Anda di halaman 1dari 25

1

1. Minat Mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unsyiah Terhadap Unit Kegiatan

Mahasiswa (UKM) Unsyiah dalam Cabang Olahraga Tahun 2017

2. Latar Belakang Masalah

Mahasiswa merupakan insan intelektual yang akan menjadi generasi penerus

bangsa di masa depan. Dalam mengembangkan dirinya, mahasiswa tidak hanya bisa

memanfaatkan ruang kuliah sebagai tempat belajar, berhimpun dalam organisasi

kemahasiswaan juga merupakan sarana belajar bagi setiap mahasiswa untuk bisa

mengembangkan kemampuan intelektual, kemampuan sosial dan kemampuan

religiusnya.

Organisasi kemahasiswaan yang dibentuk oleh mahasiswa merupakan

miniature state atau student goverment yang melaksanakan tugas dan fungsi seperti

sebuah negara. Konsekuensi dari organisasi kemahasiswaan sebagai student

government ialah segala aktivitasnya merupakan aktivitas politik. Hal ini

diungkapkan oleh Sitepu (2012:10) yang menyatakan bahwa politik adalah segala hal

yang terkait dengan “penyelenggaraan negara dan pemerintahan”. Jadi bisa dikatakan

bahwa dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan maka seorang mahasiswa

sedang belajar berpolitik.

Setiap perguruan tinggi menawarkan fasilitas penambahan ilmu bagi

mahasiswanya melalui adanya sistem perkuliahan. Perkuliahan adalah hal yang wajib

ada disetiap perguruan tinggi. Selain perkuliahan, kebanyakan perguruan tinggi juga

menyediakan fasilitas pengembangan ilmu bagi mahasiswanya yaitu berupa

kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan-kegatan kemahasiswaan merupakan

salah satu kegiatan yang diadakan oleh pihak universitas agar mahasiswa dapat
2

mengembangkan bakat ataupun ilmu yang ada. Dengan adanya kegiatan ini, maka

diharapkan mahasiswa dapat menyalurkan bakat atau ilmunya ke hal yang lebih

positif.

Minat merupakan salah satu faktor pokok untuk meraih sukses dalam studi.

Penelitan- penelitian di Amerika Serikat mengenai salah satu sebab utama dari

kegagalan studi para mahasiswa menunjukkan bahwa ialah kekurangan minat. Secara

lebih terinci arti penting minat dalam kaitannya dengan pelaksanaan studi ialah minat

melahirkan perhatian yang serta merta, minat memudahkan terciptanya konsentrasi,

minat mencegah ngangguan perhatian dari luar, minat memperkuat melekatnya

bahan pelajaran dalam ingatan, dan minat memperkcil kebosanan studi dalam

dirinya,Sebagaimana di katakan oleh Slameto (2010:180) menyatakan bahwa “Minat

adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa

ada yang menyuruh.”

Suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat akan menghasilkan

prestasi yang kurang menyenangkan. Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya

minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat

menimbulkan motivasi dan merasa senang ketika melakukan aktivitasnya. Prestasi

seseorang selalu di pengaruhi macam dan intensitas minatnya. Menurut Syaiful Bahri

Djamarah (2008:132) “minat adalah kecenderungan yang menetap untuk

memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Seseorang yang berminat

terhadap aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu secara konsisten dengan rasa

senang.” Minat menimbulkan kepuasan. Seorang anak cenderung untuk mengulang-


3

ulang tindakan-tindakan yang didasari oleh minat dan minat ini dapat bertahan

selama hidupnya.

Pendidikan jasmani dan olahraga adalah proses pendidikan melalui aktivitas

fisik atau jasmani, permainan dan olahraga yang terpilih untuk mencapai tujuan

pendidikan. Disetiap Universitas maupun lembaga pendidikan lain nya, tentu saja

ada dikembangkan suatu organisasi kemahasiswaan intra kampus yang bertujuan

mengembangkan minat dan bakat mahasiswa untuk meningkatkan prestasi dalam

suatu organisasi yang digemari dan dikembangkan oleh setiap mahasiswa itu sendiri.

