Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KEGIATAN POSYANDU

Topik : Posyandu Balita


Waktu : 120 menit
Tempat : Posyandu
Sasaran : Ibu dan anak balita yang berada di sekitar posyandu

I. Latar Belakang
Posyandu (Pos Pelayanan Keluarga Berencana - Kesehatan Terpadu)
merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna
memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.Konsep Posyandu berkaitan
erat dengan keterpaduan. Keterpaduan yang dimaksud meliputi keterpaduan
dalam aspek sasaran, aspek lokasi kegiatan, aspek petugas penyelenggara,
aspek dana dan lain sebagainya.Posyandu merupakan suatu bentuk upaya
kesehatan yang bersumber daya masyarakat yang merupakan wujud nyata
peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Pengembangan
posyandu merupakan strategi tepat untuk melakukan pembinaan kelangsungan
hidup dan perkembangan anak (Depkes RI, 2006).

Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat sehingga


pembentukan, penyelenggaraan dan pemanfaatannya memerlukan peran serta
aktif masyarakat dalam bentuk partisipasi penimbangan balita setiap bulannya,
sehingga dapat meningkatkan status gizi balita. Kegiatan ini membutuhkan
partisipasi aktif ibu-ibu yang memiliki anak balita untuk membawa balita-
balita mereka ke posyandu sehingga mereka dapat memantau tumbuh
kembang balita melalui berat badannya setiap bulan (Depkes RI, 2006).

Upaya peningkatan peran dan fungsi Posyandu bukan semata-mata


tanggungjawab pemerintah saja, namun semua komponen yang ada di
masyarakat, termasuk kader. Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu
sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada
masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu dan
melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Adapun kegiatan dari Posyandu tersebut meliputi 5 kegiatan dasar yaitu


kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), gizi (penimbangan
balita), imunisasi dan penanggulangan penyakit menular. Program imunisasi
merupakan salah satu metode yang sangat efektif dalam mencegah terjadinya
PD3I ( Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi ) yang secara langsung
berhubungan dengan menurunkan angka kematian bayi dan balita.

Keberhasilan pengelolaan Posyandu memerlukan dukungan yang kuat


dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun fnansial. Selain itu
diperlukan adanya kerjasama, tekanan dan pengabdian para pengelolanya
termasuk kader. Apabila kegiatan Posyandu terselenggara dengan baik akan
memberikan kontribusi yang besar, dalam menurunkan angka kematian ibu,
bayi, dan anak balita.

II. Tujuan

a. Penilaian status gizi peserta posyandu dengan cara melakukan penimbangan


berat badan dan pengukuran tinggi badan atau panjang badan pada bayi atau
balita yang datang ke Posyandu.
b. Melakukan imunisasi bagi bayi sesuai dengan usianya
c. Memberikan edukasi singkat mengenai imunisasi, pentingnya imunisasi, efek
samping yang dapat ditimbulkan, dan cara mengatasinya

III. Strategi Pelaksanan


Kegiatan posyandu meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi
badan, pemberian imunisasi pada bayi serta balita sesuai usia, penjelasan
tentang manfaat imunisasi, jenis-jenis imunisasi dan penjelasan singkat
mengenai efek samping yang dapat timbul setelah pemberian imunisasi.
A. Hambatan Pelaksanaan Posyandu
1. Masih kurangnya kesadaran orang tua untuk membawa anaknya ke
Posyandu untuk ditimbang dan diperiksa
2. Masih rendahnya pengetahuan orang tua mengenai imunisasi dan
pentingnya imunisasi
3. Masih kurangnya pengetahuan orang tua mengenai efek samping
imunisasi dan cara mengatasinya.

IV. Metode
1. Pemberitahuan tanggal dan tempat pelaksanaan posyandu
2. Petugas kesehatan dan kader menunggu ibu-ibu beserta anak bayi atau
anak balitanya ke posyandu
3. Dilakukan kegiatan rutin posyandu meliputi penimbangan berat badan,
pengukuran tinggi badan, pemberian imunisasi pada bayi serta balita
sesuai usia, penjelasan tentang manfaat imunisasi, jenis-jenis imunisasi
dan penjelasan singkat mengenai efek samping yang dapat timbul setelah
pemberian imunisasi.

