Anda di halaman 1dari 8

BAB I Pada masa pertumbuhan dan perkembangan filsafat Eropa

PENDAHULUAN (sekitar lima abad) belum memunculkan ahli pikir ( filosuf ), akan tetapi
setelah abad ke-6 masehi, baru muncul ahli pikir yang mengadakan
1.1. Latar Belakang penyelidikan filsafat. Jadi, filsafat Eropa yang mengawali kelahiran
Filsafat dan ilmu adalah dua kata yang sering terkait, baik filsafat barat abad pertengahan.
secara substansial maupun hisfories karena kelahiran ilmu tidak lepas Filsafat barat abad pertengahan (476-1492 M) juga dapat
dari peranan filsafat. Filsafat merupakan paduan dari Bahasa Arab yaitu dikatakan sebagai abad gelap. Berdasarkan pada pendekatan sejarah
“falsafah” dan Bahasa Inggris “philosophy”. Kata Filsafat sendiri berasal gereja, saat itu tindakan gereja sangat membelenggu kehidupan
dari Bahasa Yunani “Philosophia”, yakni gabungan dari kata “philos” manusia. Manusia tidak lagi memiliki kebebasan untuk mengembangkan
yang artinya cinta, dan “sophos” berarti kebijaksanaan, dengan kata lain potensi yang terdapat dalam dirinya. Para ahli pikir saat itu juga tidak
filsafat adalah cinta pada kebijaksanaan,kearifan atau pengetahuan mempunyai kebebasan berpikir. Apalagi terdapat pemikiran-pemikiran
(wisdom). Secara etimologi filsafah berarti cinta kepada kebijaksanaan, yang bertentangan dengan agama ajaran gereja. Siapa pun orang yang
kearifan atau pengetahuan (love of wisdom). mengemukakannya akan mendapatkan hukuman berat. Pihak gereja
Filsafat abad pertengahan lazim disebut abad filsafat skolastik. melarang diadakannya penyelidikan-penyelidikan berdasarkan rasio
Kata tersebut diambil dari kata schuler yang berarti ajaran atau terhadap agama. Karena itu, kajian terhadap agama (teologi) yang tidak
sekolahan. Yang meliputi mata pelajaran gramatika, geometria, berdasarkan ketentuan gereja akan mendapatkan larangan ketat. Yang
arithmatika, astronomia, musikal dan dialektika (logika). Belakangan berhak mengadakan penyelidikan terhadap agama hanyalah pihak
kata skolastik menjadi istilah bagi filsafat pada abad 9-15 yang gereja. Kendati demikian, ada juga yang melanggar peraturan tersebut
mempunyai corak khusus yaitu filsafat yang dipengaruhi agama. dan mereka dianggap orang murtad dan kemudian diadakan pengejaran
Secara historis, khazanah pemikiran filsafat Yunani pernah ( inkuisisi ).
mencapai kejayaan dan hasil yang gemilang dengan melahirkan
peradaban Yunani yang merupakan titik tolak peradaban manusia di 1.2. Rumusan Masalah
dunia. Peradaban Yunani terus menyebar ke berbagai bangsa 1. Bagaimanakah sejarah filsafat pada abad pertengahan ?
diantaranya adalah bangsa Romawi yang merupakan kerajaan terbesar 2. Apakah ciri filsafat pada abad pertengahan ?
di daratan Eropa pada saat itu. Setelah filsafat Yunani sampai kedaratan 3. Bagaimana periode pada abad pertengahan ?
Eropa, disana mendapatkan lahan baru dalam pertumbuhannya. Karena
bersamaan dengan nama Kristen, sehingga membentuk suatu formulasi 1.3. Tujuan
baru. Maka muncullah filsafat Eropa yang sesungguhnya penjelmaan 1. Untuk mengetahui sejarah filsafat pada abad pertengahan.
filsafat Yunani setelah berintegrasi dengan agama Kristen. 2. Untuk mengetahui ciri filsafat pada abad pertengahan.
3. Untuk mengetahui periode pada abad pertengahan. filsafat Abad Pertengahan memang merupakan filsafat Kristiani. Oleh
karena itu, dapat dikatakan bahwa filsafat abad pertengahan adalah
BAB II suatu filsafat agama dengan agama kristiani sebagai basisnya.