Yaitu organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dalam meningkatkan program

pembinaan dan pengembangan berbagai cabang olahraga prestasi yang harus

dilakukan secara sistematis dan konprehensif melalui lembaga-lembaga pendidikan

sebagai pusat pembinaan olahraga bersama-sama dengan masyarakat demi

tercapainya sasaran prestasi yang membanggakan di tingkat nasional maupun

internasional. Pembinaan olahraga prestasi akan membantu mahasiswa untuk dapat

menjalani pertumbuhan dan perkembangan secara optimal baik fisik, motorik, mental

dan sosial. Tujuan pengembangan aspek fisik akan berhubungan dengan kemampuan

melakukan gerak secara efektif, efesien, halus, indah, sempurna (skill full) melalui

proses latihan secara terus menerus demi tercapainya suatu tujuan yaitu

meningkatkan prestasi. Seperti yang dijelaskan menurut butir ke- 6 Pasal 25 UU RI

No 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional yaitu: “Untuk menumbuh

kembangkan prestasi olahraga di lembaga pendidikan, pada setiap jalur pendidikan

dapat dibentuk unit kegiatan olahraga, kelas olahraga, pusat pembinaan dan
4

pelatihan, sekolah olahraga, serta diselenggarakan kompetisi olahraga yang

berjenjang dan berkelanjutan”.

Bedasarkan hasil pengamatan sementara pada tanggal 15 Oktober 2017

jumlah mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unsyiah yang tergolong masih Aktif,

angkatan 2017 berjumlah 95 mahasiswa, angkatan 2016 berjumlah 90 mahasiswa,

angkatan 2015 berjumlah 79 mahasiswa, angkatan 2014 berjumlah 65 mahasiswa,

angkatan 2013 berjumlah 71 mahasiswa, angkatan 2012 berjumlah 41 mahasiswa,

jumlah keseluruhan mahasiswa yang Aktif berjumlah 441 mahasiswa, sedangkan

mahasiswa/i FKIP Penjaskesrek Unsyiah yang mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa

( UKM ) Unsyiah tahun 2017 berjumlah 27 mahasiswa dari berbagai macam cabang

olahraga yang masih aktif di UKM Unsyiah, di antaranya yang terdiri dari cabang

olahraga tarung derajat, pencak silat, merpati putih, taekwando, bulutangkis, kempo,

karate, muaythai dan petanque, Dari Hasil pengamatan di atas penulis menyimpulkan

bahwa dari sekian banyak mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unsyiah yang aktif dalam

perkuliahan hanya sedikit yang mempunyai minat untuk bergabung di Unit Kegiatan

Mahasiswa ( UKM ). Oleh karena itu dari hasil pengamatan yang penulis amati, hal-

hal yang menyebabkan kurangnya minat Mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unsyiah

untuk bergabung dalam mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa antara lain :

ketidaksadaran mahasiswa akan pentingnya organisasi, dan juga adanya pandangan

bahwa menjadi seorang aktivis di UKM, masa perkuliahannya lebih lama

dibandingkan dengan Mahasiswa yang tidak mengikuti UKM.

Dari berbagai pendapat mahasiswa tentang Unit Kegiatan Mahasiswa di atas,

penulis memberikan saran kepada mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unsyiah bahwa


5

sebenarnya hal yang mereka katakan itu tidaklah benar. Mengikuti Unit Kegiatan

Mahasiswa sangatlah penting. Banyak hal yang kita peroleh dari kegiatan tersebut, di

antaranya pengalaman yang didapatkan lebih luas, Pengalaman organisasi menjadi

salah satu modal untuk memasuki dunia kerja. Dengan bergabung di UKM,

Mahasiswa akan belajar untuk mengadakan suatu acara ataupun kerja dilapangan

(field work) dan bertanggung jawab pada posisi tertentu. Cara ini efektif untuk

meningkatkan soft skills seorang mahasiswa. dan juga menambah teman bergabung

di UKM akan memberi kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang. Artinya,

mahasiswa akan memiliki teman yang lebih banyak di luar jurusan atau fakultas.

Ingat, membangun jaringan di masa kuliah itu penting. Jadi, manfaatkan UKM

sebagai wadah untuk memperluas jaringan dan kenalan di masa depan.

