Anda di halaman 1dari 2

HERNIA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSU MELATI No : 380/RSUM/ SK/ VIII /2018 1/2

Tanggal terbit Ditetapkan oleh :


STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL (dr. Lusi Nurlina Nasution)
01 Maret 2018
Direktur
Penonjolan isi perut dari rongga yang normal melalui suatu defek pada
fasia dan muskulo aponurotik dinding perut, baik secara konngenital
PENGERTIAN
atau didapat, yang memberi jalan keluar pada setiap alat tubuh selain
yang biasa melalui dinding tersebut.
sebagai pedoman sebagai tenaga medis dalam memberikan
TUJUAN
pelayanan/pengobatan terhadap penyakit Hernia di RSU Melati
Perbaungan.

Memberikan pelayanan prima kepada penderita Hernia oleh SMF


KEBIJAKAN
Penyakit Bedah baik melalui Rawat Jalan maupun Rawat Inap

a. Kriteria Diagnosis
PROSEDUR
1. Anamnesis Manifestasi klinis
Umumnya pasien mengatakan turun berok, burut atau kelingsir
atau mengatakan adanya benjolan di selangkangan.
2. Pemeriksaan fisik
Melalui skrotum jari telunjuk dimasukkan ke atas lateral
dari tuberkulum pubikum. Ikuti fasikulus spermatikus sampai
ke anulus inguinalis internus. Pasien diminta mengejan dan
rasakan apakah ada massa yang menyentuh jari tangan. Bila
massa tersebut menyentuh ujung jari maka itu adalah hernia.
PELAYANAN MEDIS HERNIA

No. Dokumen Halaman


No. Revisi
No : 380/RSUM/ SK/ VIII 1/2
RSU MELATI /2018

STANDAR Tanggal terbit Ditetapkan oleh :


PROSEDUR
OPERASIONAL
(dr. Lusi Nurlina Nasution)
01 Maret 2018 Direktur
inguinalis lateralis, bila menyentuh sisi jari adalah hernia
inguinalis medialis.
Pemeriksaan penunjang
Laboratorium

b. Tatalaksana
Pada hernia reponibilis dan ireponibilis dilakukan tindakan
PROSEDUR bedah elektif karena ditakutkan adanya komplikasi.
Bila terjadi proses strangulasi tindakan bedah harus secepat
mungkin sebelum terjadinya nekrosis usus.
c. Out Put
Sembuh
Dubia at malam bila ada komplikasi
d. Kewenangan
Dokter Umum
Dokter Spesialis Penyakit Bedah.
UNIT TERKAIT o Radiologi
o Laboratorium