Anda di halaman 1dari 10

Modul 1

Jatuh Pada Geriatric

Skenario

Seorang Laki-Laki 69 Tahun Masuk Rumah Sakit Dengan Keluhan


Kedua Tungkai Tak Dapat Digerakan Tetapi Kalau Dicubit Atau Diraba
Masih Dirasakan Oleh Penderita. Sebelumnya Penderita Jatuh Terduduk
Akibat Terpeleset Setelah Menginjak Keset Kaki Di Depan Kamar Mandi.
Sejak Seminggu Penderita Terdengar Batuk-Batuk, Berlendir, Dan Agak
Sesak Napas Serta Nafsu Makan Sangat Berkurang Tetapi Tidak Merasa
Demam. Sebelum Jatuh, Aktifitas Sehari-Hari Dirumah Cukup Baik. Buang
Air Besar Dan Kecil Lancar. Hasil Pemeriksaan Fisik Di Dapatkan Tekanan
Darah 160/80 Mmhg, Nadi 88x/Menit, Suhu 36,9 C, Pernafasan 28x/ Menit.
Pemeriksaan Auskultasi Paru Terdengar Bunyi Tambahan Ronkhi Basah
Kasar Medial Kedua Paru. Penderita Selama Ini Mengidap Dan Minum Obat
Penyakit Kencing Manis Dan Tekanan Darah Tinggi.

Kata Kunci

 Laki-Laki 69 Tahun

 Keluhan Kedua Kaki Tidak Dapat Digerakan Tetapi Masih Berasa

 Riwayat Jatuh Terpeleset Keset Kaki

 Seminggu Mengalami Batuk Berlendir Dan Sesak Nafas

 Penurunan Nafsu Makan

 BAB Dan BAK Lancar

 Riwayat Konsumsi Obat DM Dan HT

 Pemfis TD 160/80

Nadi 88x/Menit

Suhu 36,9 C

Pernafasan 28x/Menit
Auskultasi Bunyi Tambahan Ronkhi Basah Kasar Di Medial Kedua
Paru

Daftar Masalah

1. Paraparesis Pada Lansia( Fraktur Kompresi Collum Vertebra)

2. Jatuh Terduduk

3. Immobilisasi

4. Pneumonia

5. Innation

6. HT Grade II

7. DM Type 2

8. Polifarmasi

9. Lingkungan
Teori Proses Penuaan

Mind Map
Hubungan Pneumonia dengan Jatuh

 pneumonia bakterimiakelemahan sistemik mudah Jatuh

 Fungsi anatomi faal pernafasan menurun penurunan aktifitas silia


penumpukan sekret penurunan oksigen ke otak  Hipoksia 
mudah jatuh
Hubungan Innation dengan Jatuh

Hubungan Hipertensi dengan Jatuh

Dinding vaskuler mudah ruptur  resiko perdarahan   suplai darah


ke organ vital seperti otak   sinkope  resiko Jatuh 

Hubungan DM Type 2 dengan Jatuh

Katarak, Retinopati Diabetik, & Neuropati Diabetik/ Perifer  input


sensorik   sistem keseimbangan terganggu  mudah Jatuh
Hubungan Polifarmasi dengan Jatuh
Skala Prioritas

1. Atasi infeksi

2. Perbaikan Gizi

3. Mobilisasi

4. Evaluasi pengobatan Hipertensi

5. Evaluasi pengobatan DM type 2

6. Penanganan fraktur dan kelumpuhan

7. Edukasi lingkungan yang baik


Pendekatan Diagnosis

 Direkomendasikan untuk melakukan assesment pada semua lansia


sebagai bagian dari pemeriksaan rutin yang meliputi :

1. Semua lansia yang kontrol rutin dipuskesmas atau dokter atau tenaga
kesehatan lain wajib untuk ditanya tentang jatuh minimal setahun
sekali.

2. Semua lansia yang pernah dilaporkan jatuh satu kali wajib diobservasi
dengan meminta untuk melakukan the get up and go tes.

Anamnesis :

1. Seputar jatuh : mencari penyebab jatuh

2. Gejala menyertai : nyeri dada, berdebar-debar, nyeri kepala tiba-


tiba,vertigo, pingsan, lemas, kontinens, sesak nafas.

3. Kondisi komorbid yang relevan : pernah stroke, Parkinson,


osteoporosis, sering kejang, penyakit jantung, rematik, depresi, deficit
sensorik.

4. Review obat-obatan yang diminum : antihipertensi, Antidiabetik

5. Review keadaan lingkungan : (tempat kejadian :lantai licin, keset kaki


mudah bergerak atau licin )

Pem.Fisik:

1. Tanda vital : nadi, tensi, respirasi, suhu.

2. Gangguan Indra: penurunan visus, penurunan pendengaran,


nistagmus, gerakan yang menginduksi ketidak seimbangan, bising.

3. Jantung : aritmia, kelainan katup.

4. Neurologi : perubahan status mental, defisit fokal, neuropati perifer,


kelemahan otot, instabilitas, kekakuan, tremor.
5. Muskuloskeletal : perubahan sendi , pembatasan gerak sendi, problem
kaki (podiatrik), deformitas.

Penanganan

1. Antibiotik spektrum luas

2. Perbaikan gizi

3. Mobilisasi sesegera mungkin

4. Pengendalian dan Kontrol pengobatan DM >>biguanid(metformin)


atau Insulin

5. Pengendalian dan Kontrol pengobatan HT >>alfa bloker dan/ ARB


dan/ CCB

6. Terapi operatif

7. Edukasi lingkungan tempat tinggal

Rehabilitasi Medik

1. Masalah utama : jatuh

2. Pencegahan komplikasi sekunder : malnutrisi, DM dan hipertensi

3. Mengembalikan fungsi yang hilang : kursi roda/walker

Ciptakan kemampuan adaptasi :

 Fisik: Melatih kekuatan otot

 Psikis: menjelaskan tentang keadaan pasien


4. Adaptasi lingkungan : lantai yang licin, tata ruang dalam rumah, tata
cahaya yang baik

5. Adaptasi keluarga : perhatian dan dukungan