Anda di halaman 1dari 2

Kintan Kirana

1605025149
Pengawasan Mutu Makanan (4e)

KERUPUK MENGANDUNG PLASTIK?


BPOM: Kerupuk Seperti Uceng, Kalau Dibakar Pasti Menyala
- detikHealth

Jakarta –
Kerupuk yang digoreng pakai plastik kalau dibakar akan menyala dan menghitam. Itu
menurut informasi yang beredar di internet. Tapi menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM), kerupuk mirip uceng yang kalau dibakar pasti menyala.
Informasi cara membedakan kerupuk yang digoreng dengan plastik dan yang tidak
memunculkan anggapan kerupuk semacam itu benar-benar ada di pasaran. Hal ini patut
diwaspadai karena makanan yang digoreng dengan campuran plastik tentunya memunculkan
dampak negatif kesehatan.
Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Olahan BPOM, Ratmono, membantah informasi
yang mengatakan bahwa kerupuk yang menyala saat dibakar pasti digoreng mengunakan
plastik. Menurutnya, semua kerupuk kalau dibakar pasti akan menyala dan berubah menjadi
hitam.
"Kerupuk itu kandungannya 75 persen tapioka, sifatnya kalau dibakar akan menjadi
karbon. Jadi pasti akan menjadi hitam kalau dibakar, itu bukan karena digoreng dengan minyak
mengandung plastik," tegas Ratmono saat dihubungi detikHealth, Kamis (7/2/2013).
Mengenai api yang menyala saat kerupuk dibakar, menurutnya itu juga tidak
menunjukkan bahwa kerupuk tersebut digoreng menggunakan plastik. Saat digoreng dengan
minyak apapun, kerupuk akan menyerap 18 persen minyak sehingga sifatnya menjadi mudah
terbakar.
Saat kerupuk dibakar, nyala api berasal dari pembakaran minyak yang terserap dan
bukan dari pembakaran plastik. Ratmono mengibaratkannya seperti uceng atau sumbu lampu
minyak, yang mudah sekali terbakar karena menyerap minyak sebagai bahan bakarnya.
"Karena menyerap minyak, kerupuk jadi seperti uceng. Uceng itu seperti sumbu kalau di
kampung saya. Itu kalau dikasih api ya pasti menyala. Baunya kadang-kadang memang mirip
plastik," tambah Ratmono.
Ratmono menyayangkan beredarnya informasi tentang kerupuk mengandung plastik di
internet. Menurutnya, informasi yang menyesatkan seperti itu akan sangat merugikan para
pedagang kerupuk dan meresahkan masyarakat pada umumnya yang jadi takut makan kerupuk.