Dengan demikian, minat merupakan faktor yang sangat penting dalam

keberhasilan seseorang. Disamping itu minat juga dapat mendukung dan

mempengaruhi proses dalam mengikuti segala hal. Namun melihat realita organisasi

kemahasiswaan di Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) saat ini masih terdapat

banyak permasalahan, salah satunya yaitu sikap apatis mahasiswa terhadap aktivitas

organisasi, dan juga dilihat dari pengamatan sementara mahasiswa yang masuk ke

UKM Unsyiah masih minim yang enggan masuk mengikuti Unit Kegiatan

Mahasiswa, Permasalahan yang muncul dalam penyelenggaraan organisasi

kemahasiswaan adalah gejala apatisme mahasiswa terhadap organisasi yang

disebabkan oleh kurangnya pembinaan kemahasiswaan oleh lembaga, kurangnya

minat mahasiswa untuk bergabung dalam organisasi, ketidaksadaran mahasiswa akan

pentingnya organisasi, serta adanya pandangan bahwa menjadi seorang aktivis itu
6

harus siap untuk kuliah lama. Jika hal ini terjadi, maka proses seseorang mahasiswa

untuk mencapai keberhasilan akan mengalami hambatan dalam mencapai

kesuksesan.

Bedasarkan pengalaman penulis, minat seseorang mahasiswa terhadap unit

kegiatan mahasiswa (UKM), hanya sebagian kecil saja mahasiswa yang mau dalam

mengikuti unit kegiatan mahasiswa (UKM). Sebagian besar mahasiswa engan dalam

mengikuti unit kegiatan mahasiswa (UKM). Jika mereka ditanya, alasanya mereka

takut menganggu mata kuliah dan mereka juga takut kuliah mereka akan lama

selesainya. Dengan kondisi seperti ini, perlu mencari upaya bagaimana

menumbuhkan minat seseorang mahasiswa terutama dalam mengikuti Unit Kegiatan

Mahasiswa (UKM).

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan suatu

penelitian dengan judul; “Minat Mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unsyiah Terhadap

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unsyiah dalam Cabang Olahraga Tahun 2017”.

3. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah minat Mahasiswa

Fkip Penjaskesrek Unsyiah Terhadap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unsyiah

dalam Cabang Olahraga Tahun 2017?

4. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka yang menjadi tujuan

penelitian ini adalah untuk mengetahui minat Mahasiswa Fkip Penjaskesrek Unsyiah
7

Terhadap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unsyiah dalam Cabang Olahraga Tahun

2017.

5. Manfaat penelitian

Adapun mamfaat penelitian ini adalah sebagai pedoman bagi pihak-pihak yang

berkaitan langsung di bidang kemahasiswaan dalam mengevaluasi minat mahasiswa

sehingga dapat memperoleh mahasiswa yang lebih baik untuk ke depannya bagi

bangsa dan negara.

6. Definisi Operasional

Berkaitan dengan beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini, untuk

mempertegas istilah-istilah yang digunakan dan untuk menghindari terjadinya

kesalah penafsiran mengenai judul, serta untuk memperoleh gambaran yang jelas dan

mengarah pada tujuan penelitian , maka perlu ditegaskan istilah-istilah yang

digunakan dalam penelitian. Adapun istilah-istilah tersebut meliputi beberapa hal

sebagai berikut:

6.1 Minat

Minat adalah keinginan seseorang untuk mencapai sesuatu keinginannya yang

bertujuan untuk kesenagan dalam dirinya sendiri. Hal ini sesuai dengan yang

dikemukakan Djamarah (2008:132) “minat adalah kecenderungan yang menetap

utuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Seseorang yang


8

berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu secara konsisten

dengan rasa senang.

6.2 Olahraga

Olahraga merupakan suatu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna

untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang setelah

berolahraga, Bortz (1983) olahraga merupakan alat untuk merangsang

pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani dan sosial.

6.3 Unit Kegitan Mahasiswa (UKM)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah wadah aktivitas kemahasiswaan luar

kelas untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu. Kegiatan ini

merupakan suatu organisasi kemahasiswaan intra kampus yang bertujuan untuk

mengembangkan minat bakat mahasiswa untuk meningkatkan prestasi dalam

suatu organisasi yang digemari dan dikembangkan oleh setiap mahasiswa.

6.4 Universitas Syiah Kuala

Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) adalah perguruan tinggi negeri tertua di

Aceh. Berdiri pada tanggal 2 September 1961 dengan surat keputusan Menteri

Pendidikan Tinggi Dan Ilmu Pengetahuan Nomor 11 Tahun 1961, tanggal 21

Juli 1961. Pendirian Unsyiah dikukuhkan dengan keputusan Presiden Republik

Indonesia , nomor 161 tahun 1962, tanggal 24 April 1962 di Kopelma

Darussalam, Banda Aceh. Unsyiah berkedudukan di Ibukota Provinsi Aceh

dengan kampus utama terletak di Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma)

Darussalam, Banda Aceh.


