Anda di halaman 1dari 11

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kriminalitas atau kejahatan itu bukan merupakan peristiwa herediter ( bawaan sejak
lahir, warisan ) juga bukan merupakan warisan biologis. Tingkah laku kriminal itu juga
bisa dilakukan siapa saja, baik wanita maupun pria, dapat berlangsung pada usia anak,
dewasa, maupun lanjut umur. Tindak kejahatan bisa dilakukan secara sadar benar. Namun
bisa dilakukan secara setengah sadar, misalnya didorong olrh implus-implus yang hebat,
didera oleh dorongan paksaan yang hebat dan sangat kuat.
Dambaan pemenuhan materil yang berlimpah-limpah tanpa mempunyai kemampuan
untuk mencapainya dengan jalan yang wajar, mendorong individu untuk melakukan
tindak kriminal. Kejahatan atau kriminologi adalah tingkah laku yang melanggar hukum
dan melanggar norma- norma sosial sehingga masyarakat menentangnya. Pembahasan
mengenai kejahatan harus dilakukan sekiranya secara mendalam, sehingga berdasarkan
penjelasan di atas dapat di ungkap secara mendalam lagi mengenai kejahatan, baik sisi
pengertiannya, penyebabnya, cara mengatasinya, dan lain-lain. Oleh sebab itu mengapa
makalah ini di susun.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimanakah bentuk-bentuk tindakan kriminalitas ?
Apa saja Faktor penyebab tindakan kriminalitas ?
Dampak-dampak apasajakah yang terdapat di kriminalitas ?
Apa yang dimaksud dengan tindak pidana ?
Apa fungsi dan disfungsi dari kejahatan ?
Bagaimanakah cara menanggulangai tindak kriminal ?

1.3 Tujuan
Mengetahui bentuk apa saja yang terdapat dalam perilaku kejahatan
Mengetahui faktor penyebab,dan dampak pada kriminalitas
Mengetahui fungsi dan disfungsi kejahatan
Mengetahui bagaaimana cara menanggulangi kejahatan bila terjadi

1.4 Manfaat
Supaya pembahasan mengenai kejahatan secara lebih luas akan memperkaya
khasanah teori tentang kejahatan mengembangkan ilmu kriminologi. Dan menambah
pengetahuan pembaca mengenai kejahatan kriminologi secara luas, dan terperinci.

1
BAB II

PEMBAHASAN

1. Kejahatan

A. Defenisi kejahatan
Secara yuridis formal, kejahatan adalah bentuk tingkah laku yang bertentangan
dengan moral kemanusiaan ( immoril ), merugikan masyarakat, melanggar hukum
serta undang-undang pidana. Kejahatan merupakan delik hukum, yakni peristiwa-
peristiwa yang berlawanan atau bertentangan dengan asas-asas hukum yang hidup di
dalam keyakinan hidup manusia dan terlepas dari undang-undang ( G.W. Bawengan,
1964: 22 ).
Kemudian, Departemen Pendidikan Nasional ( 2008: 557 )memberikan batasan
mengenai kejahatan sebagai perbuatan yang melanggar hukum, perilaku yang
bertentangan dengan nilai dan norma yang telah disahakan oleh hukum tertulis.
Dilihat dari segi hukum,kejahatan dapat didefinisikan sebagai berikut :
“ Kejahatan adalah perbuatan manusia yang melanggar atau nertentangan dengan apa
yang telah ditentukan dalam kaidah hukum, dan tidak memenuhi atau melawan
perintah-perintah yang telah ditetapkan dalam kaidah hukum yang berlaku dalam
masyarakat dimana yang bersangkutan bertempat tinggal. ( Ninik Widiyanti dan
Yulius Waskita, 1987 : 29 ).
Kejahatan termasuk dalam semua jenis pelanggaran publik ( Suhartono W.
Pranoto, 2008: 39 ). Atas pelanggaran yang dilakaukan tersebut membawa
konsekuensi berupa sanksi hukuman atau tindakan dari aparat yang berwenag.
Bonger ( 1982: 21-24 ) dalam bukunya pengantar tentang Kriminologi,
mendefinisikan kejahatan adalah perbuatan immoril dan anti-sosial, yang tidak
dikehendaki oleh kelompok pergaulan yang bersangkutan dan secara sadar di tentang
olah pemerintah ( negara ) dengan pemberian penderitaan yang berupa hukuman atau
tindakan.
David M. Gardon dan Paul Mudigdo Moelionoyang dikutip oleh Ninik Widiyanti
dan Yulius Waskita ( 1987: 27-29 ) memberikan batasan tentang kejahatan sebagai
berikut :
1) David M. Gordon mendefinisikan kejahatan merupakan usaha pelanggar untuk
hidup dalam suatu situasi ekonomi tidak menentu yang terbentuk dalam tatanan
sosial tertentu.
2) Paul Mudigdo Moeliono mendefinisikan kejahatan adalah perbuatan manusia
yang merupakan pelanggaran norma, yang dirasakan merugikan,menjengkelkan
sehingga tidak boleh dibiarkan berkembang dalam masyarakat dengan
menuangkannya didalam norma hukum pidana yang disertai ancaman-ancaman
hukuman.

