Anda di halaman 1dari 17

3.

3 TAHAP ANALISA DATA DAN PERUMUSAN DIAGNOSA


KEPERAWATAN KOMUNITAS
3.3.1 ANALISA DATA
Nama Komunitas : Masyarakat Dusun Sumbermulyo Desa Sumbermulyo
Jombang
Nama Masalah : Kesehatan Lingkungan
Kaitan korelasi-korelasi
Korelasi Masalah Data yang menunjang
pada masalah
Resiko terjadi peningkatan  Data subjektif:
kasus penyakit akibat Kurang informasi kesehatan
 Data Objektif:
lingkungan yang kurang Kurangnya pengetahuan 
sehat (Batuk Pilek dan DHF) masyarakat tentang Sebagian warga frekwensi
lingkungan yang sehat & membersihkan bak mandi
di wilayah Dusun PSN > 1 minggu yaitu sekitar
 126 KK (49%).
Sumbermulyo
Kurangnya tingkat kesadaran 
masyarakat 40% terdapat jentik nyamuk
di bak mandi warga.

Data subjektf:
Sebagian warga
 Sumbermulyo mengatakan
Kurangnya pengetahuan banyak yang mengeluh
masyarakat tentang demam, batuk dan pilek.
lingkungan yang sehat
Data Objektif:

Pola hidup yang tidak sehat 
 Cara pengolahan sampah
Kebersihan lingkungan masyarakat sebagian
rumah yang kurang baik besar besar di bakar
 Kurangnya pengetahuan yaitu 44% dan itupun
masyarakat tentang dilakukan kalau
lingkungan (rumah) yang sampah di rasa sudah
sehat banyak & kering
 Sanitasi lingkungan 
rumah kurang memadai Sebagian warga dusun
Sumbermulyo
mempunyai ternak
sebanyak 27% yaitu
ternak ayam & sapi
sehingga
menimbulkan banyak
lalat

Sebagian kondisi yang
mempunyai ternak
sebanyak 55% adalah
kotor dan berbau
Nama Komunitas : Masyarakat Dusun Sumbermulyo Desa Sumbermulyo –
Jombang
Nama Masalah : Kesehatan Lansia
Kaitan korelasi-korelasi
Korelasi Masalah Data yang menunjang
pada masalah
Gangguan aktifitas fisik  Data Subjektif:
Kurang informasi Sebagian warga
pada lansia akibat
kesehatan Sumbermulyo mengatakan
beberapa penyakit yang  banyak yang sakit linu –
Pola hidup yang tidak linu
diderita (Pusing, Batuk).
sehat
Data Objektif:

Penderita Pusing di dusun
Sumbermulyo selama 1
tahun terakhir sebanyak
41% sedangkan untuk
penderita Batuk
sebanyak 37%.

Sebagian warga ngumpul
berusia lanjut sebanyak
89 (9%) dari 990
(100%)

Lansia di dusun ngumpul
38% tidak bekerja dan
kegiatan lansia di waktu
luang yaitu 23%
mengasuh cucu, 20%
nonton tv.


Data Subjektif:
Kurang informasi
Sebagian lansia warga
kesehatan
dusun ngumpul

mengatakan tidak pernah
Jarak tempat pelaksanaan
ikut posyandu lansia
posyandu lansia yang
karena terlalu jauh dan
terlalu jauh
tidak adanya informasi

Kurangnya dukungan
Data Objektif:
keluarga terhadap lansia

untuk mengikuti
Lansia yg ada di dusun
posyandu
Sumbermulyo
mengikuti posyandu
secara jarang sebanyak
29% dan tidak pernah
sebanyak 46%.