9

7. Landasan Teoritis

7.1 Hakikat Minat

Secara bahasa minat bearti “kecenderungan hati yang tinggi terhadap

sesuatu.”Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat

besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan

melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseoarang tidak akan

memeliki sesuatu. Sedangkan pengertian minat menurut istilah telah banyak di

kemukakan oleh para ahli, Menurut Djamarah (2008:132) “minat adalah

kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa

aktivitas. Seseorang yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan aktivitas

itu secara konsisten dengan rasa senang”. Slameto (2010:180) menyatakan bahwa

“Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterkaitan pada suatu hal atau

aktivitas, tanpa ada yang menyuruh”.

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang yang berminat

terhadap suatu aktivitas akan memperhatikan akitivitas itu secara konsisten dengan

rasa senang di karenakan hal tersebut datang dari dalam diri seseorang yang

didasarkan rasa suka dan tidak adanya paksaan dari pihak luar. Dengan kata

lain,minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa kerterikatan pada suatu hal atau

aktivitas,tanpa ada yang memaksa.

Seseorang yang berminat terhadap suatu hal yang diminati itu sama sekali

tidak akan menghiraukan sesuatu yang lain. Menurut Jacob (dalam

Djamarah,2008:75)” Seorang siswa yang berminat terhadap sesuatu yang diminati itu

sama sekali tidak akan menghiraukan sesuatu yang lain”.


10

Dengan demikian minat dapat diartikan sebagai kecenderungan sifat yang

teroganisir berdasarkan dari pengalaman seseorang,yang mendorong seseorang atau

individu untuk mencari keterangan atau fakta-fakta dari sebuah objek,akitivitas atau

kegiatan,pemahaman,skill,tujuan perhatian atau murni ingin lahir dalam hal tertentu.

Minat merupakan perasaan yang didapat karena berhubungan dengan sesuatu.

Minat terhadap sesuatu itu dipelajari dan dapat mempengaruhi belajar selanjutnya

serta mempengaruhi penerimaan minat-minat baru. Jadi, minat terhadap sesuatu

merupakan hasil belajar dan cenderung mendukung aktivitas belajar berikutnya. Oleh

karena itu minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar.

Dari beberapa definisi minat yang di kemukakan di atas dapat disimpulkan

bahwa minat adalah kecenderungan individu (mahasiswa) untuk memusatkan

perhatian rasa lebih suka dan rasa keterkaitan terhadap suatu objek yang disebabkan

oleh unsur-unsur tertentu yang terdapat pada objek minat, dengan kata lain minat

merupakan sambutan yang sadar yang didasari oleh perasaan positif yang nantinya

menimbulkan perasaan yang positif juga.

7.2 Pengertian Olahraga

Olahraga merupakan suatu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang

berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang setelah

berolahraga. Bortz (1983) olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan

dan perkembangan jasmani, rohani dan sosial.

Istilah olahraga mengandung arti tugas mendidik (unsur pendidikan). Tidak

mungkin mendewasakan raga saja, sebab manusia adalah kesatuan jiwa dan raga
11

yang tak dapat dipisah-pisahkan. Dengan awalan ke dan akhiran an berarti mencakup

segala hal yang berhubungan dengan olahraga.

Olahraga merupakan proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau

usaha yang dapat mendorong, mengembangkan dan membina potensi-potensi

jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota kelompok

masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan kegiatan

jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak

dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas

berdasarkan pacancasila.

Olahraga juga merupakan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan .

Disamping menjadi sarana dalam mencapai tujuan pendidikan, maka olahraga

pendidikan mencakup pula usaha-usaha kearah terciptanya kesegaran jasmani yang

optimal bagi anak-anak sekolah dan mahasiswa. Jelasnya bahwa tekanan olahraga

pendidikan ialah pada pendidikan nya. Berdasarkan Keputusan Dirjen Olahraga No.