2
Berdasarkan beberapa definisi tentang kejahatan seperti yang telah disebutkan diatas, pada
intinya sama yakni menyebutkan bahwa kejahatan adalah suatu perbuatan yang melanggar
peraturan atau hukum yang berlaku dimana masyarakat itu tinggal serta merugikan
masyarakat lainnya. Kejahatan termasuk dalam semua jenis pelanggaran publik ( Suhartono
W. Pranoto, 2008: 39 ). Atas pelanggaran yang dilakukan tersebut membawa konsekuensi
berupa sanksi hukuman atau tindakan dari aparat yang berwenag.

Menurut Light, Keller dan Calhoun, tipe kejahatan ada empat, yaitu :

• Violent offenses atau kejahatan yang disertai dengan kekerasan pada orang lain, seprti
pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan, dan lain sebagainya. • Property offenses atau
kejahatan yang menyangkut hak milik orang lain, seperti perampasan, pencurian, tanpa
kekerasan, dan lain sebagainnya. Sementara itu, Light, keller, dan Callhoun dalam bukunya
yang berjudul Sosiology (1989 ) membedakan kejahatan menjadi empat tipe, yaitu :

- White Collar Crime ( Kejahatan Kerah Putih )

Kejahatan ini mengacu pada kejahatan yang dilakukan oleh orang yang terpandang atau
berstatus tinggi dalam hal pekerjaanya. Contohnya: penghindaran pajak, penggelapan uang
perusahaan, manipulasi sebuah perusahaan ( korupsi ), dan lain sebagainya.

- Crime Without Victim ( Kejahatan Tanpa Korban )

Kejahatan tidak menimbulkan penderita pada korban secara langsung akibat tindak pidana
yang dilakukan. Contohnya : berjudi, mabuk, dan hubungan seks yang tidak sah tetapi
dilakukan secara sukarela.

- Organized Crime ( Kejahatan Terorganisir )

Kejahatan ini dilakukan secara terorganisir dan berkesinambung dengan menggunakan


berbagai cara untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan ( biasanya lebih ke materil )
dengan jaln menghindari hukum. Contohnya : penyediaan jasa pelacur, penadah barang
curian, perdagangan perempuan ke luar negeri untuk komoditas seksual, dan lain
sebagainnya.

- Corporate Crime ( Kejahatan Korporasi )

Kejahatan ini dilakukan atas nama organisasi formal dengan tujuan menaikkan
keuntungan dan menekan kerugian. Light, Keller, dan Callhoun membagi kejahatan korporasi
menjadi empat yaitu : kejahatan terhadap konsumen, kejahatan terhadap publik, kejahatan
terhadap pemilik perusahaan, dan kejahatan terhadap karyawan.

3
2. Kriminalitas

A. Pengertian kriminalitas

Kriminalitas merupakan segala macam bentuk tindakan dan perbuatan yang


merugikan secara ekonomis dan psikologis yang melanggar hukum yang berlaku
dalam negara indonesia serta norma-norma sosial dan agama. Dapat diartikan bahwa,
tindak kriminalita adalah segala sesuatu perbuatan yang melanggar hukum dan
melanggar norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya. ( Kartono, 1999:
122 ).

