Anda di halaman 1dari 20

BAB 3

HASIL PENGKAJIAN DAN ANALISA DATA

3.1 Hasil Pengkajian 5M

3.1.1 Man

1. Kuantitas Tenaga

Kualifikasi tenaga keperawatan di Ruang Melati Rumah Sakit Tingkat II Dr Soepraoen


berjumlah 16 orang dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 3.1 Kualifikasi Tenaga Keperawatan Ruang Melati Rumah Sakit Tingkat
II Dr Soepraoen
a. Tenaga Keperawatan
No Pendidikan Masa Kerja Jumlah Presentase
1. S1 Keperawatan >5th 4 25%
<5th -
1. DIII >5th 6 37.5%
Keperawatan <5th 6 37.5%
Jumlah
100%

Berdasarkan tabel diatas diinterpretasikan bahwa sebagian perawat di ruang Melati yaitu
75% berpendidikan DIII Keperawatan dan hanya 25%yang berpendidikan S1, sehingga
perlu ditingkatkan untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sedangkan untuk rekrutmen pegawai dan kriteria masuk RS Tingkat II Dr Soepraoen tidak
ada spesifikasi khusus. Untuk mekanisme rekruitmennya terkait penerimaan pegawai baru
baik itu medis maupun non medis diserahkan kepada instalasi WATNAP.
b. Tenaga Non Keperawatan
Tabel 3.2 Tenaga Non Keperawatan Ruang Melati Rumah Sakit Tingkat II Dr
Soepraoen

No Tenaga non Masa kerja Jumlah Presentase


Keperawatan
1. Dokter -
2. Farmasi -
3. Tenaga gizi -
4. Tenaga -
administrasi
5. Pekarya 1 50%
6. Outsourcing 1 50%
Jumlah
100%

Berdasarkan tabel di atas diinterpretasikan bahwa sebagian besar yaitu 50% tenaga non
keperawatan di ruang Melati adalah tenaga pekarya kesehatan dan 50% sisanya adalah
outsourcing

2. Kualitas Tenaga

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan didapatkan kualifikasi tenaga


perawat di ruang Melati sebagai berikut:

Tabel 3.3 Kualitas Tenaga Keperawatan Ruang Melati Rumah Sakit


Tingkat II Dr Soepraoen

No Nama Masa Status Jabatan Pendidika Pelatihan


Kerja Kepegawaia n
n
1. Siti 23th, PNS IIIb Karu S1 Preceptorship,
Chasana 7bl Program
h Perawat ICU,
Kesehatan
ABRI,
Pendidikan
Instruktur
Keperawatan
TNI, Hand
hygiene, BLS,
Pelatihan
Pasien Safety,
Pelatihan Clnical
Instruktur,
Pelatihan PPI,
Pelatihan
Triase,
Pelatihan
Pasien
Observasi Kritis,
Pelatihan Infeksi
Nasokomial,
Petalihan
Penanganan TB
2. Nunuk 7th,10b HR CI/Supervi S1 BLS, Hand
Rovida l si Hygine,
Pelatihan CI,
Pelatihan
Penggunaan
APAR, Internal
SKP,
Perumusan
Diagnosa
Keperawatan
3. Tyas Dwi 12th,2b PNS IId Katim 1 S1 Hand Hygiene,
l BLS, Perawatan
Dasar Stroke,
BCLS
4. P.Imam 20th,2b Serka PP DIII Hand Hygiene,
Ma’ruf l BLS, Perawat
Anastesi, BCLS,
Pencegahan
Infeksi
Nasokomial,
Pasien Safety,
APAR, Internal
SKP,
Penatalaksaan
Luka Bakar
5. Irma K 20th,7b PNS IIa PP S1 BLS, Hand
Seco l Hygiene, SKP
6. Ika Ratna 11th, HR PP DIII Hand Hygiene,
Sari 8bl BLS
7. Erva 10th, HR PP DIII Hand Hygiene,
Handaya 11bl BLS
ni
8. Ridho Dio 2th, 7bl HR PP DIII Hand Hygiene,
H BLS,
Keperawatan
Medikal Bedah
9. Rendy 2th,7bl HR PP DIII BLS, Hand
Adi C Hygiene,
Pelatihan
Tatalaksana Ca
Mamae,
Manajemen
Intoksikasi
10 Ristyawat 11th,8b HR Katim II DIII BLS, Hand
. i l Hygiene, BCLS,
Internal SKP,
Pasien Safety
11 Winda 5th,10b HR PP DIII Hand Hygiene,
. Kurniawat l BLS,
i Emergency
Trauma Thorak
12 Nova 5th,8bl HR PP DIII Hand Hygiene,
. Amelia BLS
13 Verry 2th,7bl HR PP DIII Internal Sasaran
. Anggiyani Keselamatan
Pasien, BLS,
Hand Hygine,
APAR
14 Gilang 2th,7bl HR PP DIII BLS, Hand
. Ganifani Hygine
15 Riska 2th,7bl HR PP DIII BLS, Hand
. Mufida Hygine
16 Yusnia 1th, HR PP DIII BLS, English
. Fairuz 11bl Training,
Pelatihan dan
Penyelenggaraa
n Kader
Kesehatan,
Praktik Klinik
Keperawatan
Jiwa
Berdasarkan tabel diatas diinterpretasikan bahwa sebanyak 100% perawat yang bekerja
di Ruang Melati pernah mengikuti pelatihan atau kegiatan untuk meningkatkan skill dan
kemampuan dalam bidang medis.