Saat dikaji lansia
mengatakan ingin
mengikuti posyandu
tapi dari pihak keluarga
kurang adanya
dukungan (tidak bisa
mengantar)

Nama Komunitas : Masyarakat Dusun Sumbermulyo Desa Sumbermulyo –


Jombang
Nama Masalah : KIA dan Gizi Balita
Kaitan korelasi-korelasi
Korelasi Masalah Data yang menunjang
pada masalah
Resiko terjadi 
tinggi Data Subjektif:
Beberapa warga mengatakan
ganguan tumbuh kembang Kurang informasi kesehatan
 terdapat anak usia >3 tahun
balita. Kurang Kesadaran ibu Balita tidak hadir ke posyandu.

Data Objektif:

Alasan ibu balita jarang
sekitar 92%, tidak pernah
8% berkunjung ke
posyandu sebagian besar
karena imunisasi sudah
lengkap dan tidak sempat.


Sebagian besar yaitu sekitar
72% menyatakan telah
memberi ASI eksklusif
pada bayinya tapi masih
terdapat 21% tidak diberi
ASI eksklusif.

Nama Komunitas: Masyarakat Dusun Sumbermulyo Desa Sumbermulyo Jombang


Nama Masalah: Penanggulangan Penyakit Menular
Kaitan korelasi-korelasi
Korelasi Masalah Data yang menunjang
pada masalah
Resiko tejadi penularan  Data Subjektif
Kurangnya pengetahuan Sebagian warga
penyakit akibat perilaku masyarakat tentang mengeluh adanya
kesehatan yang kurang lingkungan yang sehat & penyakit kulit (gatal –
PSN gatal dan Diare).
baik (gatal – gatal dan 
Kurangnya tingkat kesadaran
diare) di Dusun Data Objektif
masyarakat
 Sebagian besar
Sumbermulyo
warga
Sumbermulyo
dalam kebersihan
diri terdapat 50%
cukup dan 11%
kurang
3.3.2 Perumusan Diagnosa
1. Resiko terjadi peningkatan kasus penyakit akibat lingkungan yang kurang
sehat (Batuk Pilek dan DHF) di wilayah Dusun Sumbermulyo berhubungan
dengan Kurang informasi kesehatan; Kurangnya pengetahuan masyarakat
tentang lingkungan yang sehat & PSN; Kurangnya tingkat kesadaran
masyarakat; Sanitasi lingkungan rumah kurang memadai.
2. Gangguan aktifitas fisik pada lansia akibat beberapa penyakit yang diderita
(Pusing, Batuk) berhubungan dengan; Kurang informasi kesehatan; Pola hidup
yang tidak sehat; Jarak tempat pelaksanaan posyandu lansia yang terlalu jauh;
Kurangnya dukungan keluarga terhadap lansia untuk mengikuti posyandu.
3. Resiko tinggi terjadi ganguan tumbuh kembang balita berhubungan dengan Kurang
informasi kesehatan; Kurang Kesadaran ibu Balita
4. Resiko tejadi penularan penyakit akibat perilaku kesehatan yang kurang baik
(gatal – gatal dan diare) di Dusun Sumbermulyo berhubungan dengan;
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang lingkungan yang sehat & PSN ;
Kurangnya tingkat kesadaran masyarakat.
3.3.3 Penapisan Masalah
Kriteria Penapisan
Tersedia Sumber
Diagnosa Keperawatan Sesuai dengan Jumlah Besarnya Kemungkinan Minat Kemungkinan Sesuai Sumber Sumber Sumber Sumber Sumber Jumlah
Komunitas peran perawat yang risiko untuk masyarakat untuk diatasi dengan daya daya daya dana daya daya orang Skor
komunitas berisiko pendidikan program tempat waktu peralatan
kesehatan pemerintah
Resiko terjadi peningkatan
kasus penyakit akibat
lingkungan yang kurang sehat
(Batuk Pilek dan DHF) di
wilayah Dusun Sumbermulyo
berhubungan dengan Kurang
informasi kesehatan;
5 4 4 5 5 3 4 3 3 3 3 4 46
Kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang
lingkungan yang sehat &
PSN; Kurangnya tingkat
kesadaran masyarakat;
Sanitasi lingkungan rumah
kurang memadai.
Gangguan aktifitas fisik pada
lansia akibat beberapa
penyakit yang diderita
(Pusing, Batuk) berhubungan
dengan; Kurang informasi
kesehatan; Pola hidup yang
5 5 4 4 3 3 3 2 3 2 2 3 39
tidak sehat; Jarak tempat
pelaksanaan posyandu lansia
yang terlalu jauh; Kurangnya
dukungan keluarga terhadap
lansia untuk mengikuti
posyandu.
Resiko tinggi terjadi ganguan
tumbuh kembang balita
berhubungan dengan Kurang 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 45
informasi kesehatan; Kurang
Kesadaran ibu Balita.
Resiko tejadi penularan
penyakit akibat perilaku
kesehatan yang kurang baik
(gatal – gatal dan diare) di
Dusun Sumbermulyo
berhubungan dengan; 5 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 44

Kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang
lingkungan yang sehat &
PSN; Kurangnya tingkat
kesadaran masyarakat.

Keterangan Pembobotan:
1. Sangat rendah
2. Rendah
3. Cukup
4. Tinggi
5. Sangat tinggi
3.3.4 Prioritas Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan scoring di atas, maka prioritas diagnosa keperawatan komunitas di dusun Sumbermulyo adalah sebagai berikut:

No. Diagnosa Keperawatan Jumlah


Prioritas
1. Resiko terjadi peningkatan kasus penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat (Batuk Pilek dan DHF) di wilayah Dusun Sumbermulyo 46
berhubungan dengan Kurang informasi kesehatan; Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang lingkungan yang sehat & PSN;
Kurangnya tingkat kesadaran masyarakat; Sanitasi lingkungan rumah kurang memadai.
2. Resiko tinggi terjadi ganguan tumbuh kembang balita berhubungan dengan Kurang informasi kesehatan; Kurang Kesadaran ibu Balita. 45
3. Resiko tejadi penularan penyakit akibat perilaku kesehatan yang kurang baik (gatal – gatal dan diare) di Dusun Sumbermulyo 44
berhubungan dengan; Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang lingkungan yang sehat & PSN; Kurangnya tingkat kesadaran
masyarakat.
4. Gangguan aktifitas fisik pada lansia akibat beberapa penyakit yang diderita (Pusing, Batuk) berhubungan dengan; Kurang informasi 39
kesehatan; Pola hidup yang tidak sehat; Jarak tempat pelaksanaan posyandu lansia yang terlalu jauh; Kurangnya dukungan keluarga
terhadap lansia untuk mengikuti posyandu.
3.4 RENCANA DAN STRATEGI KOMUNITAS DI DUSUN SUMBERMULYO DESA SUMBERMULYO JOMBANG