Secara kriminologi yang berbasis sosiologis, tindak kriminalitas merupakan suatu


pola tingkah laku yang merugikan masyarakat ( dengan kata lain terdapat korban )
dan suatu pola tingkah laku yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat. Reaksi
sosial tersebut dapat berupa reaksi formal, reaksi informal, dan reaksi non informal.

Pengertian kejahatan sebagai unsur dalam pengertian kriminalitas, secara


sosiologis mempunyai dua unsur yaitu :

1) Kejahatan itu ialah perbuatan yang merugikan secara ekonomis danm merugikan
secara psikologis.

2) Melukai perasaan susila dari suatu segerombolan manusia, dimana orang-orang itu
berhak melahirkan celaan.

Sutherland berpendapat bahwa kelakuan yang bersifat jahat ( Criminal behavior )


adalah kelakuan yang melanggar Undang-undang atau hukum pidana. Bagaimanapun
morilnya atau tidak patutnya perbuatan, ia bukan kejahatan kecuali bila dilarang oleh
undang-undang atau hukum pidana. (Principles of Criminology. 1960:45 )

Pengertian kriminalitas menurut Beberapa para ahli :

A. Menurut R.Susilo
Secara sosiologis mengartikan kriminalitas adalah sebagai perbuatan atau tingkah
laku yang selain merugikan penderita atau korbanjuga sangat merugikan
masyarakat yaitu berupa hilangnya keseimbangan, ketentraman, dan ketertiban.

B. Menurut M.A Elliat


Kriminalitas adalah problem dalam masyarakat modren atau tingkah laku yang
gagal dan melanggar hukum dan dapat dijatuhi hukuman yang bisa berupa
hukuman penjara, hukuman mati, atau hukuman denda.

C. Menurut Dr. J.E Sahetapy dann B. Mardjono Reksodipuro


Kriminalitas adalah setiap perbuatan yang dilarang oleh hukum politik untuk
melindungi masyarakat dan diberi sanksi verupa pidanaoleh negara. Perbutan
tersebut dihukum karena melanggar norma-norma sosial masyarakat, yaitu adanya
tingkah laku ynag patut dari seseorang warga negarannya.

4
Dari pendapat pra ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa kriminalitas adalahperbuatan
atau tingkah laku yang melanggar hukum, selain merugikan penderita atau korban juga
sangat merugikan masyarakat yaitu berupa hilangnya ketentraman, dan ketertiban masyarakat
itu sendiri.

1. Bentuk – bentuk tindakan kriminalitas


Bentuk-bentuk tindakan kriminalitas yaitu :
a. Pencurian
Adalah orang yang mengambil milik orang lain secara sembunyi-sembunyi atau
diam-diam dengan jalan yang tidak sah ( Poerwardarminta, 1984;217 ). Pencurian
melanggar pasal 352 KUHP dengan ancaman hukuman maksiman 15 tahun
penjara.

b. Tindak asusila
Adalah perbuatan atau tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma atau
kaidah kesopanan yang saat ini banyak mengitai kaum wanita. Hukuman penjara
paling lama 2 tahun 8 bukan tercantum dalam pasal 289 KUHPdengan ancaman
hukuman 9 tahun penjara.

c. Pencopetan
Adalah kegiatan negatif mencuti barang berupa tas, uang dalam saku, handphone,
dan lainnya milik orang lain atau bukan haknya. Tindak kriminal ini memenuhi
pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara (
Soernarto 1994:220 )

d. Penjabretan
Penjabretan merupakan tindak kriminal yang memenuhi pasal 365 ayat 3 KUHP
dengan ancaman 15 tahun penjara ( soernarto 1994:221)

e. Penodongan dengan senjata tajam


f. Penganiayaan
g. Pembunuhan
h. Penipuan
i. Korupsi

2. Faktor penyebab tindakan kriminalitas


Menurut Andi Hamzah ( 1986:64),faktor penyebab kriminalitas dikelompokkan
menjadi faktor dari dalam dan faktor dari luar.
Faktor dari dalam yaitu :

a. Faktor biologik secara Genothype dan Phenotype

5
b. Faktor pembawaan kriminal
c. Umur

Faktor dari luar yaitu :

a. Faktor lingkungan
b. Kemiskinan
c. Pendidikan

3. Dampak-dampak kriminalitas
Tindakan kriminal dan kekerasa yang pasti akan menghasilkan dampak negatif dan
positif . ( Kartono 1999:151)
Dampak negatif yaitu ;

a. Kerugian materi
b. Trauma
c. Cacat tubuh dan tekanan mental
d. Kematian

Dampak positif yaitu :

a. Muncul tanda-tanda baru dengan norma asusila lebih baik.