3.1.2 Methode

A. Metode asuhan keperawatan yang digunakan


Metode yang digunakan ruang Melati untuk pemberian asuhan keperawatan pada
pasien adalah metode tim. Dalam pembagian tugasnya dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim 1
dan tim 2.Menurut Struktur Organisasi nya, 1 KaTim memimpin 6 Perawat pelaksana.
Dalam shift harian masing-masing tim dipimpin oleh seorang Kepala Tim (Ka. Tim)
dibantu oleh perawat pelaksana yang jumlahnya disesuaikan dengan ketersediaan
tenaga keperawatan.
Struktur MAKP

Kepala Ruang
Ns. Siti Chasanah S.Kep

CI
Ns. Nunuk Rovida S.Kep

TIM I TIM II
Ketua : Tyas Dwi W, S.Kep Ketua : Ristyawati, Amd.Kep
Anggota: Anggota :
Ns.Irma Kristiani, S.Kep Winda Kurniawati, Amd.Kep
Imam Ma’ruf, Amd.Kep Nova Amelia, Amd.Kep
Erva Handayani,Amd.Kep Verry Anggiani, Amd.Kep
Ika Ratnasari,Amd.Kep Gilang Ganifami P, Amd.Kep
Ridho Dio H,Amd.Kep Rizka Mulida, Amd.Kep
Rendi Adi C, Amd.Kep Yusnia F.H, Amd.Kep

PASIEN PASIEN

BED 1 - 4 BED 5 - 8

B. Pelaksanaan timbang Terima


Operan merupakan suatu timbang terima tugas dari shift satu ke shif lain dengan
waktu, isi dan strategi yang telah ditentukan. Operan mampu mengkomunikasikan secara
tertulis dan lisan pada staf keperawatan dan tim kesehatan lain yang memerlukan data
klien secara teratur. Berdasarkan hasil pengkajian pada tanggal 12 dan 13 Maret berikut
pelaksanaan timbang terima diruang melati.
Tanggal
No. Langkah-langkah 12/03 13/03
P S P S
Persiapan:
1. Buku laporan shift sebelumnya V V V V
2. Membaca laporan shift sebelumnya. V V V V
3. Shift yang akan mengoperkan, menyiapkan hal-hal yang V V V V
akan di sampaikan.
4. Shift yang akan menerima membawa buku catatan V V V V
operan / catatan harian
5. Kedua kelompok sudah siap. V V V V
Prosedur Pelaksanaan:
1. Kepala ruang / Ketua Tim memberikan salam (selamat V V V V
pagi/ assalamu’alaikum) dan menyampaikan akan segera
di lakukan operan.
2. Perkenalkan diri dan perawat yang akan bertugas - - V V
selanjutnya.
3. Kegiatan dimulai dengan menyebut/mengidentifikasi - - V V
secara satu persatu (berurutan tempat tidur / kamar) :
 Identifikasi Klien: nama,alamat, no register
 Jelaskan diagnosa medis.
 Jelaskan diagnose keperawatan sesuai data focus
4. Jelaskan kondisi / keadaan umum klien. V V V V
5. Jelaskan tindakan keperawatan yang telah dan belum di V V V V
lakukan
6. Jelaskan hasil tindakan .masalah teratasi sebagian belum V V V V
atau muncul masalah baru.
7. Jelaskan secara singkat dan jelas rencana kerja dan - - V V
tindak lanjut asuhan (mandiri atau kolaborasi)
8. Memberikan kesempatan anggota shift yang menerima V V V V
operan untuk melakukan klarifikasi / bertanya tentang hal-
hal atau tindakan yang kurang jelas.
9. Perawat yang menerima operan mencatat hal-hal penting V V V V
pada buku catatan harian
10. Lakukan prosedur 1 – 7 untuk pasien berikutnya sampai V V V V
seluruh pasien di operkan.
11 Perawat yang mengoperkan menyerahkan semua berkas V V V V
catatan perawatan kepada tim yang akan menjalankan
tugas berikutnya.

