misalnya setiap obligasi konversi bisa dikonversi menjadi 3 lembar
saham biasa mulai tanggal tertentu sampai dengan tanggal jatuh
tempo.

5. Kontrak Berjangka
Kontrak berjangka merupakan suatu perjanjian yang dibuat hari ini yang mengharuskan
adanya transaksi di masa mendatang.
Ada dua jenis kontrak berjangka:
a. Kontrak Berjangka Komoditas

Kontrak berjangka komoditas menggunakan underlying asset yang merupakan aset


riil berupa barang-barang pertanian dan sumber daya alam.

b. Kontrak Berjangka Finansial

Kontrak berjangka finansial menggunakan underlying asset (atau dikenal dengan


sebutan variabel pokok) yang merupakan efek seperti saham atau indeks saham.

17
6. Reksa Dana
Reksa dana dapat diartikan sebagai wadah yang berisi sekumpulan sekuritas yang
dikelola oleh perusahaan investasi dan dibeli oleh investor. Berdasarkan bentuk
hukumnya, reksadana dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Reksa dana berbentuk perseroan, yang digolongkan lagi menjadi:
 Reksa dana terbuka
 Reksa dana tertutup
2) Reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK).
a. Jenis Reksa Dana
Reksa dana pasar uang, merupakan reksa dana yang menginvestasikan dananya
khusus pada berbagai jenis sekuritas di pasar uang. Reksa dana pendapatan tetap,
merupakan reksa dana yang menginvestasikan dananya khusus pada portofolio
obligasi. Reksa dana saham, merupakan reksa dana yang menginvestasikan
dananya khusus pada portofolio saham-saham perusahaan. Reksa dana campuran,
merupakan reksa dana yang menginvestasikan dananya pada berbagai jenis
sekuritas yang berbeda baik di pasar modal maupun di pasar uang. Reksa dana
terproteksi, merupakan reksa dana yang memberikan proteksi atas nilai investasi
awal investor melalui mekanisme pengelolaan portofolio.
b. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana
Investor membeli reksa dana dari sebuah perusahaan investasi pada harga per
saham atau per unit penyertaan yang nilainya tergantung pada besarnya nilai aktiva
bersih (NAB) per unit.
NAB per unit ini dihitung atau ditentukan setiap hari. NAB dihitung dari nilai pasar
aktiva reksa dana (sekuritas, kas, dan seluruh pendapatan) dikurangi jumlah
kewajiban.
NAB per unit = NAB / jumlah saham atau unit beredar.

18
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Investasi dapat didefiniskan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan ke
aktiva produktif selama periode waktu tertentu. Investasi terdiri dari investasi langsung dan
tidak langsung. Investasi bisa langsung dilakukan melalui pasar modal. Pasar modal, yaitu
sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual
saham atau mengeluarkan obligasi. Instrumen pasar modal terdiri dari saham, obligasi,
reksa dana, kontrak berjangka, waran, bukti right. Setiap instrumen memiliki ketentuan
antara satu dengan yang lainnya.

19