56 Tahun 1968 Pengetahuan Umum Olahraga adalah “Kegiatan manusia yang wajar

sesuai dengan kodrat ilahi untuk mengembangkan dan membina potensi-potensi

fisik, mental, dan rohaniah manusia demi kebahagiaan dan kesejahteraan pribadi dan

masyarakat”.

7.3 Tujuan Dan Manfaat Olahraga

Olahraga merupakan aktifitas seseorang dalam rangka menggerakkan seluruh

anggota tubuh untuk mendapatkan kesehata jasmani dan rohani. Disadari atau tidak,

orang yang melakukan aktifitas olahraga secara teratur, memiliki jasmani dan rohani

yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak berolahraga. Berdasarkan


12

Keputusan Dirjen Olahraga No. 56 tahun 1986 pengertian umum olahraga adalah

sebagai berikut “Olahraga adalah kegiatan manusia yang wajar sesuai dengan kodrat

ilahi mengembangkan dan membina potensi-potensi fisik, mental, dan rohaniah

manusia demi kebahagiaan dan kesejahteraan pribadi dan masyarakat”.

Secara tegas telah dikemukakan, bahwa untuk mencapai tujuan akhir dalam

melakukan olahraga dapat dilihat sebagai berikut:

a. Arah menuju kesehatan dan kesejahteraan jasmani

 Untuk membina dan mempertahankan kesehatan, kekuatan dan

kesegaran jasmani.

 Untuk mempertinggo ketangkasan dan keterampilan menggunakan

jasmaninya untuk menjalankan pekerjaan dan permainan olahraga.

 Untuk memperbaiki dan menghindari sikap buruk, (baik bawaan

maupun yang diperoleh).

b. Arah menuju kesehatan dan kesejahteraan rohani

 Untuk membina rasa percaya pada diri sendiri, keuletan, keteguhan,

dan ketetapan hati, tidak lekas putus asa.

 Untuk mengembangkan kehalusan budi, ramah, rasa adil, tanggung

jawab dan perikemanusiaan.

 Memperkuat harga diri,


13

 Memberikan kepuasan dan kegembiraan.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan dan manfaat olahraga

adalah untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah.

Manfaat nya sangat penting bagi kesehatan jasmani dan rohani bagi setiap manusia

yang gemar dalam melakukan aktivitas olahraga secara teratur dan baik.

7.4 Pengertian Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM )

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan kegiatan ekstrakurikuler atau

aktivitas non-akademik yang ada dalam perguruan tinggi untuk melatih kemampuan

atau keterampilan mahasiswa dalam suatu organisasi. Di dalam unit kegiatan

mahasiswa (UKM) para mahasiswa bisa lebih bebas mengapresiasikan

kegemarannya. Sebagai seorang mahasiswa, kita layak untuk memanfaatkan unit

kegiatan mahasiswa (UKM) tersebut sebagai sarana pengembangan diri. Banyak

manfaat yang akan kita dapatkan jika kita meluangkan waktu untuk belajar di UKM

tersebut, tentunya sesuai minat seseorang.

7.5 Tujuan dan Manfaat Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM )

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan tempat untuk mengasah

kemampuan dan juga keterampilan mahasiswa. Bagi UKM itu sendiri, dengan

adanya UKM itu akan mempererat hubungan UKM dengan dunia kampus serta

terbantunya masalah UKM karena adanya pertukaran ilmu/pengetahuan dalam UKM

tersebut. Unit kegiatan mahasiswa (UKM) ini selain untuk menghilangkan rasa jenuh

karena rutinitas kuliah, juga banyak sekali sisi positif yang bisa diambil salah satunya

dengan mengikuti UKM ini kita akan mengetahui atau bahkan mengenl mahasiswa
14

dari jurusann lain lebih banyak. Lebih banyak teman memungkinkan kita untuk lebih

bisa banyak lagi mendapatkan berbagai info yang mungkin berguna untuk kita

nantinya.

7.6 Jenis-jenis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam cabang Olahraga di

Universitas Syiah Kuala

Di Universitas Syiah Kuala terdapat beberapa jenis unit kegiatan mahasiswa

dalam cabang Olahraga seperti, UKM bulutangkis, tarung derajat, karate, taekowndo,

pencak silat, merpati putih, kempo, muaythai, petanque ,volly, takraw, basket ,dan

tenis meja. Tetapi ada beberapa UKM saja yang tidak aktif lagi dalam melakukan

kegiatan UKM itu sendiri. Misalnya, UKM tenis meja, basket, dan takraw.