Penutup:
1. Kepala Ruang / ketua tim (yang memimpin ) kembali ke V V V V
Nurse Station
2. Berdoa bersama yang di pimpin oleh kepala ruang / ketua - - - -
Tim.
3. Mengucap salam. V V V V
4. Mengucapkan selamat istirahat bagi anggota tim / shift V V V V
sebelumnya.
5. Mengucapkan selamat bekerja untuk tim / shift berikutnya V V V V
TOTAL 18 18 20 20
Presentase 87,5% 87,5% 95% 95%

Operan dilakukan sebesar 87,5% pada tanggal 12 Maret dan 95% pada tanggal13
Maret 2018 sesuai SOP, operan sudah dilakukan dengan cukup optimal dan baik.

C. Pelaksanaan Conference
Conference adalah diskusi kelompok tentang beberapa aspek klinik dan kegiatan
konsultasi. Pre conference adalah diskusi tentang aspek klinik sebelum melaksanakan
asuhan keperawatan pada pasien. Berikut adalah hasil pengkajian pre conference diruang
melati pada tanggal 12 dan 13 Maret
Tanggal
No. Langkah-langkah 12/03 13/03
P S P S
1. Kepala ruangan/ katim memberi salam V V V V
2. Jelaskan tujuan conference awal - - - -
3. Berikan pengarahan kepada anggota tim tentang V V V V
rencana kegiatan pada shift tersebut
4. Lakukan pembagian tugas V V V V
5. Berikan kesempatan pada masing masing katim V V V V
untuk menjelaskan pasien kelolaannya serta
membagi tugas kepada anggota tim
6. Memberikan kesempatan kepada tim untuk V V V V
mempresentasikan kasus special yang menjadi
prioritas meliputi:
- Identifikasi klien: nama, umur, no. register
- Diagnose medis
- Diagnose keperawatan dan data fokus yang
menunjang
- Tindakan keperawatan yang sudah dilakukan
dan hasilnya
- Rencana tindak lanjutnya
- Masalah yang dihadapi
7. Berikan kesempatan kepada tim yang lain untuk V V V V
mendiskusikan/bertanya/menanggapi/memberi
masukan
8. Karu/katim mencatat hasil diskusi anggota tim V V V V
9. Karu memberikan kesimpulan dari diskusi yang telah V V V V
dilakukan
10. Karu memberikan penekanan pada hal hal yang - - - -
perlu diperhatikan dan membacakan SOP untuk
melaksanakan tindakan
11. Tanyakan kesiapan anggota tim untuk melakukan V V V V
kegiatan pelayanan keperawatan
12. Sampaikan kontrak waktu untuk pelaksanaan post - - - -
conference
13. Mengucapkan salam V V V V
14. Mengucapkan selamat bekerja V V V V
TOTAL 12 12 12 12
Presentase 85,7% 85,7% 85,7% 85,7%

Berdasarkan hasil presentase pre conference sudah dilakukan dengan baik


namun belum optimal karena ada beberapa poin dari SOP yang belum terlaksana.
Post conference adalah diskusi tentang aspek klinik sesudah melaksanakan
asuhan keperawatan pada pasien. Pada tanggal 12-13 Maret 2018, tidak ada
pelaksanaan conference dikarenakan beberapa faktor seperti kesibukan masing masing
perawat, dan keterbatasan waktu untuk diskusi bersama. Sehingga post conference
dilakukan secara conditional.