PEMBAHASAN Agama Kristen menjadi problema kefilsafatan karena
2.1. Sejarah Filsafat Abad Pertengahan mengajarkan bahwa wahyu Tuhanlah yang merupakan kebenaran yang
Sejarah filsafat Abad Pertengahan dimulai kira-kira pada abad sejati. Hal ini berbeda dengan pandangan yunani kuno yang
ke-5 sampai awal abad ke-17. Para sejarawan umumnya menentukan mengatakan bahwa kebenaran dapat dicapai oleh kemampuan akal.
tahun 476, yakni masa berakhirnya Kerajaan Romawi Barat yang Mereka belum mengenal adanya wahyu.
berpusat di kota Roma dan munculnya Kerajaan Romawi Timur yang Mengenai sikap terhadap pemikiran Yunani ada dua, yaitu:
berpusat di Konstantinopel (sekarang Istambul), sebagai data awal 1. Golongan yang menolak sama sekali pemikiran Yunani, karena
zaman Abad Pertengahan dan tahun 1492 (penemuan benua Amerika pemikiran Yunani merupakan pemikiran orang kafir karena tidak
oleh Columbus) sebagai data akhirnya. mengakui wahyu.
Masa ini diawali dengan lahirnya filsafat Eropa. Sebagaimana 2. Menerima filsafat Yunani yang mengatakan bahwa karena manusia
halnya dengan filsafat Yunani yang dipengaruhi oleh kepercayaan, maka itu ciptaan Tuhan maka kebijaksanaan manusia berarti pula
filsafat atau pemikiran pada Abad Pertengahan pun dipengaruhi oleh kebijaksanaan yang datangnya dari Tuhan. Mungkin akal tidak
kepercayaan Kristen. Artinya, pemikiran filsafat Abad Pertengahan dapat mencapai kebenaran yang sejati. Oleh karena itu, akal dapat
didominasi oleh agama. dibantu oleh wahyu.
Periode abad pertengahan mempunyai perbedaan yang Untuk mengetahui corak pemikiran filsafat abad pertengahan,
mencolok dengan abad sebelumnya. Perbedaan ini terletak pada perlu dipahami karakteristrik dan ciri khas pemikiran filsafatnya.
dominasi agama. Timbulnya agama kristen pada permulaan abad Beberapa karakteristrik yang perlu dimengerti adalah :
masehi membawa perubahan besar terhadap kepercayaan agama. 1. Cara berfilsafatnya dipimpin oleh gereja
Zaman pertengahan adalah zaman keemasan bagi kekristenan. 2. Berfilsafat di dalam lingkungan ajaran Aristoteles
Disinilah yang menjadi persoalannya, karena agama kristen itu 3. Berfilsafat dengan pertolongan Augustinus
mengajarkan bahwa wahyu tuhanlah yang merupakan kebenaran sejati.
Hal ini berbeda dengan pandangan yunani kuno mengatakan bahwa Masa abad pertengahan ini juga dapat dikatakan sebagai suatu

kebenaran dapat di capai oleh kemampuan akal. masa yang penuh dengan upaya mengiringi manusia ke dalam

2.2. Ciri Filsafat Abad Pertengahan kehidupan sistem kepercayaan yang picik dan fanatik, dengan

Filsafat Abad Pertengahan dicirikan dengan adanya hubungan menerima ajaran gereja secara membabi buta. Karena iru

erat antara agama Kristen dan filsafat. Dilihat secara menyeluruh, perkembangan ilmu pengetahuan terhambat. Masa ini penuh dengan
dominasi gereja, yang tujuannya untuk membimbing umat ke arah hidup a. Khawarij
yang saleh. Namun, di sisi lain, dominisi gereja ini tanpa memikirkan b. Murjiah
martabat dan kebebasan manusia yang mempunyai perasaan, pikiran, c. Qadariyah
keinginan dan cita-cita untuk menentukan masa depannya sendiri. d. Jabariyah
e. Mu’tazilah
f. Ahli Sunnah.