b. Orang berusaha memperbesarkekuatan hukum
c. Pemberian kriminal memberi ganjaran kepada penjahat

3. Kriminologi

A. Pengertian kriminologi

Topo Santoso ( 2003 :9 ) dalam bukunya kriminologi, “ kriminologi merupakan


ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kejahatan. Nama kriminologi yang
ditemukan oleh P. Topinard (1830-1911) seorangahli antropologi Perancis secara
harfiah berasal dari kata Crimen yang berarti kejahatan atau penjahat dan Logos yang
berarti ilmu pengetahuan, maka kriminologi dapat berarti ilmu tentang kejahatan atau
penjahat.1

W.A Bonger berpendapat bahwa Kriminologi menyelidiki gejala kejahatan seluas-


luasnya. Bersifat teoritis murni yang mencoba memaparkan sebab-sebab kejahatan
menurut berbagai aliran dan melihat gejala sosial seperti penyakit masyarakat yang
dinilai berpengaruh terhadap perkembangan kejahatan. 2

1
Topo Santoso, 2003, Kriminologi, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
2
Soedjono Dirdjosisworo, Sinopsis kriminologi Indonesia, Bandung : CV MandarMaju, 1994

6
Noach merumuskan, “ Kriminologi sebagai ilmu pengetahuan tentang perbuatan
jahat dan perilaku tercela yang menyangkut orang-orang yang terlibat dalam perilaku
jahat dan perbuatan tercela itu.3

Tindak pidana.

Menurut Adami Chazawi, istilah tindak pidana berasal dari istilah yang dikenal
dalam hukum pidana Belanda yaitu strafbaar fait. Istilah ini terdapat dalam Wvs
Hindia Belanda ( KUHP ), akan tetapi tidak ada penjelasan resmi apa yang di maksud
dengan strafbaar feit. 4

4. Fungsi dan Disfungsi Kejahatan


Disfungsi sosial dari kejahatan, yaitu :

a. Kejahatan yang bertubi-tubi itu memberikan efek yang mendemoralisir atau,


merusak orde sosial;
b. Menimbulkan rasa tidak nyaman,kecemasan, ketakutan, dan kepanikan di tengah
masyarakat;
c. Banyak materi dan energi terbuang dengan sia-sia oleh gangguan-gangguan
kriminalitas;
d. Menambah beban ekonomis yang semakin besar kepada sebahagian besar warga
masyarakatnya.

Namun disamping pengaruhnya yang merusak itu, ada juga fungsi sosial dari kejahatan, yang
memberikan efek positif yaitu memperjelas “ tujuan-tujuan sosial “ yang bermanfaat dan di
ungkapkan dalam bentuk aktivitas sebagai berikut :

a. Menumbuhkan rasa solidaritas dalam kelompok-kelompok yang tengah di teror


oleh penjahat;
b. Muncullah kemudian tanda-tanda baru, dengan norma-norma susila yang lebih
baik, yang di harapkan mampu mengatur masyarakat dengan cara yang lebih baik
di masa-masa mendatang;
c. Orang berusaha memperbesar kekuatan hukum,dan menambah kekuatan fisik
lainya untuk memberantas kejahatan.

5. Penanggulangan Tindak kriminal


Kriminalitas yang kian marak membuat resah masyarakat untuk itu untuk tidak
menambah banyak korban kasus kriminal haruslah tercipta upaya-upaya