D. Pelaksanaan Ronde Keperawatan


Saat melakukan wawancara kepada perawat, perawat mengatakan bahwa diadakan
ronde keperawatan, namun agak sulit dilaksanakan dan jarang karena biasanya sulit
mengumpulkan sumber daya manusianya Sehingga ronde keperawatan biasanya
dilakukan saat ada kasus tertentu yang sangat mendesak saja. Tenaga kesehatan yang
lain yang bisa hanya ahli gizi, seperti dokter. Fisioterapis, apoteker ada kesulitas untuk
diajak berkumpul berhubungan dengan jadwal masing-masing.
E. Pelaksanaan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dokumentasi asuhan keperawatan/ merupakan bagian integral dari asuhan
keperawatan / yang dilaksanakan sesuai standar. Dengan demikian pemahaman dan
ketrampilan dalam menerapkan standar dengan baik merupakan suatu hal yang mutlak
bagi setiap tenaga keperawatan/ agar mampu membuat dokumentasi keperawatan/
secara baik dan benar. Sistem pendokumentasian di ruang pavilion melati menggunakan
pengkajian sampai evaluasi SOAP (subject, object, analysis, planning).
Pendokumentasian belum menggunakan sistem komputerisasi.

F. Pelaksanaan Orientasi Pasien Baru


Tabel jumlah pasien baru pada shift pagi tanggal 12-13 Maret 2018 di ruang Melati.
Jumlah pasien baru

12/03 13/03

1 2

Pada tanggal 12-13 Maret 2018, jumlah pasien baru ada 3 orang.
Berikut table observasi orientasi pasien baru pavilion melati tanggal 12 dan 13 Maret.
Tanggal
No. Langkah-langkah 12/03 13/03
D TD D TD
Persiapan:
1. Memastikan pasien yang datang sudah membawa status/les dari √ √
TPPR/TPPRG
2. Menempatkan pasien sesuai dengan kelas yang berlaku √ √
3. Lembar tata tertib yang diberlakukan √ √
Prosedur Pelaksanaan:
1. Memberikan salam (selamat pagi/ assalamu’alaikum) pada √ √
pasien dan keluarga.
2. Perkenalkan perawat yang akan bertanggung jawab selama √ √
perawatan
3. Perkenalkan dokter yang bertanggung jawab selama perawatan √ √
4. Menjelaskan tentang aturan/tata tertib rumah sakit
5. Melaksanakan orientasi dengan menjelaskan tentang √ √
ruangan/lingkungan (kamar mandi, ruang perawat,depo farmasi,
laboratorium), jadwal kegiatan rutin, serta fasilitas yang tersedia
6. Menunjukkan denah evakuasi ruangan √ √
7. Meminta pasien dan keluarga pasien untuk selalu mencuci √ √
tangan (jelaskan langkah dan 5 momen cuci tangan)
8. Menjelaskan penggunaan gelang yang berfungsi: √ √
1. Gelang biru untuk pasien laki laki
2. Gelang warna merah muda untuk pasien perempuan
3. Mencocokkan identitas pasien saat perawat bertugas
9. Menerangkan terkait fungsi bel diruangan yang dapat digunakan √ √
saat membutuhkan bantuan perawat
10. Melakukan konseling keperawatan √ √
TOTAL 12 12
Presentase 85% 85%

Berdasarkan observasi orientasi kepada pasien sudah dilakukan dengan baik tetapi
belum optimal.
G. Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
Saat dilakukan wawancara dengan perawat, pendidikan kesehatan biasanya
diberikan langsung kepada pasien dan keluarga secara lisan dengan memberi KIE terkait
penyakit klien. Saat ini sudah ada jadwal khusus dalam ruangan untuk promosi kesehatan.
PKMRS yang dibentuk oleh tim RS. Dr. Soepraoen mendapat media informasi seperti
leaflet dan terkait dengan kondisi pasien di ruangan dan perawatannya.
H. Pelaksanaan Discharge Planning
Program discharge planning (perencanaan pulang) pada dasarnya merupakan
program pemberian informasi atau pemberian pendidikan kesehatan kepada pasien
yang meliputi nutrisi, aktifitas/latihan, obat-obatan dan instruksi khusus yaitu tanda dan
gejala penyakit pasien. Paviliun melati memiliki SOP prosedur discharge planning untuk
panduan discharge planning diruangan, namun ketika saat pengkajian, belum ada
pasien yang akan KRS sehingga pelaksanaan discharge planning belum terkaji
3.1.3 Material & Machine