Dalam kaitannya dengan filsafat, aliran yang paling menonjol
2.3. Periode-periode pada abad pertengahan
adalah Mu’tazilah yang dimotori oleh Wasil bin Atha dan
Secara garis besar, filsafat abad pertengahan dapat dibagi
dianggap sebagai rasionalisme Islam. Timbulnya aliran ini
menjadi dua periode yaitu Periode Skolastik Islam dan Periode Skolastik
antara lain sebagai jawaban atas tantangan yang timbul berupa
Kristen.
paham mengenai masalah Tuhan dan hubungan manusia
A. Periode Skolastik Islam
dengan Tuhan, yaitu paham tasybih (antropomorphisme),
Kendati Islam sudah dikenal dunia sejak awal abad VII Masehi
jabariyah (determinisme) dan khawarij (paham teokratik).
namun filsafat di kalangan umum Muslim baru dimulai pada awal
Mu’tazilah memberi jawaban dengan konsep dan ajarannya
abad VII. Ini disebabkan karena pada abad pertama perkembangan
yaitu :
Islam tidak terdapat paham atau ‘isme’ selain wahyu. Di kalangan
a. Keesaan Tuhan (al-tauhid)
kaum Muslim filsafat dianggap berkembang dengan baik mulai
b. Kebebasan kehendak (al-iradah)
abad IX Masehi hingga abad XII. Keberadaan filsafat pada masa ini
c. Keadilan Tuhan (al-‘adalah)
juga menandai masa kegemilangan dunia Islam, yaitu selama
d. Posisi tengah (al-manzilah bain al-manzilatain)
masa Daulah Abbasiyah di Baghdad (750-1258) dan Daulah
e. Amar ma’ruf nahi munkar (al-amr bi al-ma’ruf wa al nahy
Amawiyah (755-7492).
‘an al-munkar)
Menurut Hasbullah Bakry, istilah skolastik Islam jarang dipakai
2. Periode Filsafat Pertama
dalam khazanah pemikiran Islam. Istilah yang sering dipakai adalah
Periode ini ditandai dengan munculnya ilmuwan dan ahli-ahli
ilmu kalam atau filsafat Islam. Kedua ilmu tersebut dalam
dalam berbagai bidang yang menaruh perhatian terhadap
pembahasannya dipisahkan. Periode skolastik Islam dapat dibagi
filsafat Yunani terutama filsafat Aristoteles. Periode filsafat Islam
ke dalam empat masa:
pertama adalah periode munculnya filsuf-filsuf Muslim di wilayah
1. Periode Kalam Pertama
Timur, masing-masing adalah :
Periode ini ditandai dengan munculnya kelompok
a. Al-Kindi (806-873 M)
mutakallimin/aliran dalam ilmu kalam yakni :
b. Al-Razi (865-925 M)
c. Al-Farabi (870-950 M) filsuf Muslim di Eropa ini, ilmu dan peradaban tumbuh
d. Ibn Sina (980-1037 M) berkembang dan terus meningkat. Mereka adalah :
3. Periode Kalam Kedua a. Ibnu Bajjah (1100-1138 M), di Barat dikenal dengan
Periode ini ditandai dengan tampilnya tokoh kalam penting dan Avempace.
besar pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu kalam b. Ibnu Thufail (m 1185M), di Barat dikenal Abubacer
berikutnya, mereka antara lain: c. Ibnu Rusyd (1126-1198M), di Barat dikenal Averroce
a. Al-Asy’ari (873-957 M) Perlu dicatat di sini bahwa pada masa ini Ibnu Rusyd
Semula ia adalah penganut Mu’tazilah, tetapi karena tidak menunjukkan sikap pembelaannya terhadap filsafat dan para
puas dengan keterangan-keterangan yang diberikan oleh filsuf atas serangan-serangan Al Ghazali. Ia berusaha meng-
gurunya Al-Juba’i, akhirnya ia keluar dari Mu’tazilah. Aliran counter pendapat Al-Ghazali dalam buku Tahafut Al-Falasifat
dan pahamnya disebut Asy’ariyah. Di samping Asy’ariyah dengan bukunya yang berjudul Tahafut al-tahafut (kerancuan
juga Al-Matudiri. kitab Tahafut).