Dari uraian diatas dapat dapat disimpulkan bahwa Unit Kegiatan Mahasiswa

(UKM) merupakan kegiatan ekstrakurikuler atau aktivitas non-akademik yang ada

dalam perguruan tinggi untuk melatih kemampuan atau keterampilan mahasiswa

dalam suatu organisasi dan bertujuan untuk meningkatkan soft skills seorang

mahasiswa.

7.7 Faktor-faktor yang mempengaruhi minat mengikuti UKM

Slameto (2010:54) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat

seseorang yaitu:

1. Faktor Intern

a. Faktor jasmaniah, seperti faktor kesehatan dan cacat tubuh

b. Faktor psikologi, seperti intelegensi, perhatian, bakat, kematangan dan

kesiapan.
15

2. Faktor Ekstern

a. Faktor keluarga, seperti cara orang tua mendidik, relasi antara anggota

keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan

latar belakang kebudayaan.

b. Faktor sekolah, seperti metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa,

relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar

penilaian diatas ukuran, keadaan gedung, metode mengajar dan tugas rumah.

7.7.1 Motivasi dan cita-cita

Motivasi dan cita-cita dalam olahraga merupakan suatu aplikasi dalam

fungsinya, sebagai mahasiswa yang mempunyai cita-cita dan motivasi dalam

hidupnya dikemudian hari. Seorang mahasiswa yang mempunyai cita-cita yang

sesuai dengan bidang olahraga yang ditekuninya, maka dia akan lebih berminat dan

mendalami olahraga yang berhubungan dengan cita-citanya tersebut, latihannya akan

diarahkan pada kemampuan yang dia miliki dan disesuaikan dengan perkembangan

keterampilannya. Salah satu untuk memperkuat minatnya adalah jika olahraga

tersebut menjadi alat baginya untuk mencapai tujuannya. Dengan ketekunan maka

cita-citanya akan segera dapat diwujudkan. Cita-cita ini juga merupakan suatu

motivasi dari mahasiswa untuk lebih berminat dalam olahraga yang ada

hubungannya dengan citacita tadi.

7.7.2 Perhatian terhadap pembina atau pemimpin

Perhatian terhadap pembina atau pemimpin adalah interaksi timbal balik,

dalam hal ini pembina atau pemimpin sangat berperan penting, sebab dari pembina

atau pemimpin dapat sebagai suatu proses penyampaian informasi yang


16

sistematis,terarah, terpadu, hingga mahasiswa penuh perhatian terhadap Pengalaman

dan kinerja diluar diberikan pembina atau pemimpin Sikap positif dan perasaan

senang terhadap pembina atau pemimpin merupakan suatu indikasi tentang adanya

minat mahasiswa terhadap bidang – bidang tersebut dan akan membangkitkan minat

mahasiswa.

7.7.3 Keluarga

Keluarga dalam hubungannya dengan pengaruh minat dalam berorganisai

sangat berperan penting, karena perlu adanya perhatian, dukungan dan bimbingan

dari orang tua atau saudara-saudaranya. Mereka akan mendorong mahasiswa untuk

lebih bersemangat dan mempunyai pikiran yang baik untuk kedepannya.

Sebagaimana di ungkapkan oleh Supiah (2007:17-18) mengatakan bahwa “Keluarga

merupakan kelompok masyarakat terkecil yang sangat dominan dalam mewarnai

perkembangan jasmani dan rohani anak, bahkan lingkungan keluarga inilah awal

terjadinya pendidikan dan pengajaran”.

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa faktor-faktor yang

mempengaruhi minat seorang mahasiswa terdiri atas faktor internal dan eksternal.

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu

(mahasiswa) dan dapat mempengaruhi minat seorang mahasiswa . Faktor-faktor

internal ini meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis. Sedangkan faktor

eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu

faktor lingkungan sosial dan factor lingkungan nonsosial.

Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan

kondisi fisik individu. Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang


17

yang dapat mempengaruhi minat seseorang . Beberapa faktor psikologis yang utama

mempengaruhi minat seseorang adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap dan

bakat.

Faktor-faktor eksternal yang meliputi lingkungan social diantaranya faktor

sekolah, masyarakat, dan keluarga. Sedangkan faktor eksternal lingkungan non-sosial

diantaranya lingkungan alamiah, instrumental, dan mata pelajaran.