1. Lokasi dan penataan gedung/ruangan


Denah ruangan Paviliun Melati

U 8A 8B

7A 7B

6A 6B

5A 5B

4A 4B

3A 3B

2A 2B

1A 1B
Nurse Station

Toilet
Ruang Perawat &
Ruang Karu

Dapur
Ruang Edukasi
2. Sarana/Fasilitas
a. Fasilitas tenaga kesehatan
 Nurse station
Merupakan satu ruang dengan kondisi yang cukup rapi. Nurse station utama
berada di bagian selatan ruang rawat inap melati, perawat dapat mengakses
pasien dengan cepat karena letaknya yang dekat dan setiap bed pasien
memiliki tombol pemanggil perawat. Untuk dokumentasi di lengkapi dengan
buku injeksi, buku observasi TTV, buku laporan tim, buku operan jaga, buku
radiologi, buku KLB, buku ekspedisi alat, buku copy resep dinas, buku
ekspedisi laborat, buku laporan bulanan, buku acutren.
- Lokasi : Disamping ruang edukasi
- Jumlah meja: 3 buah
- Jumlah kursi: 4 buah
- Yang ada di nurse station apa saja beserta tempatnya
 Lemari obat di pojok kiri nurse station
 Rak buku dan dokumen di kiri
 Wastafel di dinding kanan nurse station
 Ruangan Karu
- Ada/Tidak
- Lokasi: Di depan ruang edukasi
- Ada apa saja: AC, TV, Komputer Printer, Meja, Kursi, Kulkas
 Fasilitas tambahan
Ada dapur dan kamar mandi
b. Fasilitas Pasien
 Kamar pasien
Jumlah: 8 ruang
1 ruangan berapa bed: 2 bed
Ada fasilitas apa saja di kamar pasien:
TV, AC, bed pasien, kursi penunggu, meja, wireless calling system
 Fasilitas lain
Ruang edukasi: 1 meja, 3 kursi, 2 lemari

3. Prasarana/Peralatan
Daftar inventaris Alat Medis Tahun 2018 R. Paviliun Melati
Kapasitas: 16 ruangan
BULAN FEBRUARI 2018
Kondisi
No. Nama Barang Jumlah Standar Prosentase
Baik Rusak
1. Almari obat 1 1 2
2. Ambubag dewasa 1 1 2
3 Bag Hot (WWZ) 3 2 1 3
4 Bag Ice (escrap) 2 2 2
5 Bag instrument besar 2 2 2
6 Bak instrument kecil 1 1 2
7 Bbak isntrumen sedang 2 2 2
8 Bengkok stenlis 3 3 5
9 Brankart 1 1 1
10 ECG serial 1 1 1
11 Gunting Verband 1 1 2
12 Kereta O2 (kecil) 1 1 1
13 korentang 2 2 2
14 Kursi roda 2 2 1
15 Lampu Senter 1 1 1
16 Lampu tindakan 1 1 1
17 Manometer O2 6 5 6
18 Nebulizer 1 1 1
19 Pinset Anatomi 2 2 5
20 Pispot 8 8 5
21 Reflex hammer 1 1 1
22 regestin 1 1 2
23 Tempat tidur 5 5 2
multifungsi
24 Standart infus beroda 15 15 5
25 Sterilisator kering 1 1 1
26 Stetescope dewasa 3 3 5
27 Suction dewasa 1 1 1
28 Tensi meter dewasa 2 2 1 3
29 Thermometer rectal 1 1 1
30 Timbangan BB 1 1 1
31 Tongspatel stenlis 2 2 3
Kondisi
No. Nama Barang Jumlah Standar
Baik Rusak Prosentase
32 torniquet 2 2 3
33 Troli tindakan 5 5 2
34 Troli besar 1 1 1
35 Urinal plastik 6 6 6
36 Waskom mandi seng 6 6 6
37 Waskom mandi stenlis 6 6 6
38 Panjatan kaki pasien 2 2 5
kayu
39 Lampu pembaca 1 1 1
foto/luminator
40 Pinset chirurgi 2 2 2
41 Tensi meter beroda 1 1 1
42 Troli dua lobang 1 1 4
baskom mandi
43 Rak pispot 5 5 1
44 Gunting bengkok 1 1 1
Jumlah 114 112 111
Rata – rata 102,8 = 100 %