b. Al-Ghazali (1065-1111 M) Sampai pertengahan abad ke-12 orang Barat belum mengenal
Ia adalah sosok Muslim yang berpengaruh besar terhadap filsafat Aristoteles secara keseluruhan. Skolastik Islamlah yang
dunia Islam. Ia bergelar “hujjatul Islam” (benteng Islam). membawakan perkembangan filsafat di Barat. Berkat tulisan
Semula ia adalah seorang mutakaliimun, namun karena para ahli pikir Islam, terutama Ibnu Rusyd, orang Barat itu
kemudian ia tidak menemukan kepuasan dengan metode- mengenal Aristoteles. Para ahli pikir Islam (periode Skolastik
metode pemikiran kalam, ia beralih ke lapangan filsafat. Islam) ini adalah Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu
Namun di filsafat ia juga tidak menemukan kepuasan dan Rusyd dan lainnya. Peran mereka besar sekali, tidak hanya
akhirnya beralih ke lapangan tasawuf. Di bidang terakhir dalam pemikiran filsafat saja tetapi juga memberikan
inilah ia menemukan sesuatu yang dicarinya. Sikapnya sumbangan yang tidak kecil bagi Eropa dalam bidang ilmu
terhadap filsafat dan filsuf tercermin dalam bukunya pengetahuan. Para ahli pikir Islam sebagian menganggap
Tahafut al-Falasifah (kerancuan Para Filsuf). bahwa filsafat Aristoteles adalah benar, Plato dan Al Quran
4. Periode Filsafat Kedua adalah benar, mereka mengadakan perpaduan dan sinkretisme
Periode ini ditandai dengan tampilnya sarjana dan ahli dalam antara agama dan filsafat. Banyak buku filsafat dan sejenisnya
berbagai bidang yang juga meminati filsafat. Mereka hidup mengenai peranan para ahli pikir Islam atas kemajuan dan
dalam masa Daulah Amawiyah di Spanyol (Eropa) pada saat peradaban Barat yang sengaja disembunyikan disebabkan
Eropa sedang dalam masa kegelapan. Dengan tampilnya para mereka (barat) tidak mengakui secara terus terang jasa para
ahli pikir Islam dalam mengantarkan kemodernan Barat.
5. Periode Kebangkitan Soal kedua mengenai universalia. Universalia adalah
Periode ini dimulai dengan adanya kesadaran dan kebangkitan pengertian umum seperti kemanusiaan, kebaikan, keindahan
kembali dunia Islam setelah mengalami kemerosotan alam dan sebagainya. Yang dipersoalkan adalah universalia itu
pikiran sejak abad XV hingga abad XIX. Oleh karenanya, terdapat pada hal/barangnya sendiri ataukah hanya sekedar
periode ini disebut juga sebagai Renaissans Islam. Di antara nama buatan pikiran belaka yang tidak riil pada barang atau
tokoh yang berpengaruh pada periode ini adalah Jamaluddin-Al- bendanya?
Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, Muhammad Iqbal, Terhadap persoalan ini, ada tiga pendapat:
dan masih banyak lagi. a) Ultra-realisme. Pendapat ini mengatakan bahwa universalia
B. Periode Skolastik Kristen adalah perkara-perkara atau esensi-esensi yang benar-
Periode Skolastik Kristen dalam sejarah perkembangannya dapat benar ada, lepas dari penggambaran dalam pikiran.
