Anda di halaman 1dari 4

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR

PENGKAJIAN GAWAT DARURAT SISTEM


ENDOKRIN

Pemeriksaan fisik pada sistem endokrin mungkin dapat


dilakukan hanya sebagian dari keseluruhan pengkajian.atau

PENGERTIAN mungkin sebagian sudah dapat diatasi sendiri oleh klien


dengan pengetahuan dan kecurigaan terhadap masalah fungsi
endokrin.
Mendapatkan data yang akurat tentang kondisi klien yang
TUJUAN mengalami gangguan sistem endokrin.

klien yang mengalami gangguan sistem endokrin


atau pada yang memiliki resiko mengalami gangguan
IDIKASI
sistem endokrin.

Persiapan Alat
1). Stetoskop
2). Bath scale ( timbangan )
3). Meteran
ALAT & BAHAN 4). Sarung tangan

1. Persiapan Lingkungan
1) Mengatur lingkungan klien, memasang sampiran.
Pastikan ruang periksa hangat dan cukup
penerangan.
2) Dekatkan alat-alat pengkajian
PROSEDUR
PELAKSANAAN 3) Lakukan cuci tangan rutin sebelum dan sesudah
melakukan pemeriksaanPersiapan pasien
4) Berikan informasi umum pada pasien atau
keluarganya tentang pemeriksaan yang akan anda
lakukan , tujuan, cara melakukan manfaat
pemeriksaan tiroid untuk klien
5) Berikan jaminan pada pasien tentang kerahasiaan
semua informasi yang didapatkan dari
pemeriksaan
6) Menanyakan kesediaan pasien

2. Pengkajian awal
1) Persilahkan klien duduk atau berdiri menghadap ke
sumber cahaya sehingga sumber cahaya cukup
menerangi bagian leher yang diperiksa
2) Aturlah posisi klien sedemikian rupa sehingga saat
mengamati kelenjar tiroid, posisi mata pemeriksa harus
sejajar (horizontal) dengan leher orang yang diperiksa.
Mintalah klien untuk menunjukan ruas Ibu jarinya
sebagai acuan ukuran kelenjar tiroid..
Inspeksi
1) Lakukanlah pengamatan pada bagian leher klien pada
posisi normal, tertama pada lokasi kelenjar tiroidnya
2) Amatilah adanya pembesaran kelenjar tiroid yang
tampak nyata
3) Jika kelenjar tiroid tidak tampak, mintalah klien untuk
menelan dengan posisi leher normal
4) Jika kelenjar tiroid tampak dengan jelas pada posisi
menelan, dikatakan ada pembesaran kelenjar tiroid
tingkat

Palpasi
1) Berdirilah dibelakang klien, lalu letakanlah kedua jari
telunjuk dan jari tengah pada masing-masing lobus
kelenjar tiroid yang letaknya beberapa cm dibawah
jakun
2) Rabalah (palpasi) daerah kelenjar tiroid. Perabaan
(palpasi) jangan dilakukan dengan tekanan terlalu
keras atau terlalu lemah. Tekanan terlalu keras akan
mengakibatkan kelenjar masuk atau pindah
kebelakang leher, sehingga pembesaran tidak teraba.
Perabaan terlalu lemah akan mengurangi kepekaan
perabaan
3) Jika kelenjar tiroid dapat teraba, walaupun ukurannya
tidak membesar, dikatakan ada pembesaran kelenjar
tiroid tingkat 1

Auskultasi
1) Mendengarkan bunyi tertentu dengan bantuan
stetoskop dapat menggambarkan berbagai perubahan
dalam tubuh.
2) Auskultasi pada daerah leher, diatas kelenjar tiroid
dapat mengidentifikasi“ bruit“. Bruit adalah bunyi
yang dihasilkan oleh karena turbulensi pada pembuluh
darah tiroidea.
3) Dalam keadaan normal, bunyi ini tidak terdengar.
Dapat diidentifikasi bila terjadi peningkatan sirkulasi
darah ke kelenjar tiroid sebagai dampak peningkatan
aktivitas kelenjar tiroid.
4) Auskultasi dapat pula dilakukan untuk
mengidentifikasi perubahan pada pembuluh darah dan
jantung seperti tekanan darah, ritme dan rate jantung
yang dapat menggambarkan gangguan keseimbangan
cairan, perangsangan katekolamin dan perubahan
metabilisme tubuh.

3. Menentukan tingkat pembesaran kelenjar tiroid


1) Normal: jika kelenjar tiroid tidak terlihat dan tidak
teraba
2) Pembesaran tingkat I : Jika kelenjar tiroid teraba
tetapi tidak terlihat pada posisi leher normal
(walaupun ukurannya normal)
3) Pembesaran tingkat II : jika pembesaran kelenjar
tiroid terlihat dengan nyata pada gerakan menelan
dengan posisi leher normal.

Tahap Terminasi
1) Mengevaluasi kembali
2) Merapihkan alat
3) Mengakhiri percakapan
4) Memberikan salam
5) Cuci tangan

• Mencatat semua tindakan yang dilakukan dan respon


klien selama tindakan dan kondisi setelah tindakan
Evaluasi • Mencatat dengan jelas, mudah dibaca, ditandatangani
disertai nama jelas
• Tulisan yang salah tidak dihapus tetapi dicoret dengan
disertai paraf Catatan dibuat dengan menggunak
ballpoint atau tinta.