Daftar inventaris Alat Tenun TH 2018


Ruang:Paviliun Melati…Kapasitas: 16 ruangan
BULAN FEBRUARI 2018
Kondisi
No. Nama Barang Jumlah Standar Prosentase
Baik Rusak
1. Baju operasi 5 5 7
2. Baju operasi anak 3 3 5
3 Bungkus kasur perlak 16 16 16
4 Handuk kecil/lap cuci 30 30 80
tangan
5 Korden jendela hijau 32 32 32
6 Korden lurus/korden 20 20 20
sekat)
Kondisi
No. Nama Barang Jumlah Standar
Baik Rusak Prosentase
7 Manset tensi dewasa 3 3 3
8 Perlak pink 20 20 20
9 Perlak putih 10 10 10
10 Sarung bantal hijau 25 25 25
11 Sarung bantal pink 30 30 30
12 Sarung WWZ 1 1 1
13 Selimut wol pink 19 19 19
14 Selimut lorek 16 16 16
15 Selimut wool hijau 12 12 12
16 Skort perawat 5 5 5
17 Sprei hijau 6 6 6
18 Sprei pink 70 50 20 70
19 Tutup tabung oksigen 3 3 3
hijau
Jumlah 326 380
Rata – rata 86 %

Daftar inventaris Alat Non Medis TH 2018


Ruang:Paviliun Melati…Kapasitas: 16 ruangan
BULAN FEBRUARI 2018
Kondisi
No. Nama Barang Jumlah Standar Prosentase
Baik Rusak
1. Bai melamin 20 20 0
2. Bantal dewasa 25 20 5 25
3 Ceret aluminium 1 1 1
4 Ceret plastic/teko 1 1 1
5 Gayung 5 5 8
6 Gelas pasien 20 20 20
7 Jam dinding 9 9 8
8 Kasur pasien dewasa 16 16 16
busa
9 Kereta makan 1 1 1
No. Kondisi Prosentase
Nama Barang Jumlah Standar
Baik Rusak
10 Kulkas 1 1 1
11 Kursi penunggu kotak 20 20 20
12 Kursi penunggu 5 5 5
panjang kayu
13 Kursi petugas jaga 10 10 10
14 Lap dapur 5 5 5
15 Loker petugas 1 1 1
16 Meja makan pasien 20 20 20
17 Papan tulis 2 2 2
18 Pengaman TT 5 5 5 5
19 Piring snack sango 20 20 20
20 Rak handuk 7 7 8
21 Rambu-rambu dilarang 4 4 6
merokok
22 Rambu-rambu jagalah 4 4 6
kebersihan
23 Rambu-rambu jagalah 4 4 6
kebersihan
24 Rantang besar 1 1 1
25 Saringan teh 1 1 1
26 Sendok 25 25 25
27 Sisir 1 1 1
28 Tempat sampah 3 3 3
tanggung tertutup
29 Troli baju kotor 1 1 1
30 Tutup gelas 15 15 15
plastik/melamin
31 Almari linen 1 1 1
32 Almari pasien kayu 4 4 4
33 Kompor gas 1 1 1
34 Lukisan/gambar pola 1 1 1
35 Meja kepala ruangan 1 1 1
36 Meja perawat 2 2 1
37 Regulator gas 1 1 1
38 stavolt 2 2 1
39 Tabung elpiji 1 1 1
40 Telepon flexi 1 1 1
41 Telepon permanen 1 1 1
42 Televisi 14 in 8 8 1
43 Tempat tidur pasien 16 16 16
44 Piring lauk sango 20 20 20
Jumlah 313 293
Rata – rata 313/293X100= 106,9 %= 100%

Daftar inventaris Alat Habis Pakai TH 2018


Ruang:Paviliun Melati…Kapasitas: 16 ruangan
BULAN FEBRUARI 2018

Mekanisme permintaan alat habis pakai (Handscoon, masker, handsrub kapas, kassa
dll) di paviliun melati yaitu:
1. Permintaan sebulan sekali di depo farmasi.
2. Mengisi form pengajuan permohonan alat.
3. Mengisi buku pengajuan di instalwatnap.
4. Data masuk ke depo farmasi .
5. Menunggu pemberitahuan depo farmasi.
6. Mengambil alat yang di minta di depo farmasi
Pengajuan alat habis pakai biasa dilakukan sebulan sekali dan menunggu
konfirmasi dari depo yang bersangkutan, setelah dihubungi, dari pihak ruangan
mengambil alat yang dibutuhkan tersebut. Untuk alat medis steril biasa di minta hari itu
juga dengan membawa from pengajuan dan buku nota CSSD lalu diserahkan ke CSSD
untuk diproses hari itu juga.

3.1.4 Money

3.1.5 Market