dibagi menjadi tiga, yaitu masa skolastik awal, masa skolastik Misalnya kemanusiaan memang merupakan sesuatu yang
keemasan, dan masa skolastik akhir. riil. Tokoh terkenal yang menganut realisme ialah
1. Masa Skolastik Awal (Abad 9-12 M) Gulielmus dari Campeaux (1007-1120 M)
Masa ini merupakan kebangkitan pemikiran abad pertengahan b) Normalisme. Normalisme berpendapat bahwa universalia
setelah terjadi kemerosotan. Kemerosotan pemikiran filsafat hanyalah nama atau bunyi saja (flatus voice) dan tidak ada
pada masa pra-Yunani disebabkan kuatnya dominasi golongan dalam realitas.Tokoh terkenal dalam aliran ini ialah
gereja. Mulanya skolastik timbul pertama kalinya di Biara Italia Rossoellinus dari Compeige (150-1120 M)
Selatan dan akhirnya berpengaruh ke daerah-daerah lain. c) Moderato Realisme. Menyikapi perbedaan dua aliran
Pada masa itu persoalan pemikiran yang paling menonjol diatas, moderato realisme mengambil jalan tengah dengan
adalah hubungan antara rasio dengan wahyu (agama). menyatakan bahwa universalia yang nyata tidak ada pada
Menurut Anselmus (1033-1109 M), rasio dapat dihubungkan dirinya sendiri. Yang ada hanyalah ide tentang universalia
atau digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan yang ada pada pikiran manusia. Tetapi gambaran atau ide
keagamaan. Hubungan antara rasio dengan agama ini ini ada dasarnya yang objektif, artinya di luar pikiran, yaitu
dirumuskannya dengan “Credo Ut In Telligram” (saya percaya pada kemiripan yang nyata dari satuan-satuan suatu
supaya mengerti). Maksudnya adalah bahwa orang yang golongan. Tokoh-tokoh aliran ini ialah Thomas Aquinas dan
mempunyai kepercayaan agama akan lebih mengerti segala Petrus Abaelardus (1079-1180 M).
sesuatunya: Tuhan, manusia dan dunia. Jadi baginya Petrus Abaelardus dilahirkan di La Pallet, Prancis. Ia
agamalah yang diutamakan dalam filsafatnya, tetapi tidak mempunyai kepribadian yang keras dan pandangannya
mengingkari kemampuan rasio. sangat tajam sehingga sering kali bertengkar dengan para
ahli pikir dan pejabat gereja. Menurutnya iman harus Albertus de Grote, Thomas Aquinas, Binaventura, J.D.
didahului akal. Yang harus dipercaya adalah apa yang telah Scotus, William Ocham.
disetujui atau dapat diterima oleh akal. Berbeda dengan Pada mulanya hanya filsuf yang membawa dan meneruskan
Anselmus, yang mengatakan bahwa berpikir harus sejalan ajaran Aristoteles. Namun, upaya ini kemudian mendapatkan
dengan iman, Abaelardus memberikan alasan bahwa perlawanan dari Augustinus disebabkan adanya anggapan
berpikir itu di luar iman (di luar kepercayaan). Karena itu bahwa ajaran Aristoteles yang mulai dikenal pada abad ke-12
berpikir merupakan sesuatu yang berdiri sendiri. telah diolah dan tercema oleh filsuf Arab (Islam). Ini dianggap
2. Masa Skolastik Keemasan membahayakan ajaran Kristen.
Masa ini merupakan masa kejayaan skolastik yang Untuk menghindari pencemaran tersebut, maka Albertus
berlangsung dari tahun 1200-1300 M. Pada masa ini karya Magnus dan Thomas Aquinas sengaja menghilangkan unsur-
non-Kristiani mulai muncul dan filsuf Islam mulai berpengaruh. unsur atau selipan dari Ibnu Rusyd, dengan menerjemahkan
Masa ini juga disebut masa berbunga disebabkan bersamaan langsung dari bahasa Latinnya. Upaya Thomas Aquinas ini
dengan munculnya beberapa universitas dan ordo-ordo yang sangat berhasil dengan ditandai terbitnya buku Summa
menyelenggarakan pendidikan ilmu pengetahuan. Theologiae, dan ini sekaligus telah membuktikan bahwa ajaran
Secara umum ada beberapa faktor yang menjadikan masa Aristoteles telah mendapatkan kemenangan dan sangat
skolastik mencapai keemasan, yaitu: mempengaruhi seluruh perkembangan skolastik.
a. Adanya pengaruh dari Aristoteles, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina 3. Masa Skolastik Akhir
sejak abad ke-12 hingga pada abad ke-13 telah tumbuh Masa skolastik akhir ditandai dengan kemalasan berfikir filsafat
menjadi ilmu pengetahuan yang luas. sehingga menyebabkan stagnansi pemikiran filsafat skolastik
b. Tahun 1200 M didirikan Universitas Almamater di Prancis. Kristen. Meskipun demikian, masih muncul tokoh yang terkenal
Almamater inilah sebagai embrio berdirinya universitas di pada masa ini, yaitu Nicolaus Cusanus (1401-1404 M).