V. Monitoring dan Evaluasi


Dari semua bayi/balita yang berkunjung tidak ditemukan yang gizi buruk.
Terdapat satu bayi yang memiliki gizi kurang. Kepada orang tua bayi tersebut
diberikan edukasi untuk lebih memperhatikan gizi serta tumbuh kembang
anak. Pemantauan pertumbuhan bayi dilakukan melalui KMS serta setiap
imunisasi yang di berikan seluruhnya di catat.
Serta mengingatkan kembali para ibu untuk datang ke posyandu sesuai
jadwal, tidak lupa untuk mengajak para tetangga yang lain untuk mengikuti
Posyandu, dan bila berhalangan mengikuti posyandu para ibu dapat
membawa anaknya ke Puskesmas untuk dilakukan imunisasi.
TINJAUAN PUSTAKA
POSYANDU

Pengertian Posyandu
Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat yang pada dasarnya
merupakan salah satu wujud peran serta masyarakat dalam pembangunan
kesehatan, tempat masyarakat dapat memperoleh pelayanan KB – kesehatan
ibu dan anak (KIA), Gizi, Imunisasi,dan penanggulangan diare pada waktu
dan tempat yang sama Kegiatan di posyandu merupakan kegiatan yang
melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dari
masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat, yang dilaksanakan oleh
kader-kader kesehatan, yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan
dari tim puskesmas mengenai pelayanan kesehatan dasar ( Effendy,1998 ).

Tujuan Posyandu
Tujuan pembentukan posyandu adalah :
a. Mempercepat penurunan angka kematian bayi dan anak balita serta
penurunan angka kelahiran.
b. Mempercepat penerimaan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera
(NKKBS).
Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan
kesehatan dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang sesuai dengan
kebutuhan

Sasaran Penyelenggaraan posyandu


Pada hakikatnya Posyandu didirikan dari, oleh dan untuk masyarakat
dalam mencapai pelayanan kesehatan yang baik. Penyelenggaraannya
dilakukan oleh kader yang telah dilatih di bidang kesehatan dan KB dan
keanggotaannya berasal dari PKK, tokoh masyarakat, dan pemuda atau
pemudi. Pengelola Posyandu sendiri adalah pengurus yang dibentuk oleh
ketua RW yang berasal dari kader PKK, tokoh masyarakat formal dan
informal serta kader kesehatan yang ada di wilayah tersebut (Effendy, 1998)
Sasarannya meliputi :
a. Bayi usia kurang dari 1 tahun
b. Anak balita usia 1 – 5 tahun
c. Ibu hamil, menyusui dan ibu nifas
d. Wanita Usia Subur

Kegiatan Posyandu
Beberapa kegiatan diposyandu diantaranya terdiri dari lima kegiatan
Posyandu antara lain:
1) Kesehatan Ibu dan Anak, yang termasuk didalamnya Pemeliharaan
kesehatan Ibu hamil, melahirkan dan menyusui, serta bayi, anak balita
dan anak prasekolah; Memberikan nasihat tentang makanan guna
mencegah gizi buruk karena kekurangan protein dan kalori, serta bila
ada pemberian makanan tambahan vitamin dan mineral; Pemberian
nasihat tentang perkembangan anak dan cara stimulasinya;
Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai
tujuan KIA.
2) Keluarga Berencana mencakup: Pelayanan keluarga berencana kepada
pasangan usia subur dengan perhatian khusus kepada mereka yang
dalam bahaya karena melahirkan anak berkali-kali dan golongan ibu
beresiko tinggi; Cara-cara penggunaan pil, kondom dan sebagainya.
3) Imunisasi; Imunisasi tetanus toksoid 2 kali pada ibu hamil dan BCG,
DPT 3x, polio 3x, dan campak 1x pada bayi.
4) Peningkatan gizi. Dengan cara memberikan pendidikan gizi kepada
masyarakat.
5) Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan kalori
cukup kepada anak-anak dibawah usia 5 tahun dan kepada ibu
menyusui; Memberikan kapsul vitamin A kepada anak-anak dibawah
usia 5 tahun.
6) Penanggulangan diare. (Hasdi, 2007)

