Anda di halaman 1dari 4

No. Dokumen: No.

Revisi: Tanggal Efektif:

 Vulnus laseratum: luka robek adalah luka denga tepi yang


Definisi tidak beraturan atau compang-camping biasanya karena
tarikan atau goresan benda tumpul.
 Luka tidak teratur
 Jaringan rusak
 Bengkak
Gambaran Klinis  Perdarahan
 Akar rambut tampak hancur atau tercabut
 Tampak lecet atau memar di setiap luka.

 Pemeriksaan diagnostik yang perlu di lakukan terutama


jenis darah lengkap tujuanya untuk mengetahui tentang
infeksi yang terjadi.
 Anamnesis
Penting untuk menentukan cara penganganan dengan
menanyakan dimana, bagaimana, dan kapan luka terjadi.
Hal ini dilakukan untuk memperkirakan kemungkinan
terjadinya kontaminasi dan menentukan apakah luka akan
Diagnosis ditutup secara primer atau dibiarkan terbuka.
 Pemeriksaan Fisik
- Lokasi: penting sebagai petunjuk kemungkinan
adanya cedera pada struktur yang lebih dalam.
 Eksplorasi: dikerjakan untuk menyingkirkan
kemungkinan cedera pada struktur yang lebih dalam,
menemukan benda asing yang mungkin tertinggal pada
luka serta menentukan adanya jaringan yang telah mati

Penatalaksanaan Tindakan Antisepsis


No. Dokumen: No. Revisi: Tanggal Efektif:

Daerah yang akan dibersihkan harus lebih besar dari diameter


luka. Prinsip saat menyucihamakan kulit adalah
mulai dari tengahdan bekerja ke arah luar dengan
pengusapan secara spiral dimana daerah yang telah
dibersihkan tidak boleh diusap lagi menggunakan
kassa yang telah digunakan tersebut. Larutan
antiseptik yang digunakan adalah povidone iodine
10% atau klorheksidine glukonat 0,5%.
Pembersihan Luka
 Irigasi sebanyak-banyaknya dengan tujuan untuk
membuang jaringan mati dan benda asing (debridement)
sehingga akan mempercepat penyembuhan. Irigasi
dilakukan dengan menggunakan cairan garam fisiologis
atau air bersih. Lakukan secara sistematis dari lapisan
superfisial ke lapisan yang lebih dalam.
 Hilangkan semua benda asing dan eksisi semua jaringan
mati. Tepi yang compang-camping sebaiknya dibuang.
 Beri antiseptik.
 Bila perlu tindakan penjahitan, perlu diberikan anestesia
lokal.
Penjahitan Luka
Luka bersih dan diyakini tidak mengalami infeksi serta
berumur kurang dari 8 jam boleh dijahit primer.
Sedangkan luka yang terkontaminasi berat dan/atau
tidak berbatas tegas sebaiknya dibiarkan sembuh per
secundam atau per tertiam.
Pada luka infeksi misalnya insisi abses, dipasang drain. Drain
dapat dibuat dari guntingan sarung tangan.fungsi
drain adalah untuk mengalirkan cairan keluar (darah
atau serum) pada dead space.
No. Dokumen: No. Revisi: Tanggal Efektif:

Penutupan Luka
Prinsip dalam menutup luka adalah mengupayakan kondisi
lingkungan yang baik pada luka sehingga proses
penyembuhan berlangsung optimal. Fungsi kulit
adalah sebagai sarana pengatur penguapan cairan
tubuh dan sebagai barier terhadap bakteri patogen.
Pada luka fungsi ini menurun oleh karena proses
inflamasi atau bahakan hilang sama sekali (misalnya
pasa kehilangan kulit akibat luka bakar) sehingga
untuk membantu mengembalikanfungsi ini, perlu
dilakukan penutupan luka. Penutupan luka yang
terbaik adalah dengan kulit (skin graft, flap). Bila
tidak memungkinkan maka sebagai alternatif
digunakan kassa (sampai luka menutup dan
dilakukan pentupan dengan kulit).
Pembalutan
Fungsi balutan antara lain:
 Sebagai pelindung terhadap penguapan, infeksi.
 Mengupayakan lingkungan yang baik bagi luka dalam
proses penyembuhab, menciptakan kelembaban, sebagai
kompres, menyerap eksudat/produk lisis jaringan
(adsorben).
 Sebagai fiksasi, mengurangi pergerakan tepi-tepi luka
sampai pertautan terjadi.
 Efek penekanan mencegah berkumpulnya rembesan darah
yang menyebabkan hematom.
Pertimbangan dalam menutup dan membalut luka
sangatbergantung pada penilaian kondisi luka. Luka
sayat, bersih, ukuran kecil yang dapat mengalami
oroses penyembuhan primam tidak perlu
No. Dokumen: No. Revisi: Tanggal Efektif:

penutup/pembalut. Sebaliknya pada luka luas


dengan kehilangan kulit atau disertai eksudasi dan
produk lisis jaringan memerlukan penggantian
balutan sampai 5-6 kali sehari.
Pemberian Antibiotik dan ATS/Toksoid
Prinsipnya adalah pada luka bersih tidak perlu diberikan
antibiotik dan pada luka terkontaminasi atau kotor
maka perlu diberikan antibiotik. Luka merupakan
media yang baik bagi perkembanganbiakan bakteri-
bakteri anaerob (misalnya luka tusuk, luka
menggaung, terkontaminasi bahan-bahan yang
merupakan media yang baik untuk berkembangnya
kuman anaeron seperti karat, kotoran kuda)
memerlukan pemberian ATS/Toksoid.

Unit Terkait
Sumber Sumber : Kapita Selekta Kedokteran
Dibuat Oleh: Disetujui Oleh:
Dokter Muda Kepala Puskesmas

Eko Rizki, S.Ked Dr.Sylvia Dewi Anwar


No.BP : 0810312074