Paris Oxford, Montpellier, Cambridge, dan lain-lainnya. Menurutnya Allah adalah objek sentral bagi intuisi manusia.
c. Beridirnya ordo-ordo karena banyaknya perhatian orang Dalam diri Allah semua hal yang berlawanan mencapai
terhadap ilmu pengetahuan sehingga menimbulkan kesatuan. Allah melampaui semua perlawanan yang dijumpai
dorongan yang kuat untuk memberikan suasana yang pada taraf keberadaan yang berhingga. Semua mahluk
semarak pada abad ke-13. Hal ini akan berpengaruh berhingga berasal dari Allah Sang Pencipta, dan segalanya
terhadap keruhanian saat kebanyakan tokoh-tokohnya akan kembali pula kepada-Nya. Di sini filsafat Nicolaus
memegang peranan di bidang filsafat dan teologi, seperti bercorak teologis, yang menandai pemikiran filsafat abad
pertengahan. Akan tetapi, keaktifannya dalam ilmu
pengetahuan eksperimental sudah menunjukkan diri sebagai premis kepada para naturalis sekaligus ia bermaksud menunjukkan
modern. Oleh karena itu Nicolaus Cusanus dapat dipandang bahwa iman kristen didasarkan pada akal budi dan hukum yang melekat
sebagai mata rantai yang menghubungkan abad pertengahan pada alam bersifat rasional.
dengan abad modern. Sebagai murid Albertus Agung, Thomas Aquinas berusaha
Ia adalah pemikir pengujung masa skolastik. Menurutnya mengikuti gurunya yang memadukan dinamika pemikiran di Yunani,
terdapat tiga cara untuk mengenal yaitu: lewat indra, akal dan Arab, dan Yahudi dengan melakukan sintesis dan mengambil manfaat
intuisi. Dengan akal kita akan mendapatkan pengetahuan dari banyak karya pada pemikiran sebelumnya, termasuk Ibnu Sina dan
tentang benda-benda berjasad, yang sifatnya tidak sempurna. Maimonider. Dengan karyanya ia ingin menunjukkan bahwa akal budi
Dalam instuisi, kita akan mendapatkan pengetahuan yang lebih dengan filsafatnya adalah cocok bagi ajaran kristen. Tidak ada
tinggi. Hanya dengan intuisi inilah kita akan dapat pertentangan antara rasio, akal budi dengan wahyu Tuhan.
mempersatukan apa yang oleh akal tidak dapat dipersatukan. Dalam banyak hal Thomas Aquinas lebih dipengaruhi oleh filsafat
Dengan intuisi inilah diharapkan akan sampai pada kenyataan Aristoteles, ia menganggap sang filsuf sebenarnya adalah Aristoteles.
di mana segala sesuatu menjadi larut, yakni Tuhan. Pemikiran Karenanya ia memberi tempat khusus atas pemikirannya Aristoteles
Nicolaus ini dianggap sebagai upaya mempersatukan seluruh dalam tradisi kristen dengan memberi penghargaan yang relatif tinggi
pemikiran abad pertengahan ke suatu sintesis yang lebih luas. terhadap dunia alamiah dan pengetahuan manusia. Bahkan, Thomas
Sintesis ini mengarah ke masa depan dan pemikirannya ini Aquinas tidak hanya menyajikan dunia alamiah sebagai hal yang nyata
tersirat suatu pemikiran para humanis. dan dapat diketahui, tetapi juga sebagai suatu refleksi hukum Tuhan.