7.8 Cara menentukan minat seseorang

7.8.1 Minat yang diekspresikan ( Expresed interest )

Seseorang dapat mengungkapkan minat atau pilihanya dengan kata tertentu.

Misalnya: seseorang mengatakan bahwa ia/dia tertarik pada olahraga sepakbola.

7.8.2 Minat yang di wujudkan ( Manifest interest )

Seseorang dapat mengekspresikan minat bukan melalui kata-kata tetapi

melalui tindakan atau perbuatan, ikut serta berperan aktif dalam suatu aktivitas

tertentu. Misalnya: seseorang dapat ikut serta dalam suatu organisai klub sepakbola

atau ikut klub sepakbola.

7.8.3 Minat yang diinventarisasikan ( inventoried interest )

Seseorang menilai minatnya dapat diukur dengan menjawab terhadap

sejumlah pertanyaan tertentu atau urutan pilihanya untuk kelompok aktivitas tertentu

Selain itu menurut Syaiful Bahri Djamarah (2008:132) mengungkapkan bahwa minat

dapat diekpresikan anak didik melalui :

1. Pernyataan lebih menyukai sesuatu daripada yang lainnya,

2. Partisipasi aktif dalam suatu kegiatan yang diminati, serta


18

3. Memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminatinya

tanpa menghiraukan yang lain (fokus) Jika seorang menaruh minat terhadap sesuatu,

minatnya tersebut menjadi motif yang kuat baginya untuk berhubungan secara lebih

aktif dengan sesuatu yang diminatinya. Dalam hal ini jika seseorang berminat untuk

menekuni bidang olahraga, dia akan selalu mempelajari dan berlatih pada bidang

olahraga tersebut. Salah satu untuk memperkuat minatnya adalah jika olahraga

tersebut menjadi alat baginya untuk mencapai tujuan.

Oleh karena itu masalah tujuan sangat penting dalam memahami tingkah

laku seseorang dalam minat terhadap sesuatu olahraga. Dengan mengetahui tujuan,

seseorang akan dapat mengarahkan minatnya dengan sebaik-baiknya. Selain karena

tujuan tertentu, minat berolahraga dapat muncul karena bertambah luasnya

lingkungan seseorang dan semakin banyaknya dia berhubungan dengan orang-orang

di luar lingkungannya untuk menambah wawasan dari minat tersebut. Dalam

pengembangan minat, hubungan antara pribadi jauh lebih penting dari pada proses

latihan yang khusus. Misalnya seseorang tidak menyukai pelatihnya cenderung ia

tidak semaksimal mungkin terhadap olahraga bahkan tidak suka terhadap orang

tersebut. Dengan demikian terlihat bahwa “ suka” atau “ tidak suka” memainkan

peranan penting dalam perkembangan minat. Walaupun setiap orang

mengembangkan minat olahraga tertentu yang sifatnya individual, namun setiap

orang dalam suatu lingkungan tertentu akan mengembangkan minat-minat yang

hampir umum dijumpai orang -orang dari lingkungan tersebut,

Dan juga Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat diketahui ciri-

ciri/indikator adanya minat pada seseorang dari beberapa hal, antara lain: adanya
19

perasaan senang, pernyataan lebih menyukai dari pada yang lain, adanya rasa

ketertarikan, adanya peningkatan perhatian, adanya pemusatan perhatian, adanya

aktivitas serta keterlibatan secara aktif pada kegiatan tersebut yang merupakan akibat

dari rasa senang dan perhatian.


20

8. Metode penelitian

8.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Berdasarkan maksud dan tujuan dari penelitian ini, metode penelitian yang

digunakan adalah jenis penelitian metode deskriptif kuantitatif Penelitian ini

menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian deskriptif

adalah suatu penelitian yang tertuju pada masalah yang timbul pada masa sekarang

ini dinamakan penelitian diskriptif. Surachmad (1982:139) mengatakan “penelitian

diskriptif tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang”.

8.2 Rancangan penelitian

Rancangan penelitian adalah rencana atau program yang akan dilakukan dalam

penelitian (Arikunto 2002:95). Penelitian ini menggunakan angket yang disusun oleh

peneliti. Angket tersebut terdiri dari indikator, indikator merupakan jabaran dari

teori.

8.3 Populasi dan Sampel Penelitian

Menurut Arikunto (1991:82) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.

