Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MANDIRI

Semester Pendek Mental Health Nursing


“Process of Psychiatric Nursing”

Disusun Oleh :
Yulviana Dwi Oktavia
145070200131007

PROGAM STUSI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
Proses keperawatan yang pada umumnya dimulai dengan pengkajian dan
berakhir dengan evaluasi. Pada proses keperawatan klien dengan gangguan jiwa,
terdapat berbedaan dengan proses keperawatan pada klien gangguan fisik pada
umunya. Pada klien dengan gangguan fisik, klien hanya mengeluhkan apa yang
dirasakan pada dirinya dan apa yang dialami olehnya. Sedangkan pada klien
dengan gangguan jiwa memungkinkan klien untuk menyakiti ataupun keadaan tidak
mengurus dirinya seperti biasanya. Tujuan yang dicapai selama proses keperawatan
tidaklah sama setiap individu, karena kebutuhan setiap individu yang berbeda-beda.
Tujuan proses keperawatan pada umumnya untuk mengembalikan status kesehatan
individu pada tingkat yang normal ataupun lebih tinggi. Pada klien dengan gangguan
jiwa, tujuannya dapat bertambah seperti menambah interaksi antara klien dan
perawar, meningkatkan kesehatan serta meningkatkan aktualisasi diri. Lalu,
bagaimana proses keperawatan pada klien dengan gangguan jiwa ? ada beberapa
hal yang harus diperhatikan selama proses keperawatan klien dengan gangguan
jiwa salah satunya adalah percaya, dan berikut merupakan langkah-langkah proses
keperawatan klien dengan gangguan jiwa :
1. Pengkajian
Pada pengkajian dilakukan tahap awak proses keperawatan meliputi
pengumpulan data, analisis data, dan perumusan masalah pasien. Data yang
dikumpulkan adalah data pasien secara holistik, meliputi aspek biologis,
psikologis, sosial, dan spiritual. Secara umum, dalam pengkajian klien dengan
gangguan jiwa dengan klien dengan masalah gangguan fisik hampir sama.
tetapi pada pasien dnegan gangguan jiwa ditambahkan beberapa poin yang
secara keseluruhan antara lain :
- Identitas pasien
- Keluhan utama/alasan masuk
- Faktor predisposisi
- Aspek fisik/biologis
- Aspek psikososial
- Status mental
- Kebutuhan persiapan pulang
- Mekanisme koping
- Masalah psikososial dan lingkungan
- Pengetahuan
- Aspek medis
Dalam pengkajian juga dicantumkan sebuah pohon masalah yang khusus
bagi klien dengan gangguan jiwa. Pohon masalah dibuat dengan arah panah dari
bawah ke atas.
2. Perumusan diagnosis
Dalam perumusan masalah klien dengan gangguan kejiwaan, pada
umumnya mengacu pada pohon masalah yang telah dibuat sebelumnya.
Rumusan diagnosis merupakan permasalahan yang secara langsung
berhubungan dengan etiologi yang keduanya mempunyai hubungan sebab
akibat yang dapat dilihat.
3. Perencanaan tindakan keperawatan
Rencana tindakan keperawatan terdiri atas empat komponen yaitu tujuan
umum, tujuan khusus, rencana tindakan keperawatan serta rasional. Dalam
penyusunan rencana tindakan keperawatan alangkah baiknya menggunakan
strategi pelaksanaan (SP) yang terdiri dari fase orientasi, fase kerja, dan
terminasi sehingga akan memudahkan dalam tindakan yang akan diberikan
pada klien dengan gangguan kejiwaan.
4. Implementasi tindakan keperawatan
Sebelum melakukan implementasi kepada klien, perawat melakuakn uji
validasi apakah tindakan yang akan diberikan kepada klien sesuai dengan
keadaan klien pada saat ini. Perawat juga perlu menyiapkan diri sebelum
memberikan tindakan seperti kemampuan dalam hubunagn interpersonal,
intelektual dan teknikal sesuai dengan rencana tindakan yang telah dibuat. Dan
penting selama tindakan terdapat dokumentasi sebagai aspek legal.
5. Evaluasi
Evaluasi ada dua macam antara lain :
- Evaluasi proses atau evaluasi formatif, yang dilakukan setiap selesai
melaksanakan tindakan
- Evaluasi hasil atau sumatif, yang dilakukan dengan membandingkan
respons pasien pada tujuan khusus dan umum yang telah ditetapkan.
Dalam proses keperawatan jiwa , evaluasi dilakukan dengan pendekatan
SOAP yaitu :
S : respons subjektif pasien terhadap tindakan keperawatan yang
telah dilaksanakan.
O : respons objektif pasien terhadap tindakan keperawatan yang
telah dilaksanakan.
A : analisis terhadap data subjektif dan objektif
P : tindak lanjut berdasarkan hasil analisis respons pasien.
Dan dilanjutkan dengan rencana tindak lanjut.
(Fortinash, 1995)
Cara menyusun pohon masalah

