Anda di halaman 1dari 2

Najah Sholehah / 150341806183

S2 Pendidikan Biologi 2015


PLASMID DAN EPISOM

Plasmid merupakan unsur genetik yang dapat mereplikasi secara independen dari
kromosom induk dalam keadaan ekstrakromosomal. Plasmid adalah salah satu vektor yang biasa
digunakan dalam proses pengklonan gen. Vektor adalah pembawa molekul DNA di dalam proses
pengklonan gen. Plasmid adalah molekul DNA utas ganda sirkuler (tak berujung) yang
berukuran kecil yang terdapat di dalam sitoplasma, dan dapat melakukan replikasi secara
autonom. Karakteristik yang penting dari plasmid adalah dapat melakukan replikasi, terdapat di
luar kromosom, dan secara genetik dapat ditransfer dengan stabil. Plasmid berukuran 1 – 300 kb,
sehingga dapat dibedakan dengan mudah dari kromosom bakteri yang berukuran 3000 – 5000
kb. Plasmid yang terlibat dalam proses konjugasi (plasmid F) biasanya berukuran besar. Untuk
replikasi plasmid dapat berada dalam keadaan terpisah dari kromosom (non-integratif) dan
terintegrasi dalam kromosom bakteri (episom).
Plasmid dapat dikelompokkan berdasarkan sifat yang disandinya, ada 3 jenis plasmid,
yaitu 1) plasmid F, membawa gen tra dan tidak mempunyai hal yang spesifik kecuali
kemampuannya melakukan pemindahan secar konjugasi, 2) plasmid R, membawa gen resistensi
terhadap satu antibiotik atau lebih. dan 3) plasmid Col, menyandi kolisin suatu protein yang
dapat membunuh bakteri lain.
Plasmid sebagai penyusun genetik yang dapat bereplikasi sendiri, plasmid dapat juga
merupakan vektor yang membawa DNA yang di klon.
Episom adalah elemen genetik yang tidak penting untuk inang dan yang dapat
mereplikasi baik secara mandiri atau terintegrasi (kovalen disisipkan) ke dalam kromosom
bakteri inang. Istilah plasmid dan episom bukanlah sama. Banyak plasmid tidak ada di keadaan
yang terintegrasi dan dengan demikian tidak episom. Demikian pula banyaknya kromosom fag
lisogenik, seperti genom fag λ, yang episom tetapi tidak plasmid. Kemampuan episom untuk
memasukkan diri ke dalam kromosom tergantung pada kehadiran urutan DNA pendek yang
disebut urutan penyisipan (atau IS elemen).
Kehadiran urutan DNA pendek yang disebut urutan penyisipan (atau IS elemen). Unsur-
unsur IS yang hadir di kedua episom dan kromosom bakteri. Urutan pendek (dari sekitar 800
sampai sekitar 1400 pasang nukleotida panjang) yang transposabel; yaitu, mereka dapat
berpindah dari satu kromosom ke kromosom yang berbeda. Selain itu, IS elemen memerantarai
rekombinasi antara unsur-unsur genetik dinyatakan nonhomolog. Peran elemen IS dalam
memediasi integrasi episomes didokumentasikan dengan baik dalam kasus faktor F di E. coli.
Melintasi antara IS elemen dalam faktor F dan kromosom bakteri menghasilkan Hfr dengan asal-
usul yang berbeda dan arah transfer selama konjugasi

Pertanyaan:
1. Bagaimana keuntungan plasmid terhadap sel inang?
2. Sifat apakah yag dibutuhkan plasmid sebagai vektor kloning?
Jawab:
1. Plasmid membawa gen yang menyandi enzim pada keadaan tertentu menguntungan sel
inang diantaranya resisten terhadap antibiotik, produksi antibiotik, degradasi senyawa
organik kompleks, produksi kolkisin, produksi enterotoksin, enzim retriksi dan enzim
modifikasi.
2. a) plasmid harus berukuran kecil sehingga mudah di isolasi dan menaikkan efisiensi
transformasi ke dalam E.coli. b) mempunyai lokus tunggal restriksi endonuklease tertentu
untuk penyisipan DNA yang di klon, c) mempunyai satu atau lebih penanda genetic
seleksi sebagai identifkasi sel yang telah membawa plasmid rekombinan.