Dari hasil analisa data, maka telah didapatkan diagnosa keperawatan komunitas sesuai prioritas. Dari diagnosa tersebut, kami melakukan perencanaan barsama
dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan kelompok kerja kesehtan (POKJAKES) yang dilaksanakan pada tanggal 27 April 2011. Adapun perencanaan
yang akan kami laksanakan adalah sebagai berikut:
No. Diagnosa Keperawatan Rencana Implementasi Indikator Kriteria Hasil Penanggung Waktu
Kegiatan Jawab
1. Resiko terjadi peningkatan Kerja Bakti 1. Bekerja sama 1. Warga dusun 1. Mahasiswa dan Didik Hariyanto, Sesuai jadwal
kasus penyakit akibat dengan kader Ngumpul warga antusias S.Kep. RT masing –
lingkungan yang kurang pokjakes mengerti akan melakukan masing.
sehat (Batuk Pilek dan kesehatan pentingnya kerja bakti.
DHF) di wilayah Dusun lingkungan kerja bakti. 2. Peserta kerja
Ngumpul berhubungan dusun Ngumpul 2. Warga bakti tidak
dengan Kurang informasi 2. Penanggung mengikuti meningglkan
kesehatan; Kurangnya jawab tempat kegiatan kerja tempat sebelum
pengetahuan masyarakat kegiatan bakti. selesai.
tentang lingkungan yang mendatangi 3. Warga tidak ada 3. Selokan tidak
sehat & PSN; Kurangnya tempat kegiatan yang ada sumbatan
tingkat kesadaran untuk mengeluh/keber dan genangan.
masyarakat; Sanitasi menganalisis atan saat 4. Lingkungan
lingkungan rumah kurang kondisi dilakukan kerja lebih bersih
memadai. lingkungan. bakti. daripada
3. Membagi tenaga 4. Warga sebelumnya.
sesuai melakukan kerja
kebutuhan dan bakti sampai
mempersiapkan. selesai.
4. Penanggung
jawab kegiatan
mensosialisasika
n kegiatan ke
seluruh warga
dusun Ngumpul.
Penyuluhan 1. Mempersiapkan 1. Siswa mengerti 1. Siswa menghadiri Dian Wulandari, Senin, 23 Mei
PHBS bahan tentang Perilaku penyuluhan. S.Kep. 2011
penyuluhan, Hidup Sehat dan 2. Kegiatan berjalan
yaitu lembar Bersih (PHBS). lancar.
dan leaflet. 2. Siswa dapat 3. Siswa antusias
2. Berkoordinasi melakukan terhadap materi
dengan kepala tindakan PHBS. penyuluhan dan
sekolah SDN 3. Siswa dapat bertanya.
Ngumpul. menyebutkan 4. Siswa dapat
3. Menyampaikan dan menjelaskan menjelaskan
izin pada SD kembali kembali tentang
Ngumpul untuk tenntang materi materi PHBS.
melaksanakan penyuluhan.
penyuluhan.
4. Menjelaskan
tentang PHBS.
Penyuluhan 1. Mempersiapkan 1. Warga mengerti 1. Peserta menghadiri Asnawati, S.Kep. Sesuai jadwal
Nyamuk bahan tentang jenis penyuluhan. Salisa Umifatih, kegiatan
penyuluhan, nyamuk dan 2. Kegiatan berjalan S.Kep. muslimatan
yaitu lembar akibatnya. lancar. dusun
dan leaflet. 2. Warga dapat 3. Peserta antusias Ngumpul
2. Menyampaikan membedakan terhadap materi
izin untuk jenis nyamuk penyuluhan dan
melaksanakan dan yang bertanya.
penyuluhan. diakibatkan. 4. Peserta dapat
3. Menjelaskan 4. Warga dapat menjelaskan
tentang menyebutkan kembali tentang
nyamuk. dan menjelaskan materi jenis
kembali nyamuk dan
tenntang materi akibatnya.
penyuluhan.
2. Resiko tinggi terjadi Penyuluhan gizi 1. Mempersiapkan 1. Warga mengerti 1. Peserta menghadiri Alyatus Sesuai jadwal
ganguan tumbuh kembang bahan tentang gizi penyuluhan. Sa’adah, S. Kep. muslimatan
balita berhubungan dengan penyuluhan, 2. Warga dapat 2. Kegiatan berjalan
Kurang informasi yaitu lembar dan mengaplikasika lancar.
kesehatan; Kurang leaflet. n dan 3. Peserta antusias
Kesadaran ibu Balita. 2. Menyampaikan meyediakan terhadap materi