Pohon masalah merupakan sebuah rangkaian yang menggambarkan


hubungan antara klien gangguan jiwa dengan masalah yang dihadapi oleh klien.
Bagaimana cara mnyusun pohon masalah dalam keperawatan jiwa ?
Dalam menyusun pohon masalah, dalam rangkaian pohon masalah tersebut :
1. Faktor predisposisi, faktor presipitasi dan juga diagnosa keperawatan dalam
rangka menyelesaikan masalah klien.
2. Dimulai dari bawah ke atas (cirri khas dalam penyusuan pohon masalah
dalam keperawatan jiwa)
3. Dalam pohon masalah harus terdapat masalah yang menjadi penyebab,
masalah utama yang dialami dan juga akibat yang ditimbulkan
4. Sama seperti pohon masalah pada umumnya, pohon masalah harus
sistematik mulai dari stressor sampai diagnose keperawatan yang sesuai
5. Diagnosa keperawatan yang sesuai.
Masalah utama adalah prioritas masalah klien dari beberapa masalah yang di
miliki oleh klien. Umumnya masalah utama berkaitan erat dengan alasan masuk
atau keluhan utama.
Penyebab adalah salah satu dari beberapa masalah klien yang merupakan
penyebab masalah utama. Masalah ini dapat pula disebabkan oleh salah satu
masalah yang lain, demikian seterusnya.
Akibat adalah salah satu dari beberapa masalah klien yang merupakan
efek/akibat dari masalah utama. Efek ini dapat pula menyebabkan efek yang lain,
demikian pula seterusnya.
Proses keperawatan yang telah dilakukan perawat di Indonesia menggunakan
critical thinking

Critical thinking adalah keterampilan kognitif yang mencangkup intepretasi,


analisis, inferensi, evaluasi, eksplanasi dan regulasi diri (Huber, 2010). Dalam hal ini,
perawat di Indonesia sebagian besar telah melakukan proses keperawatan sesuai
dengan skill yang dimiliki. Menurut Facione (2004) mengatakan jika berpikir kritis
terdiri dari enam sub-skill dan aplikasinya dalam keperawatan, antara lain :
a. Intepretasi
Interpretasi merupakan proses memahami dan menyatakan makna
atau signifikansi variasi yang luas dari pengalaman, situasi, data, peristiwa,
penilaian, persetujuan, keyakinan, aturan, prosedur dan kriteria. Interpretasi
meliputi sub-skill kategorisasi, pengkodean, dan penjelasan makna.
Dalam proses keperawatan, perawat melakukan pengkajian dan
pengumpulan data dari pasien terlebih dahulu melalui interview dan catatatn
medis. Perawat juga melihat tanda dan gejala dari pasien
b. Analisis
Analisis adalah proses mengidentifikasi hubungan antara pernyataan,
pertanyaan, konsep, deskripsi, atau bentuk-bentuk representasi lainnya untuk
mengungkapkan keyakinan, penilaian, pengalaman, alasan, informasi dan
opini.
Dari data yang telah didapatkan, perawat membuat pohon masalah/
patofisologi yang berhubungan dengan keadaan klien untuk menjabarkan
etiologi. Perawat mengidentifikasi hubungan antara data yang diperoleh
dengan tanda dan gejala dari suatu penyakit atau kelainan untuk menentukan
diagnosis pada pasien
c. Inferensi
Inferensi merupakan proses mengidentifikasi dan memperoleh unsur
yang dibutuhkan untuk menarik kesimpulan, untuk membentuk suatu dugaan
atau hipotesis, mempertimbangkan informasi yang relevan dan
mengembangkan konsekuensi yang sesuai dengan data., pernyataan,
prinsip, bukti, penilaian, keyakinan, opini, konsep, deskripsi, pertanyaan dan
bentuk-bentuk representasi lainnya.
Dalam menentukan tindakan pada pasien, perawat melakukan
pemeriksaan lanjutan untuk memperoleh data yang akurat untuk menarik
kesimpulan dan membentuk suatu hipotesis keperawatan.
d. Evaluasi
Pada tahap evaluasi, perawat biasanya melakukan kunjungan baik
sendiri maupun dengan tenaga kesehatan yang lain untuk melihat bagaimana
hasil yang didapatkan setelah memberikan tindakan kepada klien. Hal ini
dilakukan sesuai dengan lama indikator dalam suatu asuhan keperawatan
yang diberikan kepada klien. Apakah tindakan yang diberikan mendapatkan
hasil yang maksimal atau tidak dengan mencatat setiap perubahan yang
terjadi pada pasien
e. Eksplanasi
Eksplanasi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk
mempresentasikan hasil penilaian seseorang dengan cara meyakinkan dan
koheren.
Dalam hal ini perawat melakukan pengambilan data sesudah
pemberian tindakan keperawatan pada klien. Perawat bertanya kepada klien
apa yang dirasakan hari ini dan mencatat perkembangan hasil dari tindakan
keperawatan. Perawat mencatat dan mempresentasikan setiap data yang
telah dikumpulkan dari klien selama menjalani masa perawatan.
f. Pengontrolan diri
Pengontrolan diri adalah kesadaran untuk memantau aktivitas kognitif
sendiri, unsur-unsur yang digunakan dalam aktivitas tersebut, dan hasil-hasil
yang dikembangkan, terutama melalui penggunaan keterampilan dalam
menganalisis, mengevaluasi penilaian inferensial seseorang dengan suatu
pendangan melalui pengajuan pertanyaan, konfirmasi, validasi, atau
pembetulan terhadap hasil penilaian seseorang.
Dalam hal ini perawat mampu memantau aktivitas kognitif diri sendiri
yang berhubungan dengan pengetahuan dan rasa ingin belajar hal baru. Hal
ini dibutuhkan seorang perawat dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada
pasien.
Kemampuan untuk berpikir kritis menerapkan pengetahuan dan pengalaman
pemecahan masalah dan membuat keputusan adalah inti dari praktek keperawatan
Daftar Pustaka

Facione, A.P. 2004. Critical Thinking, What it’s and Why it Counts. Measured
reasons and the California academic Press, Maillbrae. CA
Huber, Diane L. .2006. Leadership and Nursing Management Care. Phyladelphia:
Saunders Elsevier