Anda di halaman 1dari 6

Nama : Rosalia Kusuma Sari

NIM : 04021381621031

Kelas : A Reguler 2016

Standar Operasional Prosedur


Penyuntikan Kontrasepsi IM

Cara untuk mencegah terjadinya kehamilan melalui suntikan hormonal


Deskripsi dalam jangka waktu 3 bulan dengan menggunakan hormon yaitu Depo
Medroxyprogesterone Acetate ( hormon Progestin), dengan cara
disuntikkan secara intramuskuler
1. Sebagai acuan dalam melakukan suntikan KB
2. Menunda kehamilan
Tujuan
3. Mengatur jarak anak
4. Mencegah ovulasi, Menghentikan kehamilan
1. Usia reproduksi
2. Telah memiliki anak, ataupun yang belum memiliki anak
Indikasi 3. Ingin mendapat kontrasepsi dengan efektifitas tinggi
4. Pascapersalinan dan tidak menyusui
5. Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi
1. Hamil
2. Menyusui dibawah 6 minggu pascapersalinan
Kontra 3. Perdarahan pervagina yang belum jelas penyebabnya
indikasi 4. Usia > 35 tahun
5. Riwayat penyakit jantung, stroke, atau dengan tekanan darah
tinggi.
Dilakukan
NO Aspek Yang Dilakukan
Ya (1) Tidak (0)
1. Persiapan Alat:
a. Daftar buku obat/kartu obat
b. Obat dalam vial yang akan
disuntikkan seperti (Depo
Medroxyprogesterone Acetate/
provera 3 ml / 150 mg diberikan
setiap 3 bulan, Nitroserat diberikan
setiap 2 bulan, Cyclofem 25 mg
medroksi progesteron asetat dan 5 mg
estrogen sipionat diberikan setiap
bulan
c. Spuit disposibel 3cc
d. Kapas alcohol/ Alkohol swab
e. Handscoon bersih
f. Alat tulis
g. Bak instrumen
h. Bengkok
i. Perlak
2. Prainteraksi
1. Persiapan diri perawat
2. Persiapan pasien
a. Sapa pasien dengan ramah
b. Memperkenalkan diri
c. Mengidentifikasi identitas pasien
d. Menjelaskan maksud dan tujuan
3. Persiapan lingkungan
Pasang sampiran/gorden untuk
menjaga privasi
3. Pelaksanaan :
1. Pasang sampiran
2. Cuci tangan dan keringkan
3. Gunakan handscoon dan masker
4. Siapkan spuit 3cc sesuai dengan jenis
obat
5. Buka dan buang tutup kaleng pada
vial yang menutupi karet, hapus karet
yang ada dibagian atas vial (penutup
vial ) dengan kapas alcohol biarkan
kering
6. isi spuit dengan obat yang akan di
suntikan. Obat kb suntik 3 bulan
hanya mengandung 1 hormon yaitu
Depo Medroxyprogesterone Acetat
(hormon progestin) dengan volume
150 mg dan dikemas dalam vial 3ml.
7. tegakkan spuit dan keluarkan udara
atau gelembung udara yang ada
didalam spuit lalu dorong sehingga
gelembung udara keluar
8. Kaji Area penyuntikan: tidak ada lesi,
tidak terdapat infeksi, tidak terdapat
penonjolan tulang, tidak terdapat
saraf dan pembuluh darah
9. Posisikan pasien nyaman dan rileks
disesuaikan dengan area penyuntikan
yang akan digunakan:
a. Ventro gluteal: Posisi berbaring
miring atau tengkurap dengan
lutut fleksi. Gunakan tehnik Z-
track, letakkan telapak tangan
pada trokanter mayor ke arah
kepala, ibu jari diletakkan pada
SIAS lalu rentangkan menjauh
membentuk huruf V dan injeksi
ditengah area ini.(pasien miring
kekanan)
b. Vastus lateralis: lokasi
penyuntikan 1/3 tengah paha
sebelah luar, dengan
memposisikan pasien berbaring
terlentang dengan lutut sedikit
fleksi
c. Dorso gluteal: Posisi tengkurap
dengan lutut diputar ke arah
dalam atau miring dengan lutut
bagian atas dan pinggul fleksi
dan diletakkan di depan tungkai
bawah. Lokasi penyuntikkan
ditentukan dengan cara membagi
area gluteal menjadi 4 kuadran,
injeksi dilakukan dikuadran luar
atas atau menarik garis bayangan
dari SIPS ke tronkanter mayor,
injeksi pada area lateral superior.
Atau tehnik Z-track pada garis
SIAS ke coccygis tempat
penyuntikan pada 1/3 bagian dari
SIAS.
d. Deltoid: Posisi duduk atau
berbaring dengan lengan fleksi,
rileks atau diletakkan diatas
abdomen. Lokasi penyuntikan 3
jari dibawah akromion.
10. Pasang perlak di bawah area yang
akan disuntik
11. Bersihkan tempat penyuntikan dengan
kapas alkohol dengan mengusap
secara sirkular ke arah keluar sekitar 5
cm
12. Letakkan kapas bersih pada tangan
non dominan. Buka tutup spuit dan
pegang spuit pada tangan dominan
(antara ibu jari dan telunjuk)
13. Menegangkan kulit pasien dengan
menggunakan ibu jari dan jari telunjuk
pada area yang akan dilakukan
penyuntikan.
14. Injeksikan jarum dengan
intramuskular dengan sudut 90°
15. Aspirasi spuit untuk memastikan jarum
tidak menusuk pembuluh darah, jika
tidak terdapat darah injeksikan obat
tersebut dengan kecepatan 10
detik/mL. Jika terdapat darah segera
cabut spuit dan ganti pada posisi
penyuntikan lainnya
16. Kemudian Tarik spuit, usap dengan
kapas bersih
17. Tutup dan letakkan spuit ke dalam
bengkok.
18. Kembalikan pasien pada posisi yang
nyaman.
19. Lepaskan handscoon lalu masukkan
kedalam bengkok, serta lepaskan
masker dan bersihkan peralatan,
kemudian cuci tangan.
4. Terminasi
a. Kaji respon dan perasaan klien
b. Berikan pujian pada klien
c. Ucapkan terimakasih
d. Dokumentasikan hasil pemeriksaan.

DosenPengajar

Bina Melvia Girsang, S.Kep., Ns.,M.Kep