C. Skolastik Thomas Aquinas Metafisika bagi Thomas Aquinas mengarah pada pengetahuan atas
Puncak tradisi pemikiran skolastisisme adalah masa Thomas Tuhan. Akal budi harus digunakan untuk memikirkan hakikat kehidupan
Aquinas. Ia adalah seorang pendeta dominikan gereja katolik. Karya dunia dan alam semesta. Dengan begitu, tidak salah kalau Thomas
filsafatnya yang terpenting adalah multivolume summa contra gentiles Aquinas lebih dikenal sebagai pemikir empiris ketimbang idealis.
(sebuah rangkuman melawan orang kafir) sedangkan summa
theological (rangkuman teologi) menjadi karya teologinya yang disajikan BAB III
secara sistematis yang dipersembahkan bagi orang-orang yang ingin PENUTUP
menjadi biarawan dan pendeta. Karya tersebut menjadi rangkuman
definitif filsafat Katolik. C.1. Kesimpulan
Adapun target ajaran summa contra gentile adalah Filsafat abad pertengahan lazim disebut abad filsafat skolastik.
kecenderungan naturalistik yang dilihatnya dengan jelas terdapat filsuf- Kata tersebut diambil dari kata schuler yang berarti ajaran atau
filsuf arab tertentu. Disini Thomas Aquinas memberikan beberapa sekolahan. Yang meliputi mata pelajaran gramatika, geometria,
arithmatika, astronomia, musikal dan dialektika (logika). Belakangan dengan upaya Thomas Aquinas memurnikan ajaran Arsitoteles melalui
kata skolastik menjadi istilah bagi filsafat pada abad 9-15 yang bukunya “Summa Theologiae”. Masa skolastik akhir ditandai dengan
mempunyai corak khusus yaitu filsafat yang dipengaruhi agama. kemalasan berfikir filsafat sehingga menyebabkan stagnansi pemikiran
Zaman pertengahan ialah zaman dimana Filsafat Abad filsafat skolastik Kristen.
Pertengahan dicirikan dengan adanya hubungan erat antara agama
Kristen dan filsafat. Abad pertengahan memiliki sebutan lain misalnya DAFTAR PUSTAKA
abad kegelapan, jaman ini yang semuanya menggambarkan corak
pemikiran filsafat dan keilmuan yang dibentuk sesuai dengan
Ali Maksum.2010. Pengantar Filsafat. Jogjakarta: Ar Ruzz Media
perkembangan peradaban Kristen.
Secara garis besar, filsafat abad pertengahan dapat dibagi Simon Petrus L. Tjahjadi. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta:
Kanisius
menjadi dua periode yaitu Periode Skolastik Islam dan Periode Skolastik
Kristen. Rizal Mustansyir. 2009. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Para ahli fikir Islam (Scholastik Islam) yaitu Al-Kindi, Al-Farabi,
Surajiyo. 2005. Ilmu Filsafat Suatu Pengantar. Jakarta: Bumi Aksara
Ibnu Sina, Al-Gazali, Ibnu Rusyd dan lain-lain. Mereka itulah yang
A. Hanafi. 1983. Filsafat Skolastik. Jakarta: Alhusna
memberi sumbangan sangat besar bagi para filosof eropa yang
menganggap bahwa filsafat Aristoteles, Plato, dan Al-Quran adalah
benar. Namun dalam kenyataannya bangsa eropa tidak mengakui atas
peranan ahli fikir Islam yang mengantarkan kemodernan bangsa barat.
Periode Skolastik Kristen dalam sejarah perkembangannya
dapat dibagi menjadi tiga, yaitu masa skolastik awal, masa skolastik
keemasan, dan masa skolastik akhir. Masa skolastik awal ditandai
dengan kebangkitan pemikiran abad pertengahan setelah terjadi
kemerosotan disebabkan kuatnya dominasi golongan gereja. Masa
skolastik keemasan ditandai dengan munculnya karya non-Kristiani dan
filsuf Islam mulai berpengaruh. Masa ini juga disebut masa berbunga
disebabkan bersamaan dengan munculnya beberapa universitas dan
ordo-ordo yang menyelenggarakan pendidikan ilmu pengetahuan. Pada
masa skolastik keemasan ajaran Aristoteles mendapatkan kemenangan
dan sangat mempengaruhi seluruh perkembangan skolastik, ditandai