3
Ibid hai. 12
4
Adami Chazami, Pelajaran Hukum Pidana I, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2001.

7
penaggulangan maupun pencegahan agar tidak banyak lagi yang mengalami kerugian
materil maupun moril.
Kebijakan atau upaya penanggulangan kejahatan pada hakikatnya merupakan
bagian integral dari upaya perlindungan masyarakat dan upaya mencapai
kesejahteraan masyarakat ( Barda Nawawi Arief, 2011:4 ). jika begitu dapat
dikatakanbahwa tujuan akhir yang ingin di capai dari upaya penanggulangan
kejahatan adalah memberikan perlindungan, rasa aman, dan kesejahteraan kepada
masyarakat.
Namun demikian, bahwa efektifitas kejahatan hanya mungkin dapat dicapai
dengan melaui keikutsertaan masyarakat secara meluas meliputi kesadaran dan
ketertiban yang nyata ( Moh Kemal Dermawan, 1994 : 102-103 ).
Upaya-upaya penanggulangan tindak kriminal yaitu :

a. Upaya preventif
Adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya atau timbulnya
kejahatan yang pertama kali. Mencegah kejahatan lebih baik daripada untuk
mencoba mendidik penjahat menjadi lebih baik kembali. Seperti tidak
menimbulkan ketegangan-ketegangan sosial yang mendorong timbulnya
perbuatan menyimpang juga disamping itu bagaimana meningkatkan kesadaran
dan partisipasi masyarakat bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung
jawab bersama. ( Ramli atmasasmita 1983:66 ).

Langkah - langkah preventif menurut Baharuddin lopa ( 2001:16-17 ) itu meliputi :

1. Peningkatan kesejahteraan rakyat untuk mengurangi pengangguran, yang dengan


sendirinya akan mengurangi kejahatan;
2. Memperbaiki sistem administrasi dan pengawasan untuk mencegah terjadinya
penyimpangan-penyimpangan;
3. Peningkatan penyuluhan hukum untuk memeratakan kesadaran hukum rakyat;
4. Menambah personil kepolisian dan personil penegak hukum lainnya;
5. Meningkatkan ketangguhan moral serta profesionalisme bagi para pelaksana penegak
hukum.

b. Upaya represif
Upaya penanggulangan kejahatan secara konsepsional yang di tempuh setelah
terjadinya kejahatan. Penanggulangan dengan represif dimaksudkan untuk
menindak para pelaku kejahatan sesuai dengan perbuatannya serta
memperbaikinnya kembali agar mereka sadar bahwa perbuatan yang dilakukan
merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat,
sehingga tidak akan mengulanginnyadan orang lain juga tidak akan melakukannya
mengingat sanksi yang akan ditanggungnya sangat berat. ( Ramli Atsasmita,
1983:79 )

8
Langkah-langkah konkrit dari upaya represif adalah :

1. Jika menyimpang dari norma hukum adat masyarakat sanksi diberikan oleh
masyarakat setempat dengan cara dikucilkan dan tidak dihargai didalam masyarakat.
2. Jika melanggar kaidah hukum positif apalagi hukum pidana positif, dapat dipidana
berdasarkan ketentuan hukum tertulis. Hukuman bisa berbentuk pidana kurungan,
denda, penjara maupun pidana mati.

9
BAB lll
KESIMPULAN Dan SARAN

Kesimpulan

- Tindak kriminal adalah tindakan yang melanggar norma dan nilai sosial serta
merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial karena merugikan orang lain dan
dirinya sendiri.
- Kriminalitas tidak hanya merugikan orang lain dan diri sendiri tetapi juga merugikan
negara serta mengganggu stabilitas negara.
- Akibat dari tindak kriminal yaitu kerugian materi yang salah satunya desebabkan oelh
pencurian, trauma berat, cacat tubuh, dan bahkan kematian yang salah satunya
disebabkan oleh tindak mutilasi.

Saran

- Seharusnya para penegas hukum dalam menjalankan tugasnya atau mengadili tindak
kriminal tidak pandang bulu atau memandang jabatan dan status sosial serta
memberikan hukuman yang seadil-adilnya agar penegak hukum dinegara ini dapat
berjalan dengan baik.
- Kita juga sebagai masyarakat yang cinta damai seharusnya kita harus bisa lebih
bertindak hati-hati dan selalu waspada dimanapun kita berada karena tindak kriminal
terjadi bukan hanya karena niat tetatp juga karena adanya kesempatan.

10
DAFTAR PUSTAKA

Digilib. Unila.ac.id

Eprints. Uny.ac.id

Maryati Kun dan Suryawati Juju, Sosiologi SMA dan MA Kelas III, Jilid lll, Penerbit ESIS

Mustafa muhammad. 2007. Kriminologi. Depok : FISIP PRESS.

Sutrisno, Sosiologi Kepolisian, Penerbit : Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

11