Dengan demikian yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh

mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unsyiah yang mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa

dalam cabang Olahraga tahun 2017 yang berjumlah


21

Tabel 1. Populasi dan sampel penelitian

Mahasiswa FKIP
Nama Cabang Olahraga Penjaskesrek Unsyiah yang
No
UKM mengikuti UKM

1 Bulu Tangkis 6

2 Tarung Derajat -

3 Taekwando 2

4 Pencak Silat 3

5 Petanque 14

6 Kempo -

7 Karate -

8 Muaythai 1

9 Catur 1

Jumlah 27

8.4 Sampel Penelitian

Sampel merupakan bagian dari terkecil populasi atau yang mewakili populasi.

Yang menjadi sampel penelitan ini yaitu Mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unsyiah

yang mengikuti UKM Universitas Syiah Kuala dalam cabang Olahraga tahun 2017.
22

8.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan angket kepada sampel

penelitian (responden). Angket yang digunakan dalam penelitian ini berupa sejumlah

pernyataan tertulis yang diajukan kepada responden Arikunto (2002:128). untuk

mengetahui tentang bagaimana minat mahasiswa FKIP Penjaskesrek Unsyiah

terhada p Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unsyiah dalam Cabang Olahraga Tahun

2017.

Adapun bobot penilaian pada item pernyataan adalah sebagai berikut: (a) Sangat

setuju, skor: 4, (b) Setuju, skor: 3, (c) Kurang setuju, skor: 2, dan (d) Tidak setuju,

skor: 1. Setelah semua data terkumpul, langkah selanjutnya adalah membuat

rekapitulasi data untuk kemudian data tersebut dianalisis sehingga data-data tersebut

dapat di tarik suatu kesimpulan.

8.6 Teknik Pengolahan Data

Teknik analisis data merupakan bagian penting dalam penelitian, karena analisis

data dapat memberi arti dari makna yang berguna dalam memecah masalah dalam

penelitian. Dari data yang akan diperoleh kemudian di analisis. Adapun teknik

analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara deskriptif yang

didasarkan pada analisis kuantitatif. Setelah data terkumpul langkah selanjutnya data

yang diperoleh ditabulasikan berdasarkan jenis data yaitu kantitatif. Selanjutnya data

tersebut dianalisis dengan rumus kategorisasi jenjang seperti yang di ungkapkan oleh

Azwar (2006:109), yaitu:

X < [μ - 1,0 σ] Minat rendah


[μ-1,0 σ] < X < [μ + 1,0 σ] Minat sedang
[μ +1,0 σ] < X Minat tinggi
23

Kemudian menghitung rata-rata dan persentase tingkat minat dengan


menggunakan rumus persentase (Sugiyono,2012:40) sebagai berikut:
Nilai rata-rata:

∑𝑥
M= 𝑁

Keterangan :
M : Rata-rata yang dicari
∑x : Jumlah Skor x
N : Jumlah Sampel

Persentase

𝑓
P = 𝑛 100%

Keterangan:
P : persentase yang dihitung
f : frekuensi jawaban yang sama
n : Jumlah mahasiswa angka tetap

8.7 Tempat dan waktu penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan insyaallah pada bulan Februari tahun 2018,

bertempat di Gelanggang Mahasiswa Universitas Syiah Kuala.


24

DAFTAR PUSTAKA.

Adang, Suherman. 2000. Dasar-Dasar Penjaskes: Direktorat jendral Pendidikan

Dasar dan Menengah Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.

Aip, Syarifuddin dan Muhadi. 2000. Pendidikan Jasmani. Jakarta: Dekdikbut.

Dirjendikti. Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Arikunto, Suharsimi. 1991. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta :

PT Rineka Cipta

Azwar, Saifuddin. 2010. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004; Standar Kompentensi Mata Pelajaran

Pendidikan Jasmani SD dan MI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Djamarah, Syaiful Bahri.2008. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Fauzi, Ahmad. 2004. Psikologi Umum. Bandung: CV Pustaka Setia.

Munandar, Utami. S.C. 1995. Mengembangkan bakat dan Kreativitas anak sekolah,

petunjuk para guru dan orang tua. Jakarta: Gramedia.

Sugiyono. 2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Suryabrata, Sum adi. 2007. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Surachmad, Winarto.1998. Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Tarsito


25