Kegiatan posyandu menurut Panca Krida Posyandu


a. Kesehatan Ibu dan Anak
b. Keluarga Berencana
c. Imunisasi
d. Peningkatan Gizi
e. Penanggulangan Diare
Kegiatan gizi di posyandu sebagai bagian dari UPGK dalam langkah –
langkah kebijaksanaan perbaikan gizi merupakan kegiatan upaya langsung
yang meliputi :
a) Pemantauan pertumbuhan anak balita dengan Kartu Menuju Sehat
(KMS) melalui penimbangan oleh kader.
b) Pemberian Makanan Tambahan
c) Penyuluhan Gizi.
Prosedur pelaksanaan posyandu mengikuti system lima meja atau lima
langkah dasar. Penyelenggaraan Posyandu dilaksanakan dengan pola lima
meja. Kegiatan Posyandu dilaksanakan oleh kader. Pola lima meja tersebut
adalah :
Meja 1 : Pendaftaran
Meja 2 : Penimbangan bayi dan balita
Meja 3 : Pencatatan (pengisian KMS)
Meja 4 : Penyuluhan perorangan meliputi :
a. Informasi kesehatan tentang anak balita berdasarkan hasil
penimbangan berat badan, diikuti pemberian makanan tambahan,
oralit dan vitamin A dosis tinggi.
b. Memberikan informasi kepada ibu hamil yang termasuk risiko
tinggi tentang kesehatannya diikuti dengan pemberian tablet
tambah darah.
c. Memberikan informasi kepada PUS (Pasangan Usia Subur) agar
menjadi anggota KB lestari diikuti dengan pemberian dan
pelayanan alat kontrasepsi.
Meja 5 : Pelayanan oleh tenaga profesional meliputi pelayanan
KIA,KB,imunisasi serta pelayanan lain sesuai kebutuhan
setempat.
Kegiatan diatas dilaksanakan sebulan sekali, khusus meja 1 sampai meja 4
merupakan kegiatan UPGK di Posyandu. Sedangkan kegiatan UPGK di luar
jadwal Posyandu seperti kegiatan pemanfaatan pekarangan, motivasi dan
penggerakkan UPGK melalui jalur agama dan BKKBN, PMT dan pemberian
ASI dalam keluarga dapat dilaksanakan sebagai kegiatan sehari-hari UPGK
dalam keluarga.
1. Klasifikasi Posyandu
Klasifikasi posyandu terdiri dari :
A. Posyandu pratama ( warna merah )
Posyandu tingkat pratama adalah posyandu yang masih belum mantap,
kegiatannya belum bisa rutin tiap bulan dan kader aktifnya terbatas.
B. Posyandu Madya ( warna kuning )
Posyandu pada tingkat madya sudah dapat melaksanakan kegiatan
lebih dari 8 kali pertahun, dengan rata rata jumlah kader tugas 5 orang atau
lebih. Akan tetapi cakupan program utamanya ( KB, KIA, Gizi dan
Imunisasi) masih rendah yaitu kurang dari 50%.
C. Posyandu purnama ( warna hijau )
Posyandu pada tingkat purnama adalah posyandu yang frekuensinya
lebih dari 8 kali pertahun, rata rata jumlah kader tugas 5 orang atau lebih, dan
cakupan 5 program utamanya ( KB, KIA, Gizi dan Imunisasi ) lebih 50%.
Sudah ada program tambahan, bahkan mungkin sudah ada dana sehat tetapi
masih sederhana.
D. Posyandu Mandiri ( warna biru )
Posyandu ini berarti sudah dapat melakukan kegiatan secara teratur.
Cakupan 5 program utama sudah bagus, ada program tambahan dan dana
sehat telah menjangkau lebih dari 50% KK.

Tingkat Kehadiran Balita di Posyandu


Tingkat kehadiran balita di posyandu dapat dilihat dari hasil angka D/S.
D/S merupakan tingkat partisipasi masyarakat yang diperoleh melalui
perbandingan jumlah balita yang ditimbang dengan jumlah balita yang ada di
suatu wilayah. Tingkat kehadiran anak balita di posyandu dapat dipengaruhi
oleh beberapa faktor antara lain :
1. Aktifitas Kader
Menurut Slamet Y ( 1980) menyatakan bahwa keaktifan kader
sebagai pelaksana kegiatan posyandu merupakan kunci keberhasilan
posyandu karena kader posyandu merupakan penghubung antara program
dengan masyarakat serta memerlukan berbagai persyaratan tertentu agar
keberadaannya diakui dan diterima masyarakat. Kader dalam posyandu
adalah anggota masyarakat yang bekerja dengan sukarela, mampu
melaksanakan UPGK dan mampu menggerakkan masyarakat.
2. Kelengkapan Sarana
kegiatan posyandu akan membantu kelancaran kegiatan posyandu.
Sarana yang lengkap, jelas akan membantu kelancaran kegiaatan
posyandu.
3. Tingkat Pengetahuan Ibu Balita tentang Posyandu
Pengetahuan tentang posyandu yang baik pada ibu balita akan
memberikan respon yang positif yaitu hadir di posyandu untuk
menimbangkan balitanya.
4. Keaktifan Petugas Pembina
Salah satu strategi perubahan perilaku menurut WHO adalah
dengan pemberian informasi. Dengan keaktifan petugas pembina
memberikan informasi-informasi tentang posyandu akan meningkatkan
pengetahuan masyarakat tentang posyandu dan hal ini menyebabkan
masyarakat mau berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki,
yaitu hadir menimbangkan anak balitanya ke posyandu
5. Tingkat Pendidikan ( Ibu Balita dan kader Posyandu )
Tingkat pendidikan dapat mempengaruhi partisipasi dan peran
serta masyarakat dalam penyelenggeraan posyandu.