izin untuk makanan penyuluhan dan
melaksanakan bergizi. bertanya.
penyuluhan. 3. Warga dapat 4. Peserta dapat
3. Menjelaskan menyebutkan menjelaskan
tentang gizi. dan menjelaskan kembali tentang
kembali materi gizi.
tenntang materi
penyuluhan.
Penyuluhan 1. Mempersiapkan 1. Warga mengerti 1. Peserta menghadiri Nurul Sesuai jadwal
posyandu bahan tentang gizi penyuluhan. Hidayati, S.Kep. muslimatan
penyuluhan, 2. Warga dapat 2. Kegiatan berjalan
yaitu lembar menyebutkan lancar.
dan leaflet. dan menjelaskan 3. Peserta antusias
2. Menyampaikan kembali terhadap materi
izin untuk tenntang materi penyuluhan dan
melaksanakan penyuluhan. bertanya.
penyuluhan. 4. Peserta dapat
3. Menjelaskan menjelaskan
tentang kembali tentang
posyandu. materi posyandu.
3. Resiko tejadi penularan Penyuluhan diare 1. Mempersiapkan 1. Warga mengerti 1. Peserta menghadiri Dian Wulandari, Sesuai jadwal
penyakit akibat perilaku bahan tentang gizi penyuluhan. S.Kep. pengajian
kesehatan yang kurang penyuluhan, 2. Warga dapat 2. Kegiatan berjalan Nur Azizurrachmi,
baik (gatal – gatal dan yaitu lembar dan menyebutkan lancar. S.Kep.
diare) di Dusun Ngumpul leaflet. dan menjelaskan 3. Peserta antusias
berhubungan dengan; 2. Menyampaikan kembali terhadap materi
Kurangnya pengetahuan izin untuk tenntang materi penyuluhan dan
masyarakat tentang melaksanakan penyuluhan. bertanya.
lingkungan yang sehat & penyuluhan. 4. Peserta dapat
PSN; Kurangnya tingkat 3. Menjelaskan menjelaskan
kesadaran masyarakat. tentang diare. kembali tentang
materi diare.
4. Gangguan aktifitas fisik Penyuluhan 1. Mempersiapkan 1. Warga mengerti 1. Peserta menghadiri Fais suagiarti, Sesuai jadwal
pada lansia akibat beberapa hipertesi bahan tentang penyuluhan. S.Kep. posyandu
penyakit yang diderita penyuluhan, hipertensi 2. Kegiatan berjalan
(Rheumatik, Hipertensi) yaitu lembar dan 2. Warga dapat lancar.
berhubungan dengan; leaflet. menyebutkan 3. Peserta antusias
Kurang informasi 2. Menyampaikan dan menjelaskan terhadap materi
kesehatan; Pola hidup yang izin untuk kembali penyuluhan dan
tidak sehat; Jarak tempat melaksanakan tenntang materi bertanya.
pelaksanaan posyandu penyuluhan. penyuluhan. 4. Peserta dapat
lansia yang terlalu jauh; 3. Menjelaskan menjelaskan
Kurangnya dukungan tentang kembali tentang
keluarga terhadap lansia hipertensi. materi hipertensi.
untuk mengikuti posyandu.
Penyuluhan 1.Mempersiapkan 1. Warga mengerti 1. Peserta menghadiri Feria Gita Seputri, Sesuai jadwal
rhematik bahan tentang penyuluhan. S.Kep. posyandu
penyuluhan, rhematik 2. Kegiatan berjalan
yaitu lembar dan 2. Warga dapat lancar.
leaflet. menyebutkan 3. Peserta antusias
2.Menyampaikan dan menjelaskan terhadap materi
izin untuk kembali penyuluhan dan
melaksanakan tenntang materi bertanya.
penyuluhan. penyuluhan. 4. Peserta dapat
3.Menjelaskan menjelaskan
tentang rhematik. kembali tentang
materi rhematik.
Penyegaran & 1. Berkoordinasi 1. Koordinasi 1. Seluruh kader hadir Bagus Tri Sutrisno, Selasa, 07
pelatihan dengan kader dengan pokjakes dalam kegiatan. S.Kep. Juni 2011
posyandu lansia pokjakes lansia berjalan 2. Terbentuknya
kesehatan lansia dengan lancar. struktur posyandu
dusun Ngumpul. 2. Adanya tanda lansia.
2. Melakukan bukti persetujuan
penawaran dari lansia dusun
persetujuan pada Ngumpul.
lansia dusun 3. Terdapat kader
Ngumpul. sesuai meja
3. Mempersiapkan posyandu.
kader lansia.